
Pukul 04:30 Daffa terbangun dari tidurnya, sudah waktunya ia bersiap untuk pergi ke mesjid dan melaksanakan Shalat Subuh di sana, selama bekerja di rumah Pak Farhan ia memang sering shalat di Mesjid tersebut yang letaknya tidak jauh dari rumah Michel yang berada di tengah-tengah komplek.
Namun saat ia hendak bangun, ia merasa tubuhnya begitu berat, sangat sulit untuk di gerakan, kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, ia masih sangat sulit untuk membuka matanya dengan sempurna ia belum mengetahui apa yang menyebabkan tubuhnya sangat sulit untuk bergerak, Sebetulnya Daffa masih merasa ngantuk karna semalam ia bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan shalat tahajud, ia baru tidur beberapa jam saja, namun Daffa tidak ingin sampai tertinggal shalat subuh.
Daffa membuka matanya sedikit demi sedikit, tangannya mencoba meraba sesuatu yang berada di atas tubuhnya, Ia benar-benar terkejut saat menyadari bahwa ternyata tangan dan kaki Michel lah yang menindih tubuhnya dan membuat ia sulit bergerak, Michel memeluk tubuh Daffa dengan begitu erat, Tidur Michel tampak begitu Nyenyak dan juga nyaman sambil memeluk tubuh suaminya.
Dafa berusaha memindahkan tangan dan kaki Michel dari atas tubuhnya dengan perlahan-lahan karna ia tidak ingin membangunkan tidur Michel, ia baru akan membangunkan istrinya setelah ia pulang dari Mesjid, namun saat Daffa mengangkat tangan istrinya, Michel malah semakin mempererat pelukannya, kakinya menyilang dan melingkar di tubuh Daffa, dengan terpaksa Daffa harus membangunkan istri nya itu.
"Michel bangun... sudah subuh" Daffa mengguncang lengan Michel pelan, namun Michel tidak bergeming sedikitpun.
"Michel... bangun, nanti kita kesiangan" Ucap Daffa lagi, ia sedikit menaikan volume suaranya.
"Aku masih ngantuk..." Michel merespon ucapan Daffa namun ia malah semakin menyusupkan kepalanya di dada bidang suaminya, hal itu membuat Daffa semakin bingung.
Akhirnya Daffa mempunyai sebuah ide untuk membangunkan Michel, ia mengambil sebuah jam weker yang berada di atas nakas tepat di sampingnya, kemudian ia menyimpan jam tersebut di dekat telinga istrinya itu lalu ia menghidupkan alarm dengan begitu kencang, dan kemudian ia pura-pura tidur lagi.
"Berisiiiiik" Teriak Michel, ia begitu terganggu saat mendengar bunyi alarm yang sangat nyaring itu, ia berusaha meraba-raba dan mencari asal suara tersebut dengan mata yang masih terpejam, ia langsung membulatkan matanya saat menyadari posisinya saat ini, ia baru sadar bahwa tubuhnya sangat menempel dengan tubuh Daffa, bahkan tangan dan kakinya sampai menyilang di tubuh pria yang paling menyebalkan baginya.
"Selamat pagi... " ucap Daffa seraya membuka matanya.
__ADS_1
Michel kembali di buat terkejut saat melihat Daffa sudah bangun, ia langsung bangun dan menjauhkan dirinya dari tubuh Dafa "Ello... jadi Lo udah bangun ? pasti Lo sengaja kan cari kesempatan waktu gue tidur" tuduh Michel seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Kok saya... bukannya Non Michel yang curi-curi kesempatan waktu saya tidur" Goda Daffa.
"Enak aja, mana mungkin gue ngelakuin hal itu sama Lo" Bantah Michel.
"Tadi buktinya apa, bukannya Non Michel yang meluk saya kenceng banget, tangan saya sampe keram karna gak bisa gerak" jelas Daffa, ia sangat senang menggoda Michel.
Seketika wajah Michel memerah mendengar ucapan Daffa, ia benar-benar malu saat mengingat kejadian tadi "Mana gue tau kalo gue meluk elo, gue pikir lo itu guling, gue gak sadar kalo itu elo, namanya juga lagi tidur, kalo gue sadar mana mungkin gue mau meluk elo segala, bisa-bisa gue mimpi buruk tidurnya." elak Michel.
