TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Bebas


__ADS_3

Daffa masih belum bisa mengerti dengan keputusan yang telah di buat oleh Pah Farhan, ia merasa pak Farhan terlalu memaksakan kehendaknya tanpa mencari tau kebenaran dari sudut lain, ia tidak bisa menerima begitu saja keputusan yang di berikan padanya, apalagi hal ini menyangkut dengan sebuah pernikahan.


Tidak terlintas sedikitpun di pikirannya untuk menikah muda, apalagi untuk menikahi anak majikannya sendiri, ia masih ingin kuliah dan meraih semua cita-citanya, dan yang terpenting adalah membahagiakan ibu dan adiknya.


Daffa memberanikan diri untuk menemui pak Farhan di kamarnya, ia ingin mengutarakan keberatannya perihal keputusan pak Farhan yang akan menikahkan nya dengan Michel.


Kebetulan pintu kamar tersebut tidak di kunci, tapi Daffa tampak ragu-ragu untuk mengetuk pintu kamar tersebut, ia takut semua ucapannya akan di tolak mentah-mentah oleh majikannya itu.


Hampir lima menit Dafa berdiri mematung di depan kamar majikannya, Namun tanpa sengaja Daffa mendengar sebuah percakapan dari dalam kamar antara Pak Farhan dengan sang istri yang merupakan seorang dokter handal.


"Pih... apa Papi yakin untuk menikahkan Daffa dengan Michel" tanya Bu Nana pada suaminya.


"Papih sangat yakin Mih... Daffa itu laki-laki yang baik, Michel pasti akan berubah setelah menikah dengan Daffa, Papi yakin Daffa bisa merubah Michel dan membimbingnya nanti"


"Tapi kasian Daffa Pih, dia tidak bersalah sama sekali, lagi pula Michel dan Dafa tidak saling mencintai, apa Papi tega menikahkan mereka dengan cara seperti ini"


"Papi udah bener-bener kehabisan cara untuk merubah sifat Michel, hanya cara ini yang bisa Papi lakukan, mungkin seiring berjalannya waktu mereka bisa saling mencintai satu sama lain"


"Tapi Pih...."


"Tok tok tok" Tanpa ragu-ragu Daffa mengetuk pintu yang setengah terbuka itu, ia ingin menanyakan kejelasan tentang apa yang di dengarnya itu, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang ia dengar tadi.


"Daffa... sejak kapan kamu ada di situ" tanya pak farhan terkejut.


"Maaf pak... saya tidak sengaja mendengar percakapan kalian, apa Bapak bisa menjelaskan kepada saya tentang semua ini, kenapa Bapak tega menjebak saya seperti ini" tanya Daffa yang merasa di jebak oleh majikannya sendiri.


"Saya_saya tidak bermaksud untuk menjebak kamu Daf... saya melakukan ini untuk kebaikan kamu dan Michel". Jawab Pak Farhan gugup, ia tidak menyangka bahwa Daffa akan mendengar pembicaraan nya.


"Maaf pak... sepertinya Bapak melakukan ini bukan untuk kebaikan kami, tapi bapak melakukan ini hanya untuk kebaikan putri kalian saja, Bapak tega melakukan hal ini tanpa memikirkan perasaan kami, saya benar-benar gak nyangka Bapak tega melakukan ini pada kami"


"Saya sadar apa yang saya lakukan ini sangat egois, tapi saya melakukan ini demi kebaikan putri saya, saya menginginkan yang terbaik untuk putri saya, dan saya yakin kamu lah orang yang tepat untuk mendampingi putri saya, saya mohon sama kamu, tolong menikahlah dengan putri saya, hanya kamu yang bisa saya andalkan, saya yakin kamu pasti bisa jadi suami yang baik untuk Michel, saya janji saya akan memberikan kamu apapun yang kamu mau, asalkan kamu mau menikah dengan putri saya, saya juga janji saya akan memenuhi semua kebutuhan ibu dan adik kamu, dan membiayai pengobatan ibu kamu" Pak Farhan lebih memilih untuk jujur dan mengatakan yang sebenarnya kepada Dafa, ia juga memberikan sebuah penawaran kepada Daffa.


"Maaf Pak saya tidak bisa melakukan apa yang Bapak mau, pernikahan itu bukan untuk main-main, pernikahan itu harus di dasari atas dasar suka sama suka dari kedua belah pihak, bukan dengan cara seperti ini" Daffa menolak mentah-mentah penawaran yang diberikan pak Farhan, ia tidak tergiur sama sekali dengan penawaran yang di berikan oleh majikannya.

