TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Berlarut-larut


__ADS_3

Setelah mengetahui Istrinya hamil, Daffa semakin ekstra dalam menjaga dan memberikan perhatian kepada Michel, ia juga meminta Michel untuk tidak memikirkan masalah yang terjadi dengan Jessy.


Saat Ayu dan Chika mengetahui tentang hal itu, mereka langsung menemui Michel dan melihat keadaannya. Dan kemudian Daffa menjelaskan semua yang terjadi kepada mereka berdua. Setelah mendengar penjelasan Daffa, mereka berjanji untuk membantu Michel menyelesaikan masalahnya dengan Jessy dan memberikan pengertian kepada Jessy. Walaupun pada awalnya Chika pun sempat kecewa kepada Michel dan Ayu karna merahasiakan hal tersebut kepadanya, ia merasa tidak di anggap sebagai sahabat, tapi Ayu berusaha meyakinkan Chika bahwa semua itu bukan keinginan Michel, Ayu menceritakan semua yang di alami Michel dan Daffa waktu itu kepada Chika. Hingga akhirnya Chika pun luluh dan dapat memahami semuanya, selain itu jika ia ikut-ikutan marah kepada Michel, ia hanya akan memperkeruh suasana dan mengganggu kesehatan Michel dan kandungannya.


Ternyata kabar tersebut langsung sampai ke telinga Andrew, mungkin ia mengetahui hal itu dari Jessy. Tentu saja Andrew pun meradang, ia benar-benar marah dan kecewa kepada Michel karna merasa telah di bohongi dan di hianati oleh kekasihnya itu.


Andrew langsung mendatangi Michel di rumahnya dengan amarah yang memuncak, ia ingin meminta penjelasan dari Michel, tapi Daffa tidak membiarkan Andrew menemui istrinya itu, apalagi dengan kondisi nya saat ini. Alhasil Andrew melampiaskan Amarahnya kepada Daffa hingga akhirnya mereka berdua berkelahi, untung saja ada Fahri yang melerai perkelahian mereka dan meminta Andrew untuk segera pulang.


Orang tua Michel yang saat itu tengah berada di luar negri, langsung pulang ke tanah air setelah mendengar anak perempuannya tengah mengandung, mereka benar-benar bahagia mendengar kabar tersebut, mereka menyambut gembira calon bayi yang ada di dalam kandungan putrinya.


Ibu dan adik Daffa pun tak kalah bahagia mendengar kabar tersebut, mereka berjanji akan segera mengunjungi Michel dan Daffa ke Jakarta.


"Chel... makan dulu ya, aku sudah buatin bubur untuk kamu" Daffa membawakan sarapan untuk istrinya ke kamar, sudah beberapa hari ini Michel sulit untuk makan, ia selalu merasa mual setelah memakan sesuatu.


"Aku belum laper Daf..." Jawab Michel yang tampak pucat dan lemas.


"Tapi Chel... kamu belum makan apa-apa dari semalam"


"Makan Ya... aku suapin mumpung buburnya masih panas"


"Aaa..." Daffa berusaha membujuk istrinya agar mau makan dan perutnya terisi.


Walaupun tidak berselera tapi Michel berusaha menelan makanan tersebut dengan perlahan agar perutnya tidak merasa mual. semua itu ia lakukan untuk calon bayi yang ada di dalam kandungan agar mendapatkan asupan nutrisi.


"Udah cukup Daf... aku udah kenyang" Michel menggelengkan kepalanya saat Daffa hendak menyuapinya lagi.


"Tapi kamu baru makan tiga suap"protes Daffa.


"Nggak Daf... perut aku udah mulai mual, nanti kalo di paksain bisa-bisa muntah lagi" ucap Michel seraya menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ya sudah kalo gitu"


"Sekarang Kamu minum susunya dulu, tadi aku buatin yang rasa coklat, biar kamu gak bosen, aku sengaja beli berbagai macam Rasa"


"Makasih Daf... maaf aku selalu merepotkan kamu" ucap Michel lirih.


"Kamu tidak perlu berterima kasih sayang, ini sudah menjadi kewajiban aku sebagai suami kamu, untuk memperhatikan kamu dan calon anak kita" ucap Daffa seraya mengusap rambut istrinya, Michel merasa bersyukur mendapatkan suami seperti Daffa.


"Daf... aku ingin ketemu Jessy, kamu mau kan anterin aku ke rumahnya" Permasalahan nya dengan Jessy masih mengganjal di hati Michel, ia belum bisa tenang sebelum mendapatkan maaf dari Jessy. Michel sudah beberapa kali mencoba menghubungi Jessy tapi Jessy tidak pernah menjawab telponnya, ia juga sudah berkali-kali mengirimkan pesan kepadanya tapi tak pernah sekalipun Jessy membalas pesan tersebut, hal itu membuat Michel semakin merasa bersalah.


"Tapi keadaan kamu masih lemah, sebaiknya kamu istirahat dulu, biar aku Ayu dan Chika yang mencoba memberikan penjelasan kepada Jessy, biar kami yang mengurus masalah ini" Bujuk Daffa.


"Tapi Daf..."


