TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Jujur


__ADS_3

Setelah saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, Akhirnya Daffa dan Michel berbaikan, perasaan mereka benar-benar lega karna mereka sudah tidak perlu memendam dan menyembunyikan perasaan mereka lagi, selain itu mereka juga bahagia karna pada akhirnya mereka mengetahui bahwa cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan.


Cukup lama mereka berpelukan, melepaskan semua perasaan bimbang yang selama ini membelenggu di dalam hati mereka, menikmati moment kebersamaan mereka tanpa ada keraguan lagi.


"Mandi dulu gih... bau acem" ucap Daffa merusak Moment romantis saat mereka berpelukan.


"Mmhhh Dafa... ngerusak suasana aja" ucap Michel merasa malu, tapi ia malah semakin menelusup di dada Daffa, menikmati kehangatan dan juga aroma wangi tubuh Daffa.


"Tapi kami harus mandi dulu Chel... dari semalem kamu belom mandi, setelah itu baru kamu sarapan, kamu pasti laper belom makan dari semalem, tadi aku udah masakin makanan kesukaan kamu" ucap Daffa seraya menangkup pipi Michel gemas.


"Ya udah... aku mandi dulu ya, tapi makan nya suapin ya" ucap Michel tampak tidak rela melepaskan pelukannya.


"Ia... " Jawab Daffa seraya mengacak rambut Miche, kemudian ia menggiring Michel untuk masuk ke kamar mandi.


Saat Michel di dalam kamar mandi, Daffa memanfaatkan waktu untuk membersihkan dan merapikan kamar yang tampak berantakan, kemudian ia melihat HP Michel yang tergeletak di atas lantai, sudah hancur dan berantakan, sepertinya sudah tidak bisa di perbaiki lagi. Daffa mengambil HP tersebut dengan rasa bersalah, tidak sepantasnya ia merusak barang pribadi Michel, selain itu Ponsel tersebut pasti harganya sangat mahal karna Ponsel Michel adalah ponsel keluaran terbaru, bagaimana ia harus mengganti nya, karna uang tabungannya pun tidak akan cukup untuk membeli ponsel tersebut.


"Daf... kamu kenapa" Tanya Michel yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono handuk, ia melihat Daffa tengah berdiri mematung sambil memegangi hp nya.


"Chel... saya minta maaf" ucap Daffa dengan wajah bersalah.


"Minta maaf untuk apa Daf..." ucap Michel sambil mengerutkan keningnya.


"Saya minta maaf karna Telah merusak hp kamu, seharusnya saya tidak perlu merusak barang pribadi kamu" jelas Daffa.


"Ya ampun Daf... aku kira kamu minta maaf kenapa, udah gak usah di pikirin Daf... nanti aku tinggal bilang sama Papi untuk membelikan aku HP yang baru" ucap Michel dengan santainya.

__ADS_1


"Nggak Chel... aku yang udah merusak HP kamu, jadi aku yang harus menggantinya" ucap Daffa yang selalu bertanggung jawab dalam hal apapun.


"Gak apa-apa Daf... Papi aku banyak duitnya, jadi gak akan kerasa kalau cuma beli hp kaya gini doang mah" ucap Michel lagi.


"Nggak Chel... pokonya aku gak mau kalau kamu minta sama Papi kamu, aku janji setelah tabunganku cukup aku akan membelikan kamu hp baru, untuk sementara ini kami gak keberatan kan kalau aku belikan hp yang biasa dulu" ucap Daffa tampak keras kepala.


"Ya udah terserah kamu aja Daf... sekarang aku mau makan dulu laper..." ucap Michel mengalah, ia mulai paham dengan watak suaminya.


"Makasih ya Chel..."ucap Daffa seraya mengelus pipi Michel dengan ibu jarinya.


"Ayo sini aku suapin" Daffa mengajak Michel untuk duduk di sofa.


