TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Terpesona


__ADS_3

Michel tengah berdiri di depan kamar Kakak nya, ia terlihat ragu untuk masuk ke dalam kamar tersebut, ia sangat bingung memikirkan cara untuk membujuk Kakak nya agar mau datang ke pesta ulangtahun Chika, sebenarnya ia malas untuk memohon-mohon kepada kakak nya itu, sebab ia sudah tau kalau Kakak nya itu pasti akan langsung menolak permintaannya.


namun Michel akan berusaha membuat kakak nya itu setuju, ia melakukan semua itu demi Chika, ia ingin melihat sahabatnya bahagia di hari ulangtahun nya.


Akhirnya Michel memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar kakaknya itu, selama ini ia sangat jarang masuk kedalam kamar tersebut, mengingat selama ini mereka tidak pernah akur seperti layaknya kakak beradik pada umumnya, mereka tak ubahnya kucing dan juga tikus yang tak pernah berdamai sedikitpun.


Fahri tengah sibuk mengerjakan tugas kuliah nya, ia mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya saat melihat pintu kamar terbuka, dan ternyata sang adik lah yang masuk kedalam kamar nya itu " Ada apa kamu kemari" ucap Fahri seraya menatap layar laptopnya lagi , ia seolah tak peduli dengan kedatangan adiknya.


"Aku mau ngasih ini" jawab Michel seraya memberikan kartu undangan kepada Fahri.


"Apa itu" tanya Fahri yang tidak tertarik untuk melihat apa yang di berikan oleh Adik satu-satunya itu.


"ya baca lah..."ucap Michel kesal.


"Gak penting" jawab Fahri cuek.


Michel semakin kesal mendengar ucapan Fahri, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menahan emosinya. "Kak Fahri di undang Chika ke pesta ulang tahunnya besok lusa" jelas Michel.


"Oh..."jawab Fahri singkat.


"Kak Fahri datang ya"


"Males"


"Kak Fahri datang dong.... kasian Chika, dia berharap banget kak Fahri datang"Meisya mulai memohon.


"Aku males datang ke acara begituan"


"Aku mohon kak, kali ini.... aja" ucap Michel semakin memelas.


"Aku bilang gak mau ya gak mau, maksa banget sih kamu"


"Gini deh.... kakak boleh minta apapun dari aku, asal Kakak mau datang ke pestanya Chika, aku bakalan ngelakuin apapun permintaan kak Fahri" Michel memberikan penawaran kepada Kakaknya, kalau bukan karna Chika sedang ulang tahun, Michel gak akan pernah Sudi untuk memohon-mohon kepada kakaknya seperti ini.

__ADS_1


Fahri tengah mempertimbangkan penawaran dari adiknya itu, tapi ia juga merasa heran kenapa adiknya itu sampai rela memohon-mohon seperti ini dan tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menjahili adik nya itu. "Boleh juga penawaran kamu, kakak mau datang ke acara pesta teman kamu, tapi dengan satu syarat"


"Syarat apa kak... sebutin aja, aku pasti akan melakukan apapun yang kakak mau"ucap Michel bersemangat.


"Kamu harus jadi pelayan Kakak selama satu minggu, kamu harus menuruti semua perintah kakak, gimana??"


"What.... jadi pelayan satu minggu" Jawab Michel membulatkan matanya.


"Nggak... aku gak mau, yang bener aja aku harus jadi pelayan kakak selama satu minggu"


"Ya sudah kalau kamu gak mau, berarti kakak juga gak mau datang ke pesta teman kamu"


"Memangnya gak ada pilihan yang lain apa" Michel mencoba Menawar.


"Kakak cuma berikan satu pilihan aja, kalau kamu gak setuju berarti kesepakatannya batal, ya sudah sekarang kamu keluar dari kamar kakak, kakak lagi banyak tugas"usir Fahri


"Yaudah... yaudah aku mau" ucap Michel dengan begitu terpaksa, dan raut wajahnya tampak begitu kesal, lain halnya dengan Fahri, sejak tadi ia berusaha menahan senyumannya, ia begitu senang mengerjai adiknya seperti itu.


"Ok... berarti kita Deal ya "


"Tapi kakak boleh kan ajak teman kakak"


"Ia... asal jangan temen cewek aja, nanti yang ada Chika malah makin sedih".


"Udah sekarang kamu keluar dari kamar kakak, gerah ada kamu di sini"


*****


Pesta yang di tunggu-tunggu oleh Chika dan kawan-kawannya telah tiba, mereka begitu bersemangat menantikan acara tersebut, Mereka begitu kompak mempersiapkan pesta ulang tahun Chika agar terlihat sempurna.


