
"Daf... kamu apa-apa sih tadi, perhatian banget sama Jessy"
"Tumben-tumbenan kamu kaya gitu"
"Jangan-jangan kamu udah mulai suka beneran ya sama Jessy" Ucap Michel saat mereka sudah pulang ke rumah. selama di dalam mobil Michel dan Daffa sama-sama diam, tidak ada yang bicara sedikit pun, terutama Michel yang terlibat sangat kesal kepada Daffa.
"Bukannya kamu sendiri yang meminta aku melakukan hal itu"
"Jadi kenapa sekarang kamu kesal" ucap Daffa dingin.
"I_ia sih aku memang meminta kamu untuk bersikap baik kepada Jessy dan mengikuti semua permintaan nya, ta_tapi jangan sampai berlebihan juga" ucap Michel tampak menyadari kesalahannya.
"Jadi sebenernya mau kamu apa"
"Sekarang aku harus gimana Chel"
"Kamu memperlakukan aku seperti sebuah boneka yang bisa kamu atur-atur semau kamu"
"Kamu gak pernah menghargai aku sebagai suami kamu"
"Kamu menganggap pernikahan kita hanya sebagai lelucon yang bisa kamu permainkan seenaknya"
"Aku benar-benar gak paham dengan pemikiran kami Chel, aku bingung" Daffa mengeluarkan semua unek-unek nya kepada Michel, ia menganggap jika Michel sudah benar-benar keterlaluan kali ini.
Michel benar-benar terkejut melihat Daffa bisa semarah itu, ia juga tidak menyangka jika ternyata Daffa berpikir seperti itu.
"Aku gak bermaksud untuk mempermainkan pernikahan Kita Daf..."
"Aku juga gak bermaksud untuk merendahkan kamu"
"Aku hanya ingin membuat sahabat aku bahagia, aku ingin melihat Jessy kembali ceria seperti dulu"
"Untuk sementara aja kok, sampai Jessy benar-benar pulih lagi"
"Apa aku salah melakukan semua itu untuk sahabat aku sendiri" ucap Michel lirih.
"Gak Chel kamu gak salah jika ingin membuat sahabat kamu bahagia"
"Tapi cara kamu yang salah"
"Kami mengorbankan sebuah pernikahan yang suci untuk melihat sahabat kamu bahagia"
"Dan kamu menggunakan aku sebagai umpan nya"
"Coba sekarang kamu pikir, bagaimana perasaan Jessy nanti setelah mengetahui kebenarannya"
"Apa dia akan berterimakasih sama kamu atas pengorbanan kamu ini ? "
"Tidak... tidak akan pernah"
"Justru semua itu hanya akan menyakiti hatinya semakin dalam"
"Kamu hanya akan membuat nya melayang untuk beberapa saat"
"Dan setelah itu kamu kamu akan menjatuhkan nya dari ketinggian"
__ADS_1
"Dan itu pasti rasanya sakit sekali"
"Dia pasti akan sangat hancur" Ucap Daffa lagi berusaha membuat Michel sadar.
"Nggak Daf... aku gak bermaksud untuk melakukan semua itu, aku hanya_"
"Dan satu hal lagi Chel... aku ini adalah laki-laki biasa"
"Apa kamu gak pernah berpikir dan takut jika tiba-tiba hati aku benar-benar terjerat oleh Jessy"
"Dan terjebak dengan permainan yang kamu buat itu"
"Jadi jangan salahkan aku jika seandainya hal itu benar-benar terjadi nanti, karna aku hanya seorang laki-laki biasa yang bisa saja khilaf" ucap Daffa dengan tegas, setelah itu ia pergi meninggalkan Michel.
"Nggak Daf... aku gak pernah bermaksud untuk seperti itu"
"Aku juga gak mau kehilangan kamu Daf..." Ucap Michel sambil menatap punggung Daffa dengan air Maya yang begitu deras. ucapan Daffa benar-benar membuatnya takut dan juga menyesal atas apa yang dia lakukannya.
#
#
Semenjak Saat itu, Daffa bersikap sangat dingin kepada Michel, ia selalu mengacuhkan Michel walaupun Michel sudah berusaha mendekati Daffa dan membuat Daffa agar tidak marah lagi kepadanya, Michel ingin hubungan mereka kembali seperti semula lagi.
Tapi pendirian Daffa tidak goyah sama sekali, ia tidak tersentuh oleh semua yang di lakukan Michel, Daffa tetap saja mengabaikan istrinya itu.
Michel sudah melakukan berbagai cara untuk membuat Daffa mau berbicara lagi kepadanya, dari mulai memasak masakan Daffa dan berusaha menggoda Daffa dengan cara yang biasa ia lakukan tapi hati Daffa tidak tergerak sama sekali, bahkan Daffa memilih tidur terpisah dengan Michel, sepertinya kali ini, Daffa benar-benar sangat marah kepada istrinya itu.
