TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Menghindar


__ADS_3

Sudah dua hari Daffa dan Michel kembali ke rumah Pak Gunawan, saat ini sikap Michel terhadap Daffa sudah kembali seperti dulu lagi, judes dan juga galak, kekecewaan Michel terhadap Daffa membuat dirinya kembali bersikap seperti itu, bahkan Michel meminta Daffa untuk melupakan kata-katanya waktu itu, saat ia mengungkapkan perasaan kepada Daffa, anggap saja semua itu tidak pernah terjadi.


Semua hal itu membuat Daffa semakin bingung, ia tidak mengerti dengan sikap Michel yang sebenarnya, dulu Michel selalu bicara kalau Michel sangat membencinya, lalu tiba-tiba sikap Michel berubah sangat drastis menjadi wanita yang lembut, bahkan Michel mengungkapkan perasaannya terhadap dirinya, tapi sekarang tiba-tiba sikap Michel kembali lagi seperti dulu, sungguh Daffa benar-benar tidak percaya dengan semua itu, kata-kata yang mana yang harus ia percayai, apakah pengakuan Michel waktu itu hanyalah emosi Michel sesaat saja, dan Michel tidak benar-benar mencintainya.


Pagi ini seperti biasa Daffa dan Michel pergi ke kampus bersama-sama, tidak ada percakapan sedikitpun di antara mereka di dalam mobil, keduanya sama-sama pokus menatap lurus ke depan, bahkan setelah mereka sampai pun Michel langsung turun begitu saja tanpa berpamitan atau mengucapkan sepatah katapun kepada Daffa.


Saat Daffa hendak keluar dari dalam mobil, ia melihat ponsel Michel tergeletak di atas tempat duduk yang Michel tempati tadi, Daffa mengambil ponsel tersebut untuk ia berikan kepada Michel.


"Michel..." ucap Daffa saat menghampiri Michel ke kelasnya, kebetulan saat itu belum ada siapa-siapa di dalam ruangan tersebut.


"Ngapain lo kesini" ucap Michel sinis.


"Saya mau nganterin ponsel kamu, tadi ketinggalan di mobil" Jawab Daffa seraya memberikan ponsel tersebut.


"Makasih" jawab Michel sambil mengambil ponselnya dengan kasar.


"Chel... sebenarnya kamu kenapa sih... kenapa sikap kamu seperti ini lagi sama saya" Akhirnya Daffa memberikan diri untuk bertanya kepada Michel.


"Bukannya lo lebih suka melihat gue seperti ini, buat apa gue bersikap baik sama Lo, semua itu percuma, karna gua bersikap baik pun Lo sama sekali gak peduli" jawab Michel lagi


"Nggak Chel... saya_"Ucap Daffa hendak menjawab.


"MICHEL....." Teriak Jessy dan juga Chika sambil berlari ke arah Michel dan kemudian mereka memeluk Michel bersamaan, di susul dengan Ayu yang berjalan mengikuti mereka dari belakang.


"Chel... gue kangen banget sama Lo" ucap Jessy


"Ia Chel... gue juga kangen sama Lo" Sambung Chika.


"I_ia... gue juga kangen banget sama kalian, tapi lepasin dulu tangan kalian, gue engap gak bisa nafas" ucap Michel berusaha melepaskan diri.


"Sorry- sorry Chel gue gak sengaja, abisnya gue kangen banget sama Lo" ucap Jessy seraya melepaskan pelukannya


"Ia Chel... Lo jahat banget sama kita, liburan kok ngajak-ngajak kita sih" tambah Chika .


"Sorry banget Guys... gue berangkat nya dadakan, itupun dipaksa sama bokap gue, kalian tau sendiri kan kalo bokap gue udah berkehendak, udah gak bisa di bantah lagi" jelas Michel.


"Chel... gimana kabar kamu, gimana liburannya seru gak"tanya Ayu.


"Kabar gue sehat Yu... tapi liburan nya biasa aja Yu, gak ada seru-serunya, enakan juga di sini bisa ngemmol sama clubbing, kalo di sana cuma ada sawah sama kebon doang, malah waktu itu gue sempet nyasar ke hutan ampe malem" jawab Michel sambil menatap Mata Daffa , kata-kata itu ia tujukan untuk menyindir Daffa.


