
Setelah selesai mengerjakan tugas bersama Michel, Ayu pamit pulang kepada sahabatnya itu, awalnya Michel berniat untuk mengantarkan Ayu pulang kerumahnya, namun Ayu menolak, Ayu tidak ingin merepotkan Michel, jadi ia lebih memilih untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum.
"Kamu yakin Yu gak mau aku anterin" ucap Michel sambil berjalan mengantarkan Ayu ke depan rumah.
"Nggak Usah Chel... aku bisa pulang sendiri kok, kamu temani Daffa aja, kasian dari tadi kamu tinggalin ngerjain tugas, dia pasti nungguin kamu, biasanya kalo pengantin baru pengen berduaan terus" ledek Ayu.
"Apaan sih Yu... kamu kaya kak Fahri aja ngomong kaya gitu" ucap Michel merasa malu.
"Selamat ya Yu... atas pernikahan kalian, semoga pernikahan kalian langgeng terus, dan kalian selalu di berikan bahagiain" Ayu ikut senang melihat Michel yang tampak bahagia dengan pernikahannya, ia bersyukur karna akhirnya Michel menemukan kebahagiaannya, karna selama ini sahabatnya itu selalu merasa sedih dan juga kesepian.
"Makasih Yu...." ucap Michel seraya memeluk sahabatnya itu.
Ayu berjalan Dari perumahan rumah Michel menuju ke jalan umum untuk mencari ojeg atau angkutan umum, namun saat ia tengah berjalan tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Ayu, Ayu tampak mengerutkan keningnya saat melihat mobil tersebut, ia merasa pernah melihat mobil itu, tapi ia lupa di mana.
Perlahan Kaca mobil tersebut terbuka, tampak pria tampan yang tengah mengenakan kacamata hitam di dalamnya "Ayo naik" Ucap Fahri yang tengah duduk di kursi kemudi.
"Tidak terima kasih, saya naik angkutan umum aja" tolak Ayu.
"Angkutan umum jarang lewat di daerah sini, bisa-bisa kamu kemalaman pulangnya, Ayo naik" Jelas Fahri namun tampaknya Ayu masih tampak ragu-ragu untuk naik ke mobil Fahri.
"Anggap aja ini sebagai rasa terimakasih saya karna kamu sudah ngasih saya brownies tadi"bujuk Fahri
"udah gak usah kebanyakan mikir, ayo cepetan naik"ucap Fahri lagi.
"Baiklah kalau begitu" ucap Ayu seraya membuka pintu mobil Fahri.
"Kenapa duduk di belakang, memangnya kamu pikir saya supir kamu" ucap Fahri saat Ayu duduk di kursi belakang.
"Tapi_" ucap Ayu bingung, ia merasa canggung kalau harus duduk di depan bersama Fahri.
"Ayo pindah" ucap Fahri seraya menatap Ayu dari kaca sepion, kemudian Ayu pun pindah ke kursi depan.
__ADS_1
setelah Ayu pindah ke depan, Fahri segera bergegas melajukan mobilnya, Ayu terlihat sangat canggung, ia hanya menatap lurus ke depan tanpa berbicara sepatah katapun.
"Kita mampir ke restoran dulu ya sebentar, saya lapar banget, kamu juga pasti lapar kan belom makan dari tadi. " ucap Fahri seraya menghentikan mobilnya di depan restoran
"Saya tidak lapar, kakak gitu saya turun di sini aja, biar nanti saya naik ojeg dari sini" tolak Ayu.
"Ayolah Yu... sebentar ini, tidak enak kalau makan sendiri, tadi kan kamu sudah ngasih saya brownies sekarang giliran saya yang tlaktir kamu" bujuk Fahri.
"Tapi_," ucap Ayu lagi.
"udah gak usah tapi-tapian, ayo turun sekarang" ajak Fahri seraya membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil tersebut, terpaksa Ayu pun mengikuti Fahri.
"Kamu mau makan apa" tanya Fahri saat membuka buku menu.
"Kamu aja yang makan, saya belum lapar, saya temani kamu makan saja" jawab Ayu berpura-pura menyibukkan diri dengan ponselnya.
"Gak boleh gitu dong, kamu juga harus makan, masa aku makan sendiri, kalau gitu samain aja ya pesanan nya" ucap Fahri lagi, ia memanggil pelayan dan memesan makanan yang sama untuk mereka berdua.
"Ia " Jawab Ayu tampak canggung seraya mengambil Sendok dan juga garfu, akhirnya mereka makan bersama tanpa bersuara, namun saat mereka tengah menikmati makanan mereka, tiba-tiba seorang perempuan cantik menghampiri Fahri, perempuan tersebut adalah Celin ya g merupakan mantan kekasih nya dulu.
