TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Basah-basahan


__ADS_3

"Coba sekarang kamu berdiri" ucap Daffa setelah ia selesai memijat kaki Michel.


"Seriusan... nanti kalau tambah sakit gimana" Michel tampak ragu-ragu untuk berdiri.


"Coba Saja dulu, sini aku bantu " Daffa meyakinkan Michel dan membantunya untuk berdiri, Michel menggenggam lengan Daffa begitu erat, ia takut jika kakinya akan bertambah sakit.


"Gimana " tanya Daffa kepada Michel yang tengah sibuk memperhatikan kakinya dan merasa-rasakan kakinya itu.


"Kaki Gue udah enakan Daf..." ucap Michel senang sekaligus heran, padahal sebelumnya Kakinya sangat sakit sekali.


"Hebat juga ya dia, bisa nyembuhin kaki gue dalam sekejap" gumam Michel dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat dulu aja ya, aku mau mandi dan ganti baju dulu, setelah itu aku mau membereskan rumah"


"Sorry nya Daf... gue jadi gak bisa bantuin Lo beresin rumah" ucap Michel merasa bersalah.


"Gak apa-apa... lagi pula rumah ini gak terlalu kotor, jadi saya hanya akan menyapu lantai aja"


*******


"Daf... lo mau kemana lagi, bukannya lo udah selesai beresin rumah" Tanya Michel yang melihat Daffa hendak pergi ke arah samping rumah


"Saya mau bersihin kolam renang, banyak daun-daun yang jatuh ke atas air" jelas Daffa, yang memang sangat menyukai kebersihan.


"Ya sudah kalau begitu gue bantuin ya" Michel beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri Daffa dengan sedikit tertatih-tatih.


"Tidak perlu, nanti kaki kamu sakit lagi" Tolak Daffa khwatir.


"Kaki gue udah baikan kok, gue bete dari tadi diem Mulu" Michel bersikeras ingin membantu Daffa.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, tapi kamu harus hati-hati ya" ucap Daffa mewanti-wanti.


Michel dan Daffa langsung berbagi tugas untuk membersihkan daun-daun yang ada di atas kolam renang tersebut, Michel membersihkannya dari sebelah kiri dan Daffa dari sebelah kanan, Kolam renang tersebut cukup luas, jadi mereka memerlukan jaring dengan bambu yang cukup panjang untuk mengambil daun-daun tersebut, Michel sampai harus mencondongkan badannya agar dapat meraih daun-daun yang berada di tengah, namun tetap saja Michel belum bisa mengambil daun-daun tersebut, hingga akhir ia harus maju beberapa langkah lagi agar jaring yang ia pegang dapat mengambil daun tersebut.


Karna terlalu pokus memperhatikan jaring yang ia pegang, Michel tidak sadar kalau kakinya sudah berada di tepi kolang renang, hingga akhirnya kakinya terpeleset dan membuat ia tercebur ke dalam air.


"Michel" teriak Daffa saat melihat Michel tercebur.


"Tolongin gue Daf... kaki gue keram" teriak Michel yang tampak kesulitan untuk menggerakkan kakinya, hingga membuat kepala Michel kembali masuk ke dalam air,


Sontak Daffa terkejut melihat Michel berteriak minta tolong, padahal ia tau betul bahwa Michel bisa berenang, Daffa segera menceburkan dirinya ke dalam air untuk menolong Michel, ia menyelam sampai ke dasar air untuk menghampiri Michel, posisi dia dan Michel lumayan jauh, jadi Daffa harus berenang cukup lama untuk menghampiri Michel.


Setelah menemukan Michel, Daffa meraih tubuh Michel dengan Memegang pinggang istri nya itu untuk membawanya ke permukaan air, karna kolam renang tersebut cukup dalam.


"Pegangan Chel" Ucap Daffa Saat berhasil membawa Michel meluncur ke atas permukaan air, Saat ini mereka tengah berdiri di dalam air dan saling berhadapan, posisi mereka seperti tengah berpelukan, Michel melingkarkan tangannya di leher Daffa agar tubuhnya tidak tenggelam lagi ke bawah sedangkan Daffa masih merangkul pinggang Michel.


"Ya... gue baik-baik aja" jawab Michel dengan nafas yang sedikit terengah-engah.


"Kenapa kamu bisa tenggelam, bukannya kamu bisa berenang" Tanya Daffa penasaran.


