TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)

TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)
Cemburu.


__ADS_3

Cantika menatap suaminya dengan lekat. Anas bukanlah laki-laki yang paling tampan ataupun punya harta berlimpah. Namun justru terlalu banyak kebaikan dan kelebihan yang ada pada pria itu, yang jarang sekali dimiliki pria lain. Sederhana, pekerja keras dan bertanggung jawab. Semua itu mampu membuat Cantika tertarik.


Anas menoleh sambil tersipu malu, "Kenapa melihatku seperti itu ? Aku tahu jika wajahku ini memang pas-pasan."


Cantika menggeleng lalu menunduk. Sama sekali tak bersuara.


"Sebentar lagi Maghrib, aku ke mesjid dulu."


Ika mendongak, "Jangan, aku gak mau sendirian di rumah !" Wajahnya begitu memelas.


Akhirnya Anas mengurungkan niatnya. Dia tidak mau istrinya kecewa.


***


Jam sepuluh malam.


"Sampai kapan kamu tidur di bawah ?" tanya Cantika pada pria yang berbaring di sebelah ranjangnya.


"Ehmmm, aku..." Tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya dia mau-mau saja jika hubungan mereka normal layaknya pasangan lain.


"Tidur di sebelahku, aku...mau ditemani." Entah kenapa dia seberani itu.


"A...apa aku tidak salah dengar ?"


"Hemmm, sini tidur di sebelahku !"


Anas gemetaran dan mendadak kesusahan bernafas. Apa dia harus menuruti permintaan istrinya itu ?


"Cepat, kalo gak mau ya sudah...Aku tidur sekarang !" bernada kesal.


"I... iya."


Anas pindah ke atas kasur dengan perlahan. Tidur membelakangi Cantika. Jantungnya bertalu-talu dengan ribut.


"Kenapa menghindar ? Tatap aku !"


"Untuk apa menatapmu ?"


"Maksudku, menghadap kemari !"

__ADS_1


Anas menuruti keinginan istrinya. Tapi dia tidak berani melihat wajah cantik itu, malu dan gugup.


"Suami, kamu mau tidur sekarang atau cuma pura-pura tidur ?" bertanya pada Anas yang sedang terpejam.


Mata pria itu pun perlahan terbuka. Gawat, dadanya makin mengguncang hebat. Wajah mereka terlalu dekat. Sungguh saat ini dirinya terpana dengan kecantikan istrinya meskipun tanpa polesan make up.


Empat bola mata itu kini saling beradu. Cantika tanpa sadar, mengelus pipi pria itu. Anas sampai mer*mang dibuatnya. Tampannya laki gue....


"A....apa yang kamu lakukan, apa kamu menyukai bulu-bulu ini ?" Harusnya Anas diam saja dan tidak merusak kesenangan istrinya.


Cantika segera menghempas tangannya dari pipi pria itu. "Enak aja, aku cuma penasaran. Bewokmu ini halus gak ? Soalnya kayak gak terawat gitu....Ternyata emang kasar, tanganku sampe sakit."


Anas mengernyitkan dahi, "Itu terdengar aneh."


"Emang aku penasaran....Jangan GR ya !" membelakangi suaminya.


Anas tersenyum, "Ada-ada saja. Cantika, aku disuruh menghadap tapi sekarang malah kamu yang menghindar."


"Ehmmm, boleh aku minta sesuatu ?"


"Apa ?"


"Baiklah, tuan putriku." Berusaha untuk tidak gugup. Padahal tangannya begitu gemetaran saat mengusap kepala istrinya.


Kedua insan itu sama-sama berdebaran. Ini adalah adegan paling intim diantara mereka. Cantika merasakan kehangatan yang luar biasa dari tangan ajaib milik suaminya. Lama-lama matanya terpejam saking nyamannya diusap seperti itu. Lain halnya dengan Anas, makin lama dia makin gusar. Ada sesuatu yang dia rasakan, dorongan dari dalam yang begitu kuat. Perasaannya tak menentu.


Anas menghentikan tangannya dan segera duduk. Dia mengecek keadaan Cantika. "Syukurlah, dia sudah tidur." Pria itu turun dari ranjang lalu kembali berbaring di bawah. Dia harus menjauh dari istrinya agar perasaan aneh itu tidak semakin menjadi. Bagaimana pun juga ini belum waktunya untuk meminta haknya sebagai seorang suami.


