Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan
Kesepakatan (1)


__ADS_3

“Aku pamit,” kata Deon, setelah itu ia pergi keluar dari ruangan tersebut.


“Berikan bunganya padaku,” ujar Juna selepas kepergian Deon.


Risa mengernyit heran padanya, “Kenapa? Kamu suka bunga dari Deon?” tanya Risa.


Juna mencebik, “Siapa yang suka? Aku malah sebaliknya,” sanggahnya.


“Terus? Kenapa memintanya?”


“Aku mau membuangnya,” jujur Juna.


“Kamu gila? Tidak boleh, bunga secantik ini sayang sekali kalau di buang,” cakap Risa.


Perdebatan kecil pun kembali terjadi.


***


Deon mengendarai mobilnya dengan rasa kesal. Pria itu seperti seseorang yang ditagih hutang, ayahnya tak henti-hentinya menghubungi dirinya, menyuruhnya untuk segera datang ke rumah pria paruh baya bernama Adytia.


Beberapa menit berlalu, Deon yang di selimuti rasa kesal mampu menembus jalanan ibu kota beberapa menit lebih cepat.


Kini, pria itu berhenti tepat di depan sebuah rumah bercat putih. Deon kemudian turun dari dalam mobil tersebut. Ia keluar dengan tangan kosong yang sangat tidak di anjurkan oleh ayahnya.

__ADS_1


Deon melangkah masuk ke dalam rumah itu, di sana ia di sambut oleh seorang wanita paruh baya yang kemudian menuntunnya hingga ia sampai di depan sebuah ruang makan bergaya Jepang.


“Silakan, Tuan,” ucap si wanita paruh baya, ia membukakan pintu geser itu untuk Deon.


“Terima kasih,” ucap Deon. Kemudian ia masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Deon, akhirnya kamu datang juga,” ucap seorang wanita paruh baya, ibunya Deon.


“Mama?”


Deon berkerut kening, ia bingung bagaimana bisa ibunya ada di sini?


“Ayo duduklah, Deon,” ujar Pak Adytia dengan sikap ramahnya.


“Ah, sudah lama sekali ya tidak makan bersama seperti ini,” kata Hana, ibu Deon.


“Benar. Semenjak kami pindah ke Jepang dua puluh satu tahun yang lalu, kita semua seperti orang asing yang tidak saling kenal,” sahut Azumi, ibunya Runa.


“Setidaknya sekarang kita semua bisa berkumpul kembali,” ujar Pak Adytia, “Oh ya, ayo mari makan,” imbuhnya.


Deon dan Runa, mereka sama-sama diam di saat para orang tua mereka sibuk mengambil makanan dengan canda tawa. Mereka berdua seperti patung hidup yang di gerakkan sesuka hati si pembuatnya.


“Kalian berdua, kenapa hanya diam saja?” tanya Pak Adytia.

__ADS_1


Runa yang sejak tadi menundukkan kepalanya, kini ia mendongak, menatap ayahnya tanpa ekspresi.


“Maaf, Ayah,” ucapnya. Gadis itu lantas berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja.


“Runa,” seru Pak Adytia, merasa tidak enak hati dengan keluarga Deon. Ia bahkan hampir berdiri dari duduknya hanya untuk mengejar anak gadisnya itu.


“Om, biar saya saja yang kejar dia,” tawar Deon.


“Ya, tolong kejar dia, terima kasih, Deon,” kata Pak Adytia.


Deon mengangguk, ia kemudian berdiri dan pergi keluar dari ruangan tersebut.


Kaki Deon melangkah mengikuti Runa yang sudah berjalan jauh keluar dari rumah tersebut.


“Hei, tunggu,” seru Deon. Namun, gadis itu tak menghiraukannya.


“Bisakah kamu berhenti sebentar? Ada beberapa hal yang perlu kita bahas tentang perjodohan ini,” timpal Deon.


Perkataannya itu sepertinya mampu membuat Runa tertarik. Pasalnya, gadis itu berhenti melangkah dan diam di tempat menunggu Deon menyusulnya.


NP :


Jangan lupa mampir ke novel aku yang ada di platform kuning (novel&me) “My Secret Husband” dan “She's Mine” by Tianse Prln.

__ADS_1


__ADS_2