TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Perhatian


__ADS_3

Michel baru saja turun dari sebuah angkutan umum yang membawanya ke terminal bus, Michel tampak bingung saat turun dari mobil tersebut, begitu banyak bus yang berjejer di terminal itu, ia tidak tau bus mana yang harus ia tumpangi, apalagi saat itu hari sudah gelap karna dari rumah Daffa menuju ke terminal lumayan cukup jauh.


"Maaf pak saya mau tanya, bus yang jurusan ke Jakarta yang mana ya" Michel memberanikan diri untuk bertanya kepada salah seorang pria, bukannya menjawab... pria tersebut malah menatap Michel dari atas sampai ke bawah, hal itu membuat Michel merasa tidak nyaman dan juga takut.


"Mau ngapain ke Jakarta malam-malam begini neng" jawab Pria tersebut dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Sa_saya mau pulang Pak" jawab Michel takut, "Kalau begitu saya permisi, biar saya cari sendiri saja" Ucap Michel hendak pergi menghindari pria tersebut, perasaannya sudah tidak enak saat melihat gelagat pria tersebut.


"Mau pergi kemana neng... mending ikut sama Abang aja" Pria tersebut menahan tangan Michel agar tidak pergi.


"Lepasin... jangan kurang ajar ya sama gue" ucap Michel kesal saat pria tersebut memegang tangannya.


"Cantik-cantik kok galak sih" ucap Pria tersebut dengan senyum mengejek.


"Gue bilang lepasin tangan gue, kalo nggak gue bakalan teriak" ancam Michel.


"Hahahha... kalau mau teriak, teriak saja, orang-orang di sini gak akan ada yang berani nolongin kamu, karna saya adalah orang yang memegang terminal ini" Jawab pria tersebut sambil tertawa.


"Ayo ikut sama saya" Pria tersebut menarik tangan Michel untuk ikut.


"Lepasin" Michel berusaha untuk melepaskan dari pria tersebut namun tenaga Michel kalah kuat.


"Tolong... tolongin gue" teriak Michel seraya memukul-mukul pria tersebut dan benar saja apa yang di katakan oleh pria tersebut, orang-orang di sana tidak ada yang berani untuk menolong Michel.


"Lepasin... lepasin gue, Lo mau bawa gue kemana, gue mau pulang" teriak Michel lagi.

__ADS_1


"Sudah lah kamu gak usah teriak-teriak kaya gitu, nanti tenaga kamu habis, kamu gak perlu takut, saya akan mengajak kamu untuk bersenang-senang" jawabnya lagi, ia terus menarik tangan Michel untuk membawanya pergi.


"Tolong... gue mohon tolongin gue" Michel meminta belas kasihan dari orang-orang yang ada di sana, namun lagi-lagi mereka tampak tidak menghiraukan Michel, sepertinya mereka takut kepada Pria tersebut.


"Lepasin Dia" teriak seorang pria dari belakang, Prie tersebut tidak lain adalah Daffa.


"Daffa" ucap Michel tidak percaya jika Daffa menyusulnya.


"Siapa kamu berani-beraninya memerintah saya" jawab Pria tersebut dengan angkuhnya.


"Saya adalah suaminya, lepasin istri saya sekarang juga" jawab Daffa.


"Kalau kamu memang suaminya, gak mungkin kamu membiarkan Istri kamu pergi malam-malam sendirian, lagipula saya tidak akan menyerahkan wanita cantik ini kepada kamu, karena saat ini dia sudah menjadi milik saya dan saya tidak akan memberikannya sama kamu"


"Ampun... sakit... lepasin tangan saya" Ucap Pria tersebut sambil meringis kesakitan.


"Saya akan melepaskan kamu setelah kamu meminta maaf terhadap istri saya" Ucap Daffa seraya mendorong pria tersebut ke hadapan Michel.


"I_ia... saya akan minta maaf"


"Neng... saya minta maaf ya... saya Khilaf, saya janji saya gak akan mengulanginya lagi"ucap Pria tersebut.


"Ia gue maafin, tapi Lo harus inget Lo gak boleh berbuat hal kaya gitu lagi" ucap Michel sinis.


"Sekali lagi kamu berbuat hal seperti ini kepada siapapun itu, saya akan melaporkan kamu ke kantor polisi" Ucap Daffa seraya mendorong pria tersebut untuk pergi.

__ADS_1


"Michel kamu gak apa-apa kan" tanya Daffa khawatir seraya memegang kedua bahu Michel.


"Gue gak apa-apa, makasih atas bantuannya" tampaknya Michel masih sangat kesal kepada Daffa, ia gengsi untuk mengakui bahwa tadi ia sangat ketakutan.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, aku sangat khawatir sama kamu" ucap Daffa lagi.


"Ngapain Lo kesini, mending Lo balik lagi ke rumah, kasian nanti cewek Lo nyariin" ucap Michel seraya melepaskan tangan Daffa dari bahunya.


"Aku nyusulin kamu kesini, karna aku khawatir sama kamu, ayo kita pulang ke Jakarta sama-sama" jawab Daffa seraya membawa koper Michel.


"Gak perlu, gue bisa pulang sendiri" tolak Michel hendak merebut kopernya dari Daffa, tapi Daffa tidak menghiraukan ucapan Michel, ia tetap berjalan dengan membawa koper tersebut menuju ke sebuah bus, Daffa sudah tau bagaimana karakter Michel, ia yakin Michael pasti akan mengikutinya dari belakang.


Akhirnya Michel terpaksa mengikuti Daffa dari belakang sambil manyun dan menggerutu hingga mereka berdua masuk ke dalam bus.


"Ayo duduk" Daffa meminta Michel untuk duduk di bangku dekat jendela kaca.


"Nggak... gue duduk di sini aja" tolak Michel.


"Ayo masuk... memangnya kamu mau ada orang yang kurang ajar lagi sama kamu"ucap Daffa lagi. Daffa senagaja menempatkan Michel di bangku pojok, sebab Daffa tidak ingin ada yang kurang ajar kepada Michel jika membiarkan ia duduk di sisi, apalagi saat ini sudah malam, dan lagi-lagi Michel mengikuti perintah Daffa sambil cemberut.


"Ini pake sweter nya, udara malam sangat dingin, nanti kamu bisa masuk angin"Daffa melepaskan Sweter yang ia pakai, kemudian dia memberikannya kepada Michel.


"Gak usah... Lo pake aja sendiri" tolak Michel lagi, dan lagi-lagi Daffa tidak menghiraukan ucapan Michel, ia memakaikan Sweter tersebut di tubuh Michel, dan anehnya Michel tidak menolak ataupun membantahnya.


"Kenapa sih Daf... Lo baik dan perhatian banget sama gue, apa memang Lo selalu bersikap seperti ini ke setiap perempuan, Lo jahat Daf... lo udah bikin gue salah paham, Lo udah bikin gue berharap lebih sama Lo, gue pikir perhatian Lo selama ini ke gue karna Lo sayang sama gue, Lo cinta sama gue, tapi ternyata gue salah, tenyata lo cintanya sama Naya, bukan sama gue" gumam Michel dalam hati, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka, keduanya sama-sama terdiam, larut dalam lamunan masing-masing

__ADS_1


__ADS_2