
Sudah satu minggu Daffa cuti dari pekerjaannya, ia meminta ijin kepada pak Farhan untuk merawat ibunya selama di rumah sakit, ia tidak tega meninggalkan adiknya sendirian menjaga ibunya di sana, beruntung ia mempunyai majikan yang sangat baik dan juga pengertian seperti Pak Farhan, ia mengijinkan Daffa untuk menemani ibunya sampai beliau keluar dari Rumah sakit, ia juga sering mengirim sejumlah uang kepada Daffa untuk biaya rumah sakit dan biaya sehari-hari Dafa dan juga Sifa.
Dalam hal ini Michel lah yang sangat di untungkan dengan semua ini, kepergian Daffa dari rumahnya membuat Michel terbebas untuk melakukan apapun dan pergi kemanapun yang ia mau, dalam Seminggu ini Michel selalu menghabiskan waktu untuk bersenang-senang bersama teman-teman dan juga kekasihnya.
Karena padatnya pekerjaan Pak Farhan dan juga Istrinya membuat mereka sangat kesulitan untuk mengawasi Michel, mereka juga tidak mempunyai orang yang dapat mereka percaya untuk menggantikan Daffa, tidak ada orang yang dapat mereka andalkan selain Daffa.
"Honey... mau sampai kapan kita pacaran sembunyi-sembunyi seperti ini terus, apa yang harus aku lakukan untuk membuat orang tua kamu merestui hubungan kita, kamu itu sudah dewasa, kamu berhak menentukan pilihan kamu sendiri" Andrew mulai kesal dengan semua ini, ia lelah kalau harus sembunyi-sembunyi untuk bertemu dengan kekasihnya itu, ia seperti seorang buronan yang sedang menculik seorang gadis, saat ini mereka tengah berada di sebuah kelab malam yang biasa mereka datangi
"Entahlah sayang... aku juga gak tau sampai kapan Papi memperlakukan aku seperti ini, aku juga bingung Kenapa Papi melarang ku untukk berhubungan dengan kamu"
"Bagaimana kalau kawin lari aja" usul Andrew tanpa berpikir panjang.
"Nggak... aku gak mau kawin lari, aku ingin menikah secara resmi, lagi pula aku masih kuliah" tolak Michel.
"Gimana kita mau nikah resmi kalau orang tua kamu gak setuju, aku cape kalau pacaran kaya gini terus, kamu gak usah khwatir sayang.. kita masih bisa tetep kuliah walaupun kita sudah menikah, aku mampuh kok untuk membiayai semua kebutuhan kamu" Andrew berusaha meyakinkan Michel.
"Nggak... pokoknya aku gak setuju kalau kita kawin lari, aku itu kalau nikah pengen bikin pesta yang mewah dan juga meriah dan juga di saksiin sama semua orang, bukan dengan cara kaya gitu, lebih baik kamu pikirin lagi cara yang lain, supaya orang tua aku bisa setuju sama kamu" tolak Michel lagi.
"Mmmmmhhh " Andrew tampak tengah memikirkan sesuatu "aku punya ide"
"Ide apa sayang..." tanya Michel penasaran.
__ADS_1
"Gimana kalau kamu mengandung anak aku, aku yakin kalau kamu hamil, orang tua kamu pasti akan langsung menikahkan kita berdua" entah setan apa yang merasuki Andrew hingga membuat ia mempunyai ide gila seperti itu.
"Ma_maksud kamu, kita... kita ngelakuin kaya gitu" ucap Michel gugup, ia benar-benar tidak menyangka bahwa kekasihnya akan mengatakan hal seperti itu
"Ia sayang kamu mau kan..."
"Ta_tapi.. tapi aku belum pernah ngelakuin hal kaya gitu, aku takut, lebih baik kamu cari ide yang lain aja sayang" Michel benar-benar tidak berani membayangkan hal itu, sebab walaupun selama ini dia terkenal nakal dan juga sering keluyuran tiap malam tapi Michel selalu menjaga kehormatannya.
"Tapi hanya itu cara satu-satunya untuk membuat Papi kamu menikahkan kita, memangnya kamu gak mau menikah sama aku, apa kamu udah gak cinta lagi sama aku" Andrew masih berusaha untuk membujuk Michel.
"Bukan begitu sayang, aku_" Michel merasa bersalah mendengar kata-kata Andrew, ia tidak mau kalau Andrew berpikiran seperti itu.
"Aku ngelakuin ini karna aku serius dengan hubungan kita, aku cinta sama kamu, aku ingin menjadikan kamu milik aku satu-satunya, tapi sepertinya kamu gak serius dengan hubungan kita"
"Kalau begitu kamu siap kan untuk melakukan hal itu, kamu jangan khawatir sayang... semuanya akan baik-baik saja, percaya sama aku" Andrew berusaha keras untuk membuat Michel yakin kepadanya.