"APA" ucap Andrew seraya menghampiri Michel, ia mendengar ucapan Michel saat ia hendak masuk ke ruangan tersebut.


"Sayang... kamu tersesat, kamu baik-baik aja kan, kenapa kamu gak cerita sama aku" ucap Andrew seraya menangkup pipi Michel kemudian ia memeriksa tubuh Michel untuk memastikan Michel baik-baik aja, Daffa memalingkan pandangannya ke arah lain, entah kenapa kali ini dadanya terasa sesak melihat Andrew seperti itu terhadap istrinya rasanya ia ingin menarik Michel dari Adrew.


"Aku baik-baik aja sayang" jawab Michel seraya menenangkan kekasihnya itu, namun sesekali matanya menatap ke arah Daffa.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu gak cerita sama aku, kenapa kamu bisa sampai tersesat sayang, memangnya si pengawal pribadi kamu itu gak jagain kamu" ucap Andrew menatap Daffa sinis.


"Dia_" ucap Michel bingung harus berkata apa, belum sempat Michel selesai bicara Tapi Andrew sudah terlebih dahulu menyerang Daffa.


"Heh breng*ek bisa kerja gak Lo, kenapa cewek gue bisa sampe tersesat, kalo lo gak becus kerja mending Lo ngundurin diri aja " ucap Andrew seraya mencengkram kerah baju Daffa.


"Udah-udah... kalian jangan ribut, ucap Michel seraya menarik tubuh Andrew, sedangkan Jessy Chika dan Ayu mencoba menahan Daffa.


"Sayang... kamu gak boleh seperti ini, aku baik-baik aja kok" ucap Michel seraya menahan tubuh Andrew dari depan.


"Tapi_" jawab Andrew yang masih tampak emosi.


"Kamu jangan emosi seperti itu, lagipula dia yang nolongin aku waktu itu" jelas Michel.


"Kak Daffa gak apa-apa kan" tanya Jessy khawatir.


"Nggak apa-apa... saya baik-baik aja" jawab Daffa seraya merapihkan kerah kemeja nya.


"Ucapan Andrew jangan di masukin ke hati ya Kak... mungkin dia cuman khawatir sama Michel" ucap Jessy yang tampak Khawatir dan begitu perhatian terhadap Daffa.


"Ia... lagi pula saya memang salah, saya udah lalai menjaga Non Michel" jawab Daffa seraya menatap Wajah Michel.


"Kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Daffa yang masih pokus menatap Michel, kemudian ia berbalik dan berjalan untuk keluar.


"Kak Daffa tunggu" Panggil Jessy, dan Seketika Daffa pun berhenti.


"Maaf saya gak bisa, nanti siang saya mau ke perpus, memangnya kamu mau bicara apa, kenapa gak bicara sekarang aja." Tolak Daffa.


"Ayolah kak... sekali ini... aja, masalah nya penting banget, harus di bicarakan berdua " Ucap Jessy lagi seraya menggelayuti tangan Daffa, Michel tampak tidak suka melihat Jessy seperti itu terhadap suaminya, ia juga penasaran dengan apa yang akan di katakan Jessy kepada Daffa nanti.


"Baiklah kalau begitu, tapi Saya gak bisa lama-lama" jawab Daffa tidak bisa menolak.


"Makasih ya kak..." jawab Michel senang.


"Sama-sama, saya ke kelas dulu ya" jawab Daffa dan kemudiam ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Kalau gitu aku kelas dulu ya sayang... sebentar lagi Dosen aku datang"pamit Andrew


"Ia.." jawab Michel sambil mengangguk.


"Tapi kamu janji ya jangan ribut lagi sama Daffa"


"Ia aku janji" jawab Andrew seraya mencubit pipi Michel.


"Aku pergi dulu ya sayang" ucap Daffa hendak mencium Dahi Michel namun Michel menghindar.

__ADS_1


"Emmmmhhh kayanya Dosen kamu udah lewat deh barusan, ayo cepetan ke kelas" ucap Michel bohong, ia melakukan itu untuk menghindari Andrew, entah kenapa ia merasa tidak nyaman dengan semua itu, ia merasa sangat bersalah terhadap Daffa.


"Ya udah aku keluar dulu ya" ucap Andrew lagi seraya mengacak rambut Michel, namun Andrew merasa heran dengan Sikap Michel saat ini.


