TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Pengakuan


__ADS_3

Michel sudah mulai betah tinggal di rumah Daffa, ia juga sudah sangat dekat dengan Ibu dan Adik Daffa, Michel menemukan kehangatan di rumah itu, ia tidak lagi merasa kesepian seperti di rumahnya, mertuanya itu benar-benar memperlakukan Michel seperti anak kandungnya sendiri, bukan sebagai menantu.


"Assalamualaikum... ucap Seseorang dari luar rumah, saat itu Daffa tengah berada di kamar dengan Michel sedangkan Ibu dan Sifa tengah berada di dapur.


"Daf... sepertinya ada tamu" ucap Michel yang tengah memainkan Handphone sedangkan Daffa tengah membaca buku.


"Ia... itu seperti suara Kiyai Arifin, sebentar ya saya bukain pintu dulu" jawab Daffa.


"Waalaikumsalam..." jawab Daffa setelah membuka pintu, kemudian ia mencium tangan Kiyai Arifin


"Ayo silahkan masuk Pak Kiyai" ucap Daffa sopan.


"Ia Daf..." ucapnya lagi sambil masuk ke dalam rumah Daffa.


"silahkan duduk Pak Kiyai"


"Terimakasih Daf..." Kiyai Arifin mendaratkan tubuhnya di atas sofa.


"Saya seneng banget Pak Kiyai mau mampir ke rumah saya, Pak Kiyai sengaja kesini... atau kebetulan lewat" tanya Daffa penasaran.


"Saya sengaja datang kesini Daf.. ada yang mau saya bicarakan dengan kamu dan ibu kamu, ibu kamu ada" jelas Kiyai Arifin.


"Ada .. Ibu sedang masak di dapur, Kalau begitu saya panggilkan ibu dulu ya, sekalian membuatkan minum" Jawab Daffa, dan kemudian ia bergegas pergi ke dapur untuk menghampiri ibunya.


"Bu.. ada kiyai Arifin di ruang tamu, beliau nanyain ibu" ucap Daffa.


"kiyai Arifin" ibu mengerutkan keningnya "tumben beliau datang kemari nyariin ibu, ada apa ya" sambung ibu heran


"Daffa juga kurang tau Bu.. sebaiknya ibu temuin beliau dulu"


"Ya sudah kalau begitu, kamu temenin ibu ya ke depan, biar Sifa yang membuatkan minum"ajak ibu.


"Baik bu" jawab Daffa seraya mengikuti ibunya dari belakang.


"Assalamualaikum kiyai Arifin..." ucap Ibu menghampiri beliau.


"Waalaikumsalam... Bu Minah, maaf jika kedatangan saya telah mengganggu" ucap Kiyai Arifin lagi.


"Tidak Pak Kiyai, tidak menganggu sama sekali, ngomong ada keperluan apa Pak Kiyai mencari saya" ucap Ibu seraya mendaratkan tubuhnya di atas sofa, di susul oleh Daffa yang ikut duduk di sebelahnya.


"Begini... kedatangan saya kemari untuk membahas masalah anak-anak kita"ucap Pak Kiyai tampak ragu-ragu.


"Maksud Pak Kiyai" tanya ibu bingung.

__ADS_1


Saat ini Michel tengah menguping dari dalam kamar, ia ingin tau apa maksud kedatangan Pak Kiyai.


"Begini Bu Minah... Naya dan juga Daffa sudah bersahabat sejak kecil, sejak dulu mereka berdua sudah sangat dekat, bahkan bisa dibilang mereka sudah saling memahami karakter satu sama lain, jadi... maksud kedatangan saya kemari yaitu untuk mengajak Bu Minah untuk menjodohkan putra-putri kita" Jelas Pak Kiyai.


"Menjodohkan... maksud Pak kiyai Naya dan Daffa" ucap Ibu semakin bingung ia benar-benar terkejut mendengar ucapan kiyai Arifin, begitupun dengan Daffa, ia tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya itu.


