
"Guys... kita noton pertandingan basket yuk, hari ini anak-anak kelas kita ngelawan kelasnya kak Andrew, kita harus ngasih dukungan buat kelas kita" ucap Jessy antusias.
"Ayo... tapi ngomong-ngomong lo dukung siapa Chel, secara kan yang jadi lawan kita itu cowok elo" tanya chika penasaran.
"Ya jelas dukung cowok gue lah" jawab Michel dengan begitu yakin." G5ie mau ngasih support buat cowok gue biar dia semangat maennya"
"Ah lo gak Seportif Chel... harusnya lo dukung kelas kita dong..., walupun dia itu cowok lu tapi saat di pertandingan dia itu jadi musuh kita" tegas Jessy
"Terserah gue dong mau dukung siapa, itu kan hak gue" jawab Michel tak terima dengan Protes Teman-temannya, dan ternyata perdebatan mereka terdengar oleh cowok-cowok kelas mereka.
"Temen-temen lo bener Chel, harusnya lo itu dukung kelas kita, karna walau bagaimana pun ini semua buat mengharumkan nama baik kelas kita" ucap Jino teman sekelas Michel yang akan mewakili kelas mereka untuk pertandingan basket.
"Ia Chel lo gak asik" jawan Tono salah satu teman Jino, " pokonya lo harus ngedukung kelas kita, kalo lo sampai ngasih dukungan sama lawan kita, jangan harap lo bisa tenang berada di kelas ini" ancam Tono
"Lo ngancem gue tongo" ucap Michel kesal.
"Nama gue Tono bukan Tongo" bantah Tono yang tak terima namanya di ubah.
"Bodo Amat"
"Nah loh... gue bilang juga apa, lo ngeyel sih kalo di bilangin" ucap Jessy lagi
"Tau rasa Lo Chel, di ancem sama si Tongo" Timpal Chika
"Gue gak takut sama anceman si Tongo"
__ADS_1
"Udah lah Chel... kali ini kamu ngalah dulu aja, kak Andrew juga pasti ngerti kok" ucap si bijak Ayu.
"Ia...ia, gue ngalah, kalian ribet banget sih jadi orang, ayo kita cus kelapangan sekarang"
Di pangan basket sebagian mahasiswa sudah berkumpul di kursi penonton untuk menyaksikan pertandingan antar kelas mereka, suasana dia sana begitu riuh dengan teriakan para penonton yang memanggil-manggil nama orang yang mereka dukung, sebagian pemain sudah berada di lapangan untuk bersiap-siap karna pertandingan sebentar lagi akan segera di mulai, Michel dan ketiga temannya mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka menyaksikan pertandingan, dan akhirnya mereka memilih kursi di jajaran tengah, karna kursi penonton yang paling depan sudah terisi semua.
Andrew terlihat sedang melakukan pemanasan kecil di pinggir lapangan bersama timnya, ia begitu tampan mengenakan seragam basket berwarna merah tanpa lengan, yang selaras dengan yang di pakai teman-teman satu timnya, kaos tersebut menampakkan lengan putih dan kekar nya itu terlihat begitu Sexi, membuat para wanita tidak henti menatap keindahan tubuh Andrew yang begitu kokoh, para wanita begitu heboh berteriak memanggil nama Andrew untuk menyemangati dan mendukungnya, Terutama teman sekelas Andrew yang saat ini tengah menyemangati Andrew dan timnya.
"Chel.. liat tuh, dari tadi si nenek lampir nempel terus sama cowok lu" ucap Jessy seraya menunjuk seorang wanita yang bernama Helena yang merupakan senior mereka, Helena tengah memberikan minum kepada Andrew, dia teman satu kelas Andrew
"Ia tuh Chel, kayanya si Helm caper terus sama Kak Andrew" tambah Chika.
"Emang Bener-bener gak tau malu tuh si Helm, udah tau Kak Andrew itu cowok gue, tapi dia terus aja godain kak Andrew" ucap Michel kesal, pasalnya selama ini Helena selalu saja mendekati Andrew, dan menganggap bahwa Michel telah merebut Andrew darinya, ia juga sering melabrak Michel agar menjauhi Andrew, tapi bukan Michel namanya jika diam saja di perlakukan seperti itu, ia tidak segan-segan melawan dan membalas perbuatan Helena hingga akhirnya selalu terjadi keributan di antara mereka.
