TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Di luar kesadaran


__ADS_3

Setelah membagi tugas dengan Fahri untuk mengantarkan Jessy dan teman-teman nya pulang, Daffa langsung masuk kedalam mobil untuk segera membawa Michel pulang, ia membuka Sweter nya dan kemudian ia pakai kan kepada Michel, sebab malam sudah semakin larut dan udara semakin dingin, ia tidak ingin jika istrinya kedinginan, di sepanjang perjalanan... Michel terus-menerus memaki-maki Daffa dengan setengah sadar, Michel juga menyebut-nyebut nama Hana, namun Daffa tidak terlalu memperdulikannya, Daffa hanya menganggap ucapan Michel sebagai ucapan orang mabuk saja.


"Lo jahat Daf... Lo jahat, lo udah mempermainkan perasaan gue" Racau Michel.


"Gue benci sama Lo, gue benci sama Hana, gue benci kalian berdua" Racau ya lagi.


Sesampainya di depan rumah, Daffa langsung menggendong Michel untuk masuk ke dalam rumah, karna sepertinya Michel sudah tidak akan sanggup untuk berjalan lagi.


"Kamu mau bawa aku kemana Sayang.... kamu mau bawa aku ke kamar ya.... kita tidur sama-sama ya malam ini, seperti pasangan suami istri" Ucap Michel sambil tertawa-tawa tidak jelas seraya menusuk-nusuk Dada Daffa dengan telunjuknya, saat ini Daffa tengah menaiki anak tangga sambil menggendong Michel.


"Michel... diam, nanti kamu jatuh" ucap Daffa tampak susah payah menggendong Michel sebab sejak tadi tangan Michel tidak bisa diam.


Sesampainya di dalam kamar Daffa langsung membaringkan Michel di atas tempat tidur mereka, kemudian ia membuka sepatu Michel agar Michel bisa tidur dengan nyaman, dan setelah itu Daffa menarik selimut untuk menutupi tubuh Michel, namun tanpa di duga, Michel menarik tangan Daffa hingga Daffa tersungkur ke atas tubuh Michel.


"Daf... lo mau kemanaaaaa, malam ini lo harus menemani gue tiduuuur, gue gak mau jauh-jauh dari Lo" Ucap Michel sambil memeluk Daffa dan memejamkan matanya.


"Michel lepasin... Saya mau membuat minuman hangat untuk kamu" ucap Daffa hendak bangun, namun Michel semakin memeluknya dengan erat.


"Gak boleh... pokonya lo gak boleh kemana-mana, malam ini Lo adalah milik gue, gue gak akan biarkan siapapun ngambil elo dari gue" ucap Michel tidak membiarkan Daffa untuk pergi, Michel justru mendorong tubuh Daffa ke samping dan kemudian ia duduk di atas tubuh Daffa.


"Michel apa yang kamu lakukan" ucap Daffa bingung melihat kelakuan Michel seperti ini.


"Malam ini gue akan melakukan tugas gue sebagai istri Lo, gue.... akan... memberikan tubuh gue buat Lo" ucap Michel seraya mengelus Pipi dan bibir Daffa dengan lembut layaknya seperti perempuan penggoda, perlahan-lahan ia mulai menunduk dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Daffa, entah Kenapa Daffa tidak bisa berbuat apa-apa, ia seolah-olah terhipnotis dan juga shock dengan perbuatan Michel. Dan sejurus kemudian Michel sudah membenamkan bibirnya di bibir Daffa, ia tidak segan-segan untuk ******* bibir Daffa, awalnya Daffa hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan, namun perlahan-lahan Daffa mulai membalas permainan Michel mungkin karna terbawa oleh suasana, Michel benar-benar semakin rakus, sejak tadi tangannya terus menjambak rambut Daffa, pengaruh alkohol benar-benar membuat Michel kehilangan akal sehatnya.


