
"Hhmmmmm lagi pada ngapain nih... asyik banget nonton tv sambil makan brownis" ucap Michel saat ia baru saja turun dari kamarnya bersama Daffa.
"Hehh harus nya kita yang nanya, kemana aja kamu tiba-tiba ngilang, katanya cuman mau bangunin Daffa doang tapi sampe 2 jam gak turun-turun" sindir Fahri.
"Tadi... tadi gue nungguin Daffa bangun tidur dulu, soalnya kasian kalo di bangunin, tidur nya kaya pules banget tadi, ia kan Daf" Michel tampak bingung untuk memberi alasan yang tepat, Daffa hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman kecil.
"Nungguin Daffa bangun apa ikutan tidur bareng"
"Udah baikan nih ceritanya" sindir Fahri lagi.
"Apaan sih kak"
"Emang nya siapa juga yang marahan, kita baik-baik aja kan Daf" jawab Michel seraya menggelayuti lengan Daffa.
"Dasar pengantin baru, bentar-bentar marahan, bentar-bentar baikan" ledek Fahri.
"Biarin... bilang aja Lo sirik"
"Eh... itu kan kue kesukaan gue, bagi dong kak" Mata Michel membulat saat melihat kue coklat kesukaannya, tapi saat ia hendak mencomot kue tersebut, Fahri langsung merebut piringnya dan menjauhkan nya dari Michel..
"Enak aja, ini punya gue" Ucap Fahri seraya menyembunyikan piring tersebut ke belakang
"Pelit banget sih Lo sama Ade sendiri, dasar serakah" Ucap Michel kesal sambil cemberut.
"Aku buatin juga buat kamu Chel, tadi aku simpan di lemari es" ucap Ayu melerai perselisihan antara kakak adik.
"Serius..."
"Mmmmm makasih banyak ya Yu... kamu tau aja kue kesukaan aku" ucap Michel sambil memeluk Ayu.
"Ya sudah kalo gitu kita mau makan dulu ya... abis itu aku mau makan kue buatan kamu"
"Ayo Daf" Michel mengajak Suaminya untuk makan, pergulatannya di pagi hari benar-benar menguras tenaga, saat ini perutnya terasa sangat lapar.
Setelah selesai makan, Daffa dan Michel bergabung di ruang televisi bersama Fahri dan Ayu, mereka menonton bersama sambil menikmati Kue coklat buatan Ayu.
Michel tampak ingin bermanja-manjaan kepada Daffa, sejak tadi ia tidak mau lepas sama sekali dari Daffa, ia menyandarkan kepalanya di pundak Daffa, dan kedua tangannya memeluk lengan Daffa dari samping, ia sudah tidak malu lagi bermesra-mesraan di depan Fahri dan Ayu.
Sedang kan Fahri sejak tadi terus mencuri pandang ke arah Ayu yang tengah serius menonton Film, kehadiran Michel dan Daffa membuat Fahri tidak leluasa mengajak Ayu berbicara, ataupun bercanda dengan ayu seperti tadi.
Saat tengah asik-asiknya menonton Film, tiba-tiba bel rumah berbunyi, hal itu membuat acara nonton mereka jadi terganggu.
"Kak... ada tamu tuh, liat gih" ucap Michel kepada Fahri.
"Enak aja nyuruh-nyuruh gue, kenapa gak Lo sendiri aja yang buka pintunya" tolak Fahri.
"Ya sudah... biar saya aja yang buka pintunya" ucap Daffa hendak beranjak dari tempat duduknya.
"Makasih ya sayang..." ucap Michel sambil tersenyum.
"Sama-sama" jawab Fahri seraya mengelus pucuk kepala Istri nya itu, sebelum ia berdiri.
"Assalamualaikum kak Daffa...." Ucap Chika dan Jessy secara bersamaan saat Daffa sudah membuka pintunya.
"Waalaikumsalam" jawab Daffa
"Kak Daffa Michel nya ada gak" tanya Chika.
"Ada... lagi nonton film sama ayu sama Fahri juga" jawab Fahri lagi.
"Ayu... ? memangnya dia ada di sini" tanya Chika seraya mengerutkan keningnya.
"Ada... semalam dia nginep di sini" jelas Daffa
"Oh....jadi semalem Ayun nginep di sini"
__ADS_1
"Ya sudah kalo gitu aku ke dalem duluan ya kak" Ucap Chika ya g langsung buru-buru pergi, sedangkan Jessy malah diam menunggu Daffa menutup pintunya kembali.
