Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan
Tentang Runa Dan Deon


__ADS_3

Semilir angin menyambut warna siang yang seharusnya cerah.


Awan kelabu menutupi langit biru terang beserta matahari pengantar kebahagiaan.


Suasana yang begitu kalbu, membuat hati merasa sendu. Runa menghela napasnya beberapa kali, mengusir rasa kesal dan segala macam rasa sedih lainnya.


Pintu kamarnya berulang kali terdengar di ketuk. Tapi gadis itu sama sekali tidak bergerak, ia diam bergeming, tetap berdiri di jendela balkon kamarnya dalam sunyi.


"Runa, buka pintunya, kamu belum makan sedari pagi tadi. Kamu bisa sakit nanti. Runa...," bujuk rayu terus terlontar dari mulut paruh baya itu. Seorang ibu tidak akan pernah bisa membiarkan anaknya kelaparan tanpa alasan. Sebab itu lah, Azumi tak berniat pergi dari depan pintu kamar Runa, ia terus mengetuk pintu itu dengan sabar.


Sedangkan si penghuni kamar, ia tetap diam, tidak ada keinginan untuk keluar dan menemui dunia luar kamar. Duduk melamun berteman kenangan pun menjadi hiburan sedih baginya.


Runa mengela napas untuk yang kesekian kalinya. Memori tentang tawa Juna yang mengiringi senyum manisnya terukir indah dalam benaknya. Saat itu lah, Juna berkata bahwa suatu hari nanti saat mereka sudah cukup umur untuk menikah, Juna ingin Runa menjadi pengantin wanitanya. Menikahi Runa adalah impian Juna kala itu.


Tapi semua itu hanya kenangan. Sekarang, Juna bukan lah pria yang pandai mengumbar hatinya, bukan pula pria yang hanya mengarsipkan hatinya untuk Runa. Pria itu, telah sah menjadi hak milik wanita lain, wanita yang belum Runa ketahui orangnya.

__ADS_1


"Runa," kali ini suara pria paruh baya yang terdengar. Runa pun menoleh, menatap ke arah pintu kamarnya.


"Runa, Papa mau kamu buka pintu kamar kamu sekarang juga," tagas sang ayah.


Runa mencebik, hatinya mencelos, apakah semua pria sama saja? Saat ia menaruh rindu pada mereka, tapi mereka malah membalasnya dengan kekecewaan. Sungguh miris.


Tapi biarpun begitu, obat dari rasa rindu yang paling mujarab adalah bertemu, melihat dan saling menatap.


Runa melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya. Kemudian, gadis itu membuka pintu kamar yang ia kunci sejak semalam.


Pandangan pertamanya bertumpu pada sosok ayahnya yang terlihat hendak mengetuk pintu kamar tersebut. Tangan pria paruh baya itu menggantung di udara, lalu ia turunkan setelah melihat Runa keluar dari dalam kamar.


Tapi Runa hanya diam, seakan ia sudah terbiasa dengan pelukan dan perlakukan semacam itu.


Pandangan Runa sama sekali tidak berpindah, matanya terus bertumpu pada sosok paruh baya yang masih terlihat gagah itu.

__ADS_1


"Apa kabar?" sapa Runa pada sang ayah.


"Baik, seperti yang kamu lihat. Sudah, jangan basa-basi. Cepat kamu ganti baju atau apalah itu, rapikan dirimu, kamu terlihat berantakan. Jangan sampai membuat Papa malu di depan teman baik Papa dan anaknya. Siang ini kita akan makan bersama keluarganya Deon," ujar Adtya- ayah Runa.


"Deon? Siapa dia?" spontan Runa bertanya, ia tidak asing dengan nama itu. Tapi Runa sama sekali tidak ingat.


Adytia terlihat menghela napasnya berat, “Kalian berdua sepertinya sama-sama lupa. Sudahlah, yang terpenting kamu harus tampil cantik hari ini. Jangan buat Papa kecewa,” ucapnya.


Setelah mengatakan itu, ia pergi dari hadapan putrinya yang diam membisu dengan hati mirisnya.


Bersambung....


Nanti malam kemungkinan aku bakal up lagi, tapi enggak janji ya.


Yang kemarin minta Deon ada pasangan, ini aku jodohin dia sama Runa. Semoga aja mereka jodoh ya...

__ADS_1


NP.


Jangan lupa mampir ke novel aku yang ada di platform kuning (novel&me) “My Secret Husband” by Tianse Prln.


__ADS_2