"Ia... Naya dan Daffa, Kalian pasti sangat terkejut dengan rencana saya ini, tapi Saya sudah memikirkan semua ini matang-matang, menurut saya Daffa adalah orang yang tepat untuk menjadi suami Naya, dan begitupun sebaliknya, mereka berdua memiliki banyak kesamaan dan ke cocokan, dan setelah saya perhatikan... tampaknya Daffa dan Naya sama-sama saling menyukai, bukan begitu Daf..." Tanya Kiyai Arifin kepada Daffa sambil tersenyum.


"Saya_" ucap Daffa bingung.


"hahaha... kamu pasti masih malu untuk mengakuinya kan" Pak Kiyai tersenyum menggoda Daffa yang tampak gugup.


"Kamu tidak perlu menjawabnya, karna tanpa kamu jawab pun saya sudah tau"


"Gimana Daf... kamu mau kan menikah dengan Naya" tanya Kiyai Arifin lagi, yang di tanya malah semakin bingung.


"Saya_" ucap Daffa yang tidak tau harus menjawab apa.


"DAFFA TIDAK BOLEH MENERIMA PERJODOHAN INI" Michel tiba-tiba masuk dan ikut bicara.


"Michel..." ucap Daffa terkejut, dan langsung bangun dari tempat duduk nya.


"Neng Michel..." begitupun dengan ibu, sejak tadi ia sudah sangat khawarit jika Michel mendengarkan pembicaraan ini.


"Saya tidak akan mengijinkan Daffa untuk menikah dengan putri anda" ucap Michel lagi.


"Michel tolong jaga sikap kamu" Daffa tidak suka melihat Michel bicara tidak sopan kepada Kiyai Arifin namun Michel tampak tidak peduli.


"Apa hak kamu melarang Daffa menerima perjodohan ini" tanya beliau lagi.


"Saya adalah istrinya Daffa, jadi saya berhak untuk melarang Daffa" jelas Michel yang berhasil membuat Kiyai Arifin terkejut termasuk Daffa.


"Istri... ?" ucap Kiyai Arifin tidak percaya.


"Ya... saya adalah istrinya sahnya Daffa" tegas Michel.


"Michel cukup..." Bentak Daffa.


"Lebih baik sekarang kamu masuk ke dalam kamar" ucap Daffa seraya menunjuk ke arah kamar, Michel benar-benar terkejut melihat kemarahan Daffa, ia langsung pergi ke kamarnya tanpa berbicara sepatah katapun, wajahnya tampak kesal sekaligus kecewa.


"Daffa tolong jelaskan kepada Saya, apa maksud semua ini, apa benar kamu sudah menikah" tanya Kiyai Arifin.


"I_Ia Pak Kiyai .. Apa yang di katakan Michel memang benar, saya_saya sudah menikah dengan dia"jelas Daffa gugup.

__ADS_1


"Lalu kenapa kemarin kamu gak bilang sama saya" sambung nya lagi.


"Saya benar-benar Kecewa sama kamu, kamu sudah mempermalukan saya seperti ini, kalau saat itu kamu bilang sama saya kalau dia adalah istri kamu, saya tidak akan pernah datang kesini untuk menjodohkan kalian" Kiyai Arifin tampak Kecewa.


"Maaf Pak Kiyai... saya tidak bermak untuk berbohong, Saya_" ucap Daffa merasa bersalah.


"Sudah... kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, Saya sudah sangat kecewa kepada kamu, Assalamualaikum" ucap Pak Kiyai seraya meninggalkan rumah Daffa.


"Tunggu Pak Kiyai... saya minta maaf" ucap Daffa mengejar nya, namun beliau tidak mempedulikan Daffa.


"Bagaimana ini Bu... Kiyai Arifin sangat marah sama aku" ucap Daffa cemas, karna guru yang selama ini ia hormati tampak marah terhadapnya.


"Sudah Daf... kamu tidak perlu terlalu Khawatir, nanti ibu akan mencoba bicara dengan beliau, ibu uang akan menjelaskan semuanya." jawab Ibu menenangkan Daffa.


**


"Michel... kenapa kamu bicara seperti itu kepada Kiyai Arifin, saya tidak suka dengan cara bicara kamu yang tidak sopan" ucap Daffa saat ia masuk ke dalam kamar.