"Kaki gue keram banget gak bisa di gerakkin, mungkin karna efek keseleo tadi" jawab Michel yang masih tampak Shock dengan kejadian itu.


"Kan tadi saya udah bilang, kamu gak perlu bantuin saya, kalau kamu kenapa-napa gimana" Ucap Daffa khawatir, tubuh mereka begitu dekat, tatapan mereka saling bertemu satu sama lain, Michel bisa melihat kekhawatiran yang terpancar dari wajah Daffa .


"Haccimm" Tiba-tiba Michel bersin, dan membuat mereka tersadar dari lamunannya masing-masing.


"Sepertinya kamu Flu... ayo kita naik sekrang" Daffa kembali khawatir melihat Michel bersin, ia membawa Michel naik ke tepi kolam renang.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, saya mau ambil handuk dulu buat kamu" ucap Daffa bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan handuk.

__ADS_1


"Pakai dulu handuknya, biar kamu gak kedinginan" Daffa memberikan sebuah handuk kimono kepada Michel untuk menghangatkan tubuh Michel yang sudah tampak menggigil.


"Ayo kita ke kamar sekarang, kamu harus mengganti baju kamu dan mandi air hangat agar kamu tidak masuk angin" Daffa membantu Michel untuk berdiri, namun ternyata kaki Michel masih keram, di tambah dengan kakinya yang keseleo tadi, hingga kakinya tidak bisa berjalan lagi.


Akhirnya Daffa memutuskan untuk menggendong Michel, awalnya Michel sempat menolak namun ia tidak mempunyai pilihan lain, hanya cara itu satu-satunya untuk bisa kembali ke kamarnya.


Daffa menggendong Michel ala bridal style, tangan kokoh Daffa membopong tubuh Michel tanpa merasa berat sedikitpun, lagi-lagi Michel terpaksa harus melingkarkan tangannya Di leher Daffa, mereka terlihat romantis, tampak seperti suami istri yang sesungguhnya.


Keduanya tampak sangat menikmati adegan seperti itu, perasaan keduanya tampak hanyut terbawa suasana, Jantung mereka berdebar begitu cepat, rasa dingin yang menerpa tubuh mereka pun seolah lenyap begitu saja, kedekatan mereka seolah memberikan kehangatan satu sama lain, mereka tampak sudah tidak peduli dengan pakaian dan tubuh mereka yang tampak basah kuyup.


****


Daffa meminta Michel untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu, sebab ia melihat wajah Michel tampak pucat dan juga kedinginan, ia khawatir jika Michel sakit akibat terlalu lama di dalam air.


Dan ternyata ke khawatiran Daffa itu terbukti, sejak tadi Michel terus bersin-bersin, wajahnya semakin pucat dan tubuhnya pun sangat panas.


"Sepertinya kamu demam" ucap Daffa seraya menempelkan telapak tangannya di kening Michel


"Gue baik-baik aja, sebentar lagi juga sembuh, gue cuman perlu tidur aja sebentar" jawab Michel yang tengah berbaring di atas tempat tidur seraya menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya, tubuhnya terasa sangat menggigil walaupun ia sudah memakai sweater yang sangat tebal.


"Tapi Badan kamu panas banget" ucap Daffa cemas.


"Lo gak usah Khawatir, gue udah biasa kaya gini". karna memang sejak dulu ia selalu jauh dari kedua orangtuanya, membuat Michel tidak pernah manja ataupun Cengeng jika sedang sakit seperti ini, ia sudah biasa melewati semua ini sendiri tanpa perhatian dari orangtuanya.


"Kamu yakin" tanya Daffa memastikan.


"Ia gue yakin, lo gak perlu mencemaskan gue, sebaiknya Lo juga istirahat, Lo juga pasti cape seharian ini belum istirahat sama sekali" jawab Michel lagi.


"Baiklah kalau begitu, saya akan memeriksa File yang di kirimkan oleh Pak Farhan dulu, kalau kamu membutuhkan sesuatu, kamu bilang saja sama saya" Daffa mengambil laptop yang ia simpan di atas nakas , ia lebih memilih mengerjakan pekerjaan tersebut di atas Sofa, ia tidak ingin mengganggu istirahat Michel jika ia mengerjakan pekerjaannya di tempat tidur, namun sesekali ia memperhatikan Michel untuk melihat keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2