
Untuk pertama kalinya Michel merasa gugup berada di dalam satu mobil bersama Daffa, hanya ada kesunyian di dalam mobil tersebut, padahal ini bukanlah pertama kalinya Michel berada dalam satu mobil bersama Daffa namun kali ini rasanya berbeda, sesekali Michel mencuri-curi pandang ke arah Daffa yang tengah serius mengemudikan mobilnya, dan entah kenapa malam ini Daffa terlihat lebih tampan dan juga keren dengan pakaian seperti itu, Jessy benar-benar pandai memilihkan pakaian yang cocok untuk Daffa.
"Non... kenapa kak Fahri gak bareng sama kita, bukannya dia juga di undang" tanya Daffa memecah keheningan di antara mereka.
"Kak Daffa bareng sama temannya" jawab Michel singkat, berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Saya kira, dia akan pergi bareng dengan kita"
"Justru gue males kalo harus banteng sama dia, dia itu nyebelin, sama kaya lo"sembur Michel.
"Maksudnya"
"Udah gak usah banyak tanya, lebih baik Lo pokus nyetir aja" Omel Michel, tapi Daffa tidak pernah sedikitpun merasa sakit hati dengan sikap Michel yang selalu judes dan galak terhadapnya, Ia sudah terbiasa dengan sikap Michel, justru Daffa selalu merasa gemas melihat sikap Michel, baginya saat Michel sedang marah-marah ia justru semakin terlihat cantik, Daffa tau sebenarnya Michel adalah anak yang baik, ia seperti itu karna kurang kasih sayang dari orangtuanya.
Michel dan Daffa berjalan beriringan memasuki rumah mewah yang sudah di sulap menjadi tempat pesta yang begitu mewah dan juga elegan, tampak para tamu undangan yang sebagian besar adalah teman satu kampus mereka, tampak sebagian orang sudah berdatangan ke acara tersebut, Chika juga mengundang teman-teman SMA nya dulu, Chika sengaja mengundang mereka agar bisa sekalian Reunian dengan teman-teman SMA nya itu, Chika juga mengundang mantan-mantan pacarnya dulu, termasuk mantan pacar Michel dan juga Jessy saat SMA, mereka ingin memamerkan pacar-pacar mereka kepada mantan pacarnya itu, itu sebabnya Chika bersikeras meminta Fahri untuk mendampinginya, sedangkan Jessy akan memamerkan Daffa sebagai kekasihnya kepada mereka.
Kedatangan Michel dan juga Daffa ke pesta tersebut menjadi pusat perhatian Semua orang, Pasalnya mereka tampak begitu serasi seperti layak nya sepasang kekasih, yang satu cantik dan yang satu tampan, siapapun pasti akan mengira bahwa mereka memiliki hubungan khusus.
Tidak sedikit kaum hawa yang merasa pangling melihat penampilan Daffa saat ini, siapapun pasti tidak akan mengira bahwa ia hanyalah seorang pengawal pribadi, saat ini Daffa terlihat sangat cool, aura ketampanannya semakin terpancar malam itu.
Lain halnya dengan Andrew, ia sangat benci melihat kekasihnya berdampingan dengan Daffa, apalagi saat ia mendengar semua orang memuji-muji Daffa, bahkan tidak sedikit pula yang yang mengharapkan Daffa dan Michel berpacaran.
Andrew buru-buru menghampiri Michel, ia tidak ingin kekasihnya terus berdekatan dengan Daffa, ia ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa Michel hanyalah miliknya, Andrew berdiri di tengah-tengah Daffa dan Michel, ia sengaja membatasi jarak mereka, ia menyapa Michel di depan Daffa dengan mencium kedua pipi Michel.
"Malam ini kamu terlihat sangat cantik sekali honey..." puji Dafa seraya merangkul pinggang Michel dari samping.
"Makasih sayang... kamu juga terlihat sangat tampan malam ini"
"Hai kak Dafa... kak Daffa keren banget malam ini... " Puji Jessy yang baru saja bergabung bersama mereka, ia begitu terkagum-kagum melihat penampilan Daffa malam ini, ia tidak segan-segan mengutarakan kekagumannya di depan orang lain, ia tidak pernah ja'im di depan siapapun.