"Oia kamu gak mau pake baju dulu" ucap Daffa heran, saat ini Michel masih mengenakan kimono handuk, dan rambutnya tengah di bungkus oleh handuk kecil.


"Nggak nanti aja, aku udah keburu laper"


"Dasar anak manja" ucap Daffa seraya menyuapi Michel.


"Tapi kamu suka kan" ucap Michel seraya mengunyah makanannya.


"Sedikit" jawab Daffa sambil tersenyum.


"Daffaaaaaa" rengek Michel seraya mencubit lengan Daffa.


"Awwww" Daffa meringis mesaki sambil tertawa. "Ia deh ia..." jawab Daffa lagi.

__ADS_1


"Ia Apa" tanya Michel masih belum melepaskan cubitan nya.


"Ia... aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu... anak manja" ucap Daffa seraya mencubit hidung mancung Michel.


"Aku juga " jawab Michel refleks mencium pipi Dafa, Daffa di buat terkejut dengan semua itu, tapi ia merasa senang.


***


"Chel... bagaimana dengan hubungan kamu sama Andrew selanjutnya, sampai kapan kamu akan merahasiakan tentang status kita" ucap Dafa saat mereka tengah duduk di atas tempat tidur sambil bersandar, Michel tengah memeluk lengan Dafa dari samping ia membenamkan kepalanya di bahu Daffa.


"Tolong beri aku waktu ya Daf... aku pasti akan jujur sama Andrew tentang status kita, tapi aku harus nunggu waktu yang tepat" ucap Michel tampak bingung, tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang pernah ada di kehidupannya dengan begitu saja.


"Ia... aku ngerti Chel... tapi aku mohon tolong kamu jaga jarak sama dia, aku gak suka kamu dekat-dekat sama dia, apalagi kalau sampai peluk-pelukan seperti yang selalu kamu lakukan waktu itu"


"Ia Daf... aku janji, aku akan jaga jarak dari Andrew, aku akan cari cara untuk bicara dengan dia secara baik-baik, untuk mengakhiri hubungan aku sama dia, tapi kamu harus sabar ya Daf.... kamu gak apa-apa kan kalau kita pura-pura lagi kaya dulu".


"Ia aku gak apa-apa, asal kamu gak macem-macem sama dia"


"lalu bagaimana dengan teman-teman kamu, kapan kamu akan menceritakan semua ini sama mereka" tanya Daffa lagi.


"Itu juga yang sedang aku pikirkan saat ini, aku bingung bagaimana cara memberitahu Mereka terutama Jessy, kamu tau sendiri kalau Jessy itu suka ngejar-ngejar kamu, kayanya dia beneran suka sama kamu, soalnya baru kali ini aku melihat dia suka sama cowok sampe terang_terangan kaya gitu, aku takut banget kalau dia bakalan marah sama aku kalau denger hubungan kita" Michel gak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Jessy saat ia mengetahui hal ini, ternyata walaupun saat ini mereka sudah saling mencintai satu sama lain, tapi masih banyak penghalang dan juga masalah yang harus mereka selesaikan.


"Lebih baik kamu cerita sama sahabat-sahabat kamu dari sekarang Chel...dari pada mereka mengetahuinya dari orang lain, terutama kepada Jessy, semakin lama kamu menyembunyikan hal ini, sama saja kamu terus memberikan harapan sama dia, dan itu sama saja kamu mempermainkan perasaan Jessy, dia pasti akan lebih sakit hati nantinya, jadi... lebih cepat lebih baik Chel" Daffa memperkirakan kemungkinan buruk yang akan terjadi di antara mereka.


"Ia Daf... kamu benar, aku harus jujur sama Jessy Chika dan Ayu" Michel membenarkan semua perkataan Daffa

__ADS_1


"Makasih ya Daf...atas saran kamu, aku beruntung banget dapet suaminya yang berpikiran dewasa seperti kamu" ucap Michel seraya memeluk Daffa dari samping, kemudian Daffa mencium pucuk kepala Michel dan membenamkan pipinya di sana.


__ADS_2