TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)

TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)
Makin kagum.


__ADS_3

Di saat istrinya terlelap, Anas menyapu dan mengepel semua ruangan kecuali kamar. Dia enggan untuk mengganggu Cantika yang tengah istirahat. Setelah itu, dia membersihkan halaman rumah.


Suara sapu lidi membuat Ika terbangun dari alam mimpi. Perlahan dia berjalan ke arah jendela kamar. Memperhatikan suaminya yang ada di luar, lewat kaca. Sungguh, pria itu terlalu baik. Selain taat beribadah, dia juga rajin dan ramah. "Benar-benar cowok langka. Gue baru nemu model cowok yang baiknya kebangetan." Makin ke sini dia melihat makin banyak kelebihan pada suaminya. Semakin kagum terhadap kepribadian yang dimiliki Anas Malik. Apakah itu alasan Pak Permana menikahkan Cantika dengan Om bewok ?


Anas melambaikan tangan sembari tersenyum ke arah jendela kamar, karena melihat sosok cantik itu sedang menatapnya. Cantika buru-buru berbalik dan menjauh. "Gawat, gue kepergok ngintip !" Dia kembali ke atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Beberapa saat kemudian, pintu kamar diketuk. Tok tok tok ! disusul suara dari orang yang mengetuknya. "Boleh saya masuk ?"


"Hemmm, masuk aja ! Gak dikunci kok..." Masih fokus pada gawainya.


Ceklek, pintu terbuka ! Anas masuk dengan membawa alat tempur untuk bersih-bersih. Sebuah sapu dan ember serta alat pel ada di kedua tangannya. Dia mulai membersihkan kamar. Karena istrinya sudah selesai tidur, maka dia bisa leluasa beres-beres.


Cantika diam-diam melirik, Nih cowok mau ngapain lagi sih ? Gak cape apa, dari tadi beres-beres mulu ?


"Uhukk...uhukk...hatci...." Perempuan itu batuk dan bersin karena terkena debu yang beterbangan saat Anas menyapu ruangan itu.


"Maaf, sebaiknya kamu duduk di ruang tengah dulu agar tidak terkena debu !"


Cantika mendelik dan memanyunkan bibir, "Ganggu aja lo..." Melangkah jutek ke luar kamar.


Pria itu hanya tersenyum, "Sedang main game hantu lagi, ya ?!"


Cantika berbalik, "Lo mata-matain gue ?"


Anas menggeleng masih mesem. Tangannya bergerak menyapu lantai.


"Cowok kepo, terserah guelahhh mau main game apapun. Ini kan HP gue, bukan punya lo !"


Anas terkekeh-kekeh, istrinya itu kenapa begitu lucu saat galak ?


"Aneh, lo....gue marah tapi lo santai aja. Malah cengar-cengir."

__ADS_1


"Kamu lucu..."


"Lucu ? Gue bukan pelawak !" membalikan badan lalu berjalan ke ruang tamu, duduk santai di kursi sambil utak-atik ponsel.


Anas melanjutkan pekerjaannya. Usai mengepel lantai, dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan alat pel dan tangannya. Setelah itu, kembali ke kamar tidur untuk mengambil handuk. Saat akan keluar, dia menghentikan langkahnya karena Cantika berdiri di depan pintu. Perempuan itu ingin rebahan di kasur karena tahu jika suaminya sudah selesai bersih-bersih kamar. Dia berjalan sambil fokus ke layar ponsel.


"Owwww...!" Cantika terpeleset saat kakinya menginjak lantai yang masih basah. Nyaris saja terjengkang ke belakang jika Anas tidak buru-buru menangkap pinggang rampingnya.


Adegan basi yang banyak dipertontonkan dalam sebuah film ataupun sinetron. Tapi percayalah jika kau sendiri yang mengalaminya, maka jantungmu pasti akan meledak-ledak.


Empat bola mata itu saling bertemu. Waktu seolah berhenti berputar untuk sejenak. Debaran itu hadir lagi pada keduanya.


"Kamu berat juga, jika kita terlalu lama seperti ini, mungkin tanganku akan patah." Ucap Anas.


