TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Senjata makan tuan


__ADS_3

Satu bulan sudah Daffa menjalani tugasnya sebagai pengawal pribadi Michel, ia berusaha sebaik mungkin untuk membagi waktu antara kuliah dan juga pekerjaannya, ia tidak ingin mengecewakan Pak Farhan yang sudah sangat baik kepadanya, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah di berikan kepadanya, ia merasa benar-benar beruntung telah di pertemukan dengan orang yang begitu baik, tak pernah sedikitpun terlintas di pikirannya bahwa ia akan mendapatkan pekerjaan Sembari melanjutkan kuliahnya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun, mungkin jika pak Farhan tidak membiayai kuliahnya, ia tidak tau kapan ia akan melanjutkan kuliahnya lagi, mengingat saat ini biaya kuliah begitu mahal dan sedangkan ia harus menghidupi ibu dan adiknya dan juga membiayai pengobatan ibunya tersebut.


Sudah beberapa kali Michel mencoba mengelabui Dafa agar bisa terlepas dari pengawasan pria tersebut untuk pergi bersenang-senang bersama teman-teman dan juga kekasihnya, namun Michel selalu saja mengalami kegagalan, Dafa terlalu pintar untuk di kelabui, ia selalu bisa membaca gerak-gerik Michel yang mencurigakan.


Dan entah sudah berapa kali pula Michel mencoba untuk membuat Daffa merasa tidak betah dengan pekerjaannya itu, ia ingin membuat Daffa tidak nyaman dengan pekerjaannya, dan membuat dia mengundurkan diri namun lagi-lagi Michel harus gagal, tapi Michel tidak pernah menyerah begitu saja, bukan Michel namanya kalau harus pasrah dan mengikuti semua permintaan orang tuanya.


"Pih... kok uang dan perhiasan aku di dalam lemari gak ada ya" ucap Bu Nana kepada suaminya.


"Mungkin kamu lupa menyimpan nya mih... coba periksa lagi" jawab Pak Farhan santai, ia masih tetap Pokus menatap benda lipat yang berada di pangkuannya, seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur.


"Aku gak lupa Pih... aku ingat betul meletakan uang dan juga perhiasan nya di sini.


"Benarkah... lalu siapa yang mengambil uang dan juga perhiasan Mamih" ucap Pak Farhan lagi seraya menyimpan Laptop nya di atas nakas, dan kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya untuk menghampiri istrinya.


"Mamih Juga gak tau, selama ini Mami belum pernah kehilangan barang seperti ini"


Pak Farhan meminta semua orang untuk berkumpul di ruang kerjanya, termasuk kedua anak nya Michel dan juga Fahri, ia ingin tau siapa orang yang sudah mengambil uang dan juga perhiasan istrinya.


Sebenarnya ia bukan mempermasalahkn tentang barang yang hilang tersebut, namun ia paling tidak suka dengan orang yang tidak jujur, ia paling benci dengan orang seperti itu.


Tidak ada satu orang pun dari mereka yang mengaku mengambil barang-barang tersebut, hingga akhirnya penguasa rumah tersebut memutuskan untuk menggeledah setiap setiap kamar mereka satu persatu.


Pertama-tama Pak Farhan menggeledah kamar ke dua anak nya terlebih dahulu, mereka sempat protes saat kamar mereka akan di geledah, mereka merasa kesal terhadap Papih nya yang mencurigai anaknya sendiri, untuk apa mereka mencuri di rumahnya sendiri, sebab uang yang di berikan Papih nya itu sudah lebih dari cukup, namun Pak Farhan tetap saja menggeledah kamar anak-anaknya, semua itu ia lakukan untuk bersikap adil kepada semua orang yang ada di rumah itu, dan ternyata ia tidak menemukan apapun di kamar anak-anaknya


"Gak ada apa-apa kan di kamar aku, lagian Papi ada-ada aja, masa anak sendiri di curigai, kalo aku pengen apa-apa kan tinggal bilang sama Papi" gerutu Michel.


Setelah menggeledah kamera Michel dan juga Fahri, kini Pak Farhan menggeledah kamar semua pekerjanya, dari mulai asisten rumah tangga, security, tukang kebun, supir pribadinya dan juga supir pribadi Michel yaitu Daffa.


Saat ini mereka semua menuju ke kamar Daffa, mereka hendak menggeledah kamar tersebut yang bersebelahan dengan kamar Michel, mereka memeriksa satu persatu barang-barang yang ada di sana dari mulai lemari, tempat tidur dan juga laci meja belajar Dafa, namun mereka tidak menemukan barang yang mereka cari di sana, hanya tinggal satu barang lagi yang belum mereka periksa yaitu ransel yang biasa Daffa gunakan untuk pergi ke kamapus, pak Farhan meminta salah seorang security untuk memeriksa ransel tersebut.

