TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)

TerLove (Cinta Setelah Pernikahan)
Latihan.


__ADS_3

Sore itu, Cantika memasak air lagi untuk mandi suaminya. Setelah air mendidih, kompor pun dimatikan. Anas perlahan berjalan menghampirinya.


"Kamu sedang apa ?"


Cantika menoleh, "Mas, aku masak air buat mandi kamu."


"Biar aku yang bawa air itu ke kamar mandi."


"Jangan mas, kamu belum sembuh total. Jangan ngeluarin tenaga dulu. Mending kamu masuk aja ke kamar mandi !"


"Hati-hati, itu panas !"


"Ya, bawel ihhh...." Memindahkan air panas ke dalam ember.


Anas tersenyum seraya melangkah ke kamar mandi. Cantika menyimpan ember itu di dekat suaminya. Berjalan sedikit ke arah sumur.


"Memangnya kamu bisa menimba air ?" tanya Anas.


"Bisa, tapi dikit-dikit."


Cantika memegang tali timba dengan kuat. Kedua kakinya saling berjauhan, yang satu di depan, satu lagi di belakang. Saat menarik tali itu, tubuhnya dijauhkan dari sumur bahkan wajahnya berpaling agar tidak melihat tempat menyeramkan itu. Dia takut pada ketinggian dan juga kedalaman sumur. Jika melihatnya, kakinya suka gemetaran dan jantungnya seolah mau copot. Dia takut jika tubuhnya tertarik ke dalam sana saat mengambil air. Itu benar-benar mengerikan bukan ?!


Anas tersenyum geli memperhatikan perempuan itu. "Kenapa caramu menimba air sangat aneh, takut ?!"


"Diem...aku lagi usahain ambil air. Aduhhhh, kenapa bikin sumur yang dalemnya kebangetan ?"


"Sini, biar aku saja yang melakukannya ! Aku sudah merasa sehat kok. Aku masih kuat menimba air."


"Ya udah, hati-hati ! Itu sumurnya dalem banget. Jangan sampe tubuhmu kebawa !"


"Tidak akan...Kamu mau pergi atau....mau memandikan aku dulu ?"


Cantika mencebik, "Ogahhhh...!" Dia buru-buru kabur menuju kamar tidur.


Anas cekikikan karena tingkah laku istrinya. Sepertinya pria itu sudah benar-benar sembuh dari sakitnya. Kehadiran dan perhatian Cantika memang obat yang paling ampuh bagi Anas.


***


Malam hari sebelum tidur, Cantika seperti biasa mencuci wajah dan membersihkan mulutnya. Setelah itu berganti baju dan yang spesial kali ini dia menyemprotkan parfum beraroma mawar ke leher dan lengannya. Wajahnya juga dipoles dengan riasan tipis saja.


Dengan senyum malu-malu, dia menghampiri suaminya yang duduk di ruang tengah. Anas yang tengah menonton acara TV pun menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Kamu belum tidur ?" Mencoba tetap tenang di saat dadanya berdegup kencang. Memalingkan wajah agar otaknya tidak berpikir aneh karena melihat sosok indah yang berdiri di sampingnya.


Cantika mencebik kesal. Ihhhh, cuek banget ! "Kalo aku tidur, gak mungkin aku jalan kemari."


Anas tersenyum tanpa menoleh, "Kamu benar juga. Paling kalau kamu tidur, tahu-tahu semua bantal dan guling berantakan di atas lantai."


"Ihhh, itu kan gak sengaja. Heyyy, mas ! Lihat, aku cantik gak pake baju tidur ini ?" Tubuhnya berputar-putar sambil memegang ujung baju yang panjangnya di atas lutut. Baju itu bertangan pendek dan sangat terbuka di bagian dadanya.


Anas menatapnya sekilas karena takut dirinya hilang akal. "Ka...kamu memang selalu cantik seperti biasanya."


"Ahhh, kayaknya gak ikhlas ngomongnya. Pusing ahhh..." buru-buru masuk ke dalam kamar. Udah dandan secantik dan sewangi ini, tapi dia malah cuek. Dasar gak peka !


Anas menyugar rambutnya dengan kasar. Dia tidak bermaksud untuk membuat istrinya marah. Tadinya dia hanya ingin mengontrol perasaan anehnya agar tidak semakin menjadi. Setidaknya tunggu sampai tamu bulanan Cantika pergi. Itulah saat yang aman dan tepat.


Tak lama berselang, ponselnya bergetar. Dia mengambil benda itu dari atas meja. Nomor asing, siapa yang menghubunginya ?


Beberapa chat dari nomor tersebut:


{Heyyy, suami....Save nomorku ! Your wife, Cantika}


{Cepat ke kamar, aku ngantuk}


Anas garuk-garuk kepala, pusing. Perasaan dia emang udah ngambek dari tadi.