"Baiklah... aku percaya sama kamu" Akhirnya Michel luluh dengan ucapan Andrew, ini bukan kali pertama Andrew mengajak Michel untuk melakukan hal itu, tapi selama ini ia selalu gagal.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Michel, Andrew segera menggiring Michel ke sebuah hotel yang bersebrangan dengan tempat mereka saat ini, Andrew memesan sebuah kamar dengan pasilitas nya paling bagus untuk mereka berdua, ia ingin membuat Michel merasa nyaman dengan semua ini, apalagi ia tau bahwa hal itu adalah pengalaman pertama untuk Michel, ia ingin menjadikan malam ini menjadi malam yang sangat spesial untuk mereka berdua, Moment yang tidak akan pernah mereka lupakan, apalagi ia akan menjadi pria pertama yang dapat mengambil kehormatan seorang Michela Anastasya wiratama.
Raut wajah Michel terlihat sangat gugup saat mereka masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang telah di pesan secara Khusus oleh Andrew, tangan nya terasa dingin karna saking gugupnya, selama ini Michel selalu berusaha menjaga kesuciannya, ia ingin memberikan semua itu kepada suaminya kelak, namun kali ini Andrew telah berhasil merayunya, ia percaya sepenuhnya kepada Andrew.
__ADS_1
"Kamu sudah siap Honey" bisik Andrew di telinga Michel seraya memeluk tubuh Michel dari belakang, tanpa menunggu jawaban dari Michel, Andrew segera memutar tubuh Michel agar bisa berhadapan dengannya dan menatap wajah cantik kekasihnya itu, tanpa membuang-buang waktu, Andrew ******* bibir nya dengan begitu lembut untuk mengurangi rasa gugup Michel, ia tidak ingin melewatkan semua kesempatan ini, ia tidak ingin jika Michel Sampai berubah pikiran.
Beberapa saat kemudian, Andrew sudah berhasil menggiring Michel ke atas tempat tidur tanpa melepaskan tautan bibir mereka sedikitpun, Michel yang awalnya tampak ragu-ragu untuk melakukan hal itu, saat ini sudah mulai terbuai dengan permainan yang di lakukan oleh Andrew, mereka sudah benar-benar di kuasai hawa nafsu, Semakin lama permainan mereka pun semakin menuntut lebih, tangan Andrew sudah semakin tidak terkontrol, saat ini tangan tersebut hendak membuka resleting yang menempel di pakaian Michel, Andrew membuka Resleting yang berada di punggung Michel demi sedikit hingga akhirnya......
Tok tok tok Suara ketukan pintu mengehentikan tangan Andrew untuk melakukan kegiatannya itu.
"Shiiiittt... siapa yang telah berani mengganggu kita" Andrew mengumpat seseorang yang telah mengganggu kegiatannya.
"Mungkin petugas Hotel sayang... sebaiknya kamu buka dulu"
"Tapi_"
"Kamu lihat dulu aja sayang... kita masih banyak waktu kok sayang"
"Baiklah aku akan buka pintunya, tapi kamu tetap di sini ya, setelah itu kita akan melanjutkannya lagi" Goda Andrew sebelum ia beranjak dari tempat tidur, ia membuka pintu kamar tersebut dengan penuh emosi, ia benar-benar kesal karna orang itu telah berani mengganggu waktunya dengan Michel.
Betapa terkejutnya Andrew saat melihat seseorang yang ada di balik pintu, siapa lagi kalau bukan Daffa, orang yang selalu berhasil melacak keberadaan Michel. "Elo... Lo ngapain ada di sini" Tegur Andrew dengan nada terkejut sekaligus kesal.
"Seharusnya saya yang bertanya seperti itu terhadap anda, untuk apa anda membawa Non Michel ke tempat ini" Jawab Daffa dengan gaya kalemnya, ia selalu tenang dalam menghadapi hal apapun.
"Menurut Lo untuk apa seorang wanita dan Pria dewasa datang ketempat ini, sebaiknya Lo pergi dari sini, jangan ganggu acara gue dan cewek gue" usir Andrew.
__ADS_1
"Saya kesini untuk menjemput Non Michel, saya tidak akan pergi dari Sini tanpa Non Michel"
Setelah perdebatan dan pertikaian yang cukup panjang akhirnya Daffa berhasil mengalahkan Andrew dan membuat Andrew tidak bisa berkutik sedikitpun, Daffa juga berhasil membawa Michel pulang kerumahnya walaupun Michel meronta-ronta dan menolak mentah-mentah ajakan Daffa