__ADS_1


"Pak... saya menemukan ini di ranselnya Dafa" ucap security tersebut kepada Pak Farhan seraya memberikan barang yang ia temukan di ransel Daffa, yaitu uang dan juga perhiasan.


"Mih... apa ini punya Mamih"


"Ia Pih... ini punya Mamih"


Semua orang begitu terkejut saat melihat barang-barang tersebut ada di dalam Ransel Daffa, mereka benar-benar tidak menyangka jika Daffa berani melakukan hal itu.


"Daffa tolong jelaskan sama saya kenapa barang-barang milik istri saya ada di dalam tas kamu" Tanya Pak Farhan dengan penuh penekanan.


"Aku bilang juga apa Pih... Papi jangan terlalu percaya sama orang, dia itu kerja di sini karna ada maunya, dia gak sebaik yang Papi kira, baru kerja satu bulan aja udah berani ngambil barang-barang Mami, dia itu cuma pura-pura baik aja di depan Papih"


"Diam kamu Michel, Papih gak minta pendapat kamu, Papi cuma ingin mendengarkan penjelasan dari Daffa langsung"bentak Pak Farhan


"Penjelasan apa lagi Pih... sudah jelas-jelas uang dan perhiasan Mami ada di dalam tasnya, pasti dia_ mmmmppp" tiba-tiba Fahri membekap mulut Michel dari belakang.


"Diem kamu, gak usah ikut campur"ucap Fahri yang masih terus membekap Mulut adiknya.


"Sudah diam kalian, beri waktu untuk Daffa menjelaskan semuanya" bentak Pak Farhan kepada kedua anaknya.


"Sudah Pih gak usah di perpanjang lagi, mungkin Daffa sangat membutuhkan uang itu untuk pengobatan ibunya"bela Bu Nana.


"Tapi bukan dengan cara seperti ini Mih... kalo Daffa memang membutuhkan uang, dia kan bisa minta langsung sama Papih.


Lebih baik kalian semua Dian saja, biar Papi yang menyelesaikan semua masalah ini"


"Ayo Daffa sekarang kamu jelaskan semuanya sama saya"


"Maaf Pak... Bu... saat ini saya memang sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan Ibu saya" ucap Daffa dengan begitu tenang.

__ADS_1


"Tuh kan aku juga bilang apa Pih... memang dia pelakunya, udah Pih... langsung pecat aja orang kaya gitu" ucap Michel mengompori.


"MICHEL DIAM"Bentak Pak Farhan "Biarkan Daffa melanjutkan pembicaraannya"


"Saya bekerja di sini memang karna saya sangat membutuhkan uang, tapi saya tidak mau mendapatkan uang dengan cara seperti itu, saya tidak ingin memberikan uang yang tidak halal kepada keluarga saya"lanjut Daffa.


"Hallahhh... gak usah pura-pura alim deh... udah jelas-jelas barang-barang Mamih ada di dalam tas elo, sekarang Lo gak bisa mengelak lagi" ucap Michel memojokkan Daffa.


"Tapi bukan saya pelakunya" ucap Daffa lagi


"Trus kalo bukan elo siapa lagi, memangnya barang-barang itu bisa terbang sendiri kedalam Tas Lo" Tuduh Michel .


"Bukannya non Michel sendiri yang memasukkan barang-barang itu kedalam tas saya"


"Berani-beraninya lo nuduh gue, buat apa juga gue ngelakuin hal kaya gitu, kaya kurang kerjaan aja"bantah Mich3l


"Saya tau Non Michel ngelakuin semua itu agar saya di pecat dari pekerjaan saya"


"Michel... apa benar ini ulah kamu" selidik G


Pak Farhan.


"Nggak Pih... Masa Papih gak percaya sama aku, memangnya dia punya bukti kalau aku yang ngelakuin itu, dia pasti cuma ngarang cerita aja"


"Saya punya buktinya Pak... saya mempunyai rekaman saat non Michel diam-diam masuk kedalam kamar saya dan memasukan barang-barang itu kedalam tas saya"


"Bohong Pih... Papi gak usah percaya sama dia, itu_itu pasti cuma rekayasa dia aja" ucap Michel gugup dan ketakutan.


"Saya tidak bohong Pak... ini bukti rekamannya" ucap Daffa seraya memberikan ponsel nya kepada Pak Farhan.

__ADS_1


"MICHEEEEEEEELLLLLL" Teriak Pak Farhan kepada putri bungsunya, setelah melihat isi rekaman tersebut.


__ADS_2