Dengan susah payah, akhirnya Anas dapat terlelap setelah lewat tengah malam.


***


Pagi ini seperti kemarin, Anas sudah siap menjajakan dagangannya. Para ladies berkerumun untuk membeli nasi kuningnya. Cantika duduk di teras rumah dengan kesal memperhatikan mereka. Setelah semuanya pergi, dia berkoar-koar murka.


"Ihhh, masih aja pada ganjen. Gak punya sopan santun, sembarangan menggoda suami orang."


Anas berdiri di depannya, "Kenapa lagi, kamu masih kesal dengan ibu-ibu itu ?"


"Aku gak suka sama mereka. Ibu-ibu itu pasti udah pada punya suami kan, harusnya jangan menggoda laki-laki lain !" Tambah meledak-ledak.

__ADS_1


"Mereka cuma bercanda. Jangan cemburu begitu, aku tidak mungkin mengkhianati pernikahan kita."


Cantika mendelik, "Lalu kenapa masih bersikap ramah ? Senyum-senyum di depan mereka. Nanti semua wanita pada baper, tahu ?!"


"Baper ? Bawa koper maksudmu ?" Sengaja menggoda istrinya agar tersenyum.


Tapi Cantika malah makin murka, "Sejak kapan baper berubah arti jadi bawa koper ? Pokoknya kamu jangan ramah lagi sama mereka !"


"Cantika, sebagai pedagang kita memang harus ramah agar pembeli merasa nyaman. Ramah itu bukan berarti memberi harapan. Ingat, aku ini bukan tipe laki-laki playboy !"


"Assalamualaikum, mas. Apa nasi kuningnya masih ada ?" Si gadis berlesung pipi muncul.


Anas segera menyambut dengan hangat. "Mira, nasi kuningnya masih banyak. Mau makan di sini atau dibungkus ?"


"Bungkus saja, bikin tiga seperti biasa." Jika saja Anas belum menikah, sudah pasti dia mau makan di sana agar lebih lama menatap wajah pria itu.


Cantika menyilangkan tangan di dadanya. Kehadiran gadis itu benar-benar mengusik hatinya. Kali ini dia berkali lipat lebih marah dari sebelumnya. Nih lagi cewek satu, paling bahaya emang. Dia yang keliatan paling tertarik sama suami gue. No, gak ada kata pelakor dalam kamus gue ! Gak akan gue biarin dia tebar pesona sama mas Anas.


"Ini Mir, pesananmu." Anas menyodorkan kantong plastik dan segera diambil oleh gadis itu.


"Ini uangnya, mas." Memberikan sejumlah uang.


"Makasih, mau kembalian tidak ?"


"Kan uangnya pas, berarti tidak usah pake kembalian." Dari tadi bicaranya datar-datar saja, ekspresi wajahnya begitu dingin.


"Aduhhhh, pusing." Cantika agak berteriak sambil memegangi kepalanya. Dia pura-pura berjalan dengan terseok-seok.


Anas cepat-cepat menghampiri dan memapahnya. "Kamu kenapa ?"


"Kepalaku sakit..." tubuhnya ambruk.


Anas segera memangkunya dan masuk ke dalam rumah. Dia benar-benar khawatir hingga melupakan gadis yang masih berdiri memperhatikan keduanya. Mira pun pergi meninggalkan rumah itu dengan hati yang hancur. Harusnya dia menolak perintah ibunya untuk membeli nasi kuning agar tidak melihat kemesraan mereka.


Sedangkan di dalam sana, Cantika dibaringkan di atas kasur. Anas menyelimutinya dan segera mengambil minyak aromaterapi. Perempuan itu tersenyum penuh kemenangan karena triknya berhasil. Dia pura-pura lagi pingsan ketika Anas duduk di sebelahnya. Pria itu mengoleskan minyak yang dia pegang, ke pelipis istrinya.


"Cantika, ayo cepat bangun !" mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Dia khawatir banget kayaknya. Padahal gue cuma pura-pura pingsan. Gak ada yang luka sedikitpun. Emang dia bener-bener perhatian. Ahhh, suami idaman banget...!

__ADS_1


Makin lama Cantika tidak dapat menolak pesona suaminya itu. Kini dia sadar jika dirinya sudah mulai jatuh hati pada om bewok, bukan....Cantika sudah jatuh cinta pada mas Anas.


__ADS_2