
"Dafa... apa yang sedang kalian lakukan " teriak Pak Farhan dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan, rahangnya mengeras seperti tengah menahan emosinya.
Daffa begitu terkejut melihat keberadaan majikannya itu, ia segera bangun dari tempat tidur Michel dan merapikan sedikit pakaian nya, ia benar-benar gugup dengan kehadiran pak Farhan yang datang secara tiba-tiba, ia seperti pencuri yang tengah tertangkap basah, padahal ia tidak melakukan apapun.
Bu Nana segera menghampiri Michel untuk melihat keadaanya, ia takut terjadi sesuatu terhadap putri nya itu, sedangkan Pak Farhan berjalan menghampiri Daffa dengan tatapan penuh arti, raut wajahnya terlihat begitu kecewa terhadap Daffa.
"Maaf pak... ini tidak seperti yang bapak pikirkan, saya hanya_"Daffa hendak menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
"Sudah cukup, kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi kepada saya, saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri" Pak Farhan memotong pembicaraan Daffa.
"Michel... kenapa kamu mabuk-mabukan seperti ini nak... mulut kamu benar-benar bau alkohol" ucap Bu Nana yang tengah duduk di samping Putrinya yang sejak tadi terus meracau.
Pak Farhan menghampiri Michel, ia mengambil gelas yang berisi air putih di atas nakas, dan kemudian Pak Farhan menyiramkan air tersebut ke wajah Michel untuk membuat putrinya sadar, Michel begitu terkesiap saat seluruh wajah nya basah, begitu pun dengan Bu Nana, ia sangat terkejut saat suaminya melakukan hal itu, namun semua itu tidak berhasil membuat Michel sadar.
"Ayo bangun nak" Bu Nana membantu Michel untuk duduk, seraya membantu membersihkan wajah Michel.
"Apa atap di rumah ini bocor... kenapa wajah Ku basah" Tanya Michel dengan setengah kesadarannya.
"Michel... apa yang kamu lakukan dengan Daffa"
"Aku.... aku dan Dia sudah bersenang-senang tadi, malam ini aku benar-benar bahagiaaaaaa sekali" Racau Michel sambil tertawa-tawa sendiri.
"Kalian benar-benar sudah keterlaluan, berani-beraninya kalian berbuat hal senonoh di rumah ini" Geram Pak Farhan.
"Maaf pak, saya bisa jelasin semuanya, bapak salah paham, Non Michel sedang mabuk berat jadi_"ucap Daffa kembali mejelaskan.
"Jadi karena anak saya sedang mabuk, kamu memanfaat kan kesempatan ini, Ia..." Pak Farhan semakin emosi.
"Tidak pak, tidak seperti itu, saya dan Non Michel_" Daffa masih berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya namun lagi-lagi gagal.
__ADS_1
"Sudah-sudah, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi sama saya, apa yang saya lihat tadi, sudah lebih dari cukup, saya benar-benar kecewa sama kamu, Sekarang kamu keluar dari kamar ini, besok saya akan putuskan, kamu masih tetap kerja di sini atau tidak"
****
Saat ini Michel dan Daffa tengah berada di ruang kerja Pak Farhan, tadi pak Farhan meminta bibi untuk memanggil mereka ke ruangannya, berbeda dengan Daffa yang sudah paham akan maksud Pak Farhan yang memintanya untuk datang keruangannya, Michel justru bingung kenapa ia di panggil oleh sang Ayah, ia benar-benar tidak tau apa maksud sang ayah memanggil dirinya, ia merasa tidak membuat kesalahan sedikitpun kepada Papinya itu, sepertinya Michel tidak ingat sedikitpun tentang kejadian semalam.
"Kalian pasti sudah tau kenapa saya memanggil kalian kesini" ucap Pak Farhan membuka pembicaraan.
"Ia pak " jawab Daffa berusaha tetap tenang, ia sudah pasrah dengan semua keputusan majikannya itu, mungkin hari ini adalah hari terakhir ia bekerja di rumah ini.
"Sebenarnya ada apa sih Papi manggil aku kesini" Michel merasa heran melihat raut wajah Papi dan juga Daffa yang begitu serius.
"Memangnya kamu tidak ingat apa yang sudah kamu lakukan dengan Daffa semalam" sembur Pak Farhan.
Michel mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Papi nya itu" Memangnya aku dan Daffa melakukan apa semalam" Michel justru balik bertanya.
