TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
wanita penggoda


__ADS_3

Hari ini Ayu dan Fahri menghabiskan waktu di Mall sampai sore untuk mencari hadiah ulangtahun untuk mantan pacar Fahri, Fahri juga tidak lupa membelikan Ayu gaun yang sangat cantik untuk di pakai ke acara tersebut. Awalnya Ayu menolak tapi Fahri berhasil membujuknya untuk menerima gaun tersebut.


Sebelum mereka pulang, Fahri mengajak Ayu untuk makan terlebih dahulu di sebuah cafe.


"Aku permisi ke toilet dulu ya sebentar" Pamit Ayu saat mereka tengah menunggu pesanan mereka datang.


Saat Ayu tengah berada di toilet tiba-tiba Jesy dan Chika pun masuk ke dalam cafe tersebut.


"Kak Fahri... kak Fahri makan di sini juga, kebetulan banget ya kita bisa ketemu di sini" ucap Chika saat menghampiri meja Fahri


"Kak Fahri sama siapa di sini" tanya Jessy


"Saya...saya janjian sama temen" Fahri terpaksa berbohong, karna ia tau kalo ayu tidak ingin teman-temannya tau kalau ia pergi bersamanya.


"Kita boleh gabung di sini kan kak" ucap Chika sambil duduk di kursi sebelah Fahri


"Ta_tapi" ucap Fahri bingung.


"Gak apa-apa lah kak, lagian temen kak Fahri belum datang juga, nanti sekalian kenalin kita sama temen kak Fahri" Sambung Jessy.


Fahri benar-benar bingung harus bagaimana, ia tidak mungkin mengusir Fahri dan Chika begitu saja, tapi Ayu juga pasti tidak akan muncul di hadapan mereka.


"Kak Fahri kenapa sih kok gelisah gitu" tanya Chika yang melihat Fahri tampak celingukan melihat kesana kemari.


"Ng_nggak saya gak kenapa-napa"


Saat Ayu hendak kembali ke meja Fahri, ia melihat kedua temannya tengah duduk bersama Fahri, Ayu langsung mengurungkan niat nya untuk menemui Fahri, ia keluar menyelinap dari cafe tersebut agar tidak terlihat oleh teman-temannya.


Ayu memutuskan untuk pulang sendiri dan membiarkan Fahri bersama teman-temannya, ia juga mengirimkan pesan kepada Fahri bahwa ia sudah pulang.


Fahri tampak sangat kecewa saat mendapatkan pesan dari Ayu, ia juga merasa kesal kepada Chika dan Jessy karna mereka telah mengganggu kebersamaannya dengan Ayu.

__ADS_1


"Saya pamit duluan ya, soalnya ada urusan mendadak" ucap Fahri sambil beranjak dari tempat duduk.


"Yah... kok gitu sih kak, padahal kita baru sebentar loh di sini, kita masih pengen ngobrol-ngobrol sama kak Fahri" ucap Chika tampak kecewa.


"Maaf banget ya Chik... soalnya ini penting banget, lain kali kita bisa ngobrol-ngobrol lagi, Oia semua pesanan kalian biar saya yang bayarin" ucap Fahri sebelum.pergi meninggalkan mereka.


Fahri langsung keluar dari cafe tersebut dengan tergesa-gesa untuk mencari Ayu, berharap Ayu masih ada di sana, tapi ia tidak menemukan Ayu, kemudian Fahri segera menelpon Ayu.


"Yu... kamu ada dimana, ayo saya antar pulang" ucap Fahri saat telpon nya tersambung.


"Maaf kak, aku udah di perjalanan pulang, kak Fahri lanjutin aja makan-makan nya sama Jesy dan Chika" jawab Ayu


"kamu kenapa pergi gitu aja Yu, kenapa kamu gak nungguin saya dulu, kamu kan pergi sama saya, jadi saya juga yang harus nganter kamu pulang, lagian saya gak terlalu cocok ngobrol sama mereka"ucap Fahri kesal


"Gak apa-apa kak, aku bisa kok pulang sendiri, makasih banyak ya untuk hari ini, ya sudah aku tutup dulu telponnya"


****


Michel menggunakan sebuah lingerie yang sangat tipis dan menerawang untuk menggoda Daffa, ia ingin tau seberapa kuat Daffa bisa menahan diri saat melihat keindahan tubuhnya.


Daffa sudah membuat kesepakatan dengan Michel bahwa mereka tidak akan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu sebelum Michel mengakhiri hubungannya dengan Andrew.


