TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Kebetulan


__ADS_3

Sekitar pukul 11 siang Farhan dan sekretaris pribadinya tengah menemui Client penting di sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari kantor Milik Farhan, pertemuan tersebut untuk membahas kontrak kerja sama mereka dalam membangun salah satu cabang perusahaan di luar kota.


Setelah mereka mencapai kesepakatan yang yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan, Mereka mengakhiri pembahasan mereka dan bergegas untuk kembali ke kantor, karna masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan.


Nina sekertaris pribadi Farhan berjalan tepat di belakang atasannya dengan membawa tas jinjing milik atasannya itu, yang berisi dokumen-dokumen penting di dalamnya, mereka hendak masuk ke dalam mobil mewah yang akan membawa mereka kembali ke kantor, namun saat mereka hendak masuk ke dalam mobil mewah tersebut, dua orang pria bertubuh tinggi dan mengenakan masker, merampas tas yang berada di tangan Nina, sontak Nina menjerit untuk meminta pertolongan.


"Jambret.... Jambret..." teriak Nina saat tas yang berisi dokumen-dokumen tersebut terlepas dari genggamannya, padahal tadi ia sudah berusaha mempertahankan tas tersebut hingga terjadi tarik menarik di antara mereka, namun Nina kalah kuat dengan pria bertubuh besar tersebut.


Farhan yang berdiri tidak terlalu jauh dari Sekertaris pribadinya itu, bergegas mengejar jambret tersebut, untuk merebut kembali tas Miliknya, hingga terjadi baku hantam di antara mereka namun karena mereka berjumlah dua orang, Farhan tidak mampu untuk melawan mereka hingga akhirnya ia tersungkur ke jalan, dan saat jambret tersebut hendak melarikan diri, seorang pemuda yang tengah melintas di tempat tersebut berusaha menolong farhan untuk mengambil kembali barang miliknya, ia menghalangi kedua pria tersebut untuk pergi, Kedua jambret tersebut hendak memberikan pukulan untuk menghajar pria yang mengahalangi pekerjaan mereka, namun pria tersebut dengan cekatan menghindari pukulan mereka dan balik mengajar kedua jambret itu hingga mereka terjatuh dan melarikan diri, tanpa sempat membawa tas yang menjadi incaran mereka, karena sebelum mereka melarikan diri, pria tersebut sudah terlebih dahulu mengambil tas itu dari mereka.


"Bapak Tidak apa-apa" tanya pria tersebut kepada Farhan


"Saya baik-baik saja" ucap Farhan dengan wajah yang sedikit memar.


"Alhamdulillah... ini tas bapak" ucap pemuda tersebut seraya mengembalikan tas milik Farhan.


"Terimakasih banyak kamu sudah menolong saya, kalau boleh tau siapa nama kamu" ucap Farhan sambil mengambil tas miliknya


"Nama saya Daffa, tadi saya kebetulan lewat di daerah sini"


"Saya bener-bener berterima kasih karna nak Daffa sudah menolong saya, Ini sedikit imbalan dari saya mohon di terima" ucap Farhan seraya menyodorkan beberapa lembar uang kepada Daffa,


"Terimakasih Pak... tapi saya ikhlas melakukan semua itu, Maaf saya tidak bisa menerima uang itu"tolak Daffa


"Tapi saya juga ikhlas memberikannya, saya mohon terima uang ini"ucap Farhan lagi

__ADS_1


"Maaf pak... saya tidak bisa menerimanya" tolak Daffa lagi.


"Baiklah kalau begitu, semoga tuhan membalas kebaikan nak Daffa"


"Amin..." jawab Wahyu singkat.


"Baiklah kalau begitu saya permisi duluan, saya harus kembali ke kantor, apa nak Daffa mau sekalian ikut bersama kami, nanti supir saya yang akan mengantarkan nak Daffa"


"Tidak, terimakasih pak, saya akan melanjutkan mencari pekerjaan di dekat-dekat sini"


"pekerjaan" tanya Farhan seraya mengerutkan dahinya "memang nya nak Daffa sedang mencari pekerjaan apa"


"Pekerjaan apa saja yang penting halal, saya sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibu saya"


"Kebetulan sekali saya sedang mencari seseorang untuk menjadi pengawal pribadi anak saya, apa kamu mau"


"Syukurlah kalau begitu, besok pagi kamu datang ke alamat ini ya, besok kamu sudah bisa mulai bekerja" ucap Farhan seraya memberikan kartu nama dan alamat rumahnya kepada Daffa


"Baik pak... terima kasih"