"Bagaimana kamu bisa ingat, kalo kamu mabuk seperti itu, mau jadi apa kamu nanti kalau hobi kamu mabuk-manukan terus, bahkan kamu sudah berani berbuat mesum di rumah ini bersama Daffa, Papi bener-bener kecewa sama kalian" jelas Pak Farhan
"Tapi semalam Papi liat dengan mata kepala Papi sendiri, kamu dan Daffa berada di atas tempat tidur yang sama"
"Pasti elo kan yang mau macem-macem sama gue" tuduh Michel kepada Daffa.
"Nggak Non... justru Non Michel sendiri yang menarik tangan saya dan membuat saya jatuh ke tempat tidur"bantah Daffa
"Gak usah cari-cari alas deh Lo, ngaku aja kalo semalem Lo mau buat kurang ajar sama gue, Lo pasti manfatin kesempatan kan waktu gue mabok, ia kan? ayo ngaku"
"Tidak Non,saya_"
"Sudah cukup..." teriak Pak Farhan saat mendengar perdebatan Michel dan juga Daffa" Kalian tidak perlu berdebat lagi, kalian berdua sama-sama salah" Pak Farhan semakin kesal mendengar perdebatan mereka.
__ADS_1
"Saya sudah mengambil keputusan untuk menyelesaikan semua masalah ini" ucap Pak Farhan seraya menatap dua orang yang ada di hadapannya, yang di tatap terlihat cemas dengan hukuman yang akan mereka dapatkan, bahkan Daffa sudah pasrah jika dirinya akan di pecat saat itu juga. " SAYA AKAN MENIKAHKAN KALIAN SECEPATNYA" jelas pak Farhan dengan penuh penekanan.
"APA" Jawab Daffa dan Michel secara bersamaan.
"Gak_ gak mungkin... Papi cuma becanda kan" tanya Michel tidak percaya.
"Papi tidak becanda, keputusan Papi sudah bulat, semua itu adalah hukuman dari perbuatan kalian, Papi gak mau jika kalian terjerumus semakin jauh lagi"
"Gak Pih... aku gak mau nikah sama dia, Papih yang bener aja dong, masa Papi nikahin aku sama supir, lagian aku udah punya pacar Pih"
"pacar macam apa yang selalu mengajak kamu keluyuran gak jelas dan mabuk-mabukan. Sampai kapanpun Papi gak akan pernah merestui kamu sama dia, papi gak suka dengan laki-laki seperti itu,. pokok nya kamu harus nikah dengan Daffa"
"Maaf pak... bapak tidak berhak menghakimi kamu dengan cara seperti ini, bapak tidak bisa menikahkan kami begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari kami" Daffa tidak terima dengan keputusan sebelah pihak dari majikannya itu.
"siapa bilang saya tidak berhak melakukan semua ini, ini semua adalah akibat dari perbuatan kalian sendiri, jadi kalian harus terima segala konsekwensinya, sekarang kamu tinggal pilih, kamu mau menikahi Michel atau saya laporkan kamu ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual" Ancam Pak Farhan.
"Tapi pak, saya benar-benar tidak melakukan apapun kepada non Michel, saya mohon percaya sama saya"
"Ia kamu memang tidak melakukan apapun kepada Michel, tapi saya tidak tau bagaimana nasib anak saya jika semalam saya datang terlambat. Keputusan saya sudah bulat, secepatnya saya akan segera menikahkan kalian, saya tidak mau menerima penolakan"
*****
Ini semua gara-gara elo... pokoknya gue gak mau tau, Lo harus cari cara untuk ngegagalain rencana Papi" Gerutu Michel saat Pak Farhan sudah pergi dari ruangan tersebut.
"Sudah saya bilang, semalam Non Michel yang menarik tangan saya sampai saya jatuh ke atas tempat tidur, Non Michel yang udah membuat Pak Farhan salah paham sama saya"
"Idih... amit-amit deh gue narik-narik tangan Lo segala, emangnya gue ini Cewek apaan,
"Terserah Non Michel mau bilang apa, yang jelas semua ini salah Non Michel, Kalau saja semalam Non Michel gak mabuk-mabukan, semua ini gak akan pernah terjadi, Non Michel udah merusak kepercayaan Pak Farhan terhadap saya"
__ADS_1
"Kok Lo malah nyalahin gue sih, ini semua salah Lo, pokoknya gue gak mau tau, Lo harus bujuk bokap gue buat batalin rencana pernikahan ini, gue gak mau nikah sama Lo, gue cuma pengen nikah sama kak Andrew"
"Bukan hanya non Michel yang keberatan dengan rencana pernikahan ini, saya juga sama halnya dengan Mon Michel, saya masih ingin kuliah dan mengejar cita-cita saya"