
malam ini adalah malam pertama mereka tinggal satu kamar dan bahkan mereka harus tidur di ranjang sama, Michel benar-benar kesal harus berbagi tempat tidur dengan Daffa yang sekarang sudah menjadi suaminya, sebelum ia tidur ia memberikan batasan di atas tempat tidur tersebut, ia menyimpan 2 guling sekaligus, untuk di jadikan pembatas antara mereka.
"Awas ya... Lo gak boleh ngelewatin batasan ini, sebelah kiri batas wilayah gue, dan sebelah kanan batas wilayah Lo, awas ya kalau Lo macem-macem sama gue" Ancam Michel.
"Insya Allah... itupun kalau saya gak khilaf " jawab Daffa santai dengan seulas senyuman di bibirnya, dan hal itu justru membuat Michel membulatkan matanya, entah kenapa Daffa sangat suka melihat Michel marah-marah seperti itu.
"Tadi kan lo udah janji kali lo gak akan berbuat hal kaya gitu sama gue" sembur Michel.
"Ia... saya memang sudah janji sama kamu, tapi tidak menutup kemungkinan kalau nanti saya bisa Khilaf, karna biasanya kalo orang yang lagi tidur itu suka gak sadar apa-apa" Daffa semakin tertarik untuk menggoda Micel, Michel benar-benar sangat lucu jika sedang marah.
"Lo bener-bener gak bisa di percaya ya jadi cowok, lebih baik gua keluar dari kamar ini" Michel sangat kesal mendengar ucapan Daffa, ia hendak pergi membawa bantal dan juga selimut milik nya
"Hahahaha" Daffa justru malah tertawa melihat Michel semakin kesal "Maaf-maaf saya hanya becanda"
Michel mengurungkan niatnya untuk pergi "Becanda ko gak lucu" ucap Michel kesal dan langsung naik ke atas tempat tidur dan membalut tubuhnya dengan selimut.
"Jangan tidur dulu, kamu kan belum Shalat Isya, ayo kita Shalat sama-sama" Ajak Daffa yang melihat Michel mengulum di bawah selimut.
"Kamu aja yang Shalat, aku ngantuk" Jawab Michel seraya bersembunyi di bawah selimut, ia menutup kepalanya dengan selimut tersebut.
"Baiklah... kalau kamu gak mau shalat, berarti kamu lebih memilih untuk melayani aku di atas tempat tidur" Ancam Daffa.
Michel kembali membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Daffa, ia langsung membuka selimutnya dan terduduk di atas tempat tidur sambil mencengkram selimutnya di depan dada ia takut jika Daffa benar-benar menghampirinya dan melakukan hal yang tidak di inginkan "Awas ya kalo Lo berani macem-macem sama gue"
"Saya hanya memberikan kamu dua pilihan, ikut Shalat bersama saya atau....." ucap Daffa menggantung kata-katanya dan merangkak naik ke atas tempat tidur untuk menakut-nakuti Michel, ia merasa saat ini bertanggungjawab untuk mengajak Michel melakukan kewajibannya melaksanakan ibadah.
__ADS_1
"Ia ia ia..." ucap Michel yang langsung bangun dan pergi dari tempat tidur, ia benar-benar takut saat melihat Daffa semakin mendekat "Dasar cowok nyebelin..." gerutu Michel sambil pergi ke kamar mandi, Daffa hanya dapat tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang begitu polos sekaligus galak itu.
Setelah mereka selesai wudhu, Daffa mengajak Michel untuk shalat berjamaah, dan ia sebagai imam nya, saat ini Dafa mengenakan kain sarung berwarna hitam dan baju Koko berwarna putih beserta peci berwana hitam, pakaian tersebut membuat membuat wajah Daffa semakin bersinar, dan kulit putihnya terlihat bercahaya, ia mengucapkan bacaan shalat dengan lantang dan juga fasih karna dari kecil ia selalu rajin belajar mengaji dan belajar ilmu agama, bahkan saat di kampungnya Daffa mendapatkan tugas dari pak ustadz untuk adzan di mesjid, ia selalu melaksanakan shalat di mesjid tersebut setiap waktu kecuali saat dia sedang kuliah, di sana ia terkenal sebagai pria yang baik, pintar dan juga Sholeh, mereka sangat kagum kepada Daffa karna walaupun ia tidak memiliki seorang ayah tapi ia bisa menjadi laki-laki yang mandiri.
Michel berdiri di belakang Daffa sebagai makmum, ia mengikuti setiap gerakan Shalat yang di lakukan oleh Daffa, entah kapan terakhir kalinya ia melaksanakan Shalat, selama ini ia sangat abai dalam melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, dulu saat Michel masih kecil, Pak Farhan selalu mendatangkan guru ngaji ke rumahnya untuk mengajarkan Michel dan Fahri belajar Shalat dan mengaji, namun saat ini Michel sudah hampir lupa dengan ilmu yang pernah di ajarkan oleh gurunya ngaji nya dulu, mungkin karna selama ini ia kurang pengawasan dari orang tuanya hingga tidak ada yang mengingatkannya untuk melaksanakan kewajibannya itu.
