TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Move On


__ADS_3

Siang ini Ayu pergi ke rumah Michel untuk mengerjakan tugas kuliah bersama Michel, karna kebetulan ia satu kelompok dengan Michel, ia juga membawakan brownies coklat kesukaan Michel yang ia buat sendiri di rumahnya.


Cukup lama Ayu berdiri di depan pintu rumah Michel namun tidak ada yang membukakan pintu padahal Ayu sudah menekan bel berulang kali, Michel memang belum menemukan asisten pembantu yang baru untuk bekerja di rumah itu, jadi mereka harus melakukan semuanya sendiri.


"Chel ada tamu, aku buka pintunya dulu ya " Ucap Daffa Hendak beranjak dari tempat tidur.


"Gak usah, biarin aja kak Fahri yang bukain pintunya, paling itu temen dia" jawab Michel yang tengah menggelayuti lengan Daffa dan menyandarkan kepalanya di bahu Daffa, mereka duduk bersantai di atas tempat tidur menikmati kebersamaan mereka.


"Michel sama Daffa kemana sih, bukannya bukain pintu, gak denger apa bunyi bel, dari tadi gak keluar-keluar kamar, ngapain aja sih mereka di kamar" gerutu Fahri sambil keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu.


"Cari siapa" tanya Fahri saat membuka pintu, tampak seorang perempuan tengah menghadap ke belakang, Fahri tidak tau kalau itu adalah Ayu, kemudian Ayu berbalik saat mendengar seseorang membukakan pintu.


"Kamu..." ucap Fahri saat ayu berbalik.


"Kak Fahri..." Ayu tidak menyangka bahwa Fahri yang akan membukakan pintu. "Michel nya ada" tanya Ayu yang tampak gugup.


"Michel ada di kamarnya sama Daffa, dari pagi mereka gak keluar-keluar dari kamar" Jawab Fahri yang tidak mengetahui kalau Michel merahasiakan pernikahannya kepada Teman-temannya.


"Di kamar ?" ucap Ayu mengerutkan keningnya.


"Ia di kamar, gitulah kalau pengantin baru, bawaannya pengen nempel terus" ucap Fahri sinis.


"Jadi mereka ?" ucap Ayu kembali


"Ayo aku antar ke kamarnya sekalian aku mau balik ke kamar" ajak Fahri sambil berjalan menuju ke lantai dua, Ayu mengikuti Fahri dari belakang, ia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.


"Chel.... kita keluar yuk, gak enak sama kakak kamu kita di kamar terus sejak tadi" ucap Daffa seraya mengelus-elus rambut Michel yang berada dalam dekapannya.


"Udah biarin aja Daf... aku masih pengen kaya gini" jawab Michel seraya memeluk tubuh Daffa, ia membenamkan kepalanya di dada bidang Daffa.


"Tapi Chel..." ucap Daffa lagi, namun tiba-tiba Michel melepaskan pelukannya dan kemudian mengecup bibir Daffa sekilas untuk menghentikan ucapan Daffa, seketika Daffa pun terkesiap dengan apa yang di lakukan oleh Michel, keduanya terpaku saling menatap satu sama lain, namun perlahan wajah Daffa mulai mendekat ke wajah Michel seraya memegang dagu Michel, spontan Michel pun langsung memejamkan matanya, bersiap untuk menerima sentuhan dari Daffa tapi 0tiba-tiba__


"Tok tok tok Chel... buka, ngapain aja sih kalian di kamar dari pagi" ucap Fahri seraya menggedor pintu kamar Michel dengan begitu keras, Michel dan Daffa pun terlonjak saat mendengar teriakan Fahri, dan kegiatan mereka pun terpaksa harus di tunda.


"Saya_saya buka pintunya dulu ya" ucap Daffa gugup.


"Biar aku aja Daf yang buka" ucap Michel kesal seraya beranjak dari tempat tidur.


"Dasar nyebelin... gangguin kesenangan orang aja" gumam Michel kesal seraya membuka kunci.


"Ada apa sih kak, gangguin orang aja" ucap Michel saat membuka pintu, ia tidak tau kalau ada ayu di sebelah Fahri.


"AYU..." ucap Michel membelalakkan matanya.


"Kenapa kamu gak bilang-bilang kalau mau ke sini, ja_jangan salah paham ya Yu, aku sama Dafa_" ucap Michel bingung.


"Aku sudah tau Chel..." ucap Ayu memotong ucapan Michel. "Tapi kenapa kamu merahasiakan semua ini dari kita" ucap Ayu penasaran.


"Kalian kenapa sih... kok tiba-tiba jadi tegang gitu" ucap Fahri saat melihat ekspresi wajah Ayu dan Michel.


"Udah ah... gue gak mau ikut campur" ucap Fahri lagi sambil pergi ke kamarnya, kemudian Michel mengajak Ayu ke bawah untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Chel... jadi selama ini kamu dan Daffa sudah menikah ? kenapa kamu merahasiakan semua ini dari kami" Tanya Ayu menuntut penjelasan dari Michel.


