
"Tring"Suara Handphone Michel berbunyi saat ia, Jessy dan juga Ayu hendak pergi ke kantin untuk makan siang.
"Sebelum makan siang, lebih baik kamu shalat Dhuhur dulu" Begitulah isi pesan yang Michel baca dari suaminya itu.
"Nggak... gue laper mau makan" Michel membalas pesan dari Daffa dengan cepat.
"Baiklah kalau begitu, saya akan bilang sama teman-teman kamu bahwa kita sudah menikah" Ancam Daffa.
"Iiiiihhhhh nyebelin banget sih tu orang, rasanya pengen gue bejek-bejek" gumam Michel dalam hati seraya menggenggam ponselnya kuat-kuat seakan ingin melempar ponsel tersebut karna kesal.
"Chel... Lho kenapa, ko lo malah diem di situ sih" tanya Jessy saat melihat Michel tertinggal di belakang saat mereka tengah berjalan beriringan menuju kantin.
"Gue... gue mau ke mushola dulu" ucap Michel bingung.
"Ke mushola ?? tanya Chika heran.
"Lu mau ngapain ke Mushola Chel" Jessy pun tak kalah heran dengan Michel.
"Mau shalat lah masa mau tidur" jawab Michel kesal mendengar pertanyaan teman-temannya, ia sudah bisa menebak bahwa teman-temannya akan heran.
"What ?? sejak kapan lu_" ucapan Jessy terhenti.
"Udah ah... mending kalian ke kantin duluan aja, nanti gue nyusul" ucap Michel dan kemudian bergegas pergi meninggalkan mereka berdua yang tengah berdiri mematung karena kebingungan.
"Chel tunggu" teriak Jessy dan Chika yang tidak di hiraukan sama sekali oleh Michel.
Sesampainya di Mushola, Michel langsung pergi ke tempat wudhu, dan kebetulan disana ada Ayu yang baru saja selesai Wudhu.
"Chel... kamu_" ucap Ayu yang tak kalah heran dengan kedua sahabatnya.
"Stop Yu... lo gak usah banyak tanya kaya Jessy sama Chika" ucap Michel menghentikan perkataan Ayu.
"Gue mau Wudhu dulu, Lo tungguin gue dulu ya, kita sama-sama ke dalem nya" sambung Michel lagi, dan Ayu hanya bisa mengangguk dan tersenyum menjawab ucapan Michel, ia sangat senang melihat perubahan sahabatnya itu.
Saat mereka masuk ke dalam Mushola ternyata sudah banyak orang yang berdiri dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat berjamaah, Ayu dan juga Michel bergegas memakai mukena mereka agar tidak ketinggalan.
__ADS_1
Michel sangat terkejut saat mendengar suara seseorang yang tengah memimpin Shalat, melantunkan bacaan shalat dengan sangat indah, ia sangat hafal betul dengan suara tersebut, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Daffa lah yang tengah menjadi imam.
Bisanya mahasiswa di kampus tersebut selalu melaksanakan shalat sendiri-sendiri dan jama'ah nya pun tidak pernah sebanyak ini, namun entah kenapa saat Daffa sering datang ke mushola itu dan melaksanakan shalat di sana, Mushala tersebut menjadi ramai, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang tergerak untuk melaksanakan shalat di sana, dan mereka meminta Daffa untuk menjadi imamnya.
"Sejak kapan dia jadi imam di sini" tanya Michel kepada Ayu seraya melipat kembali mukena yang ia pakai tadi.
"Sudah cukup lama" jawab Ayu seraya membuka mukenanya "seminggu setelah kak Daffa bekerja menjadi pengawal kamu, kak Daffa selalu nungguin kamu di sini seharian, ia mengahabiskan waktunya untuk mengaji shalat atau membaca buku di sini, dan ternyata banyak yang kagum sama kak Daffa saat mendengar suaranya saat mengaji, aku juga heran semenjak ada kak Daffa , mushola ini jadi ramai, padahal biasanya hanya beberapa orang saja yang shalat di sini" jelas Ayu panjang lebar, ia mengetahui semua itu karna Ayu memang setiap hari melaksanakan shalat di sini.
"Palingan dia sengaja buat cari perhatian orang-orang, supaya dia kelihatan sebagai pria Sholeh" Jawab Michel yang merasa bahwa ucapan ayu terlalu berlebihan memuji Daffa.
"Ya sudah ayo kita ke kantin, gue udah laper" sambungnya lagi.