"Hai Fahri, apa kabar,
gak nyangka ya kita bakalan ketemu di sini" Ucap Celin menghampiri Fahri dengan senyum yang mengembang.
"Kabar Aku baik" jawab Fahri yang tampak tidak senang melihat kedatangan wanita itu, sedangkan Ayu tampak penasaran dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
"Kabar aku baik" jawab Fahri singkat.
"Ternyata kamu masih sering datang ke tempat ini, dulu kita sering banget datang ke tempat ini, banyak sekali kenangan di tempat ini, sepertinya kamu belum bisa Move on dari aku" Celin tampak tidak suka kepada Ayu, secara tidak langsung ia ingin memberitahu Ayu bahwa ia pernah dekat dengan Fahri.
"kami gak sengaja mampir kesini, tadi kebetulan lewat" Jelas Fahri.
__ADS_1
"Oia... perempuan ini siapa, apa dia pacar kamu, semenjak putus dari aku, aku belum pernah melihat kamu pergi dengan perempuan lain, sebegitu cinta kah kamu sama aku, sampai-sampai kamu gak bisa membuka hati kamu untuk wanita lain" tanya Celin seraya menatap Ayu, Ayu hanya berpura-pura pokus dengan makanannya seolah-olah ia tidak menghiraukan mereka berdua.
"Ya dia pacar aku" jawab Fahri seraya menggenggam tangan Ayu, tentu saja hal itu membuat Ayu terkejut.
"Kamu salah besar kalau menganggap saya belum bisa melupakan kamu, kamu hanya masalalu saya, saat ini hati saya sudah di terisi oleh dia, yang pastinya perempuan yang lebih baik dari kamu"
"Oh ya ..." ucap Celin tampak tidak percaya dengan ucapan Fahri, kalau dia memang pacar kamu, ajak Pacar kamu ke pesta ulang taun saya Minggu depan, kamu bisa datang kan" Celin menantang Fahri untuk datang ke pesta ulangtahun nya, karna kalau tidak begitu, Fahri pasti tidak akan datang.
"Tentu saja, kami akan datang, ia kan sayang..." jawab Fahri dengan menatap wajah Ayu sambil tersenyum, tangannya masih tetap menggenggam tangan Ayu.
"I_ia" jawab Ayu gugup.
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa" jawab Celin sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"Huffffh" Fahri tampak bembuang nafas panjang saat Celin pergi.
"Yu... saya minta maaf ya karna saya sudah mengaku-ngaku jadi pacar kamu, saya gak punya pilihan lain" ucap Fahri merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, saya ngerti kok" jawab Ayu berusaha menghilangkan kecanggungan atas kejadian tadi.
"Kalau boleh tau di siapa" Ayu memberanikan diri untuk bertanya, sejak tadi ia sangat penasaran dengan wanita itu, ia menebak-nebak bahwa wanita itu adalah orang yang di sebutkan Michel tadi.
"Dia mantan pacar aku waktu aku masih SMA, dia cinta pertama aku, dulu dia selingkuh dengan pria lain, tapi sampai saat ini dia masih berusaha mengejar-ngejar aku, dia tau kalau selama aku belum bisa melupakan dia, tapi walaupun begitu luka di hati aku masih sangat sakit, aku selalu teringat dengan penghianatan dia waktu itu"jelas Fahri, Celin lah alasan Fahri menutup hatinya untuk wanita lain, ia masih sangat trauma untuk memiliki kekasih lagi, selama ini ia selalu dingin terhadap perempuan, walaupun selama ini banyak sekali perempuan yang berusaha mendekatinya.
"Oh ia Yu... kamu mau kan nemenin aku ke pesta ulangtahun Celin Minggu depan"
"Aku gak bisa, aku gak biasa datang ke acara seperti itu, gimana kalau kamu ajak Chika aja dia pasti mau"
"Nggak Yu... Celin taunya kalau kamu adalah pacar aku, jadi dia pasti akan curiga kalau aku datang sama orang lain, dia taunya kamu pacar aku, kamu mau yah pura-pura jadi pacar aku, aku ingin membuktikan kepada Celin kalau aku udah melupakan dia, mau yah Yu... plissss" Fahri berusaha membujuk Ayu dengan memelas dan meminta belas kasihnya, hingga ayu tidak tega untuk menolaknya
"Baiklah kalau begitu" akhirnya Ayu menerima permohonan Fahri.
__ADS_1