Saat ini Michel tengah merias dirinya di depan cermin, ia terlihat semakin cantik dan juga anggun mengenakan mini dress berwarna hitam, kulit putihnya begitu terpancar dengan pakaian tersebut, ia juga sengaja membiarkan rambut panjangnya terurai bebas namun tetap terlihat cantik.


Sebelum keluar dari kamarnya, Michel meminta asisten rumah tangga nya untuk mengabadikan penampilannya dari depan dan juga dari belakang melalui ponsel nya, untuk ia di unggah di sosial media miliknya, yang selalu di banjiri oleh like dan juga komen dari teman-temannya, terutama dari kaum pria yang selalu mengaguminya.

__ADS_1



Setelah selesai dengan semua ritualnya, Michel segera keluar dari kamarnya untuk mencari Daffa, ia ingin datang lebih awal ke pesta ulang tahun sahabatnya itu, namun ia merasa kesal karna tidak di ijinkan pergi dengan kekasihnya, Papih nya itu mengijinkan Michel pergi hanya dengan Daffa, begitupun saat pulang nanti.


"Bi dimana Daffa" tanya Michel kepada asisten rumah tangganya yang telah membantu Michel untuk memotret dirinya di kamar tadi.


"Sepertinya masih di dalam, soalnya bibi belum melihat Daffa keluar kamar"


"Ngapain aja sih dia di kamar, udah di bilangin aku mau cepet-cepet pergi kesana" gerutu Michel seraya melangkahkan kakinya ke kamar Daffa yang bersebelahan dengan kamarnya, ia membuka pintu kamar tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Dafa....... Ngap_" teriak Michel hendak mengomeli Daffa, namun seketika ia mematung melihat penampilan Daffa, Daffa terlihat tidak nyaman dengan pakaian yang di berikan Jessy, bahkan ia belum sempat untuk merapihkan rambutnya



"Ngap_ngapain aja sih lo dari tadi, gue panggil-panggil juga" tanya Michel untuk menyembunyikan kegugupannya.


"Maaf Non... saya kurang nyaman pakai baju pemberian Jessy, saya mau ganti baju nya dulu ya non..." ucap Daffa yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.


"Udah gak usah, pake baju itu aja, nanti bisa-bisa gue telat, lebih baik lo rapi'in aja rambut Lo" ucap Michel yang sebenarnya suka dengan penampilan Daffa.


"Tapi Non..."


"Udah cepetan... percuma Lo gonta-ganti baju juga, gak ada bedanya" Ucap Meisya bohong, padahal dalam hatinya ia merasa sangat terpesona melihat ketampanan Daffa meskipun rambutnya masih berantakan, rambut Daffa sudah sedikit panjang, ia belum sempat untuk mencukur rambutnya tapi ia masih tetap terlihat ampan dengan potongan rambut seperti itu.


"Gue ke bawah duluan, pokoknya lo harus cepet-cepet nyusul" ucap Michel sambil keluar dari kamar Daffa, untuk menetralisir perasaannya.


"kok tiba-tiba gue jadi deg-degan gini ya, ada apa sih sama jantung gue" gumam Michel.


"Ayo non kita berangkat sekarang" ucap Daffa yang baru saja turun dari kamar nya, kali ini rambutnya sudah sangat rapi, begitupun dengan pakaiannya, dan hal itu membuat penampilannya terlihat makin sempurna hingga membuat Meisya kagum dan membuat tubuhnya membeku beberapa saat.


"Non... non kenapa, apa ada yang salah dengan penampilan aku" tanya Daffa yang merasa heran melihat Michel diam saja.


"A-aku... aku gak kenapa-napa, aku cuman kaget aja kamu tiba-tiba datang, ayo kita berangkat sekarang" ucap Meisya gugup, kemudian ia berjalan mendahului Dafa menuju ke mobilnya.

__ADS_1


Tak hanya Michel yang kagum dengan penampilan Daffa, Daffa pun begitu terpesona melihat penampilan Michel saat ini, walaupun sebenarnya ia sudah sering melihat Michel terlihat cantik setiap hari tapi kali ini Michel begitu berbeda, ia benar-benar cantik malam ini, tapi bagi Daffa pakaian Michel terlalu terbuka, dan terlalu pendek, Menurut Daffa, Michel akan jauh lebih cantik jika mengenakan baju yang tertutup.


__ADS_2