Setelah selesai melaksanakan shalat, Michel langsung beranjak ke tempat tidur untuk mengambil ponselnya yang sejak tadi terus berbunyi, ia mengambil ponselnya tersebut untuk melihat beberapa pesan dan Panggilan masuk yang belum sempat ia buka, karna sejak pagi ponselnya itu tertinggal di kamarnya, ternyata banyak Chat dari teman-temannya dan juga panggilan tidak terjawab dari Andrew kekasihnya itu, mereka ingin menanyakan kabar Michel karna Michel sudah beberapa hari tidak masuk kuliah, Michel beralasan kalau dia sedang tidak enak badan.
"Baru saja Michel hendak membalas chat dari teman-temannya itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi kembali, ternyata ia mendapatkan panggilan Vidio dari Jessy.
"Hai Jes... ada apa" ucap Michel setelah menggeser tombol hijau di ponselnya.
"Chel... Lo kemana aja sih... dari pagi gue telponin gak di angkat-angkat, chat gue juga gak di bales, kita semua khawatir sama elo, Lo baik-baik aja kan Chel, kapan Lo mau masuk kuliah lagi, sepi tau gak ada lo di kampus" Jessy langsung memberondong Michel dengan berbagai pertanyaan
"Ya maaf... gue kan khawatir sama lo, keadaan lo sekarang gimana Chel" tanya Jessy penasaran
"Keadaan gue udah lebih baik Jes... " jawab Michel bohong, padahal dia memang tidak sakit.
"syukurlah kalo begitu, Trus kapan lo masuk kuliah".
"Besok juga gue masuk kok, gue bete di rumah terus"
"BTW tumben banget Lo pake mukena, Lo Anis ngapain" tanya Jessy penasaran, Michel tidak sadar kalau ia masih mengenakan mukena, ia lupa belum sempat membuka mukena nya itu.
"Emang mukena pungsinya buat apa, masa gue pake mukena buat tidur"
__ADS_1
"gue tau kalo mukena itu buat Shalat, maksud gue... gue aneh aja liat Lo shalat, bukannya selama ini lo gak pernah shalat ya"
"Gue... " Michel bingung harus menjawab apa, dan tiba-tiba Dafa naik ke atas ranjang untuk bersiap-siap tidur, ia duduk di sebelah Michel.
"Chel.... itu siapa di sebelah Lo" teriak Jessy yang melihat seseorang di sebelah Michel namun tidak terlalu jelas, Michel sangat terkejut mendengar ucapan Jessy, ia tidak menyangka kalau Jessy melihat seseorang di sampingnya, Michel langsung menjauh Dari Daffa agar tidak terlihat oleh Jessy.
"I_ itu... itu... itu kakak gue, ia itu kak Fahri" jawab Michel bingung.
"Kak Fahri ?" jawab Jessy tidak percaya, "Kok kaya bukan kak Fahri sih, Lo jujur sama gue Chel, lo lagi sama siapa, jangan-jangan Lo selingkuh ya dari kak Andrew, Lo udah punya gebetan baru Chel... Ampe di bawa ke kamar lagi" tuduh Jessy.
"Apaan sih... itu beneran kak Fahri, gue gak mungkin selingkuh dari Kak Andrew" jawab Michel kesal dengan tuduhan Jessy, tapi ia sedikit lega kalau Jessy tidak curiga sama sekali kalau orang yang ada di sebelahnya adalah Daffa.
"Beneran lo gak bohong sama gue" tanya Jessy memastikan.
"Beneran lah... masa gue bohong, udah ah... gue ngantuk mau tidur, besok kita ketemu di kampus daaaah...." Michel langsung mematikan telponnya untuk menghindari pertanyaan Jessy.
"Lo sengaja kan tadi naik ke tempat tidur biar Jessy ngeliat lo" Michel menghampiri Daffa dan menegurnya dengan kesal.
"Maaf saya tidak bermaksud untuk seperti itu, saya hanya ingin istirahat, saya mau tidur" Jawab Daffa santai, karna ia memang sama sekali tidak berniat seperti itu.
"Alesan aja lo... Lo pasti pengen ngasih tau Jessy kan kalo kita udah nikah, Lo sengaja mau pamer sama dia kalau kita udah tinggal satu kamar "
"Memangnya kenapa kalau Jessy tau, kan memang kenyataan seperti itu, cepat atau lambat Jessy dan teman-teman kamu yang lain pasti akan tau tentang pernikahan kita" Jelas Daffa yang merasa tidak terima dengan tuduhan Michel.
"Nggak.... pokoknya gue gak mau kalau mereka Sampai tau tentang semua ini, awas ya... pokok ya Lo gak boleh ngomong apapun sama mereka atau pun sama anak-anak kampus, terutama kak Andrew, mereka gak boleh sampai tau kalau kita udah nikah, karna sampai kapan pun gue gak akan pernah menerima pernikahan ini, gue gak akan pernah suka sama Lo"
__ADS_1