
Sepulang dari kampus, Michel mengurung diri di kamarnya, entah kenapa hari ini suasana hatinya sangat buruk, ia begitu mudah terbawa emosi, mungkin karna pertengkaran dengan Papi nya semalam atau mungkin karna saat ini ia sedang datang bulan hingga membuat ia lebih sensitif dan mudah tersinggung dengan hal-hal kecil, seperti kejadian di kampus tadi, padahal ia sudah sering melihat kekasihnya selalu di kelilingi wanita-wanita cantik dan menjadi pusat perhatian mereka, tapi entah kenapa hari ini ia begitu kesal melihat semua itu, ia tidak rela jika kekasihnya di dekati oleh wanita lain.
Beberapa kali Andrew mengirim pesan kepada Michel dan mencoba untuk menghubunginya namun Michel mengabaikannya, saat ini ia sedang sangat malas berdebat dengan kekasihnya itu, ia sengaja mematikan ponselnya agar Andrew tidak bisa menghubunginya lagi.
Beberapa saat Kemudian Jessy, Chika dan Ayu tiba di kediaman Michel, mereka bermaksud untuk melihat keadaan sahabatnya itu, sebab saat di kampus Michel terlihat ribut dengan Andrew dan michel pergi begitu aja dari kampus dengan keadaan emosi, mereka berusaha menghubungi Michel tapi Ponsel nya gak aktif, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul Michel ke rumahnya, setelah di bukakan pintu oleh asisten rumah tangga michel, mereka segera naik ke kamar Michel yang berada di lantai dua tanpa di antar oleh asisten rumah tangga Michel karna mereka sudah sering ke rumah Michel untuk bermain, bahkan sampai menginap.
"Chelllll... teriak Jesy dan Chika saat masuk ke dalam kamar michel tanpa mengetuk pintu, suara mereka begitu menusuk ditelinga Michel dan Ayu, Mereka berhambur naik ke atas kasur untuk menghampiri michel yang tengah berbaring di sana.
"Bisa gak sih lu lu pada gak usah teriak-teriak di kamar gue, sakit tau kuping gue gue denger teriakan kalian, lama-lama kuping gue budeg denger teriakan kalian, ia kan Yu" sembur Michel terhadap Jessy dan Chika
"Ia bener, suara kalian itu kedengeran nyampe ke Monas kayanya" timpal Ayu yang selalu bersikap kalem.
"Kita kan cuma khwatir sama elo Chel... abisnya tadi lo pulang gitu aja dari kampus" jawab Chika
"He'emm" angguk Jessy.
"BTW kenapa sih hari ini lu uring-uringan gak jelas, nyampe marah-marah kaya gitu sama ka Andrew, biasanya lu santai-santai aja liat cowok lu di gerumutin cewek-cewek. tanya Chika penasaran.
"Gak tau gue, mungkin efek PMS kali, jadi bawaan pengen marah-marah mulu" jawab Michel asal, ia sedang membalas masalah Andrew.
"Pantesan aja lo bawaannya sensi mulu dari pagi"Timpal Jessy
"Toktoktok" percakapan mereka terhenti oleh suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk " sahut Michel.
"Permisi non, bibi bawakan makanan dan minuman buat kalian"
"Makasih bi"ucap mereka bersama-sama.
__ADS_1
"Gak usah repot-repot bi, kalo kami haus kita bisa ngambil sendiri ke bawah " walaupun mereka kelihatannya urakan, tapi mereka selalu bersikap sopan kepada orang yang lebih dewasa termasuk kepada para pekerjanya.
"Ia bi... kaya sama siapa aja" Jessy menambahkan.
"Bibi gak repot kok non... nanti kalau perlu apa-apa panggil bibi aja ya non"
"Makasih bi"
"Guys... sekarang enaknya kita ngapain ya, masa kita cuma diem doang di kamar" tanya Chika saat asisten rumah tangga Michel pergi.
"gimana kalau kita clubbing" usul Jessi memasukan cemilan yang di bawakan bibi kedalam mulutnya.