"Kok kamu gak ikut masuk ke dalem Jes" tanya Daffa heran
"Aku kesini memang memang sengaja buat ketemu Kak Daffa" ucap Jessy tampak malu-malu.
"Ketemu aku ?"
"Ada perlu Jes..." Tanya Daffa heran
"Ada hal penting yang mau aku omongin sama kak Daffa" ucap Jessy lagi.
"Hal penting apa Jes... ngomong aja sekarang" Daffa meminta Jessy untuk to the points
"Tapi gak sekarang kak"
"Gak enak kalo ngobrol di sini"
"kita ngobrol di taman samping deket kolam renang Michel ya kak" ajak Jessy.
"Memangnya gak bisa kalo ngobrol di sini" Ucap Daffa heran.
"Gak bisa kak... soalnya aku mau bicara masalah pribadi"
"Mau ya kak... plissss" Ucap Jessy memelas
"Ya sudah tapi jangan lama-lama ya" Daffa terpaksa memenuhi keinginan Jessy
"Hai Guys..." Teriak Chika saat menghampiri Michel dan Ayu.
"Hai Chik...."jawab Ayu dan Michel tampak senang melihat Chika datang.
" kok Lo gak ngabarin sih kalo mau kesini"
"Lo sendirian ? tumben Jessy gak ikut" Tanya Michel.
"Hai kak Fahri..." Chika menyapa Fahri dengan senyuman termanis nya.
"Hai Chik" Jawab Fahri tampak acuh tak acuh.
"Oia Yu.. kok Lo gak bilang sih kalo Lo mau nginep di sini, tau gitu kan gue ikutan nginep juga" Ucap Chika kesal, padahal kalo dia menginap di rumah Michel, ia jadi punya alasan untuk PDKT kepada Fahri.
"Maaf Chik... aku juga mendadak banget ke sini nya, jadi aku gak sempet ngasih tau kamu" jelas Ayu
"Udah-udah gak usah ngambek, kalo Lo mau, sekarang aja nginep di sini, gampang kan" ucap Michel menenangkan Chika.
"Tapi kan besok kuliah, gak seru ah cuman numpang tidur doang mah, jadi gak leluasa" ucap Chika masih cemberut
"Ah serba salah lu, ya udah sekarang Lo duduk, kita nonton sama-sama mumpung filmnya lagi seru nih" ajak Michel lagi.
"Mmmm ya udah deh" Chika langsung tersenyum
"Kak Fahri aku boleh kan duduk di sebelah kak Fahri"
"Tapi..." Fahri tampak keberatan
"Sini duduk Chik" tiba-tiba Ayu bergeser dan memberikan tempat nya kepada Chika.
"Makasih Yu..." Chika langsing duduk di sebelah Fahri, namun wajah Fahri tampak tidak senang.
"Aku baru tau kalo kak Fahri suka nonton juga"
"Ternyata kita punya selera yang sama"
"Kapan-kapan kita nonton bareng di bioskop ya kak" Chika terus menerus mengajak Fahri berbicara, hal itu membuat Fahri merasa tidak nyaman, sedangkan Ayu berpura-pura fokus dengan Film yang sedang ia tonton.
__ADS_1
Selama ini Fahri memang selalu bersikap dingin terhadap semua perempuan, termasuk kepada adiknya sendiri, tapi saat bersama Chika sikap nya tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat.
"Guys... gue ke belakang dulu ya" ucap Michel yang sejak tadi gelisah menunggu Daffa dan Jessy yang tak kunjung datang.
Michel mencoba mencari Daffa dan Jessy di depan, namun ia tidak menemukan keberadaan mereka, ia juga mencoba mencari mereka di di dapur tetap tidak ada, saat Michel hendak pergi ke lantai atas, tiba-tiba ia tidak sengaja melihat Mereka sedang duduk berdua di bangku taman, kemudian Michel mencoba mendekat tanpa sepengetahuan mereka.
"Makasih ya kak... kak Daffa sudah mau meluangkan waktunya buat aku"
"Aku juga mau minta maaf kalau aku terlalu lancang untuk mengatakan hal ini terlebih dahulu, tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi" ucap Jessy tampak gugup.
"Sebenarnya kamu mau bicara apa Jes... kenapa sampai harus mengajak saya kesini" ucap Daffa tidak sabar, ia ingin segera pergi dari sana, ia yakin Michel pasti sedang menunggu nya.