"Mungkin kak Helena hanya sedang memberikan dukungan sama kak Andrew, mereka kan satu kelas jadi wajar jika Kak Helena dukung team di kelasnya" ucap si bijak Ayu.
"Don't worry Guys... gue akan kasih pelajaran buat dia" ucap Michel seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Chel lu mau kemana" tanya Jessy penasaran, Chika dan Ayu pun ikut penasaran melihat Michel pergi, dan ternyata Michel turun ke lapangan untuk menghampiri Andrew kekasihnya.
Michel berjalan kelapangan untuk menghampiri Andrew yang tengah bersama dengan Helena yang sejak tadi terus menempel kepada kekasihnya itu, Michel merasa kesal menyaksikan semua itu, ia tidak rela jika kekasihnya di dekati oleh orang lain.
"Baby... kamu ada di sini" tanya Andrew saat melihat kekasihnya menghampiri dirinya.
"Tentu saja sayang... aku kesini untuk memberi dukungan untuk kamu" Jawab Michel seraya menggeser dan mendorong sedikit tubuh Helena yang tengah berada di samping Andrew, Kemudian Michel berdiri di tengah-tengah mereka, di antara Andrew dan Helena, Helena begitu kesal dengan sikap Michel yang dia anggap telah mengganggu dia dan Andrew.
__ADS_1
"Benar kah... aku pikir kamu akan mendukung kelas kamu"Tanya Andrew tidak percaya.
"Tentu saja aku akan mendukung Pacar aku" ucap Michel dengan penuh penekanan saat mengatakan kata pacar, ia ingin Helena sadar bahwa Andrew adalah miliknya, Helena hanya memutar bola matanya saat mendengar ucapan Michel
"Aku akan memberikan sesuatu untuk kamu, agar kamu semangat saat bertanding" ucap Michel memanas-manasi Helena.
"Apa yang akan kamu berikan sama aku Baby, dengan hanya melihat wajah kamu saja, akan membuat aku aku bersemangat Baby, semua itu sudah lebih dari cukup" ucap Andrew yang membuat wajah Selly bersemu merah, dan semua itu membuat Helena geram dan semakin membenci Michel.
"Aku hanya ingin memberikan Ini, Michel sedikit berjinjit agar tubuhnya bisa sejajar dengan Andrew dan kemudian ia mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi kekasihnya itu.
Andrew begitu terkejut saat Michel melakukan hal itu,, ia tidak menyangka Michel memberinya sebuah kecupan di depan umum , sudut bibirnya tertarik ke atas melihat perbuatan Michel.
"Thank you Honey..."ucap Andrew seraya mengusap pipi Michel dengan ibu jarinya dengan senyuman yang mengembang di antara keduanya.
Helena yang tengah berdiri tepat disamping Michelle pun terbelalak melihat perbuatan Michelle yang mencium Andrew di depan umum tangannya mengepal seolah ingin menerkam Michelle, Jika saja tidak ada Andrew di sana mungkin dia sudah mendamprat Michelle sejak tadi.
Suara riuh penonton begitu bergemuruh tatkala melihat Michelle mencium andrew, mereka bersorak dan menjerit-jerit memanggil nama Andrew bahkan ada pula yang bertepuk tangan, seketika Michel dan Andrew menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sana, ada yang mendukung, ada yang baper dan ada pula yang begitu membenci Michelle dengan menyorakinya karna telah merebut Andrew pujaan hati mereka.
Karna pertandingan akan segerandi mulai, Michel kembali ke tempat duduknya dan bergabung dengan ketiga sahabatnya yang sejak tadi menunggu dan memperhatikan Michel dari kursi penonton.
"Wah.... parah lu Chel, nyosor ka Andrew di depan umum" ucap Jessy saat sahabatnya itu kembali dari lapangan
"Ia chel, lu bener-bener nekat" timpal Chika
"Abis nya gue kesel sama si Helm, nempelin cowok gue terus, gue pengen dia sadar kalau ka Andrew itu milik gue" jawab Michel saat mendapatkan protes dari teman-temannya.
__ADS_1
"Lu bener juga sih Chel, si nenek lampir itu emang harus dikasih pelajaran, Tuman.