"Makasih Jes..."
"Kita ke sana yu kak, sebentar lagi acaranya di mulai"Ajak Jessy
__ADS_1
"Tapi... " tolak Daffa karna ia harus mengawasi Michel.
"Udah gapapa kak...Michel gak akan pergi kemana-mana Kok" ucap Jessy seraya menarik tangan Daffa untuk pergi, ia sudah paham tentang kekhawatiran Daffa.
"Chel... gue duluan ya" pamit Jessy.
Beberapa saat kemudian Fahri pun tiba di acara pesta tersebut, ia datang bersama kedua teman laki-lakinya, mereka merasa asing berada di tempat tersebut karnatidak ada yang mereka kenal di tempat itu, selain Michel dan juga teman-teman nya.
"Chik liat Kak Fahri udah datang" Tunjuk Jessy
Chika terlihat begitu senang melihat kedatang Fahri orang yang ia tunggu-tunggu sejak tadi "Akhirnya... Kak Fahri datang juga, gue kira dia gak bakalan datang" ucap Chika dengan senyuman yang begitu mengembang."Makssih Ya Chel... Lo udah ngabulin permintaan gue, gue bener-bener seneng banget" ucap Chika seraya memeluk tubuh Michel.
"Ia sama-sama" Jawab Michel tulus, ia sangat senang melihat sahabatnya bahagia, walaupun ia terpaksa harus menjadi pembantu kakaknya selama satu minggu.
"Gue samperin kak Fahri dulu ya"pamit Chika kepada teman-temannya.
"Hai kak Fahri... makasih ya kak Fahri udah mau dateng ke acara ulang tahun aku"
"Ia sama-sama" ucap Fahri seraya tersenyum tipis, ia terpaksa datang ke cara tersebut untuk menepati janjinya kepada Michel atas apa yang telah mereka sepakati bersama.
Setelah acara meniup lilin dan memotong kue selesai, mereka melanjutkan acara selanjutnya seperti bersulang, bernyanyi, dan berdansa, Acara tersebut begitu meriah dengan hadirnya Band ternama yang sengaja di datangkan oleh Chika, beberapa orang sudah terlihat mabuk karna sudah terlalu banyak meminum minuman beralkohol yang di sediakan oleh Chika, semua orang tampak larut menikmati acara tersebut, semakin malam acara tersebut semakin ramai dan semakin tidak terkontrol.
Lain halnya dengan Daffa dan Ayu, mereka terlihat tidak nyaman berada di tempat itu, mereka tidak suka dengan acara seperti itu, Ayu dan Daffa lebih memilih untuk mencari tempat duduk yang agak sepi dan tidak terlalu berisik, rasanya kepala mereka hampir pecah mendengarkan musik yang begitu keras.
"Kamu gak gabung sama mereka" tanya Daffa yang baru saja mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi yang agak jauh dari keramaian, namun ia masih tetap mengawasi Michel dari sana.
"Tidak... aku tidak terlalu suka dengan keramaian, kamu sendiri kenapa kesini, bukannya tadi Jessy mengajak kamu untuk berdansa" tanya Ayu penasaran, karna biasanya laki-laki sangat suka dengan acara seperti itu, apalagi banyak wanita uang berpakaian sexi.
"Aku tidak biasa dengan acara seperti ini, terlalu berisik" Jawab Daffa seraya mengambil sebuah jus yang ada di meja tersebut.
"Ternyata kebiasaan kamu sama temen-temen kamu berbanding terbalik ya... tapi kenapa kamu masih berteman dengan mereka"tanya Daffa penasaran.
"Ia... kebiasaan aku dan kebiasaan mereka memang berbeda, bahkan status kami pun berbeda, mereka terlahir dari keluarga kaya raya sedangkan aku hanya orang biasa yang gak punya apa-apa, tapi mereka tidak pernah mempermasalahkan semua itu, mereka semua sangat baik dan tulus, aku sangat bersyukur di pertemukan dengan mereka" Jelas Ayu kepada Daffa.