__ADS_1


"Tapi Daf..."Pak Farhan hendak membujuk Daffa kembali namun Suara dering ponsel Daffa menghentikan percakapan antara mereka.


"Assalamualaikum de... "


"Waalaikumsalam Kak, kak... ibu kak ibu..." Suara Sifa terdengar panik dan seperti sedang menangis.


"Ada Apa dengan ibu dek... kenapa kamu menangis" Daffa sangat khwatir saat mendengar nada bicara adiknya.


"Penyakit ibu kambuh lagi kak, trus tadi ibu pingsan, sekarang ibu udah ada di rumah sakit, barusan pihak rumah sakit minta Sifa buat bayar biaya administrasi nya, kakak cepetan pulang ya aku bingung harus gimana" ucap Diffa dengan Ilisak tangisnya.


"Kamu tenang ya dek... kakak akan segera pulang sekarang"


"Ia kak... "


"Ada apa Daf" tanya pak Farhan saat Daffa menutup panggilan telepon nya


"Ibu saya drop lagi Pak... sekarang ibu saya ada di rumah sakit, saya ijin pulang dulu ya pak, saya mau melihat keadaan ibu saya"


"kalau begitu kamu bareng sama saya saja, kebetulan saya ada pertemuan di daerah sana"


"Tidak apa-apa Daf... saya cuman sekalian lewat kok"


"Ia Daf... lebih baik kamu ikut saja dengan suami saya, biar lebih cepat, kalau kamu naik kendaraan umum pasti akan memakan waktu lama, maaf saya gak bisa ikut karna saya ada operasi di rumah sakit, kalau kamu mau, kamu juga bisa bawa Ibu kamu ke rumah sakit saya, biar saya yang menangani ibu kamu di sini" Bu Nana mengatakan pendapat nya kepada Daffa,.


"Ia Daf... istri saya benar, lebih baik kamu bawa ibu kamu ke Rumah sakit istri saya"


"Terimakasih pak... Bu... atas tawarannya, tapi saya harus melihat keadaan ibu saya dulu"


"Ya udah kalau Begitu kita berangkat sekarang"


*****


Dek gimana keadaan Ibu... " Tanya Daffa saat ia baru saja tiba di rumah sakit, ia di temani oleh pak Farhan yang sengaja mampir dulu untuk melihat keadaan Ibunya Daffa.

__ADS_1


"Ibu ada di ruang ICU kak... tadi dokter bilang, ibu harus segera di oprasi, tapi kita harus melunasi dulu biaya operasi nya"


"Memangnya berapa biaya operasi nya dek"


"sekitar 100 juta kak"


"Tapi kakak gak punya uang sebanyak itu dek" Daffa terlihat bingung saat mendengar jumlah nominal yang harus ia bayar


"Kamu gak usah khwatir Daf... saya yang akan melunasi semua biaya pengobatan Ibu kamu" Ucap Pak Farhan tanpa berpikir panjang.


"Tapi pak... biayanya sangat besar, saya takut tidak bisa menggantinya"


"Kamu jangan dulu memikirkan masalah uang Daf... yang terpenting Ibu kamu segera di tangani dulu" jelas Pak Farhan


"Terimakasih banyak Pak... saya benar-benar berhutang Budi sama Bapak, insyaallah saya akan berusaha untuk mengganti uang Bapak"


******


"Tumben lo pergi ke kampus sendiri, kak Daffa mana" tanya Jessy sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Daffa.


"Dia lagi pulang kampung, katanya nyokapnya sakit" jelas Michel tidak terlalu peduli.


"Kira-kira sampe berapa hari kak Daffa disana" tanya Jessy lagi.


"Mana gue tau... lebih lama lebih bagus, kalo perlu gak usah balik lagi ke sini sekalian"


"Lo jangan ngomong gitu dong Chel... kalo kak Daffa gak balik lagi, gue gak bakal bisa ketemu lagi dong sama kak Daffa"


"Bodo amat... yang penting gue bisa bebas dari cowok Rese ituh"


"Oia Chel...mumpung hari ini lo lagi bebas, pulang kuliah nanti kita jalan Yuk" ajak Chika


"Kayanya gue gak bisa deh Chik, soalnya nanti sore gue mau jalan sama kak Andrew"

__ADS_1


"Lo gak asik ah Chel... pacaran Mulu kerjaannya"


"Gue kan udah sering jalan sama kalian, sekarang giliran sama cowok gue, kalian tau sendiri kan... semenjak ada cowok rese itu, gue jadi susah buat jalan sama Kak Andrew"


__ADS_2