"Sama-sama... memangnya nak Daffa tidak kuliah, saya kira Nak Daffa adalah seorang mahasiswa"


"Bulan lalu saya memang kuliah pak, saya mendapatkan beasiswa di salah satu kampus di kota ini, tapi saya terpaksa harus cuti kuliah dan mencari pekerjaan untuk membiayai ibu dan adik saya, dulu ibu saya bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk membiayai kami tapi saat ini beliau sudah sakit-sakittan jadi beliau terpaksa harus berhenti bekerja"


"Memangnya Ayah Nak Daffa kemana "

__ADS_1


"Ayah saya pergi meninggalkan kami sejak saya masih kecil, saya tidak tau saat ini beliau di mana"


Farhan begitu prihatin mendengar cerita Wahyu, ia juga kagum kepada Daffa, walaupun ia sedang membutuhkan uang tapi dia tidak mau menerima uang secara cuma-cuma, ia semakin yakin bahwa Daffa adalah orang yang tepat untuk mengawasi putri bungsunya, menurutnya Daffa adalah orang yang jujur dan tidak suka memanfaatkan kebaikan orang lain walaupun Ia tengah membutuhkannya, terbukti saat Daffa menolak uang yang di berikan kepadanya padahal saat itu Daffa sangat membutuhkan uang itu.


********


"Beb... mata kamu kenapa bengkak kaya gitu, pasti semalam kamu habis nangis, apa kamu berantem lagi sama orang tua kamu" tanya Andrew khwatir, seraya menangkup wajah Michel dan memperhatikan wajah kekasihnya itu, Andrew sengaja datang ke kelas Michel, saat kelas mereka sama-sama telah selesai.


"ya begitulah kak, aku udah biasa kaya gini"


"Ehem ehem... inget woi banyak orang disini" Ejek Selly saat melihat kemesraan mereka, begitupun dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain, yang saat itu masih berada di dalam kelas, sebab, kedatangan Andrew ke kelas mereka seketika menjadi perhatian parara wanita yang mengidolakannya, mereka menjadi salah tingkah dan mencari perhatian Andrew yang mereuoakan idola di kampus mereka, walaupun sebenarnya mereka tau, Andrew kesana untuk menemui kekasihnya.


"Ia nih... serasa ni kampus milik berdua, yang lainnya ngontrak" Ucap Chika ikut menyindir mereka.


"Apaan sih lo Jes... Chik sirik aja" jawab Michel.


"Bukan gitu Chel... lu gak kasian apa liat orang-orang pada klepek-klepek liat kalian mesra-mesraan gitu, secara lu sama cowok lu adalah idola anak-anak kampus ini, mereka pasti ngiri liat kalian" timpal Jessy.


"Bodo amat... emang gue pikirin"


Michel dan Andrew memang selalu menjadi pusat perhatian mahasiswa lain, secara, Michel adalah gadis cantik, berkulit putih dan juga tinggi, anak dari seorang konglomerat dan Dokter handal di kota itu, siapapun pasti akan jatuh hati melihat kecantikan Michel yang selalu bergonta-ganti mobil mewah ke kampusnya, suatu keberuntungan bila mendapatkan hati seorang Michel Anastasya Wiratama.


Begitupun dengan Andrew, pria tampan berkulit putih , dan berperawakan tinggi itu begitu di gilai oleh para wanita di kampusnya, Selain itu dia juga adalah kapten basket di kampus tersebut, hingga membuat ia semakin bersinar menjadi bintang di sana


Banyak yang merasa patah hati saat Michel dan Andrew berpacaran, terutama kaum hawa yang selama ini berusaha mendapatkan Andrew, kini para wanita tersebut menganggap Michel sebagai saingan mereka dan tak sedikit pula yang membenci michel karna menganggap Michel telah merebut Andrew darinya, terutama Senior Michel yang terlebih dulu mengenal Andrew dari pada Michel yang baru mengenal Andrew beberapa bulan saja.

__ADS_1


Sebetulnya Andrew terkenal sebagai cowok playboy yang suka berganti-ganti pasangan, namun Michel tidak percaya dengan semua itu, karna menurutnya selama ini Andrew selalu bersikap manis padanya dan tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, Michel begitu terpesona saat pertama kali melihat Andrew sebagai seniornya nya itu, ia terbuai oleh sikap manis dan perhatian Andrew kepadanya, hingga akhirnya ia menerima Andrew sebagai kekasihnya, ia tidak peduli dengan perkataan orang lain termasuk teman-temannya sendiri.


__ADS_2