Semakin lama tangan Michel sudah semakin tidak terkendali, kini tangannya mulai membuka kancing kemeja Daffa satu persatu, hingga membuat Dada bidang Daffa terlihat begitu sempurna, Michel mulai menyusuri leher Daffa sampai dadanya, hal itu benar-benar membuat jantung Daffa semakin berdegup dengan cepat.


Setelah bermain di dada bidang Daffa, Michel mulai melepas Sweter yang di pakaian Daffa tadi, ia melemparkan Sweter tersebut ke sembarangan arah, Kemudian Michel mulai membuka kancing kemejanya satu persatu, perlahan-lahan kulit putih Michel mulai terlihat, "Michel Cukup" ucap Daffa menghentikan perbuatan Michel, ia membaringkan Tubuh Michel ke samping dengan cepat, kemudian ia segera bangun dari tempat tidur, sambil mengancingkan kembali pakaiannya.


"Daf... Lo mau kemana...." rengek Michel yang tengah berbaring tidak berdaya.


"Nggak Chel... semua ini tidak benar, aku tidak mau melakukannya dengan cara seperti ini, kamu sedang di pengaruhi oleh alkohol Chel" Ucap Dafa dan kemudian ia pergi keluar dari kamar.


Tadi Daffa berusaha mengumpulkan kesadarannya, ia tidak ingin melakukan hal tersebut di luar kesadaran Michel, Daffa menganggap jika Michel melakukan itu karna Michel tengah dipengaruhi oleh minuman keras, ia tidak ingin jika semua ini nantinya akan menjadi masalah bagi mereka berdua, ia juga tidak ingin jika Michel menganggapnya memanfaatkan keadaan.

__ADS_1


***


Fahri tampak Kewalahan membopong dan mengantarkan Jessy dan Chika ke rumah mereka masing-masing "Hufhhh ngerepotin banget sih mereka, sial banget gua hari ini" ucap Fahri saat ia masuk ke dalam mobil, wajah nya tampak penuh dengan keringat.


"Maaf ya kak... jadi merepotkan kak Fahri" ucap Ayu merasa tidak enak, saat ini Ayu tengah duduk di kursi depan sebelah Fahri.


"Kamu gak ikut minum juga sama mereka" tanya Fahri sinis.


"Nggak kak" jawab Ayu seraya menggelengkan kepalanya.


"Trus kamu ngapain ikut mereka ke tempat itu kalo mau gak ikut minum" tanya Fahri heran.


"Aku di paksa mereka untuk ikut kak, aku gak enak nolak permintaan mereka" jawab Ayu lagi.


"saya heran sama kamu, kok bisa-bisanya sih kamu kuat temenan sama mereka, soalnya kalo saya liat-liat kamu itu anak baik, beda banget sama mereka" ucap Fahri benar-benar tidak habis pikir.


"Saya temenan sama mereka karena mereka itu baik, walaupun saya hanya orang biasa tapi mereka tetep menerima saya sebagai teman mereka" jelas Ayu.


"Tapi lain kali kamu jangan mau kalau di ajak ke tempat seperti itu sama mereka"


Suasana di dalam mobil tampak canggung dan juga sunyi, keduanya sama-sama diam , tidak ada yang memulai percakapan, mereka sama-sama bingung harus berbicara apa, apalagi Ayu, baru kali ini berduaan di dalam mobil bersama laki-laki.


"Kak... makasih banyak ya... udah nganterin saya pulang" ucap Ayu saat mobil yang di tumpangi Ayu baru saja berhenti di depan rumah Ayu.


"Sama-sama" jawab Daffa singkat.


"Kamu kenapa" tanya Daffa saat melihat Ayu tampak kesulitan untuk membuka sabuk pengamannya.


"Sabuk pengamannya sulit di buka" jawab Ayu bingung.


"Masa sih " ucap Fahri heran


"Sini saya bantuin" Fahri mencondongkan tubuhnya ke depan Ayu, Ayu benar-benar terkejut dengan perbuatan Fahri yang secara tiba-tiba, Ayu benar-benar merasa tidak nyaman dan juga gugup, karna wajah Fahri begitu dekat dengan wajahnya, namun sepertinya Fahri belum menyadari akan hal itu, Fahri masih tetap Pokus membuka sabuk panganan Ayu yang macet.