"Kita lihat aja Daf... apa kamu masih bisa menahan diri kamu kalo melihat kemolekan tubuh aku, aku ini istri sah kamu Daf, bukan istri bohong-bohongan" gumam Michel dengan niat jahilnya.


Michel berjalan dari kamar mandi tersebut seperti seorang model, lebih tepatnya seperti wanita penggoda berlenggak lenggok dengan baju minim dan menerawang, ia membiarkan rambut panjang nya terurai agar terlihat lebih menggoda.


"Daf... baju aku bagus gak, tadi aku beli di online shop" ucap Michel yang tengah berdiri di samping Daffa.


"Bagus sayang..." ucap Daffa yang masih pokus dengan laptopnya.


"Daf... liat dulu dong, kamu gimana sih bilang bagus-bagus aja, tapi matanya liatin laptop terus" ucap Michel kesal karna Daffa tidak meliriknya sedikitpun.

__ADS_1


"Ia ia sayang... soalnya kamu itu pake baju apapun tetap Can__" ucap Daffa sambil menutup laptopnya, ucapannya tiba-tiba berhenti saat melihat pakaian Istrinya itu.


"Tu_tumben kamu pakai pakaian seperti itu" ucap Daffa gugup.


"Memangnya kenapa, aku gak pantas ya pakai pakaian seperti ini" ucap Michel sambil cemberut.


"Ng_nggak... bagus kok bagus, cocok di kamu, tapi...." ucap Daffa bingung menjelaskannya, tiba-tiba ia jadi salah tingkah, bagaimana tidak, Michel tampak **** mengenakan pakaian tersebut, kulitnya benar-benar putih bersih, dan halus, terutama di bagian paha dan dadanya yang begitu menggoda, idaman semua pria.


"Tapi apa ?" tanya Michel lagi.


"Nggak, nggak apa-apa, sebaiknya sekarang kita tidur udah malem" ucap Daffa mengalihkan pembicaraan.


Michel pun segera naik ke atas tempat tidur, berbaring di sebelah Daffa, kemudian ia memeluk Daffa dari samping, dan menyilangkan sebelah kakinya ke tubuh Daffa, otomatis Paha Michel semakin terbuka karna bajunya semakin naik ke atas.


"Pa_pake selimutnya Chel, nanti kamu masuk angin" ucap Daffa merasa tidak nyaman saat tubuh bawahnya tertindih oleh paha Michel yang begitu mulus.


"Nggak Daf... hari ini aku merasa sangat gerah" ucap Michel sambil terus menghimpit tubuh Daffa, ia menyingkirkan rambutnya ke belakang, sehingga buah dada Michel semakin terlihat jelas, karna baju tersebut benar-benar terbuka.


"Chel... bisa geseran dikit gak, tiba-tiba aku juga merasa gerah" ucap Daffa semakin salah tingkah.


"Tumben banget sih Daf, biasanya kamu paling seneng kalo aku peluk kaya gini." sebenarnya Michel sudah tidak tahan ingin tertawa melihat ekspresi Daffa.


"Ia_ia... tapi malam ini aku merasa gerah" kilah Daffa, Dadanya terasa sangat sesak menahan hasrat dalam dirinya, terutama di bagian celananya tiba-tiba terasa sangat sempit, dan dahinya tiba-tiba berkeringat.


"Tapi aku pengennya kaya gini, aku gak bisa tidur kalo gak meluk kamu" ucap Michel manja.


"Ia... nanti kamu boleh meluk aku lagi, A-aku ke bawah dulu ya ambil minum, sekalian cari udara segar dulu sebentar" Daffa berusaha melepaskan diri dari Michel, dan setelah itu ia buru-buru kabur keluar kamar untuk menghindari Michel sebelum ia melanggar ucapannya sendiri.


Michel tertawa terbahak-bahak saat Daffa pergi terbirit-birit dari kamar, ia bisa melihat bagaimana wajah suami nya saat berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh nya.


"Lucu banget sih kamu Daf... sampe segitunya kabur dari aku, padahal aku ini halal buat kamu, kamu bebas ngelakuin apa aja sama aku karna aku adalah milik kamu" Ucap Michel masih terus tertawa.

__ADS_1


"Malam ini kamu masih bisa lolos dari aku, tapi tunggu jebakan aku selanjutnya, aku pastikan kamu gak akan bisa lolos lagi"


__ADS_2