"Chel... sebaiknya kamu fokus dengan kesehatan kamu dan calon bayi kita, aku gak mau terjadi apa-apa dengan kalian, tolong percaya percaya sama aku, kamu mau kan nurutin permintaan aku" Michel mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda ia akan patuh kepada Daffa.


"Makasih sayang..." ucap Daffa seraya memeluk tubuh istrinya.


sesuai janji mereka kepada Michel, ayu dan Chika sudah berusaha membujuk Jessy agar ia mau memaafkan Michel, mereka juga memberikan penjelasan kepada Jessy tentang apa yang di alami Michel waktu itu, tapi Jessy tetap tidak mau memaafkan Michel, ia benar-benar merasa kecewa kepada Michel karna ia merasa Michel tidak menganggap nya sebagai teman, selain itu ia juga merasa Michel dan Daffa sudah mempermainkan perasaannya, karna mereka berdua sudah memberikan harapan kepadanya untuk memiliki Daffa, hingga ia benar-benar mencintai Daffa.


Chika dan Ayu sudah tidak tau lagi bagaimana menghadapi Jessy dan meluluhkan hatinya, karna apapun yang mereka katakan kepada Jessy tidak pernah di hiraukan oleh Jessy, justru Jessy malah menganggap bahwa Mereka berdua lebih berpihak kepada Michel daripada dirinya, bahkan Jessy sempat membuat pilihan kepada mereka untuk memilih antara ia dan Michel, karna Mulai saat ini Jessy sudah tidak mau lagi menganggap Michel sebagai sahabatnya.


Akhirnya Chika dan Ayu memutuskan untuk tidak membahas masalah itu lagi sampai amarah Jessy benar-benar reda, mereka tidak mau membuat persahabatan mereka jadi hancur, mungkin saat ini Jessy masih perlu waktu untuk memikirkan semua ini dan menata kembali hatinya.


***


Hari ini Daffa memutuskan untuk pergi ke kampus seperti biasa, sebab ia sudah beberapa hari tidak masuk kuliah, karna harus menjaga dan merawat sang istri yang sedang hamil.


Sebenarnya ia masih masih cemas meninggalkan istrinya di rumah, apalagi saat ini kondisi Michel masih sangat lemah, rasanya ia enggan jauh-jauh dari istrinya itu, ia ingin menemani Michel dan selalu berada di sisi sang istri, tapi apalah daya, ia juga mempunyai kewajiban untuk melanjutkan kuliahnya.

__ADS_1


Beruntung Daffa mempunyai mertua yang sangat baik, mereka meyakinkan Daffa agar tidak perlu terlalu menghawatirkan Michel, mereka meminta Daffa untuk fokus dengan kuliahnya, mereka berjanji akan menemani Michel dan menjaganya selama Daffa sedang kuliah, hal itu membuat perasaan Daffa sedikit lega


Awalnya Michel pun bersikeras ingin pergi ke kampus, namun Daffa dan kedua orangtuanya tidak mengijinkannya, sebab Kondisi Michel masih tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas seperti biasa.


"Jes... tunggu" Saat Daffa baru saja turun dari mobil, ia tidak sengaja bertemu dengan Jessy. Jessy sempat menghindar tapi Daffa berhasil mengejar nya, dan menghalangi jalan nya


"Sebaiknya lo minggir, gue gak mau liat muka Lo lagi" Jawab Jessy sinis


"Tapi kita perlu bicara Jes... aku gak mau masalah ini berlarut-larut" sambung Daffa


"Gak ada lagi yang perlu kita bicarakan, Lo dan istri Lo sama aja, sama-sama pembohong, gue benci sama kalian berdua"


"Jes... tolong dengerin dulu, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, kami tidak bermaksud untuk membohongi kalian, kami hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk mengatakan hal ini"


"Gue gak peduli, gue udah gak mau lagi denger tentang hal itu, mulai sekarang jangan pernah ganggu gue lagi, gue udah gak mau lagi berhubungan dengan kalian" Ucap Jessy sambil berjalan meninggalkan Daffa.


"Tapi sekarang Michel sekarang sakit Jes... kondisinya benar-benar lemah" ucap Daffa lagi, dan tiba-tiba saja langkah Jessy terhenti, tapi ia tetep masih membelakangi Daffa.


"Sudah beberapa hari ini Michel tidak mau makan sama sekali, ia hanya menghabiskan waktunya di kamar, aku sering melihat di melamun"


"Aku yakin dia pasti sedang memikirkan kamu, dia benar-benar merasa bersalah sama kamu"


"Walaupun kondisinya sangat lemah, dia selalu meminta aku untuk mengantarnya menemui kamu"


"Dia ingin mendapatkan maaf dari kamu, walaupun sebenarnya dia tidak bermaksud untuk membohongi kamu"


"Aku yakin kondisi Michel saat ini bukan hanya karna dia sedang hamil, melainkan karna perasaannya sedang di selimuti rasa bersalah, hingga ia tidak punya semangat untuk bangkit dan kembali ceria seperti dulu"


"Saat ini di benar-benar sangat tersiksa Jes... dia benar-benar menderita kehilangan sahabat seperti kamu"

__ADS_1


"Dia sangat membutuhkan kamu"


"Aku mohon tolong buka hati kamu untuk Michel".


__ADS_2