__ADS_1


"Sudah selesai" ucap Fahri tampak susah payah, namun sesaat kemudian tatapan mereka bertemu beberapa saat, wajah mereka begitu sangat dekat hingga nafas keduanya pun terasa begitu hangat.


"AYU... SEDANG APA KAMU, AYO CEPAT KELUAR" Ayu dan Fahri terlonjak kaget saat kaca mobil Fahri di ketuk ketuk dengan sangat keras oleh ayah Ayu, mereka berdua buru-buru keluar dari dalam mobil untuk menjelaskan kepada ayah Ayu agar tidak salah paham.


"Ba*ingan kamu, apa yang kamu lakukan sama anak saya" Baru saja Fahri keluar dari dalam mobil, Fahri langsung di seret dan di pukuli oleh ayah Ayu.


"Om... saya bisa jelaskan om" ucap Fahri tidak berdaya melawan amarah Ayah Ayu.


"Ayah udah ayah.... kak Fahri gak salah... " teriak Ayu berusaha menolong Fahri.


"Apa maksud kamu" ucap Ayah Ayu masih mencengkram kerah baju Fahri.


"Kak Fahri cuman nganterin Ayu pulang aja Ayah, kita gak ngapa-ngapain, tadi Kak Fahri sedang membuka sabuk pengaman aku yang macet" jelas Ayu takut melihat amarah Ayah nya.


"Lalu kenapa jam segini kamu baru pulang, bukannya kamu bilang mau ke rumah Jessy, pasti kamu pergi ke kelab malam sama teman-teman kamu kan" bentak Ayah Ayu.


"I_ia Ayah... Ayu memang kesana, sama teman-teman, tapi Ayu gak berbuat macam-macam, Ayu cuman nemenin mereka doang, dan tadi kebetulan Ayu ketemu dengan Kak Fahri kakak nya Michel, jadi kak Fahri nolongin Ayu nganterin pulang ke rumah" jelas Ayu lagi, Ayah Fahri tampak malu dan kepada Fahri setelah itu ia melepaskan Fahri dari cengkraman nya


"Sekarang kamu obatin luka laki-laki ini, dan setelah itu kamu langsung masuk ke rumah, urusan kita belum selesai tentang hal ini, kamu udah berani bohongin Ayah" ucap Ayah Fahri seraya masuk ke dalam rumah, sebenarnya ia merasa bersalah karena sudah memukuli Fahri begitu saja tapi ia gengsi untuk meminta maaf.


"Kak Aku obatin dulu ya lukanya" setelah mengambil kotak obat di dalam rumahnya, Ayu mengajak Daffa untuk duduk di teras rumah, untuk mengobati luka lebam di wajah Fahri.


"Bapak Kamu bringas banget ya... maen hajar orang aja, Hari ini saya bener-bener sial" gerutu Fahri sambil menahan rasa perih.


"Tahan ya kak..." ucap Ayu saat membersihkan sudut bibir Fahri yang tampak berdarah.


"Awwwww" Desis Fahri merasa perih.


"Pelan-pelan" ucap Fahri seraya memegang tangan Ayu secara spontan untuk menghentikan Ayu karena perih, dan Seketika tatapan mereka kembali bertemu, tubuh mereka membeku beberapa saat seperti terhipnotis.


"Ehhemmm" suara dari dalam rumah membuyarkan lamunan mereka, sepertinya Ayah Ayu tengah mengawasi mereka dari dalam.


"Sa_saya... saya Permisi dulu" Ucap Fahri gugup, keduanya terlihat canggung dan salah tingkah.

__ADS_1


"I_ia kak... mmmmhhh hati-hati di jalan" ucap Ayu yang tak kalah gugup.


__ADS_2