Kali ini Michel benar-benar sudah tidak tau lagi bagaimana membuat Daffa bisa memaafkannya dan bersikap seperti biasa lagi, ia sudah benar-benar kehabisan cara.
Michel sudah mulai lelah dengan semua itu. Ia sudah menyerah dan memutuskan untuk sama-sama diam dan memberikan waktu kepada Daffa untuk sendiri.
Sekarang Daffa sudah tidak pernah memperlihatkannya seperti dulu lagi, biasanya semarah apapun Daffa, dia selalu memperhatikan istrinya itu, membuatkan makanan dan mengantarkan nya ke kamar secara diam-diam, tidak pernah membiarkan istrinya kelaparan. Michel benar-benar merindukan semua itu, ia menyesal sudah melukai perasaan Daffa, ia benar-benar tidak menyangka jika Daffa akan semarah ini.
"Dek... kebetulan kamu turun, ayo kita makan bareng" Ajak Fahri yang kebetulan sedang duduk di Meja makan, tadi ia memesan makanan dari luar.
"Nggak kak... aku gak laper" Jawab Michel yang hendak mengambil minum , karna air di kamarnya sudah habis.
"Ayo sini Dek... makan dulu"
"Muka kamu pucet banget"
"Pasti karna beberapa hari ini kamu jarang makan" Fahri tampak Khawatir kepada Adiknya itu, ia juga tau bahwa adiknya sedang ada masalah dengan Daffa, tapi ia juga tidak berhak untuk ikut campur.
"Aku cuman kurang enak badan aja kak"
"Sebentar lagi juga baikan" ucap Michel sambil berlalu meninggalkan Fahri.
Beberapa saat kemudian, Daffa terlihat masuk ke dalam rumah dengan mengenakan koko dan Juga sarung, ia baru saja pulang dari mesjid setelah melaksanakan Shalat Isya.
"Daf... sini" panggil Fahri. Daffa pun bergegas menghampiri Fahri yang masih duduk di meja makan.
"Duduk Daf"
"Ada sesuatu yang mau gua omongin sama Lo" ucap Fahri lagi
__ADS_1
"Ada apa" ucap Daffa seraya mendaratkan tubuhnya di tempat duduk bersebrangan dengan Fahri.
"Gue tau Lo masih marah sama Adek gua"
"Gue juga tau, apa yang dia lakuin itu udah sangat keterlaluan"
"Gue juga gak setuju sama dia"
"Tapi lo juga jangan terlalu keras sama dia"
"Walau bagaimanapun apa yang dia lakuin itu gak sepenuhnya salah"
"Dia cuman pengen ngeliat sahabatnya bahagia"
"Walaupun dengan cara yang salah"
Tapi gue harap lo bisa maklumin dia"
"Dia itu badannya aja yang bongsor, tapi sebenarnya pikirannya masih sangat polos"
"Gak pernah pikir panjang dulu kalo ngambil keputusan"
"Sebenarnya gue juga gak mau ikut campur sama urusan kalian"
"Toh kalian udah pada gede ini"
"Gua juga ngomong kaya gini bukan karna gua ngebelain adek gua sendiri".
"Gua cuman kasian aja sama dia"
"Keliatannya di sedih banget di diemin sama Lo"
"Gua belum pernah liat dia murung kaya gitu"
"Dia itu udah banyak berubah semenjak nikah sama Lo"
"Yang tadinya dia keras kepala, bengal dan sud6ah dia atur tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat"
"Keliatan banget kalo dia bener-bener cinta sama Lo, dia berusaha untuk berubah biar jadi istri yang baik buat Lo"
"Yang dulunya gak pernah shalat, jadi rajin shalat".
"Yang dulunya gak bisa masak, jadi pinter masak"
"Trus yang dulunya bengal, suka keluyuran malem-malem tiba-tiba jinak dan penurut"
"Bokap gue bener-bener gak salah nikahin dia sama Lo"
"Gua percaya, Lo bisa bahagiain adek gua dan nuntun dia ke jalan ya g lebih baik"
"Tapi gua mohon tolong jangan terlalu keras sama dia"
"Gua bener-bener gak tega liat dia kaya gitu"
"Mukanya pucet banget "
__ADS_1
"Kayanya dia kurang tidur sama telat makan" Ucap Fahri Khawatir, selama ini ia terlihat seperti tidak peduli kepada Michel karna mereka tak pernah akur, tapi walau bagaimanapun ia sangat sayang kepada adik perempuan satu-satunya itu.
"Mi_Michel sakit ?" Daffa sangat terkejut mendengar ucapan Fahri, ia tidak tau kalau Michel Samapi seperti itu, Ia pikir Michel baik-baik aja selama ini, ia melakukan semua itu untuk membuat Michel berpikir atas kesalahannya