"Ya udah kalo gitu aku to the points aja"
"Sebenarnya aku ngajak kak Daffa kesini untuk mengatakan perasaan aku sama kak Daffa"
"Sebenarnya aku udah lama suka sama kak Dafa"
"Mungkin dari sejak pertama kali aku ketemu kak Daffa"
"Entah kenapa aku merasa nyaman saat bersama kak Daffa, aku merasakan sesuatu yang beda dalam hati aku"
"Dan aku yakin itu bukan hanya sekedar kekaguman saja, aku yakin kalau itu adalah cinta" Jessy mengutarakan seluruh isi hatinya kepada Daffa
"kak... kak Daffa mau kan jadi pacar aku, aku ingin kita bisa lebih saling mengenal satu sama lain, aku juga yakin kak Daffa juga memiliki perasaan yang sama sama aku" ucap Jessy seraya menggenggam tangan Daffa, Daffa benar-benar tidak menyangka jika Jessy akan senekat ini, untuk mengatakan perasaan nya terlebih.
"Saya hargai kejujuran kamu Jes... saya juga menghargai keberanian kamu untuk mengatakan hal ini"
"Tapi Maaf Jes... saya tidak bisa menerima perasaan kamu" ucap Daffa seraya melepaskan tangan Jessy.
"Ta_tapi kenapa Kak, bukannya kak Daffa juga suka sama aku" ucap Jessy tampak kecewa.
"Ia saya memang suka sama kamu, kamu itu wanita yang baik, tapi saya menyukai kamu hanya sebatas teman saja tidak lebih" ucap Daffa lagi.
"Tapi aku bener-bener tulus menyukai kak Daffa, aku ingin kita lebih dari teman"
"Aku mohon kak... berikan aku kesempatan, kita coba dulu aja kak, aku yakin kalau kita sudah saling mengenal satu sama lain, kak Daffa pasti akan merasa cocok sama aku, kak Daffa pasti bisa mencintai aku" Jessy tampak memelas, air matanya sudah tampak menggenang, tapi ia tidak ingin menyerah begitu saja.
"Maaf Jes... saya gak bisa".
"Maaf kalau keputusan saya ini menyakiti hati kamu"
"Tapi saya yakin kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari saya, yang bisa mencintai kamu dengan tulus" Ucap Daffa lagi.
Seketika Air mata Jessy lolos begitu saja dari pelupuk matanya, ia benar-benar merasa kecewa kepada Daffa, perasaan nya benar-benar hancur.
"Kak Daffa jahat... aku benci sama kak Daffa" ucap Jessy berlari meninggalkan Daffa sambil menangis.
"Jes... tunggu Jes..." ucap Daffa yang merasa bersalah, tapi Jessy tidak menghiraukan Daffa, ia tidak menyangka jika Jessy akan sampai seperti itu.
Saat Jessy tengah berlari meninggalkan taman tersebut, tiba-tiba ia berpapasan dengan Michael yang sejak tadi memperhatikan mereka dari balik pintu kaca.
"Jes...Lo kenapa Jes" tanya Michel seraya menghentikan Jessy, namun Jessy tidak menjawab apa-apa, ia masih terisak, kemudian Jessy kembali berlari meninggalkan Michel.
"Jes Lo mau kemana Jes" Teriak Michel, ia berusaha mengejar Jessy tapi Michel tidak bisa mengejarnya, hingga akhirnya Jessy pergi mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
Beberapa saat kemudian Daffa pun datang menghampiri Michel.
"Daf... Jessy Daf... dia keliatan nya kecewa banget" ucap Michel khawatir.
"Dia hanya perlu waktu untuk sendiri Chel... sebenarnya saya juga gak tega sama dia, tapi saya gak mau memberikan harapan sama dia, jika membiarkan dia terus menerus mengharapkan saya, itu akan membuat perasaannya semakin terluka" Ucap Daffa berusaha menenangkan Michel.
"Tapi aku baru kali ini ngeliat Jessy sampai patah hati seperti ini, Sebelumnya dia gak pernah menyukai laki-laki sampai sebegitunya"ucap Michel lagi.
"Kamu jangan Khawatir sayang... pelan-pelan Jessy pasti bisa menerima semua ini"
__ADS_1
"Sebaiknya kita masuk kedalam, yang lain pasti nungguin kita" Ajak Daffa seraya merangkul tubuh istrinya.