
"Tok tok tok" suara ketukan pintu membuat Michel terkesiap, ia tidak ingin ada orang yang melihat penampilannya saat ini, dan mencurigai rencananya untuk menyelinap dari rumah.
"Siapa " teriak Michel untuk mengetahui siapa yang ada si balik pintu kamarnya.
"Saya Daffa Non" jawab seseorang di balik pintu
"Waduh gimana nih" ucap Michel terkejut dan bingung "gawat ni kalau si supir nyebelin itu liat penampilan gue kaya gini, bisa-bisa dia curiga sama gue dan ngegagalain rencana gue " ucap Michel pelan
"Mau ngapain Lo malem-malem ke kamar gue"Teriak Michel lagi.
"Saya mau nganterin susu hangat untuk Non Michel "
"Gue gak mau, Lo bawa lagi aja susunya"
"Gak bisa Non, tadi bibi sengaja bikinin susu lagi buat Non Michel, kasian kalo Non gak minum susunya, bibi udah repot-repot bikin ini sampai dua kali"
"Yaudah... Lo minum aja susunya sendiri"
"Saya gak suka susu Non... Pokoknya kalau Non Michel belum minum susunya, saya gak akan pergi dari sini"
Michella berdecak kesal mendengar ucapan supir pribadi yang menyebalkan itu, ternyata supir itu sama keras kepalanya dengan dirinya.
"sial banget gue, ini pasti karna tadi gue lupa minum susunya, kenapa bisa sampai lupa sih, trus gue harus gimana dong" ucap Michel semakin panik mencari cara agar dia tidak ketahuan.
Buru-buru Michel naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di sana, kemudian ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, ia juga sedikit mengacak rambutnya agar terkesan sedang tiduran.
"Masuk..." teriak Michel dari bawah gulungan selimut dan seketika Pintu itu pun terbuka, tampak seorang pria tampan, putih dan bertubuh tinggi masuk ke dalam kamar tersebut dengan membawa nampan yang berisi segelas susu.
"Ini susu nya non"
"Taro di meja aja " ucap Meisya sambil mencengkram selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
"Langsung di minum ya susunya, Pumpung masih hangat" ucap Daffa seraya memperhatikan Meisya yang tampak gugup, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"Ia... cepetan keluar dari kamar gue"
"Ia Non" jawab Daffa dan setelah itu Daffa berbalik untuk keluar dari kamar itu, namun seketika ia kembali membalikkan tubuhnya untuk menyampaikan sesuatu kepada Meisya. "Oia Non... sebelum Non tidur sebaiknya buka dulu High heels nya, nanti kakinya sakit" ucap Dafa yang merasa aneh melihat Michel masih mengenakan sandal tinggi saat tidur
"Sial... pake acara keliatan segala ni sendal" gumam Michel saat menyadari kecerobohan nya yang tidak sadar bahwa kakinya belum tertutup semua.
"Gu-gue memang kaya gini kalo tidur" ucap Michel gugup.
"hhhmmm... saya baru tau ternyata orang kaya kalau tidur pake sandal tinggi" ucap Daffa seraya mengangguk-anggukkan kepalanya dan kemudian berlalu dari kamar itu.
"Huffffh... Akhirnya dia keluar juga" ucap Michel seraya menyingkap selimut dari tubuhnya.
"Hampir aja gue ketauan, dia curiga gak yah sama gue, ngeliat gue tidur pake high heels, tapi kayanya nggak dech"
********
Sebelum ia keluar dari kamarnya Michel memastika terlebih dahulu bahwa semua penghuni rumahnya sudah masuk dan tidur di kamar mereka masing-masing, dan beberapa saat kemudian ia mengendap-endap keluar dari kamar tersebut untuk pergi melarikan diri.
Michel berjalan sangat hati-hati, ia mengendap-endap di rumahnya sendiri seperti seorang pencuri, bahkan ia sampai harus melepaskan dan menjinjing high heels nya itu agar tidak menimbulkan suara yang membuat orang curiga, apalagi saat melewati kamar Daffa, ia takut Daffa akan mendengar pergerakannya.
