TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
SAH


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, akhirnya Selly dan Daffa telah sah menjadi sepasang suami istri secara hukum dan agama, Pak Farhan benar-benar mempersiapkan semua itu dengan cepat, uang dan kekuasaan yang ia punya sangat berpengaruh dalam hal tersebut, semua itu berjalan tanpa ada halangan dan hambatan sedikitpun, ia tidak ingin jika Daffa sampai berubah pikiran lagi.


Acara tersebut di adakan dengan sangat sederhana, hanya kerabat dekat dari pak Farhan dan Bu Nana yang hadir dan menyaksikan acara tersebut, Ibu dan Adik Daffa tidak bisa hadir untuk menyaksikan Daffa menikaj, sebab kondisi Ibu Daffa masih belum stabil... ia hanya bisa mendoakan jika pernikahan putranya berjalan dengan lancar.


Ibu Daffa sangat terkejut saat mendengar jika putranya akan menikah dengan anak dari majikannya, ia benar-benar tidak percaya akan hal itu, karna baginya semua itu terlalu cepat dan mendadak, ia takut jika putranya telah berbuat suatu kesalahan terhadap anak majikannya itu sehingga mereka di nikahkan dengan buru-buru seperti itu.


Daffa mencoba menjelaskan kepada ibunya secara pelan-pelan, ia tidak ingin Ibunya salah paham, ia meminta Ibunya agar tidak terlalu Khawatir tentang hal ini, ia meyakinkan Ibunya bahwa semuanya akan baik-baik aja, Sebenarnya Daffa tidak ingin menceritakan hal ini kepada ibunya itu mengingat kesehatannya yang kurang baik, tapi ia juga tidak ingin menutupi apapun dari ibunya , ibunya perlu tau tentang rencana pernikahannya itu, karna restu dan doa dari sang Ibu sangat lah penting bagi dirinya.


"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, Papi harap kalian bisa menjalani pernikahan ini dengan baik, terutama kamu Michel... Papi mau kamu patuh sama suami kamu, karna sekarang Daffa adalah imam kamu, kamu harus menjadi istri yang baik untuknya" Pak Farhan memberikan wejangan-wejangan terhadap Putri nya, namun tampak nya Michel tidak mempedulikannya sama sekali.


"Daffa, sekarang semua tanggung jawab Saya terhadap Michel telah berpindah kepada kamu, tolong jaga dan bimbing putri saya, saya harap kamu bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan Michel" Farhan sedikit lega karna Michel telah mendapatkan suami yang baik, saat ini Michel telah berada dengan orang yang ia anggap tepat untuk menjaga Michel.


"Ia Pak... insya Allah saya akan menjaga Non Michel dengan baik" Jawab Daffa yang saat ini sudah Menjadi menantu dari majikannya sendiri.


"Daffa mulai sekarang kamu harus memanggil saya Papi, karna sekarang kamu bukan anak buah saya lagi, sekarang kamu udah jadi menantu saya, dan satu hal lagi, kamu gak usah manggil Michel dengan sebutan Non, dia kan sudah jadi istri kamu sekarang" Pak Farhan kembali mengingatkan Daffa.


"Ia pak... eh Pih... maaf saya belum terbiasa" tampaknya Daffa masih belum terbiasa dengan semua itu.


"Gak apa-apa Daffa, Nanti juga kamu bakalan terbiasa kok" timpal Bu Nana "Saya titip putri saya ya... tolong jaga dan sayangi Michel dengan sepenuh hati kamu" Bu Nana masih belum menyangka jika putri kesayangannya saat ini sudah menjadi seorang istri, baginya Michel adalah putri kecil yang manja dan keras kepala.


"Insya Allah Bu... Mih" jawab Daffa gugupa


"selamat ya Daf... gue harap lo bisa kuat ngadepin kelakuan ade gue, Lo harus banyak-banyak sabar ngadepin dia, kalo dia berbuat macem-macem... Lo kurung aja di gudang, nanti gue bantuin deh " Fahri memberikan selamat kepada Adik iparnya itu sambil meledek Michel.


"Apaan sih lo kak, gak usah ikut campur deh" ucap Michel sinis.


"Siapa juga yang mau ikut campur, gue cuman mau bantuin Daffa" Elak Fahri.

__ADS_1


"Sama aja kali" sambung Michel lagi.


"Udah-udah... kalian ini ribut terus kalau Deket" sembur pak Farhan.


"Oia Daffa... walaupun kalian sudah menikah, kalian harus tetap melanjutkan kuliah kalian, dan saya juga akan tetap menanggung semua biaya kuliah dan juga keperluan kalian sehari-hari, dan setelah lulus nanti... saya akan memperkerjakan kamu di kantor saya" jelas Pak Farhan.


"Tapi pak... sebagai suami, saya harus menafkahi istri saya" Tolak Daffa, ia tidak ingin menjadi beban di keluarga Pak Farhan


"Untuk sementara kamu jangan dulu memikirkan masalah itu, lebih baik kamu pokus dulu dengan kuliah kamu, agar setelah lulus nanti kamu bisa langsung bekerja di kantor saya"


"Tidak pak... saya tidak mau seperti itu, saya tetap harus mencari penghasilan, saya tidak mau terlalu bergantung dengan Bapak" tolak Daffa lagi.


