
Setelah melaksanakan shalat subuh, Daffa langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan juga membuatkan minuman hangat untuk Michel, ia yakin saat Michel bangun nanti pasti Michel akan merasa pusing, semalam Daffa memutuskan untuk tidur di kamar sebelah, kamar yang ia tempati dulu, ia ingin menenangkan hati dan pikirannya dan juga mencoba untuk menetralisir perasaan yang ia rasakan saat itu, karna baginya semua itu adalah suatu kesalahan.
Saat Daffa tengah menyiapkan sarapan di Meja makan, tiba-tiba Fahri turun dari kamarnya, ia langsung duduk di kursi meja makan dan menuangkan segelas air putih.
"Ri... wajah Lo kenapa, Lo abis berantem" tanya Daffa mengerutkan dahinya saat melihat wajah Fahri tampak penuh dengan lebam.
"Ini semua gara-gara Lo" ucap Fahri setelah meneguk segelas air.
"Kok gue ? apa hubungannya sama gue" jawab Daffa tidak mengerti.
"Gara-gara gue nganterin Ayu kerumahnya malem-malem jadi gue di gebukin sama bokap nya, gue di sangka bawa kabur anak orang malem-malem" jelas Fahri kesal, Daffa malah tersenyum saat mendengar penjelasan Fahri.
"Ngapain Lo ketawa, Lo seneng ya ngeliat gue kaya gini, sial banget gue ketemu sama kalian, kalau tau bakalan kaya gini mending gue gak usah nyamperin kalian, dan pura-pura gak ngeliat" Gerutu Fahri lagi.
"Sorry Ri... gue gak bermaksud buat ngerepotin Lo, gue juga gak tau apa-apa, soalnya pas gue Dateng kesana mereka udah pada mabuk , untung Lo ada di sana semalem" jelas Daffa.
"Ngomong-ngomong Michel gimana, udah sadar belom dia, ngerepotin aja tuh bocah, udah kawin juga masih aja bikin ulah, gue omelin nanti tuh anak" Gerutu Fahri seraya mengambil satu potong tempe yang di siapkan oleh Daffa.
"Gue gak tau, ini gue baru mau nganterin sarapan ke kamarnya" jawab Daffa seraya membawa sebuah nampan.
"Ngapain sih Lo pake acara bawain sarapan ke kamarnya segala, nanti juga kalau di laper bakalan turun sendiri, kalau di gituin terus nanti dia makin manja" Daffa tidak segan-segan untuk memberitahu Daffa,Kedatangan Daffa di rumah ini membuat Fahri merasa mempunyai teman baru di rumahnya, ia jadi tidak terlalu merasa kesepian, selain itu Fahri juga tidak terlalu merasa bosan saat berada di rumah, dan itu membuat Fahri merasa betah diam di rumah, biasanya Fahri sangat jarang pulang kerumahnya, ia lebih sering menginap di rumah teman-temannya agar mempunyai teman untuk bicara.
"Gak apa-apa, kasian... dia pasti masih pusing gara-gara mabuk semalam" jawab Daffa sambil pergi meninggalkan Fahri.
Saat Daffa masuk kedalam kamar Michel, ternyata Michelle sudah bangun, Michel tengah duduk dan bersandar di tempat tidur sambil memijit-mijit keningnya, tampaknya Michel baru saja terbangun.
__ADS_1
"Kamu udah bangun" tanya Daffa seraya meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas.
"Siapa yang bawa gue pulang kesini" Tampaknya Michel sama sekali tidak sadar dengan apa yang terjadi semalam.
"Jangan-jangan Lo semalem ngikutin gue ya" tuduh Michel.
"Nggak.... saya gak ngikutin kamu, semalem saya menunggu kamu Sampai tengah malam, tapi kamu masih belum pulang juga, jadi saya menelpon Ayu untuk menanyakan posisi kamu dimana, Saya sangat khawarit sama kamu" jelas Daffa yang sangat khawarit saat itu.
"Gak usah soksoan peduli deh sama gue, mending Lo urusin aja tuh cewek Lo di kampung" ucap Michel tampak tidak peduli, ia sudah tidak ingin berharap lebih kepada Daffa.
"Tapi Saya_" ucap Daffa hendak mengatakan sesuatu namun tiba-tiba ponsel Michel berbunyi.
"Halo sayang..." ucap Michel saat menerima panggilan dari ponselnya, ternyata itu adalah panggilan dari Andrew.