"Ceritanya panjang Yu... aku bingung harus mulai cerita dari mana" jawab Michel seraya menghembuskan nafasnya.


"Aku siap Chel dengerin semua cerita kamu" ucap Ayu berusaha menjadi pendengar yang baik untuk Michel, ia tidak ingin terlalu menyudutkan Michel dan membuat Michel tertekan.


"Baiklah aku akan cerita semuanya dari awal, Pernikahan aku dan Daffa bukan karna keinginan kita masing-masing Yu, kami di paksa nikah sama Papi aku, alasannya Papi khawatir dengan pergaulan aku, apalagi waktu itu aku ke pergok lagi berduaan di hotel sama Andrew, jadi dari situlah Papi merencanakan pernikahan kami, kamu tau sendiri kan Papi itu orang keras kepala, apapun yang dia ucapkan tidak bisa di bantah lagi" Michel mulai menceritakan semuanya dari awal.


"Tapi kenapa kamu merahasiakan semua ini dari kita Chel, Jessy dan Chika pasti akan marah kalau mendengar semua ini, apalagi Jessy, kamu tau sendiri kan Jessy sangat menyukai Daffa, dia pasti akan sangat patah hati saat mengetahui Daffa sudah menikah dengan kamu"


"Justru itu yang sedang aku pikirkan sekarang Yu, aku bingung banget gimana caranya ngasih tau mereka, aku merahasiakan semua ini dari kalian karna aku pikir kalau pernikahan kita ini cuman untuk sementara, aku selalu mencari cara untuk mengakhiri pernikahan ini, aku berniat menceritakan semua ini sama kalian setelah aku benar-benar berpisah dari Daffa, tapi ternyata aku salah, aku malah semakin terjerat dalam pernikahan ini "jelas Michel lagi


"Yu... tolong rahasiain dulu hal ini dari mereka ya, sampai aku menemukan waktu yang pas untuk cerita sama Jessy sama Chika"


"Ia Chel kamu jangan Khawatir, aku akan merahasiakan semua ini, tapi sebaiknya kamu harus menceritakan semua ini secepatnya, jangan sampai mereka tau dari orang lain" Ucap Ayu lagi.


"Makasih banyak Yu... kamu memang temen yang terbaik" ucap Michel seraya menggenggam tangan Ayu.


"Lalu bagaimana perasaan kamu sama Daffa sekarang, sepertinya kamu sudah mulai jatuh cinta sama Daffa" Tanya Ayu yang melihat raut wajah Michel tampak bahagia, wajah Michel tampak berseri-seri saat mendengar ucapan Ayu.


"Kamu gak usah malu Chel sama aku, aku bisa melihat kalau kamu sangat mencintai Daffa, aku seneng ngeliat kamu bahagia seperti ini, aku yakin Daffa pasti bisa bahagiain kamu, tapi aku masih belum menyangka kalau seorang Michel terjerat cinta sang pengawal pribadi" ledek Ayu.


"Ia Yu... aku juga gak nyangka kalau pada akhirnya aku mencintai dia, aku bener-bener merasa beruntung mempunyai suami seperti dia, selama ini dia sangat sabar menghadapi aku, aku sudah banyak belajar dari dia" ucap Michel merasa bersyukur.


"Oia Chel, lalu bagaimana hubungan kamu dengan Andrew" Tanya Ayu penasaran.


Senyuman Michel Seketika surut saat mendengar pertanyaan Ayu, hal ini merupakan masalah terbesarnya saat ini.


"Aku tau Chel... ini pasti merupakan pilihan yang sangat berat untuk kamu, Kamu pasti gak tega untuk menyakiti perasaan Andrew" Ayu bisa memahami bagaimana perasaan Michel saat ini.


"Aku paham Chel... tapi mau tidak mau kamu harus segera mengambil keputusan, karena cepat atau lambat dia pasti akan tau tentang semua ini, Andrew pasti akan lebih sakit Hati jika mengetahui dari orang lain, aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa menemukan jalan keluar yang terbaik untuk masalah ini, aku akan selalu mendukung semua keputusan kamu" ucap Ayu memberikan kekuatan untuk Sahabatnya.


*****


Michel merasa sangat lega setelah ia berbagi cerita dengan Ayu, menceritakan segala keluh kesahnya selama ini, saling bertukar pikiran dan saling bertukar pendapat, beban pikiran Michel terasa sedikit berkurang, karna pola berpikir Ayu sangat dewasa dan juga bijak dalam berbicara jadi Michel merasa sangat nyaman berbicara dengan Ayu, mungkin jika Jesy dan Chika yang mengetahui hal ini lebih dulu pasti akan menimbulkan masalah yang sangat besar.


"Oia Chel... aku bawain Brownies coklat kesukaan kamu" ucap Ayu seraya membuka kotak kue yang ia bawa tadi.


"Wah.... keliatannya enak banget, kalo gitu kita makan sama-sama ya"


"Ia... aku bawa piring kecilnya dulu ya" ucap Ayu sambil beranjak dari tempat duduk untuk pergi ke dapur


"Ok... tapi aku ke atas dulu ya panggil Daffa, dia pasti suka sama kue buatan kamu" jawab Michel bergegas pergi ke lantai atas.


