
Michel dan kedua temannya menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke tempat tujuan mereka, membelah keramaian kota saat di malam hari, menerobos dinginnya angin malam, namun semua itu tidak menjadikan hambatan untuk mereka, mereka masih tetap semangat untuk mengabiskan malam ini dengan bersenang-senang.
Saat ini mereka telah sampai di sebuah kelab malam yang biasa mereka kunjungi untuk bersenang-senang, tempat tersebut tampak begitu ramai, cukup banyak orang yang berlalu-lalang di tempat tersebut, tak sedikit pula pasangan pria dan wanita yang baru saja masuk dan keluar dari tempat itu sambil berpelukan atau bergandengan tangan dan tidak jarang orang yang keluar dari tempat itu dalam keadaan mabuk.
Setelah memarkirkan mobilnya, Michel dan kedua temannya segera keluar dari dalam mobil yang mereka tumpangi, ketiga wanita cantik itu tampak Sexi mengenakan pakaian yang sangat minim, mereka seolah tidak peduli dengan udara malam yang menusuk-nusuk kulit mereka, tubuh mereka seakan kebal dan bersahabat dengan hal-hal yang berbau malam.
"Ayo guys... kita masuk, cowok gue udah nunggu di dalem, gue udah gak sabar pengen ketemu sama dia" ajak Michel kepada kedua temannya.
"Yaelah... bucin banget sih lo Chel, dari tadi yang diomongin ka Andrew mulu" sindir Jessy.
"Sirik aja lo Jes " sembur Meisya.
"Katanya mau masuk, Kapan masuknya kalo kalian berdebat terus" ucap Chika menengahi mereka. "Ayo kita cus sekarang" ucap Chika menggiring kedua temannya.
"Non Michel " ucap seseorang memanggil nama Michel.
"Tunggu-tunggu " ucap Michel menghentikan langkahnya dan langkah kedua temannya.
"Ada apaan sih Chel" tanya Jessy bingung.
"Kalian denger gak ada yang manggil nama gue" samar-samar Michel mendengar seseorang memanggil namanya, namun tidak terlalu jelas karna suasana di sana sangat ramai dan berisik oleh suara musik, Michel mengedarkan pandangannya untuk mencari asal suara tersebut, namun ia tidak menemukan sosok seseorang yang memanggil namanya itu.
"Gue gak denger apa-apa tuh" jawab Jessy.
"Sama... gue juga gak denger" tambah chika membenarkan, Chika dan Jessy pun mengedarkan pandangan mereka ke sekeliling tempat tersebut.
__ADS_1
"Lo salah denger kali Chel..." ucap Chika lagi.
"Masa sih..." ucap Michel bingung.
"Udah lah gak usah di pikirin, ayo kita masuk" ucap Jessy menarik Michel yang masih tampak bingung.
"Non Michel" suara itu kembali terdengar namun kali ini lebih jelas.
"Tuh kan kedengeran lagi suaranya, kalian dengarkan" ucap Michel kembali menghentikan langkahnya.
"Ia gue juga denger sekarang, tapi suara siapa ya, kaya pernah denger" jawab Jessy membenarkan, tapi mereka belum berani melihat ke belakang.
"Ia gue juga denger, suaranya gak asing banget di telinga gue, tapi dimana ya gue denger suara itu, kok mendadak jadi horor ya, gue jadi merinding, padahal tadi di belakang gak ada siapa-siapa" ucap Chika sambil mengingat-ingat suara tersebut, dan seketika suasana di sana tampak horor dan mencekam.
"Ia gue juga jadi ikut merinding, yaudah deh dalam hitungan ketiga kita balik badan ya bareng-bareng" usul Jessy, dan kemudian mendapat anggukan dari Chika dan Michel.
Dua
Tiga
"Astaghfirullahalajim" ucap ketiga perempuan yang minim akhlak itu, saat melihat seseorang yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka, seraya menutup mata mereka masing-masing, entah ada angin dari mana hingga membuat mereka mengeluarkan kata-kata yang baik dan benar seperti itu.