Dan Sepertinya malam itu adalah hari keberuntungan Michel, karna satpam tersebut tampak ketiduran di atas kursi, hingga Michel bisa mencuri kunci gerbang yang tergeletak di atas meja, dan kemudian membuka gerbang tersebut dengan hati-hati dan akhirnya ia berhasil melarikan diri.
Michel bisa bernapas dengan lega saat berhasil keluar dari rumah yang ia anggap seperti penjara itu, ia berjalan agak jauh dari rumahnya untuk menghampiri kedua sahabatnya yang tengah menunggunya di dalam mobil, ia sengaja meminta Jessy memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumahnya agar suara mobil tersebut tidak membuat orang-orang yang ada di rumahnya curiga.
"Akhirnya Lo datang juga Chel, kita udah hampir bulukkan nunggu lo di sisni" ucap Jessy saat Michel masuk kedalam mobilnya, Jessy dan Chika sudah hampir satu jam menunggu di dalam mobil tersebut.
"Ia Chel Ampe luntur lagi ni makeup gue... gue kira lo gak berhasil kabur dari rumah lo" timpal Chika
"Yaelah... baru nunggu segitu aja udah pada protes, gue itu nyampe di sini dengan penuh perjuangan tau, tadi gue hampir ketauan sama si supir nyebelin itu"
"Seriusan Lo... kok bisa, gimana ceritanya" tanya Jessy penasaran.
"Tadi pas gue lagi dandan di kamar, tiba-tiba dia ngetuk pintu kamar gue buat nganterin susu, gue panik dong... takut dia liat penampilan gue, trus curiga sama gue, yaudah akhirnya gue pura-pura tidur aja pake selimut, dan ternyata kaki gue gak ke tutup semua, dia liat kaki gue pake high heels" jelas Michel
__ADS_1
"Hahahha" Chika dan Jessy tertawa mendengar cerita Michel
"Terus-terus dia bilang apa"
"Dia cuma nyuruh gue buat copot high heels gue aja sih... takut kaki gue sakit katanya, tapi gue jawab aja kalo gue emang biasa pake high heels kalo tidur"
"Trus dia percaya" tanya Chika penasaran.
"Kayanya percaya soalnya dia gak komentar apa-apa lagi"
"Hahahah kak Dafa pasti aneh liat anak sultan tidur pake begituan"
"Anak sultan mah bebas mau ngapain aja, jangankan pake high heels, sepatu bola juga di pake kalo tidur"
"Hahahaha" mereka bertiga menertawakan kekonyolan Michel.
"Are you Ready Girls" ucap Jessy yang siap menancap gas mobil mewahnya.
"Ready..." teriak Michel dan Chika.
"Let's have a party" Teriak Michel seperti burung yang keluar dari sangkarnya.
*******
"Guys... kayanya ada yang ngikutin mobil kita dech dari belakang" ucap Jessy sambil melirik spion mobilnya, saat ini mereka sudah hampir sampai ke tempat tujuan mereka.
"Serius Lho... " ucap Michel seraya melihat ke arah belakang untuk memastikannya, kebetulan saat itu ia tengah duduk di kursi belakang
"Jangan-jangan kak Daffa ngikutin kita lagi" timpal Chika
"Mana...?? gak ada kok, gue gak liat mobil gue di belakang, kalo emang bener dia ngikutin kita, pasti dia pake salah satu mobil punya gue, tapi gak ada satupun mobil yang gua kenal di belakang, mungkin cuma perasaan Lo aja kali Jes... tadi gue udah pastiin kalo dia udah tidur, lagian dia gak bakalan tau tempat nongkrong kita"
"Ia kali Chel... cuma perasaan gue aja, tapi gak apa-apa juga sih dia ngikutin kita, biar sekalian gue ajak dugem, biar gue ada pasangannya hehehe" ucap Jessy sambil cengengesan.
__ADS_1
"kebanyakan halu Lo Jes... mana mau orang alim kaya kak Dafa di ajakin dugem, kalo di ajakin tadarusan baru dia mau" sembur Chika dan kemudian di sertai gelak tawa oleh ketiganya.