"Honey... gimana keadaan kamu, aku dengar kamu mabuk berat ya semalam, sorry honey... semalam aku gak bisa menjemput kamu, soalnya aku sedang ada urusan" ucap Andrew tampak Khawatir di sebrang sana, suara Andrew masih bisa di dengar oleh Daffa.
"Lalu bagaimana keadaan kamu sekarang, apa kamu baik-baik aja" tanya Andrew lagi.
"kepala aku pusing banget sayang..." Jawab Michel manja, Daffa tampak tidak suka melihat Michel bermesraan dengan Andrew di telepon, sepertinya Michel berhasil membuat Daffa cemburu.
"Kamu harus istirahat sayang... dan jangan lupa sarapan, lain kali kamu gak boleh terlalu banyak minum ya, aku khawatir dengan kesehatan kamu, Aku_"Ucap Andrew ya g tengah mewanti-wanti Michel, namun tiba-tiba Daffa merebut hp Michel dari tangannya dan kemudian Daffa melemparkan Hp tersebut dengan sekuat tenaga dan juga penuh emosi hingga handphone Michel hancur berkeping-keping
"Daf... Lo apa-apaan sih, lo udah gila ya" teriak Michel sambil beranjak dari tempat duduk dan kemudian menghampiri Daffa, ia benar-benar kesal melihat hp nya hancur.
"Saya tidak suka kalau kamu telpon-telponan sama dia" bentak Daffa.
__ADS_1
"Apa hak elo ngelarang gue buat telpon-telponan sama cowok gue, bukan nya Lo sendiri juga punya cewek di kampung, bahkan waktu itu Lo bilang sama cewek Lo kalau Lo nikahin gue karna terpaksa, jadi Lo gak punya hak sama sekali ngatur-ngatur hidup gue" teriak Michel kesal.
"Saya suami kamu, jadi saya mempunyai hak untuk melarang kamu agar tidak dekat-dekat sama dia"tegas Daffa.
"Suami ?" ucap Michel sambil tersenyum sinis. "Apa Lo udah lupa kalau pernikahan kita ini hanya hanya pernikahan kontrak , gue tau Daf kalau Lo nikahin gue karna Lo mau balas budi sama bokap gue, karna waktu itu bokap gue udah ngebiayain pengobatan ibu Lo, jadi apakah pantas kalau hubungan kita ini di sebut sebagai Pernikahan, dan apakah pantas kalo Lo di sebut sebagai seorang suami, karna sampai saat ini, Lo masih terus memikirkan Hana, Lo lebih memilih untuk menjaga perasaan cewek Lo itu daripada perasaan istri Lo sendiri"
"Tau dari mana kamu tentang perasaan saya, kenapa kamu berkata seperti itu, semua itu gak bener Chel, semua itu hanya kesimpulan kamu sendiri saja"jawab Daffa lagi.
"Gue denger Daf... gue denger pembicaraan Lo sama dia, waktu itu Lo bilang ke dia kalau lo terpaksa nikah sama gue, dan gue juga liat dengan mata kepala gue sendiri gimana paniknya elo saat cewe itu tau tentang pernikahan kita, bahkan Lo berusaha ngejar dia saat dia marah dan salah paham sama elo" Hati Michel benar-benar sakit saat mengingat kejadian itu.
"Lo jahat Daf... Lo udah seenaknya mempermainkan perasaan gue, gue pikir Lo itu suka sama gue, karna selama ini Lo selalu bersikap baik sama gue, Lo selalu perhatian ke gue dan Lo selalu melindungi gue, seolah-olah gue adalah cewe yang istimewa buat lo. Gue merasa sangat berharga di mata Lo, gue selalu merasa aman dan juga nyaman saat bersama Lo hingga akhirnya gue menaruh harapan yang sangat besar sama Lo, Gue cinta sama Lo Daf... gue cinta sama Lo, gue gak tau kapan perasaan ini muncul, perasaan ini datang begitu saja tanpa gue sadari, tapi sayangnya perasaan gue hanya bertepuk sebelah tangan, ternyata selama ini gue udah salah paham dengan semua sikap lo ke gue, cinta Lo bukan buat gue, karna di dalam hati lo hanya ada Hana " Michel mengeluarkan semua isi hatinya yang terpendam selama ini kepada Daffa.