Sungguh perkataan pria itu telah memporak-porandakan suasana romantis yang tengah dirasakan Cantika. Dia segera berdiri tegak dengan wajah yang cemberut. Entah karena malu atau dia masih ingin beradegan seperti barusan ? Dia mendelik sambil menyilangkan tangan di dadanya. "Tangan lo gak akan patah kali, tubuh gue gak seberat mobil kok !"


Lagi-lagi pria itu nyengir, "Lain kali hati-hati ! Lantainya masih basah dan licin." Dia melangkah ke kamar mandi.


"Tuh cowok aneh banget, udah dijutekin tetep aja bersikap manis. Cocok tuh dia kerja jadi penerima tamu di hotel-hotel. Selamat datang tuan dan nyonya, hahaha..." Dia tertawa membayangkannya.


Cantika berjalan lalu duduk di kursi ruang tengah. Bosan main game, dia menghubungi salah seorang temannya lewat sambungan telepon.


"Halo, penganten baru...! Gimana, udah goal belom ?" Goda Rubi.


"Apaan sih ? Gue masih virgin tahuuu."


"Boong banget. Gak mungkin kalian gak gitu-gituan..."


"Diem lo ! Emang faktanya gitu..."


"Ngaku aja, gak usah malu ! Mana mungkin ada cowok bego yang nyia-nyiain cewek secakep lo."

__ADS_1


"Rubi, shut up ! Gue tutup telponnya, rese lo !" makin kesal.


"Widihh, galak amat...hahaha. Eh, kapan lo mau keluar kamar ? Kita nongkrong di cafe biasa, besok sore bisa gak ?"


"Ntar gue usahain."


"..........." Rubi terus nyerocos, tapi yang diajak bicara tidak menanggapi. Cantika lebih tertarik pada pria yang baru saja masuk ke kamar.


Anas yang hanya memakai handuk, berjalan tergesa-gesa agar tidak tertangkap mata istrinya. Tapi Cantika terlanjur menyaksikan sebagian tubuh itu meski hanya sekilas. OMG, dadanya sedikit berbulu. Sexy-nya....


"Ika, lo denger gue ngomong gak ?" Rubi berteriak-teriak.


Cantika menjauhkan ponsel itu dari telinganya untuk sesaat, lalu menempelkannya kembali saat temannya berhenti ngoceh.


"Lo bikin gendang telinga gue pecah, tahuuu !" balas teriak.


"Heyyy, jangan-jangan lo barusan habis kissing sama suami lo. Makanya gue dicuekin."


"Please, Rubi...Lo ngeres banget sih. Udah ah, ntar gue telpon lagi. Bye..." menutup pembicaraan.


Cantika memegang pipinya yang terasa hangat. Bayangan Anas barusan masih berkelebat di matanya. Entah kenapa jantungnya berdetak tidak normal saat mengingat itu ? Dia memegang keningnya sendiri. "Gue gak sakit, apa jangan-jangan otak gue yang demam ? Kenapa cowok itu makin keliatan menarik ?"


Perempuan itu terkesiap saat tiba-tiba pria yang sedang bertengger di pikirannya, kini sudah berdiri di sebelahnya. Hatinya makin klepek-klepek melihat Anas dengan setelan kokonya. Benar-benar tampan, adem dan berkilauan.


"Cepat mandi, saya tunggu di kamar !"


Mata Cantika terbelalak, "Mau ngapain ?"


"Kita sholat berjamaah lagi. Cepat bersihkan badanmu lalu ambil wudhu, saya tunggu di kamar !" Pria itu berlalu.


Cantika menutupi wajahnya dengan sebelah tangan. Dia menjerit dalam hati, saking malunya. Otak gue kenapa ngeres gini ? Dia pake baju Koko, berarti mau sholat. Bukan mau ngajakin gue begituan...!

__ADS_1


Meski malas, dia memaksakan diri untuk berjalan ke kamar. Menyimpan ponsel dan mengambil handuk. Sedikit pun dia tak berani menatap suaminya, malu atuh gengggg....


Cantika pergi ke kamar mandi. Sesuai perintah suaminya, dia pun mengambil wudhu setelah membersihkan badan. Entah kenapa Cantika begitu mudah menuruti perkataan seorang Anas Malik ?


__ADS_2