Hampir saja mereka meloncat dan kabur dari tempat itu saking kagetnya, mereka seperti melihat sebuah penampakan yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka.
"Kak Daffa, sejak kapan kak Dafa berdiri di situ " ucap Jessy bingung.
__ADS_1
"Jadi Lo ngikutin gue dari tadi" ucap Michel kesal, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Dafa mengikutinya.
"Ayo non ikut saya pulang, tidak baik seorang perempuan malam-malam berada di tempat ini" ajak Dafa tanpa menjawab pertanyaan Jessy dan Michel.
"Baru aja gue nyampe, masa gue harus balik lagi, asal Lo tau aja ya, gue itu udah sering pergi ke tempat ini, gak pernah tuh terjadi apa-apa sama gue, lagian gue kesini mau ketemu sama cowok gue, cowok gue pasti ngelindungin gue"
"Terserah Non Michel mau bicara apa, yang pasti saya mendapat tugas dari Tuan Farhan untuk mengawasi Non Michel dan mencegah Non Michel untuk pergi ke tempat seperti ini, sebaiknya Non Michel ikut saya pulang sekarang, sebelum saya melaporkan hal ini kepada Papi anda, Non tau sendiri kan konsekuensinya kalau melanggar perintah Papi non Michel" ancam Daffa.
"Rese banget si loh maen maen lapor-laporin aja, gini aja dech... gimana kalo kita damai aja dan kita bikin kesepakatan"
"Kesepakatan" ucap Daffa seraya mengerutkan keningnya, begitupun dengan Jessy dan Chika yang di buat penasaran perihal perjanjian yang di maksud Michel.
" Ya.... semacam kerjasama gitu"
"Kerjasama seperti apa yang Non maksud, kalo Non Michel mau kerjasama sama saya dengan mengikuti semua perintah Papi Non dan menjadi anak yang baik, saya akan menerimanya dengan senang hati"
"Bukan itu maksud gue, jadi gini Loh Daf..." ucap Michel yang baru pertama kalinya menyebut nama Dafa. " Gue bakal ngasih lo uang berapapun yang Lo minta asalkan Lo bebasin gue dan berhenti mengawasi gue, tapi kita tetep pura-pura di depan Papi gue kalo semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya, seolah-olah Lo ngejalanin tugas lo dengan baik, dan Lo bilang sama Papi gue kalo gue udah berubah jadi anak yang baik, selama gue di kampus dan keluar sama teman-teman gue, Lo bisa pergi kemanapun yang lo mau, dan saat waktunya pulang, kita akan pulang sama-sama biar bokap gue gak curiga, dengan begitu kita sama-sama di untungkan, jadi penghasilan Lo Double, selain dapet upah dari bokap gue, Lo juga dapet bayaran dari gue, gimana Lo setuju kan" ucap Michel menjelaskan semua rencananya dengan panjang lebar, dan mengiming-ngimingin Dafa dengan sejumlah uang, ia sangat yakin bahwa Dafa akan menerima tawarannya itu.
"Wah.... Lo cerdas banget Chel... ide Lo sangat brilian" puji Jessy
"Ia bener Chel, gue gak nyangka Lo punya ide sebagus ini" tambah Chika. "Udah terima aja kak... lumayan buat tambah-tambah penghasilan kak Daffa, selain itu kak Dafa jadi gak perlu capek-capek ngikutin Michel, kak Dafa tinggal santai-santai kerjanya" bujuk Chika.
"Ia terima aja kak...sekarang ini susah banget cari uang yang banyak dalam waktu cepat" tambah Jessy.
"Gimana... Lo setuju kan Daf, gue cuma ngasih penawaran ini sekali aja sama lo, Lo bakalan nyesel kalo nolak tawaran dari gue" tanya Michel lagi, mereka bertiga menunggu jawaban Dafa dengan harap-harap cemas.
__ADS_1
"Hhhmmmm Tawaran non Michel cukup menarik juga" ucap Dafa seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, sehingga membuat Michel tersenyum bahagia, ia sangat yakin Daffa akan setuju, dan sebentar lagi ia bisa bebas seperti dulu lagi, tanpa harus di awasi terus menerus.