"Siapa bilang Saya tidak mempunyai perasaan sama kamu, siapa bilang kalau saya tidak perduli sama kamu, siapa bilang kalau saya mencintai Hana" Akhirnya Daffa angkat bicara untuk meluruskan semua kesalahpahaman ini. "saya akui dulu saya memang pernah menyukai Hana, tapi itu dulu, sebelum kamu hadir di kehidupan saya, mengganggu pikiran saya dan masuk ke dalam hati saya, Kamu pikir saya tidak cemburu melihat kamu bermesraan dengan Andrew, kamu pikir saya baik-baik saja saat melihat kedekatan kalian, kamu gak pernah tau bagaimana kacaunya pikiran saya saat melihat sikap kamu yang berubah-ubah, dengan mudahnya kamu bilang sama saya kalau kamu cinta sama saya, trus besoknya kamu mesra-mesraan lagi sama dia, saya bingung Chel dengan ucapan kamu, saya benar-benar tidak tau kata-kata mana yang harus saya percayai dari kamu. Saya cinta sama kamu Chel... saya cemburu melihat kamu sama dia, saya cemburu" sekarang giliran Daffa yang mengeluarkan semua isi hatinya kepada Michel.
"Jadi__ jadi sebenarnya Lo_" Michel tidak menyangka dengan apa yang ia dengar barusan.
"Ya... saya juga mencintai kamu, bahkan jauh sebelum kamu memiliki perasaan sama saya, selama saya hanya bimbang dengan perasaan kamu sebenarnya, saya tidak tau siapa sebenarnya orang yang kamu cintai, Andrew atau saya, saya takut kalau perasaan kamu ke saya hanyalah emosi sesaat saja, hanya karna kita selalu bersama-sama setiap hari" Daffa mengungkapkan keraguannya selama ini terhadap Michel.
"Nggak Daf... perasaan gue bener-bener tulus sama Lo, gue juga gak tau sejak kapan perasaan ini muncul, tapi yang pasti gue selalu merasa nyaman saat di dekat Lo, dan gue cemburu saat Lo deket-deket dengan perempuan lain" jelas Michel.
"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu sama Andrew sekarang, apakah kamu juga masih mencintainya" selidik Daffa.
"Gue pacaran sama Andrew karna gue merasa kalo gue dan dia memiliki kesamaan, sama-sama kesepian dan sama-sama kurang kasih sayang dari orang tua, selain itu kita juga mempunyai hobi yang sama, sama-sama menyukai dunia malam, dia yang selalu nemenin gue disaat gue merasa kesepian, dia selalu mengajak gue bersenang-senang di saat gue merasa terpuruk, tapi apa yang gue rasain ke dia gak sama dengan apa yang gue rasain sama lo, gue gak pernah sesakit ini ngeliat dia di deketin cewek-cewek, gue gak pernah ngerasa senyaman ini saat gue sama dia, dan gue gak pernah ngerasa serindu ini saat dia jauh dari gue seperti yang gue rasakan sama Lo, hati gue sakit saat Lo sama cewek lain, gue benar-benar merasa nyaman saat gue di deket lo, perasaan gue benar-benar tenang, gue bisa melupakan semua masalah hidup gue, gue selalu merasa aman saat bersama Lo, semua ketakutan gue hilang seketika, berkali-kali Lo selalu menjadi menyelamat gue"
"Tapi kenapa kamu masih terus bermesraan sama dia, kelihatannya kamu sangat menikmati semua itu, bahkan kamu masih memanggilnya dengan sebutan sayang" Selidik Daffa lagi.
__ADS_1
"Itu karna gue pengen manas-manasin elo, gue pengen balas dendam sama Lo, gue pengen ngerasain apa yang gue rasain saat Lo deket sama Hana, gue cemburu Daf... gue cemburu ngeliat Lo sama Hana, gue takut kehilangan elo" Ucap Michel seraya membenamkan kepalanya di dada Daffa, bahu Michel tampak naik turun karna ia tak kuasa menahan tangisannya.
"Maaf Chel... Saya gak bermaksud melukai perasaan kamu, saat itu saya masih ragu dengan perasaan kamu ke saya, karna saya pikir kamu masih mencintai Andrew, jadi saya gak mau terlalu berharap besar sama kamu" Ucap Daffa seraya mengelus-elus rambut Michel, kemudian ia mencium pucuk kepala Michel, keduanya merasa lega setelah mengungkapkan semua perasaan mereka.