"Tapi keliatannya Non Michel nyaman banget tidur sambil meluk saya, kayaknya Non Michel nyenyak banget tidurnya" Goda Daffa lagi.
"Itu_ itu memang karna gue lagi cape aja, makanya gue tidurnya pules, gak usah Ge'er de loh...." Michel kembali menyangkal ucapan Daffa walaupun sebenarnya di dalam hati nya membenarkan perkataan Dafa, baru kali ini ia merasa tidurnya begitu nyaman dan juga hangat, namun ia kembali menepis semua pikirannya itu.
"Terserah... gue masih ngantuk, mau tidur lagi" Michel kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut untuk membungkus tubuhnya itu.
"Kok malah tidur lagi, kamu juga harus shalat subuh" ucap Daffa.
"Ini masih gelap, masih pagi banget, gua masih ngantuk" Michel tidak memperdulikan ucapan Daffa.
__ADS_1
Mau bangun sendiri atau saya gendong ke kamar mandi" ancam Daffa.
Michel kembali membulatkan matanya, ia benar-benar kesal mendengar ucapan Daffa "Ia ia gue shalat... nyebelin banget sih loh... bisa-bisa gue stres lama-lama sekamar sama Lo, baru satu hari aja lo udah ngatur-ngatur gue" gerutu Michel.
Setelah melaksanakan Shalat subuh, Michel berniat untuk tidur lagi, tapi entah kenapa tubuhnya terasa segar dan rasa ngantuk nya sudah hilang, Akhirnya ia putuskan untuk pergi ke balkon untuk menikmati udara segar di pagi hari yang sudah jarang ia rasakan, selama ini ia tidak pernah bangun sepagi ini, biasanya ia bangun tidur saat matahari sudah mulai tinggi, bahkan saat libur kuliah ia bisa menghabiskan waktu dengan tidur sepanjang hari, ia baru bangun saat perutnya sudah merasa lapar.
Michel tengah menikmati pemandangan dari atas sana, menyaksikan matahari mulai terbit dan langit sudah mulai cerah, namun tiba-tiba di bawah sana tampak seorang pria mengenakan Koko, sarung dan juga peci tengah berjalan memasuki gerbang rumahnya, pria tersebut terlihat menyapa pak satpam yang tengah berjaga di sana dengan sangat sopan. "Ternyata dia makin ganteng pake pakaian seperti itu " ucap Michel tanpa mengalihkan pandangannya dari Daffa.
"Isshh apaan sih Lo Chel, pake mikir kaya gitu, jelas-jelas kak Andrew lebih ganteng dari dia, sadar Chel sadar..." Michel kembali menyangkal kata-tanya.
"Daf... kamu dari mana" tanya Pak Farhan saat berpapasan dengan Daffa.
"Saya dari mesjid Pak..." jawab Daffa.
"Saya benar-benar gak salah memilih kamu jadi suami anak saya" puji pak Farhan "Oia Daf....nanti siang saya dan istri saya mau pergi ke luar Negri selama satu minggu, tolong jaga Michel ya... sekarang semua tanggung jawab saya terhadap Michel sudah berpindah kepada kamu, saya yakin kamu pasti bisa menjalaninya" Pak Farhan menitipkan anaknya dan menyerahkan semua tanggung jawabnya terhadap Daffa.
"Ia Pak... insyaallah"
"Mulai sekarang kamu harus berani bersikap tegas kepada Michel, kamu jangan mau di atur-atur sama Michel, kamu bukan pengawal pribadi nya lagi, sekarang kamu sudah menjadi suaminya, kamu jangan mau kalah sama istri kamu, justru istri kamu yang harus menuruti semua perintah kamu, kamu mengerti " Jelas Pak Farhan.
__ADS_1
"Ia Pak... saya mengerti"
"Dan satu hal lagi, saya harap kamu bisa sabar menghadapi tingkah laku Michel, dia memang sedikit keras kepala tapi sebetulnya dia adalah anak yang baik, saya sadar selama ini saya dan istri saya terlalu sibuk dengan pekerjaan kami sehingga kami tidak punya waktu untuk Michel, tapi kami melakukan semua itu untuk dia, untuk masa depan dia dan juga Fahri, kami tidak ingin mereka kekurangan sesuatu apapun, saya mohon tolong bahagiakan Michel berilah dia kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan dari saya"