__ADS_1
"Ia aku setuju sama kamu, mereka semua memang orang baik, hanya saja mereka terjerumus kedalam pergaulan yang salah"
"Ia kamu benar... mereka seperti itu hanya untuk mencari kesenangan semata dan melupakan semua masalah keluarganya, aku yakin suatu saat nanti pasti mereka akan berubah".
Tanpa terasa waktu pun sudah semakin larut, namun pesta tersebut justru semakin ramai, belum ada tanda-tanda dari mereka untuk membubarkan diri, entah sampai jam berapa acara tersebut akan berlangsung, Chika Jessy dan juga Michel merancang acara tersebut untuk bersenang-senang hingga menyerupai kelab malam yang biasa mereka kunjungi.
"Non... Ayo kita pulang sekarang" Ajak Daffa yang melihat Michel sudah semakin terkontrol, sepertinya Michel Jessy Chika Andrew dan juga teman-teman nya sudah terlalu banyak minum minuman keras hingga mereka terlihat mabuk, sedangkan Fahri dan teman-temannya sudah pamit sejak tadi.
"Gak mau.... gue masih mau di sini, gue masih pengen bersenang-senang"Ucap Michel dengan setengah sadar.
"Tapi sekarang sudah larut malam, lagi pula Non Michel sudah mabuk"
"Gue gak mabuk... Lo pulang duluan aja nanti gue pulang sama cowok gue, ia kan sayang"
"Ia sayang... aku yang akan mengantar kamu pulang" jawab Andrew yang sama-sama sudah mabuk.
"Gak bisa... non Michel harus pulang sama saya, saya gak akan membiarkan Non Michel pulang dengan Andrew, apalagi saat ini kalian sudah mabuk"
"Siapa bilang gue mabuk... gue masih bisa nganterin cewek gue, sebaiknya Lo pulang aja duluan" Cicit Andrew.
"Ayo Non kita pulang sekarang" ucap Daffa lagi tanpa menghiraukan ucapan Andrew.
Daffa terpaksa harus menarik tangan Michel untuk membawanya pergi dari tempat itu, Andrew sempat menghalangi Daffa untuk membawa kekasihnya pulang namun dalam keadaan mabuk seperti itu Andrew tidak bisa berbuat apa-apa, begitupun dengan Michel, ia meronta-ronta dan berusaha melepaskan tangan Daffa namun semua itu tidak berhasil.
Kalau saja Daffa tau dari awal jika pesta ulang tahun Chika akan di jadikan ajang untuk bersenang-senang dan mabuk-mabukan, Daffa tidak akan mau menghadiri acara tersebut, Pak Farhan juga pasti tidak akan mengijinkan Michel pergi ke tempat itu jika ia mengetahui hal itu.
Di sepanjang perjalanan, Michel terus saja meracau, dan ia juga tidak henti-hentinya memaki-maki Daffa, entah berapa banyak Michel meminum-minuman beralkohol malam ini, hingga membuatnya mabuk berat.
Saat keluar dari mobil, Michel berjalan dengan sempoyongan, ia sudah tidak kuat lagi untuk berjalan sendiri, hingga akhirnya Daffa harus memapahnya untuk sampai kedalam kamarnya dengan sangat susah payah, apalagi dengan pakaian Michel yang begitu minim membuat Daffa merasa tidak nyaman.
Sesampainya di dalam kamar, Daffa membaringkan Michel dia atas tempat tidurnya, kemudian ia melepaskan high heels yang digunakan oleh Michel, namun secara tiba-tiba Michel menarik tangannya dan membuat ia terjatuh tepat di atas tubuh Michel dan menindih tubuh ramping itu, wajah mereka begitu dekat, seolah-olah Daffa hendak mencium Michel.
"Jangan tinggalkan aku.... temani aku tidur di sini" Racau Michel, entah apa yang ada dalam bayangan Michel hingga ia berkata seperti itu.
__ADS_1
"Dafaaaaa apa yang kamu lakukan kepada Puti saya" teriak Pak Farhan yang tengah berdiri di depan pintu bersama istrinya.