Saat Ayu dan Michel berada di luar Mushola, mereka berpapasan dengan Daffa, wajah Daffa terlihat lebih Fresh dengan rambut yang tampak masih agak basah bekas air wudhu, ia melemparkan senyum kepada Ayu dan juga Michel, namun Michel malah memalingkan wajahnya kesal.
"Yu... kamu udah baca buku yang waktu itu aku kasi'in sama kamu" Daffa bertanya tentang Koleksi buku nya yang ia pinjam kan kepada Ayu waktu itu.
"Udah kak, buku nya bagus banget, besok aku kembalikan buku nya, Oia kak.. boleh kan aku pinjem koleksi buku kak Daffa ya g lainnya" ucap Ayu bersemangat jika berurusan dengan buku, Ayu dan Daffa mempunyai hobi yang sama yaitu membaca buku.
"Boleh-boleh... besok aku bawa bukunya ke sini" jawab Daffa lagi.
"Kak Daffa aku duluan ya " pamit Ayu yang bergegas mengikuti Michel, Daffa hanya bisa menatap punggung Michel yang semakin jauh darinya.
"Chel... Lo baik-baik aja kan" tanya Jessy seraya menempelkan telapak tangannya di dahi Michel saat Michel baru saja mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi yang berada di kantin tersebut
"Apaan sih Jes... " Michel menepis tangan Jessy dari dahinya.
"Ada angin apa lu jadi rajin shalat gini, semalem pas gue Vidio call juga lu abis sholat" ucap Jessy lagi.
"Lo dapet ilham yah Chel waktu sakit kemaren" sambung Chika.
"Lo berdua berisik banget sih dari tadi, jadi puyeng kepala gue dengerin ocehan lu berdua" ucap Michel seraya menutup kedua telinganya.
"Tapi kan Chel"
"udah ah... gue mau makan dulu laper" ucap Michel kesal.
__ADS_1
*****
Saat Daffa dan Michel baru saja pulang dari kampus, ia mendapati Bibi keluar dari kamar nya sambil menenteng sebuah tas jinjing yang berukuran besar
"Bi... bibi mau kemana" tanya Michel heran
"Maaf Non Michel... bibi mau pulang dulu ke kampung ... soalnya anak bibi sakit" pamit bibi sambil menenteng tas tersebut.
"Kok mendadak sekali pulang nya bi, lalu siapa yang gantiin bibi di sini" Michel sangat terkejut mendengar kepulangan bibi yang secara tiba-tiba.
"kalo sekarang belum ada Non, tapi tadi Tuan besar bilang sama bibi kalo beliau akan mencarikan pengganti bibi untuk sementara" jelas Bibi lagi
"Sebaiknya bibi jangan dulu pergi, tunggu sampai orang yang mau gantiin bibi datang kesini" Michel mencoba menahan pembantunya itu.
"Maaf non ... bibi gak bisa, bibi harus pulang sekarang juga" ucap Bibi lagi.
"Lalu nanti siapa yang mengerjakan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan makanan untuk saya" Michel semakin bingung.
"Kalo untuk masalah itu bibi kurang tau Non, tapi bibi udah minta ijin sama Tuan, Maaf ya non bibi harus pergi sekarang, Tuan Juga sudah mengijinkan bibi untuk pulang, Bibi Pamit dulu ya Non.... Mas Dafa... Assalamualaikum" jelas Bibi, dan kemudian ia berpamitan kepada Michel dan Daffa.
"Tapi Bi..".ucap Michel lagi, namun Bibi tetap saja pergi.
"Waalaikumsalam" jawab Daffa.
***
"Assalamualaikum Tuan... " ucap Bibi dari balik telepon
"Waalaikumsalam..." jawab Pak Farhan.
"Gimana bi... apa bibi sudah menjalankan rencana saya"
"Sudah tuan, bibi Sudah melakukan semuanya, sesuai dengan apa yang tuan perintahkan" jelas Bibi.
"Bagus bi... Untuk sementara Bibi istirahat dulu saja di kampung halaman Bibi, tapi bibi gak perlu Khwatir saya akan tetap menggaji bibi walaupun bibi tidak bekerja di rumah saya" jelas Pak Farhan lagi, ia sengaja merencanakan hal ini untuk membuat Michel belajar mandiri dan belajar menjadi istri yang baik untuk Daffa.
__ADS_1
"Terimakasih banyak tuan" Ucap Bibi senang, ia benar-benar merasa beruntung karna ia bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya di kampung tapi tetap mendapatkan gaji dari majikannya.