Saat Ayu tengah mengambil piring kecil dan juga Sendok di dapur, Fahri pun tampak masuk ke dapur untuk mencari makanan, Fahri langsung membuka kulkas untuk mencari makanan yang dapat menghilangkan rasa laparnya namun ternyata tidak ada makanan yang bisa ia makan di dalam kulkas , hanya ada sayuranna dan bahan-bahan masakan. Ayu dan juga Fahri tidak saling menegur sama sekali, mereka hanya saling melirik dan memperhatikan secara diam-diam, keduanya sama-sama canggung dan juga malu.


"Kamu cari apa" ucap Ayu memberanikan diri untuk bertanya.


"Saya sedang mencari makanan" Jawab Fahri seraya menutup pintu kulkas.


"Tadi saya bawa brownies coklat untuk Michel, kalau kamu mau ayo kita makan sama-sama, Michel juga sedang memanggil Daffa di kamarnya" ucap Ayu sambil kembali ke ruang keluarga, dan Fahri mengikuti Ayu dari belakang, sebenarnya ia malu tapi ia tidak punya pilihan lain karna ia benar-benar merasa lapar.

__ADS_1


"Ini kue nya" Ayu memberikan sebuah piring yang berisi satu potong kue kepada Fahri, mereka tengah duduk di bawah sofa yang beralaskan karpet bulu untuk bersantai dan menonton televisi.


"Makasih... saya cobain ya" ucap Fahri sambil menyuapkan brownies tersebut ke dalam mulutnya, Fahri benar-benar terkejut saat mencicipi brownies tersebut, rasanya benar-benar enak.


"Gimana rasanya" tanya Ayu penasaran.


"Mmmm enak" jawab Fahri sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengunyah makanannya.


"Kamu beli apa buat sendiri" tanya Fahri lagi.


"Aku membuatnya sendiri" jawab Ayu.


"Benarkah... saya pikir kamu beli di toko kue, rasanya gak kalah dengan yang di jual di toko kue ternama" Fahri tidak berhenti memuji-muji Ayu, ia benar-benar suka dengan kue nya


"Oia kamu kenapa diem aja, ayo makan kue nya" Fahri merasa tidak enak karna sejak tadi ia hanya makan sendiri.


"Aku nunggu Michel dulu" jawab Ayu lagi.


"Udah kamu gak usah nunggu dia, paling Michel lagi mesra-mesraan sama Daffa di kamarnya"


"Ayo makan kue nya, kamu juga pasti lapar" Fahri menyendok satu potong kue dan mendekatkan nya ke bibir Ayu, Ayu tampak ragu-ragu, tapi akhirnya ia menerima suapan dari Fahri dengan wajah yang tampak merah.


"Kamu kaya anak kecil, makan sampe belepotan kaya gitu" ucap Fahri seraya mengusap sudut bibir ayu, Ayu sangat terkesiap saat Fahri melakukan hal itu, mendadak sikap mereka kembali canggung.


"Ma_maaf tadi aku refleks " ucap Fahri merasa tidak enak.


"Ti_dak apa-apa" jawab Ayu gugup.


"Ehmm ehmm kayanya lagi ada yang PDKT ni " ucap Michel saat menghampiri Ayu dan Fahri, ia datang bersama Daffa, Seketika ketegangan di antara Ayu dan Fahri mendadak reda.


"Kalian ngapain aja sih dari tadi di kamar, kasian Ayu nungguin kamu dari tadi" gerutu Fahri.


"Ya... biasa lah namanya juga pengantin baru ia kan Daf" ucap Michel secara memeluk lengan Daffa, kemudian mereka duduk di sebelah Ayu.


"Pamer banget si kamu mentang-mentang udah nikah" Fahri mendengus kesal.


"Makanya jangan ngejomblo mulu, masih belum bisa move on ya dari si celin mantan pacar kamu itu," ledek Michel.


"Apaan sih gak usah bahas dia lagi" Raut wajah Fahri tampak berubah saat mendengar nama itu, nama wanita yang pernah ia cinta dan pernah menyakiti hatinya hingga ia tidak percaya dengan yang namanya cinta.


"Tuh kan kamu masih belum bisa Move on dari dia, cemen banget sih jadi cowok" ledek Michel lagi.


"Ngomong sekali lagi, gue sambet pake sendok" ucap Fahri seraya mengacungkan sendoknya.


"Awas ya kalau berani macem-macem sama Michel" ucap Daffa memperingatkan Fahri untuk membela sang istri.


"Weishhh mentang-mentang udah baikan, sok-soan belain istrinya segala" Fahri mendengus kesal.


"Makasih sayang..." ucap Michel kepada Daffa dengan gaya manjanya.


"Cihhh geli gue liatnya juga" ucap Fahri kesal.

__ADS_1


"Sirik aja lu, weeeeee" Michel menjulurkan lidahnya kepada Fahri, Ayu dan Daffa hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak beradik yang tidak pernah akur ini.


"Udah ah, gue ke kamar dulu, males gue jadi nyamuk" ucap Fahri sambil pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2