"Kenapa ?? Lo tidak suka jika orang lain mengetahui kalau lo udah menikah sama gue, atau... lo gak mau Naya kecewa sama lo, Lo suka sama dia, ia..." jawab Michel kesal.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, Bukannya kamu sendiri yang meminta saya merahasiakan semua ini, saya tidak suka kamu mencampuri urusan saya" ucap Daffa lagi.


"Siapa bilang gue gak berhak, gue berhak mencampuri urusan lo, karna gue istri lo, gue gak suka ngeliat lo dekat-dekat dengan Naya" tegas Michel.


"Bisa-bisanya kamu melarang saya dekat-dekat dengan Naya, sementara kamu sendiri selalu sibuk pacaran dengan Andrew, selama ini saya tidak pernah ikut campur dengan urusan kamu dengan Andrew sekalipun kamu mesra-mesraan sama dia di hadapan saya, apa itu yang namanya istri"jawab Daffa mengungkit perbuatan Michel.


"Dulu kamu yang meminta saya untuk merahasiakan semua ini dari semua orang , termasuk dari pacar kamu, tapi kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada Kiyai Arifin, kamu sudah membuat saya malu depan beliau, selama ini kamu tidak pernah menghargai saya sedikitpun, kamu selalu saja membuat saya kesal, ulah apa lagi yang akan kamu buat nanti, sebenarnya apa rencana kamu Chel... apa maksud dari semua ini, kenapa kamu melakukan semua ini Chel... kenapa??"Teriak Daffa.


Seketika tubuh Michel gemetar dan kedua matanya tampak sudah berkaca-kaca saat Daffa berteriak kepadanya, baru kali ini ia melihat Daffa marah "Gue ngelakuin ini karna gue cemburu sama Hana, gue gak suka liat Lo dekat dengan Hana, Gue cinta sama Lo Daf... " jawab Michel


"Cemburu... kenapa kamu cemburu sama Hana, bukannya kamu sendiri sudah punya pacar, apa yang membuat kamu cemburu Chel"ucap Daffa tidak mengerti.


"Gue_ " ucap Michel ragu-ragu "gue cinta sama Lo Daf... gue cinta sama lo" tiba-tiba saja kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Michel tanpa ia sadari, disertai dengan air matanya.


"Cinta... maksud kamu apa Chel... tolong kamu jangan becanda Chel" ucap Daffa tidak percaya.


"Gue gak Becanda Daf... Gue bener-bener cinta sama lo, gue gak rela kalo Lo deket-deket sama Naya, gue gak mau kehilangan Lo Daf"Jelas Michel lagi.


"Nggak... gak mungkin Chel... kamu pasti salah" Daffa masih tampak tidak percaya.


"Awalnya gue juga ragu dengan perasaan ini Daf, Gue juga Gak tau kapan perasaan ini muncul, perasaan ini datang begitu saja, yang pasti gue selalu merasa nyaman saat di dekat Lo, gue ngerasa hati gue damai, dan jantung gue selalu berdebar-debar saat ada lo di samping gue, semua perhatian Lo ke gue selama ini membuat hati gue luluh Daf..Dan apa lo tau...? apa yang membuat gue tersesat kemarin? itu karena gue cemburu sama Lo, gue gak suka melihat Lo sama Naya, gue kesel... sampai-sampai gue jalan tanpa arah tujuan, dan akhirnya gue nyasar. Dan dari kejadian itulah gue sadar kalau gue cinta sama Lo, gue takut kehilangan Lo Daf... gue takut..." Michel menangis tersedu-sedu seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, bahunya tampak naik turun karna ia menangis sesenggukan.


Daffa benar-benar Shock mendengar semua ini, ia masih tidak menyangka dengan semua ini, ia juga tidak tega melihat Michel sampai menangis seperti itu. Akhirnya Daffa mendekati Michel dan membawa tubuh Michel kedalam pelukannya, mencoba untuk memahami semua ini.

__ADS_1


__ADS_2