Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan
Malam yang Dingin


__ADS_3

Pukul sebelas malam waktu Maldives, setelah beberapa jam yang lalu sampai di bandara Male Internasional. Risa akhirnya sampai di resort yang sudah Juna siapkan untuk liburan mereka.


Tubuh gadis itu rasanya lelah sekali, perjalanan yang memakan waktu sekitar tujuh jam lebih ini sungguh membuat tubuhnya terasa lemas.


Risa pun perlahan memejamkan matanya, berniat mengusir penat sejenak.


Tapi baru saja ia memejamkan matanya dan menemukan kenyamanan. Suara pintu terbuka membuat dirinya langsung membuka kedua matanya.


“Kenapa kamu masuk kesini?” tanya Risa ketika ia melihat Juna masuk ke dalam kamar dengan koper di kedua tangan pria itu.


“Kalau aku tidak masuk ke dalam kamar ini, aku mau tidur dimana? Resort ini kan khusus untuk pasangan pengantin baru, itu artinya cuma ada satu kamar di sini.” ujar Juna sembari meletakkan koper miliknya di sudut kamar dekat dengan lemari.


“Kenapa kamu tidak pilih resort dengan kamar yang lebih dari satu?!”


Juna menatap Risa sekilas, lalu mengabaikan keluhan gadis itu. Ia kemudian terlihat membuka satu persatu kancing kemejanya sembari menatap pantulan dirinya dari arah cermin yang ada di dekatnya.


“Bukan aku yang pilih resortnya.” jawab Juna setelah ia selesai membuka kancing bajunya dan melepas pakaiannya itu, lalu meleparkannya ke arah Risa, tepat mengenai wajah gadis itu.


“Aku mau mandi, waktuku menjadi raja belum berakhir. Jadi cepat kamu siapkan pakaian gantiku.” ujar Juna, ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar resort tersebut.


Risa mendengus kesal sembari meraih baju yang terjatuh setelah menyapa wajahnya.


Dengan tubuh yang terasa lelah dan lemas hampir tidak berdaya. Risa turun dari atas tempat tidur lalu berjalan ke arah koper milik Juna yang tergeletak di sudut ruangan.


Kemudian ia membukanya dan mulai mencari pakaian yang biasa Juna gunakan untuk tidur.


Setelah menemukan semua yang dibutuhkan, Risa menutup kembali koper itu, lalu meletakkan pakaian yang ia ambil dari dalam koper tadi ke atas ranjang.


Beberapa menit berlalu, pintu kamar mandi terbuka, Juna keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya dari pinggang sampai lutut. Serta handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


“Mana bajuku?” tanya Juna, melangkahkan kakinya ke arah Risa sembari mengusap-usap kering rambutnya.


“Kalau masih punya mata itu di gunakan baik-baik.  Lihat  itu di depan kamu.” jawab Risa sembari menunjuk ke arah pakaian Juna yang sudah siap.


“Oh.” ucap Juna seraya meraih pakaiannya.


“Jangan ganti pakaian disini, ganti di kamar mandi.” ujar Risa, ia mengantisipasi kelakuan Juna yang biasanya membuka handuk sembarangan dan berpakaian di hadapannya tanpa malu.


“Iya.” jawab Juna yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


Loh? Enggak biasanya dia jadi penurut kayak gini. Aneh banget. — batin Risa dengan segala rasa heran dan bingungnya.

__ADS_1


Tidak lama setelah Juna mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi tersebut. Pria itu pun akhirnya keluar dengan pakaian lengkapnya.


“Tidur, besok kita harus bangun pagi.” ujar Juna sembari melangkah mendekati Risa yang sejak tadi berada di atas tempat tidur.


“Memangnya besok pagi kita mau pergi kemana?” tanya Risa ketika Juna telah mengambil posisi duduk bersandar pada kepala ranjang.


Juna menoleh, ia menatap Risa sejenak. Lalu kemudian menutup matanya sembari meletakkan lengan kokohnya ke atas bantal Risa, seolah memberikan lengannya sebagai bantalan untuk Risa gunakan.


“Nanti kamu tau sendiri. Sekarang tidurlah.” ucap Juna, kembali menoleh ke arah sang istri.


Risa menatap lengan kokoh suaminya itu dalam diam. Dari tatapan matanya, ia seperti tidak berniat untuk protes sama sekali.


Selanjutnya, tindakan dari Risa membuat Juna tampak terkejut.


Gadis itu tiba-tiba meletakkan kepalanya ke atas lengan kokoh milik Juna yang tergeletak di atas bantal Risa.


“Selamat malam.” ucap Risa dengan mata yang perlahan tertutup rapat dan tubuh yang menghadap ke arah Juna, membuat pria itu dengan leluasa bisa menatap wajah polos Risa ketika terpejam dalam ketenangan.


