Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan
Berkunjung


__ADS_3

Runa masuk ke dalam rumahnya dengan kaki terhentak kesal. Raut wajahnya pun mengekspresikan dengan jelas apa yang tengah ia rasakan saat ini.


“Kamu kenapa, Sayang?” tanya seorang wanita, Azumi, ibundanya.


Runa mendengus kesal, alih-alih menjawab pertanyaan dari ibunya, Runa malah melenggang pergi, mengabaikan Azumi.


Azumi menghela napasnya, putri semata wayangnya itu memang selalu bersikap seperti itu padanya.


“Itu akibat kamu terlalu memanjakannya,” kata seorang paruh baya, Adytia, ayahanda Runa.


Azumi menoleh, ia menatap suaminya itu dalam diam, lalu kemudian bibir mungilnya itu bergerak, ia berkata, “Siapa yang tahu kalau dia kesal seperti itu karenamu,” sungutnya.


“Kenapa menyalahkan aku?” kesal Adytia.


“Perjodohan itu, aku pikir— baik Runa ataupun Deon, mereka sepertinya sama-sama tidak setuju,” terka Azumi.


Adytia menghela napasnya, “Tidak setuju bagaimana? Jelas-jelas saat pertemuan kemarin keduanya berkata kalau mereka setuju dengan perjodohan ini, mereka bahkan sudah membahas tentang di mana dan kapan pernikahan akan di langsungkan,” tukas Adytia.


Azumi mendengus kesal, “Itulah kenapa Runa takut dan merasa ragu dekat denganmu. Walaupun kamu itu ayah kandungnya tapi kamu sama sekali tidak paham tentang isi hati Runa yang sesungguhnya,” pungkasnya.


“Ah sudahlah, intinya perjodohan ini tetap berlanjut. Masalah isi hati anak itu, aku tidak peduli, lagi pula dia dan Deon sudah berkata kalau mereka setuju dengan perjodohan ini,” ujar Adytia yang kemudian langsung melenggang pergi.


Azumi menatap kesal suaminya itu.


***

__ADS_1


Malam menyapa.


Risa pun menyambut malam dengan penuh rasa senang. Wanita itu kini tengah berada dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya.


Senandung kecil tak henti-hentinya ia suarakan. Juna yang sedang menyetir mobil pun merasa terhibur karenanya.


“Kamu sepertinya sangat senang, ya?” tanya Juna.


“Hm.” Risa mengangguk, “Sangat-sangat senang,” katanya kemudian.


Juna tersenyum sembari mengusap lembut kepala istrinya itu.


“Oh iya, kita kesana apa tidak mau membawa sesuatu?”


“Kamu mau kita bawa apa, hm?” Juna bertanya balik.


“Jadi, ini maksudnya yang mau makan kuenya cuma Mama sama kamu doang?” tanya Juna dengan tawa kecilnya, “Terus aku, Papa dan Kak Aro, gimana?”


“Iya juga ya,” ucap Risa, “Ya udah, beli aja pizza sama kue,” usulnya lagi.


“Siap, Ratu,” balas Juna.


Lalu, tak lama kemudian mobil yang mereka kendarai pun berhenti di tepi jalan depan toko kue yang Risa tunjuk sebelumnya.


“Kamu tunggu di sini, ya? Biar aku yang beli kuenya. Rasa matcha sama taro, 'kan?”

__ADS_1


“Iya,” jawab Risa, “Jangan lupa, toppingnya kasih kacang almond,” ujar Risa.


“Iya, Ratu, siap,” jawab Juna dengan senyumannya.


Pria itu kemudian keluar dari dalam mobil tersebut, tapi sebelum Juna menutup pintu mobilnya, Risa kembali bersuara.


“Sayang, tunggu.”


“Apa?” tanya Juna.


“Itu ada toko pizza,” kata Risa sembari menunjuk sebuah toko yang tengah memasang banner promo pizza.


“Oh oke, nanti sekalian aku beli pizza di sana,” ujar Juna, “Apa kamu mau request toppingnya juga?” tanya Juna.


Risa menggelengkan kepalanya.


“Ya udah, aku pergi dulu. Kamu diam di sini, jangan kemana-mana,” ujar Juna.


“Siap komandan,” katanya.


Juna tersenyum lebar menanggapinya. Setelah itu, ia menutup pintu mobil tersebut.


Risa diam menunggu di dalam mobil, sesuai perintah suaminya. Tapi tiba-tiba panggilan alam mendesaknya untuk keluar dari dalam sana.


Mata Risa berpendar mencari tempat yang bisa ia tumpangi untuk menyelesaikan panggilan alamnya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, akhirnya Risa menemukan sebuah toko serba ada yang menyediakan toilet umum di sebelahnya. Risa bergegas menuju toilet umum dekat toserba itu, ia lantas masuk ke dalamnya setelah memberikan beberapa lembar uang ribuan rupiah pada seorang pria tua yang tengah mengepel lantai toilet tersebut.


Selesai membuang hajatnya, Risa bernapas lega. Wanita itu kemudian keluar dari dalam toilet itu. Namun, saat kakinya melangkah keluar, sebuah suara memanggil namanya, “Risa?”


__ADS_2