"Nggak ah , lagi gak **** gue"Jawab Michel.
"Trus kita ngapain dong..."ucap Jessy lagi.
"Gimana kalau kita nongkrong di balkon, sambil nyanyi-nyanyi udah lama aku gak liat michel main gitar" usul Ayu kepada teman-temannya, selama ini mereka sering menghabiskan waktu dengan bernyanyi dan di iringi oleh suara gitar yang di mainkan oleh Michel, karna Michel memang piawai dalam memainkan alat musik tersebut.
Akhirnya ke empat wanita cantik itu pun pergi ke balkon untuk menikmati pemandangan dari atas sana sambil bernyanyi bersama, dan menghibur hati michel yang tengah galau, di temani oleh beberapa cemilan, hembusan angin di sore hari memberikan kesejukan di tubuh mereka.
"Jes... Chik udah sore, kita pulang yu" ajak Ayu saat melihat langit sudah mulai gelap.
"Ayo... " sahut Chika dan Jessy secara bersamaan.
"Kok pulang sih.. gue kira kalian mau pada nginep di sini"
"Lain kali aja Chik, soalnya aku belum ijin sana orangtuaku" ucap Ayu lagi.
"Ia nanti aja nginepnya, malem ini orang tua gue mau balik dari luar Negri, bisa-bisa nyap-nyap kalo gue gak ada di rumah" jawab Jessy memberi alasan.
__ADS_1
"kalo gue sih ayo-ayo aja, asalkan bisa ketemu sama babang Fahri, tapi kalo kalian pulang mah gue juga ikutan pulang, gak seru kalo cuma tidur berdua aja" Jawab Chika yang memang menyukai Fahri dari dulu yang merupakan kakak michel.
"Ah elu tuh nginep disini cuma ada maunya aja"
"Kan sekalian gue caper sama abang lu Chel, biar bisa jadi kakak ipar elo nanti"
"Idih... males gue punya kaka ipar kaya elu"
"Lagian kak Fahri juga gak bakalan suka sama elo, secara kak Fahri itu, ganteng, kalem, dan juga dewasa, mana mau di sama cewe kekanak-kanakan kaya elu" Jessy ikut menambahi.
"Elo ini bukannya dukung sahabatnya, malah ngebully gue" ucap Chika kesal
"kan gue bicara fakta Chik..."
"Udah ah ayo kita balik, jadi bete gue denger omongan kalian"
Ketiga teman Michel memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, biasanya mereka selalu menginap di rumah Michel dan menghabiskan waktu bersama-sama. Michel mengantar ketiga temannya itu turun ke bawah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, dan ketika mereka sampai di pintu rumah Michel mereka berpapasan dengan Fahri yang baru saja pulang dari rumah temannya, sama halnya dengan Michel, Fahri juga jarang berada di rumah, ia lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temanya dan tidak jarang ia menginap di rumah temannya tersebut, ia juga merasa kesepian berada di rumahnya, tidak ada teman untuk di ajak bicara, dan kalau pun ia bertemu dengan Michel, hanya ada keributan di antara mereka.
"Hai kak Fahri..." Sapa Chika untuk mencari perhatian Fahri, Fahri tidak menjawab sapaan Chika, ia hanya menarik sedikit ujung bibirnya untuk membalas Sapaan Chika, Michel dan teman-temannya sudah terbiasa dengan sikap dingin Fahri yang tidak pernah banyak berbicara
"Lebai banget sih loh pake caper segala sama kak Fahri" tegur Jessy
"Sirik aja loh... makin lama kak Fahri makin ganteng aja, kok bisa sih Chel elo punya kaka ganteng banget, elu beruntung punya kaka kaya kak Fahri"
"Beruntung apanya sih, kalo bisa mah pengen gue tuker kaka gue sama ember plastik"
"Kalo emang lo gak mau, buat gue aja Chel, gue ikhlas lahir dan batin nerima kaka lo jadi laki gue"
"Gih ambil... tapi yang jadi masalahnya kaka gue mau nggak sama elo"
__ADS_1
"Dasar calon Adik ipar durhaka"