Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan
Kekhawatiran


__ADS_3

“Iya, tunggu sebentar,” ucap Risa, perempuan itu melangkah lebar saat bel rumahnya berbunyi tanpa tahu bagaimana caranya berhenti.


Risa bahkan sampai menggerutu kesal pada tamunya itu.


“Iya, iya, tung— ” Kalimat Risa tergantung saat matanya menangkap sosok Juna yang tiba-tiba langsung memeluknya begitu saja.


“Juna?” lirih Risa, ia mengernyit bingung, “Kamu kenapa kembali ke rumah? Apa ada yang tertinggal? Apa ada masalah? Apa kamu sakit? Kamu kenapa?” tanya Risa, beruntun.


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Juna sembari melepaskan pelukannya.


“Iya, aku baik-baik saja,” jawab Risa, “Memangnya kenapa? Apa yang membuatmu terlihat khawatir seperti ini?”


“Wanita itu datang ke rumahmu, 'kan?”


“Wanita?” Risa tampak bingung pada awalnya, tapi kemudian ia paham siapa wanita yang Juna maksudkan.


“Ah, Runa, Ya?” tebak Risa.


Juna mengangguk, “Iya,” katanya, “Apa dia melukaimu? Apa kamu terluka? Coba aku lihat,” timpalnya sembari memeriksa tubuh istrinya itu, memastikan tidak ada satu inci pun yang terluka.


“Aku baik-baik saja, Sayang,” papar Risa.


Juna menatapnya, pria itu menghela napas beratnya, “Aku benar-benar khawatir padamu,” ucap Juna, ia kembali memeluk tubuh istrinya itu.


“Jangan khawatir, aku baik-baik saja,” ucap Risa seraya mengusap pelan punggung kokoh suaminya, menyalurkan ketenangan yang akan meresap ke hati Juna.


***

__ADS_1


Deon, pria itu berdiri menatap lurus ke arah danau buatan.


Matanya terlihat tajam menghunus ke depan. Namun, pikirannya jauh melayang meninggalkan jiwanya. Pria itu kemudian menghela napasnya sembari berbalik hendak masuk ke dalam rumah. Tapi, saat dia berbalik, matanya menangkap sosok wanita yang sejak tadi sudah ia tunggu kedatangannya.


“Maaf, membuatmu menunggu lama,” kata wanita itu, Runa. Dia berdiri tak jauh dari Deon, tangannya tampak bersedekap, menatap Deon datar.


“Lupakan saja, kita bahas lain kali,” ucap Deon sembari melangkah meninggalkan Runa yang masih diam berdiri di tempatnya.


“Aku sudah minta maaf,” sungut Runa, “Apa hanya karena aku terlambat, kamu harus marah sampai membatalkan pembicaraan penting kita?” timpalnya.


Deon menghentikan langkahnya, pria itu kembali menatap Runa. “Bukan kerena itu,” katanya.


“Lalu?” tanya Runa.


“Kamu tidak perlu tahu jawabannya,” balas Deon, “Pergilah dari rumahku,” usirnya kemudian.


Runa mencebik kesal, “Keparat sialan,” umpatnya.


Runa melotot kesal. Mata sipitnya yang hampir mirip seperti rubah itu menatap Deon tajam.


“Apa kamu sedang mengkritik darah campuranku?!”


“Entahlah,” balas Deon, “Sekarang lebih baik kamu pergi dari rumahku, aku tidak menerima perempuan lain singgah di sini, selain Risa, wanita yang aku cintai,” paparnya.


“Cih,” decih Runa.


Tapi kemudian, wanita itu tampak berkerut kening, ia lantas menatap Deon yang hendak melangkahkan kakinya kembali.

__ADS_1


“Tunggu,” cegah Runa yang berhasil membuat Deon berhenti melangkah.


“Kamu tadi menyebut nama siapa?” tanyanya pada pria itu.


“Apa?”


“Coba sebut ulang nama wanita yang kamu cintai itu,” suruh Runa.


Deon tersenyum miring, “Untuk apa aku melakukannya, lagi pula apa gunanya kamu tahu? Pergilah,” kata Deon.


“Risa,” ucap Runa, kembali menghentikan langkah Deon yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


Pria itu menatap Runa penuh selidik, “Apa kamu mengenalnya?” tanya Deon.


Namun, alih-alih di jawab oleh Runa, gadis itu malah balik bertanya, “Apa dia sudah menikah?”


Deon diam.


“Apa suaminya seorang dokter?”


Deon semakin membisu.


Bagaimana dia tahu? — pertanyaan itu berkecamuk di kepala Deon.


“Kenapa hanya diam?” kesal Runa, “Tebakanku benar, 'kan?” puasnya kemudian.


“Bukan urusanmu, enyahlah,” jawab Deon, pria itu kemudian berbalik dan melangkah lebar meninggalkan Runa yang yakin kalau Risa yang Deon maksud adalah Risa, istri dari pria yang di cintainya.

__ADS_1


NP :


Halo semua... hari ini My Posesif Brother : Diary Yuna sudah aku up yaaaa. Tapi, masih nunggu review, mohon di tunggu 🌷


__ADS_2