Dalam hati kecilnya, Juna di buat heran dengan sikap Risa yang tiba-tiba terasa begitu hangat baginya.


Padahal, tadi Juna mengira kalau Risa akan marah atau melontarkan protes padanya dengan seribu keluhan yang tiada habis seperti biasa.


Ada apa dengannya? — batin Juna.


Sorot pandang pria itu tidak pernah lepas dari wajah elok Risa yang sangat menyenangkan untuk di pandang ketika gadis itu tampak tenang.


“Juna.” panggil Risa dengan mata terpejam.


Juna yang sejak tadi belum mengalihkan pandangannya dari Risa, ia semakin menatap lekat gadis itu, memfokuskan dirinya ratusan persen kepada sang istri yang terbaring dengan posisi menghadap ke arahnya dan lengannya yang Risa gunakan sebagai bantalan.


Sejujurnya, saat ini ada percikan rasa senang yang sedang menyelinap masuk ke dalam hati Juna ketika melihat istrinya yang dengan tenang tidur di atas lengan kokohnya.


“Kenapa tidak di jawab? Juna, apa kamu sudah tidur?” tanya Risa tanpa membuka matanya.


Juna pun kemudian tersadar dari lamunan singkatnya. “Belum, ada apa?” jawab Juna.


“Ah tidak, aku pikir kamu sudah tidur.” ucap Risa sembari memutar balik posisinya menjadi membelakangi Juna.


“Apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku? Katakan saja.” ujar Juna.


Dengan posisi membelakangi Juna, Risa membuka matanya, menatap kosong ke depan.

__ADS_1


“Waktu itu kamu pernah bilang sama aku kalau kamu anggap pernikahan ini serius. Apa itu sungguhan?” tanya Risa tanpa menoleh ataupun membalikkan badannya ke arah sang suami.


Juna menatap punggung Risa dalam diam, ia tidak langsung menjawab pertanyaan dari istrinya itu. Sebenarnya, tanpa Juna menjawab pun, Risa sudah mengetahui jawabannya. Namun, Risa tetap ingin mendengar jawaban dari pria itu.


“Iya.” jawab Juna setelah beberapa detik membuat Risa menunggu.


“Kamu— sebenarnya yang kamu anggap serius itu pernikahan ini atau karena menikah denganku? Kamu serius denganku atau hanya sekedar serius dengan pernikahan ini?” tanya Risa, ia bukan gadis yang pandai merangkai kata, ia hanya bisa mengutarakan apa yang ingin ia utarakan. Karena itu, pertanyaan yang sama tanpa sadar ia lontarkan dalam satu kalimat.


Tapi intinya, Risa hanya ingin tahu, apakah Juna serius karena menikah dengannya atau pria itu serius karena ini adalah sebuah pernikahan yang tidak dapat dipermainkan begitu saja.


Risa ingin tahu jawaban apa yang akan Juna lontarkan.


Entah itu jawaban jujur atau bohong, Risa tidak peduli, karena jawaban apapun yang Juna berikan, itu akan Risa jadikan sebagai acuannya dalam mengambil keputusan di hari yang akan ia hadapi kedepannya.


“Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Juna.


“Apa kamu kesulitan menjawabnya? Kamu bisa abaikan saja pertanyaanku barusan kalau kamu memang enggan untuk menjawabnya. Lagian aku hanya ingin bertanya saja.” kata Risa.


Helaan nafas kemudian terdengar dari diri Juna. Setelah itu, Juna tampak ingin menjawab pertanyaan yang beberapa menit lalu di ajukan oleh sang istri.


“Aku tidak tahu.” hanya tiga kata itulah yang mampu Juna ucapkan sebagai jawaban dari pertanyaan Risa tadi.


Risa kemudian berbalik menghadap ke arah Juna, kini keduanya saling beradu pandang satu sama lain.


“Tidak tahu?” ucap Risa, mengulangi perkataan Juna tadi.


Sekilas, Juna tampak menganggukkan kepalanya sembari menatap Risa dengan wajah tanpa ekspresi.


Risa tersenyum tipis, sebuah senyum yang melambangkan kalau ia sudah tahu jawaban hati Juna.


“Jadi begitu ya.” gumam Risa.


“Apa?” tanya Juna yang mendengar gumaman Risa bagaikan suara nyamuk yang terdengar samar namun seakan terasa jelas.


“Tidak, aku hanya berpikir kalau aku sudah tahu jawabannya. Terimakasih.” ujar Risa yang kemudian kembali membalikkan badannya dengan tangan yang tampak bergerak menyingkirkan lengan Juna.


💥thanks for reading this novel. Don't forget to favorite, like, comment and vote.💥


✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍


→Mohon maaf atas keterlambatan updatenya 🙏←

__ADS_1


__ADS_2