{Ok, aku bakalan kunci kamar ini. Tidur aja di luar}


Aduhhh, dia sepertinya tambah marah.


Anas segera mengirim chat balasan.


{Ya, aku akan menemanimu tidur. Jangan ngambek lagi}


Cantika tersenyum penuh kemenangan. Trik licik tapi cantik yang dihasilkan dari otaknya, ternyata berhasil. Dia menonaktifkan handphone miliknya lalu menyimpannya di atas bantal.


Ceklek, pintu perlahan terbuka. Cantika duduk di tepi ranjang. Anas menghirup nafasnya dalam-dalam, menetralkan perasaannya yang amburadul. Tapi tetap saja tidak berhasil. Pria itu terlihat lebih tegang.


"Duduk sini !" Cantika menepuk tempat kosong di sebelahnya.


Anas berjalan begitu pelan menghampiri istrinya. Dia menuruti kemauan wanita cantik itu. Cantika tertawa dalam hati melihat suaminya yang begitu polos. Lihat deh, dia grogi banget ! Emang gini ya kalo nikah sama cowok yang belum pernah pacaran. Ihhh, gemes...


Cantika tersenyum jahil, "Udah siap belom ? Tadi siang so-so an nyuruh aku siap-siap, tapi kamu sendiri gugup gitu."

__ADS_1


Anas menoleh, "Maksudmu ? A...aku..kan cuma bercanda." Tangan pria itu mengusap dahinya yang meneteskan keringat dingin. Ternyata praktek membuat anak itu tidak semudah seperti membuat nasi kuning.


"Mas....cepetan pijit bahuku !" Membelakangi suaminya.


Anas melongo, Jadi maksudnya bukan itu...! Pria itu mesem sambil garuk-garuk tengkuknya. Astaga, Anas sudah berpikir ngeres barusan. Dia pun mulai memijat Cantika.


"Kenapa ? Kamu tadi pasti gagal paham ya ?!" Cantika cekikikan.


"Ahhh, itu...." Bingung harus mengatakan apa.


"Udah mas, kamu kan baru sembuh. Mending kita tidur sekarang !" Toh acara jahil-menjahilinya udah kelar !


Cantika naik ke atas kasur lalu berbaring miring, menunggu sang suami untuk menemaninya.


"Mas, mau gak ?"


Anas setengah shock, pikirannya tertuju pada hal aneh. "Mau apa ?"


"Hayoo, mikir apa lagi ? Jangan ngeres ya ! Maksudku adalah, mau gak mas ngelus lagi kepalaku sampe aku tidur ? Ehh, tapi kamu kan harus istirahat. Ya udah deh, gak usah !"


"Aku mau kok. Itu bukan pekerjaan yang berat."


"Makasih, mas. Kamu emang suami Terlove !" Perempuan itu menghadiahi suaminya dengan sebuah kec*p*n di pipi kiri dan kanan.


Anas sampai melongo mendapat surprise itu. Dadanya makin berdugem ria. Cantika segera membalikkan badannya membelakangi pria itu. Dia mesem-mesem sendiri sambil mengusap bibirnya. Apa gue terlalu agresif ? Ahhh, gak apa kalo agresif sama laki sendiri. Lagian gak bakal ada kemajuan kalo nunggu dia duluan yang beraksi. Anggep aja ini adalah pembelajaran dan latihan buat mas Anas. Siapa tahu dia nanti bisa praktekkin.


Anas lagi-lagi gemetar saat mengusap rambut istrinya. Wangi parfum dari leher jenjang itu membuatnya melayang-layang. Tangan yang satu lagi mem*l*k pinggang ramping milik si cantik.


"Cantika, apa kamu sengaja ingin merayu suamimu ini ?"


"Kenapa nanya gitu ? Emang aku keliatan kayak cewek penggoda ?" Mesem sendiri, dia tahu apa maksud suaminya tapi berlaga bego.


"Dengar, aku ini laki-laki dewasa yang normal. Lama-lama aku bisa saja menyerangmu jika pertahananku sudah goyah." Tangannya masih mengusap.


"Terus ?"


"Jangan menggodaku di saat kamu tidak bisa memberi servis ! Bukankah kamu masih ada halangan ?"


"Ahh, ya..." Kasihan juga sihhh kalo aku mancing-mancing dan PHP in dia. "Kalo gitu, mas tidur dan istirahat sekarang. Aku juga udah ngantuk."


Anas menghentikan gerakan tangannya. Dia berbalik dan membelakangi istrinya. Berusaha agar h*sr*t itu tidak memuncak. Sabarlah, mungkin sebentar lagi Anas bisa memberi nafkah batin untuk Cantika. Tenang, tidurlah Anas....!

__ADS_1


__ADS_2