
Assalamualaikum... ucap Daffa saat mereka telah sampai di depan rumah Daffa.
"Waalaikumsalam... ucap Ibu Daffa yang tengah berjalan dari kamar dengan untuk menghampiri Daffa dan Michel, ia tampak gembira melihat kedatangan anak dan juga menantunya.
"Bu..."Daffa meraih tangan Ibunya dan mencium punggung tangan Ibunya dengan begitu lembut.
"Ibu seneng banget kalian datang" kemudian sang ibu mengusap kepala Daffa.
"Bu..."kini itu giliran Michel yang meraih tangan mertuanya dan mencium tangan mertuanya itu, sebelum Michel ikut mudik bersama Daffa, pak Gunawan terus mewanti-wanti Michel agar bersikap sopan dan ramah kepada ibu mertuanya.
"Aduh.... ini menantu ibu meni gelis pisan" ucap Bu Minah
"Ayo masuk, kalian pasti cape" Bu Minah mengajak anak dan juga menantunya untuk masuk ke dalam rumah, Michel dan Daffa mengikuti ibunya dari belakang, kepala Michel tampak berputar megamati sekeliling rumah Daffa yang tampak sederhana, berbeda jauh dengan rumahnya yang seperti istana.
"Maaf ya Neng... rumah ibu jelek, tidak seperti rumah Neng Michel yang di kota" ucap Bu Minah
"Ti_tidak apa-apa Bu" ucap Michel terkejut karena ibu mertuanya bisa membaca apa yang ada dalam pikirannya.
"Yasudah kalau begitu ibu bikinin minum dulu ya buat kalian, kalian istirahat aja dulu di sini"ucap Bu Minah dan setelah itu ia meninggalkan mereka berdua di ruang tamu
"Seriusan ini rumah Lo" tanya Michel kepada Daffa saat ibu mertuanya pergi.
"Ia... sejak kecil saya tinggal di sini bersama Ibu dan Adik saya" ucap Daffa seraya mendaratkan tubuhnya di sebuah tempat duduk yang terbuat dari kayu.
"Kok kalian betah sih tinggal di sini"ucap Michel yang tampak ragu-ragu untuk duduk di sofa tersebut, sangat jauh berbeda dengan soffa super empuk yang ada di rumahnya.
"Tentu saja kami betah dan nyaman tinggal di sini, Bagi kami semua ini sudah lebih dari cukup, kami sangat bersyukur karna kami masih mempunyai tempat tinggal untuk berteduh, karna di luar sana masih banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, kenyamanan itu tidak di ukur dari bagus atau tidak nya sebuah rumah, tapi kenyamanan itu kita sendiri yang menciptakannya, agar memberikan sebuah kehangatan dan keharmonisan di dalamnya"jelas Daffa.
Michel merasa tertampar dengan ucapan Daffa, ia mengakui bahwa apa yang di katakan Daffa memang benar adanya, selama ini dia memang tinggal di rumah yang begitu mewah dan juga megah dengan fasilitas yang lengkap, namun ia tidak pernah merasa nyaman, bahkan hidupnya terasa hampa karna di rumah sebesar itu ia selalu merasa kesepian.
__ADS_1
"Assalamualaikum.... " ucap Sifa yang baru saja pulang sekolah.
"Waalaikumsalam..."jawab Daffa.
"Aa... " ucap Sifa bahagia melihat kedatangan kakak nya, ia langsung menghampiri Daffa untuk salim dan memeluk kakak nya itu.
"Kamu baru pulang Dek" ucap Daffa.
"Ia A.. Wa kapan datang"
"Aa baru aja sampai, Oia dek kenalin itu kak Michel" ucap Daffa memperkenalkan sang istri yang berada di sebelahnya, Saking senangnya melihat Kakaknya datang, Sifa sampai tidak sadar kalau ada Michel di sebelah kakaknya itu.
"Hai Teh, namaku Sifa" Sifa mengulurkan tangannya kepada Michel.
"Teh Michel meni cantik pisan, kaya artis-artis di TV, pantesan si Aa meni betah pisan tinggal di Jakarta"
"Ana" protes Daffa.
"Aku kelas 2 SMA Teh" jawab Sifa.
"Sifa... kamu teh udah pulang, bukannya ganti baju dulu atuh, baru nanti kamu teh boleh kangen-kangenan sama Aa kamu"ucap Ibu seraya membawa nampan.
"Sebentar atuh ibu kan Sifa teh juga kangen sama si Aa, Sifa ge pengen kenalan dulu sama teteh ipar Sifa" jawab Sifa.