"Yasudah begini saja, saya akan memberikan pekerjaan kepada kamu lewat Email, agar kamu bisa mengerjakannya di rumah setelah pulang kuliah, nanti saya akan mengajari kamu bagaimana cara kerjanya, sekalian kamu bisa belajar tentang cara kerja perusahaan saya dari sekarang dan mengenal seluk beluk perusahaan saya, sebelum kamu lulus kuliah nanti dan sebelum kamu benar-benar masuk ke perusahaan saya, agar saat kamu lulus nanti kamu sudah benar-benar siap dan paham tentang perusahaan saya, saya akan menggaji kamu sama seperti gaji kamu sebelumnya, nanti saya akan naikan gaji kamu jika kerja kamu bagus, dan untuk masalah tempat tinggal dan juga kendaraan anggap saja semua ini pasilitas dari kantor saya, gimana kamu setuju." jelas Pak Farhan panjang lebar karna ia tau bahwa Daffa bukan lah orang yang mau menerima sesuatu secara cuma-cuma.


"Baiklah saya setuju" Akhirnya Daffa menyetujui tawaran Mertuanya itu, setidaknya ia mempunyai pekerjaan dan penghasilan untuk menafkahi Michel, walaupun pernikahan ini hanya lah pernikahan kontrak tapi pernikahan ini sah di mata hukum dan agama, jadi Daffa berkewajiban untuk menafkahi istri nya.


"Apa..." Michel tampak terkejut mendengar ucapan Papi nya "Nggak Pih... aku gak mau satu kamar sama dia" tolak Michel.


"Ia Pak... sebaiknya saya tidur di kamar saya saja" tambah Daffa yang merasa tidak enak.


"Kalian ini gimana sih... kalian itu sudah jadi suami istri jadi kalian gak boleh tidur di kamar terpisah, kalian harus tinggal satu kamar" ucap Pak Farhan.


"Ia Chel.. Papi kamu benar... sekarang kamu sudah jadi istri Daffa, kamu harus membiasakan diri tinggal satu kamar dengan suami kamu" Bu Nana ikut menambahi.


"Tapi Mih..."Protes Micel lagi.


"Udah gak usah banyak protes, sekarang kalian masuk ke kamar kalian, kam juga mau istirahat capek" Pak Farhan memberi perintah kepada pasangan baru itu.

__ADS_1


"Aku ke kamar duluan Ya Pih... Mih... besok ada kuliah pagi" Pamit Fahri kepada kedua orangtuanya, dia hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan pengantin baru itu.


"Ia Sayang... Mami sama Papi juga mau istirahat" jawab Bu Nana.


"Dadah Michel.... selamat menikmati malam pertama kamu ya" Ledek Fahri.


"Kalian semua nyebelin, aku benci sama kalian" ucap Michel kesal, ia pergi ke kamarnya terlebih dahulu.


"Yasudah sekarang kamu istirahat Daf... susul istri kamu ke kamarnya" Perintah Pak Farhan lagi.


"Ia Pak... Pih..." ucap Daffa bingung.


********


Daffa membuka pintu kamar Michel dengan perlahan-lahan, ia tampak ragu untuk masuk ke kamar itu, tidak pernah terbayangkan sedikit pun bahwa ia harus tinggal satu kamar dengan anak majikannya itu yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya.


Kamar tersebut tampak sudah di hias sedemikian rupa seperti layaknya kamar pengantin pada umumnya, entah kapan dan siapa yang mendekor kamar tersebut hingga kamar Michel terlihat lebih indah, sepertinya pak Farhan dan Bu Nana benar-benar merencanakan dan mempersiapkan acara pernikahan ini dengan baik, semua barang-barang Daffa pun sudah tersimpan sangat Rapih di dalam kamar itu.


"Kok Sofa yang di sini gak ada sih" ucap Michel yang baru menyadari bahwa sofa yang berada di kamar nya sekarang sudah tidak ada "Pasti ini kerjaan Papi... apaan sih maksudnya" ucap Michel kesal karna niatnya untuk menyuruh Daffa tidur di Sofa jadi gagal.


"Memangnya kenapa dengan Sofa itu" tanya Daffa yang heran melihat Michel marah-marah hanya karna sofa.


"Lo gak usah pura-pura bego deh, jangan-jangan ini kerjaan elo ya... Lo pasti sengaja kan ngeluarin sofa itu biar Lo bisa tidur sama gue di kasur" tuduh Michel.


"Saya gak tau sama sekali tentang sofa itu, lagi pula saya juga gak tau kalau saya akan tinggal di kamar ini, saya pikir saya akan menempati kamar saya yang lama.


Non Michel gak perlu khawatir, saya gak akan berbuat macam-macam terhadap Non Michel.. saya tidak akan memaksa Non Michel untuk melakukan hal seperti itu kalau Non Michel gak siap"

__ADS_1


"Awas ya kalo lo bohong... gue pegang omongan lo" Ancam Michel


__ADS_2