"Jes... Lo mau ngomong apaan sih sama Kak Daffa, keliatan nya serius banget" tanya Chika penasaran.


"Gue__ gue mau nembak Kak Daffa" Jawab Jessy tampak ragu-ragu.


"What..." jawab Michel dan Chika terkejut, begitupun dengan Ayu.


"Gak salah Lo mau nembak duluan, emangnya Lo gak malu apa, ia kan Chel...Yu" ucap Chika lagi.


"I_ia Jes... masa lo yang nembak duluan sih, emangnya Lo yakin dia bakalan Nerima Lo"jawab Michel bingung sekaligus terkejut.


"Ia Jes... kalo kak Daffa nya nolak kamu gimana, nanti kamu sakit hati" ucap Ayu.


"Gue yakin banget Guys... kalo kak Daffa juga suka sama Gua, kak Daffa itu kan orang nya pemalu jadi dia gak bakalan berani nembak gue duluan, jadi gue putusin buat ngungkapin perasaan gue ke dia, gue takut kak Daffa keburu di ambil orang"jelas Jessy.


"Uhuk uhuk" Michel tiba-tiba batuk mendengar ucapan Jessy.


"Kamu kenapa Chel... ini minum dulu" ucap Ayu seraya memberikan botol minum nya


"Tenggorokan gue tiba-tiba gatel Yu" Kilah Michel seraya mengambil botol air tersebut.


"Jes... mending Lo pikir-pikir dulu deh, pastiin dulu kalo kak Daffa juga suka sama elo, daripada nantinya Lo sakit hati"ucap Chika lagi.


"Ia Jes... bener kata Chika, kalau kamu sudah tau perasaan Daffa ke kamu yang sebenarnya, baru deh kamu cari waktu yang tepat untuk nyatain perasaan kamu" bujuk Ayu.


"Ia juga sih... tapi gimana caranya gue tau perasaan Kak Daffa ke gue"ucap Jessy bingung.


"Mmmmhhh Lo minta bantuan Michel aja, Jes... Michel kan serumah tuh sama Daffa, Jadi Michel gak bakalan susah buat nyari informasi"jawab Chika.


"Gu_gue, kok gue sih, ogah banget gue nyari informasi tentang dia "ucap Michel bingung.


"Ayolah Chel... bantuin gue plissss..."rengek Jessy


"Nggak gue gak mau"jawab Michel lagi.


"Chel...Lo tega banget sih sama gue, emangnya Lo gak mau liat sahabat lo ini bahagia, lo tau kan selama ini gue sering banget di sakitin sama cowok, kali ini gue yakin kalo kak Daffa adalah cowok yang baik dan tepat buat gue, Lo mau ya Chel comblangin gue sama kak Daffa" rengek nya lagi.


"Bantuin aja Chel... kasian, baru kali ini gue liat Jessy secinta ini sama Cowok"Chika pun ikut membujuk Michel.


Michel merasa sangat bingung dengan semua ini, mana mungkin ia menjodohkan suami dengan orang lain, tapi ia juga tidak tega melihat Jessy yang begitu berharap kepadanya "Yaudah deh... nanti gue coba bantu elo" akhirnya Michel menyetujui permintaan Jessy, saat ini yang terpenting adalah membuat Jessy tenang dulu, nanti baru ia akan pikirkan langkah kedepannya.


"Yeeeeey makasih ya Chel... Lo emang sahabat terbaik gue" ucap Jessy gembira seraya memeluk Michel "Oia Chel... sekalian ya Lo cari tau tentang semua kebiasaan kak Daffa, makanan kesukaannya apa, hobinya apa dan tipe cewek nya kaya gimana, ok Chel"

__ADS_1


"I_ia nanti gue coba cari tau"jawab Michel bingung, tapi tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mendengar Jessy menanyakan tentang tipe wanita yang di sukai Daffa, ia jadi teringat kepada Naya, wanita seperti Naya lah yang di sukai oleh Daffa, wanita yang menutup auratnya, wanita yang lemah lembut, sopan, pintar mengaji, pintar memasak dan juga Sholehah, yang pasti bukan wanita seperti dirinya yang urakan, manja, sering keluyuran malam dan mabuk-mabukkan.


__ADS_2