"Aa sama teteh kamu masih pada cape Fa... biarin istirahat dulu" ucap ibu lagi seraya menyimpan nampan tersebut ke atas meja.
"Ia atuh ia... Sifa ganti baju dulu"
"Teteh... teteh ganti baju dulu ya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi"
__ADS_1
Setelah beristirahat dan mengoboro-ngobrol sebentar, Ibu Aminah mengajak anak dan juga menantunya untuk makan bersama-sama, karna ia tau pasti mereka pasti lapar, karna hampir seharian mereka di perjalanan.
Michel tampak bingung melihat makanan yang ada di atas meja, hanya ada tempe dan tahu goreng, sayur asam, ikan teri, sambal dan juga lalapan, semua menu tersebut benar-benar aneh untuk nya, ia tidak pernah memakan makanan seperti itu sebelumnya.
"Maaf ya neng... lauk pauknya hanya seadanya" ucap Bu Aminah saat melihat ekspresi wajah Michel.
"Tapi Daffa mah paling seneng kalau makan sama sayur asem dan ikan teri, suka gembul kalo makan" jelas Bu Aminah.
"I_ia Bu tidak apa-apa" Jawab Michel dengan senyum yang tampak di paksakan,.m akhirnya ia hanya mengambil nasi sedikit dan tahu tempe saja.
"Teteh gak mau cobain makanan yang lainnya, sayur asem buatan ibu enak banget loh teh, pasti teteh ketagihan" Ucap Sifa.
"Nggak, ini aja udah cukup" jawab Michel seraya menggambil tempe dengan garfu dan menggigitnya sedikit, Michel tampak heran melihat mereka semua makan menggunakan tangan, dan menikmati sayur asam di mangkuk yang terpisah, mereka semua tampak begitu lahap apalagi Daffa, baru kali ini ia melihat Daffa tampak menikmati makanannya, sepertinya ia sangat rindu dengan masakan ibunya.
Setelah selesai makan, Bu Minah meminta Daffa untuk mengajak istrinya beristirahat di kamarnya, ia sudah merapihkan kamar Daffa terlebih dahulu, walaupun jarang di tempati tapi Ibu selalu membersihkannya setiap hari. Michel mengikuti Daffa dari belakang untuk masuk ke kamar Daffa.
"Ini kamar Lo" tanya Michel seraya mengamati kamar Daffa yang tampak sempit dan tidak ada kamar mandi di dalamnya.
"Ia ini kamar saya, saya biasa tidur di sini setiap hari" jelas Daffa.
"Ini_ini kasurnya kecil banget, keras lagi" ucap Michel sambil menekan-nekan kasur Daffa dengan tangannya, setelah itu ia mencoba duduk di kasur tersebut, jauh berbeda dengan kasur di kamarnya yang sangat besar dan juga super empuk.
"kamu gak usah khawatir, walaupun kasur ini kecil dan tidak sebesar dan se empuk kasur kamu, tapi kasur ini nyaman banget untuk di tiduri" ucap Daffa seraya menyimpan tas berisi pakaian mereka berdua.
"Mana bisa kasur sekecil ini bikin nyaman" jawab Michel seraya kembali mengamati kamar Daffa, walaupun kamar nya kecil tapi kamar tersebut tampak rapi dan juga bersih, tampak semua buku-buku Daffa tersusun dengan Rapi di kamar tersebut, selain itu ada juga foto-foto Daffa saat masih kecil bersama adik dan juga Ibunya.
"Ya sudah kalau begitu saya mau mandi dulu, kamu istirahat dulu aja ya di sini" Daffa mengambil sebuah handuk dan pergi ke kamar mandi yang berada di dekat dapur.
Setelah Daffa keluar dari kamarnya, Michel beranjak dari tempat duduknya, ia melihat satu persatu barang-barang milik Daffa, dari mulai koleksi buku-buku, beberapa piala dan foto-foto Daffa waktu ia masih kecil sampai dengan dewasa dan juga koleksi-koleksi yang lainnya.
__ADS_1
"Ternyata di lucu juga waktu kecil" gumam Michel saat melihat Poto Daffa waktu kecil tampak lucu dan juga tampan.
"Ini siapa" gumam Michel lagi seraya mengerutkan keningnya saat melihat beberapa Foto Daffa bersama teman-teman SMA nya, dan yang membuat ia penasaran adalahsaat melihat Foto Daffa bersama seorang perempuan yang sama-sama mengenakan seragam SMA, tampak begitu dekat dan juga akrab, Michel buru-buru meletakan kembali Foto tersebut saat mendengar suara pintu terbuka.