TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
olahraga pagi


__ADS_3

Akhirnya Dafa Michel dan juga Fahri memutuskan untuk makam malam bersama dengan hidangan yang di buat oleh Daffa dan Michel tadi, Michel hanya melakukan semua instruksi dari Daffa, dan selanjutnya Daffa yang akan mencicipi dan juga menambahkan bumbu di hidangan tersebut untuk memastikan bahwa masakan mereka benar-benar sudah enak.


"Enak juga masakannya" ucap Fahri yang tengah asik menyantap makanan yang ada di hadapannya.


"Siapa dulu dong yang masaknya, aku ini diam-diam punya bakat terpendam tau" Michel sangat bangga dengan masakan buatannya.


"Kakak gak percaya kalau ini masakan kamu, masak aer aja kamu gak bisa, ini pasti buatan Daffa kan" Ledek Fahri, ia memang senang menggoda Michel.


"Enak aja, ini buatan aku, aku sendiri yang memasaknya, ia kan Daf" Michel tidak terima dengan ucapan Fahri, bahkan tanpa Michel sadari ia meminta pembelaan dari Daffa.


"Ia... " ucap Daffa yang tengah menikmati makanannya juga, ia hanya bisa tersenyum melihat ulah kakak beradik itu.


"Tuh kan... aku bilang juga apa" Ucap Michel lagi saat mendengar jawaban dari Daffa.


"Lo ngomong gitu buat belain istri lu kan Daf" sekarang Giliran Fahri yang meminta dukungan dari Daffa.


"Nggak... Semua itu memang masakan Michel, saya hanya bantuin aja" jawab Daffa lagi.


"Kakak denger sendiri kan jawaban Daffa, udah deh kakak akuin aja kalau aku memang bisa masak, apa susahnya sih bilang terima kasih sama aku" ucap Michel puas.


"Palingan Daffa jawab kaya gitu karna takut sama kamu, udah ah... Kaka udah kenyang, sekarang Kaka mau tidur, Oia jangan lupa ya besok bersihin kamar kakak, karna kakak gak suka kalau kamar kakak kotor" ucap Daffa sebelum pergi meninggalkan Meja makan.


"Bersihin aja sendiri, itu kan kamar kakak " tolak Michel.


"Eit....kamu jangan pura-pura lupa ya, kamu masih punya hutang sama kakak 6 hari lagi" Fahri kembali mengingatkan Michel tentang perjanjian mereka.


"Tapi kak..."


"Kakak gak mau tau, pokoknya besok kamu harus membersihkan kamar kakak" ucap Fahri lagi seraya pergi meninggalkan Michel dan Daffa.


"Dasar kakak Nyebelin...." ucap michel kesal seraya menggenggam garfu yang ada di tangannya dengan sangat erat.


"Udah kamu gak usah khwatir, besok saya bantuin kamu, sebaiknya kamu habiskan dulu Makanannya, mubajir kalau nggak di habiskan" Daffa mencoba menenangkan Michel.


Setelah selesai makan, Daffa mengajak Michel untuk membereskan meja makan dan juga mencuci piring dan gelas kotor bekas mereka pakai tadi, awalnya Michel sempat menolak, tapi Daffa berhasil membujuk Michel, dan setelah itu mereka segera kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


Setelah masuk ke dalam kamar Michel sudah sangat bersemangat untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia ingin bersantai sambil melihat pesan-pesan yang masuk di dalam ponselnya, terutama pesan dari kekasihnya.

__ADS_1


"Chel ayo kita shalat isya dulu" ajak Daffa kepada Michel yang baru saja mendaratkan pantatnya di atas tempat tidur.


"Lo duluan aja, gue mau istirahat dulu capek" tolak Michel.


"Lebih baik kita shalat dulu sekarang, biar tenang istirahatnya, tidak baik jika kita menunda-nunda shalat"bujuk Daffa.


"Tapi gue masih capek, gue pengen rebahan dulu bentar" tolak Michel lagi.


"Shalat sekarang atau_" Sebelum Daffa menyelesaikan ucapannya Michel sudah bangun terlebih dahulu, ia sudah tau apa yang akan di ucapkan Daffa.


"Ia ia gue Shalat sekarang, bisanya cuman ngancem-ngancem doang" Gerutu Michel sambil berlalu ke kamar mandi, Daffa kembali tersenyum melihat kelakuan istrinya.


Seperti biasa sebelum tidur Michel menyimpan dua guling sekaligus di bagian tengah tempat tidur mereka untuk menjadi penghalang di antara mereka.


"Awas yah... kalo cari-cari kesempatan kayak kemarin lagi, jangan mentang-mentang lo udah bantuin gue masak tadi, gue bakalan baik sama elo" ucap Michel memperingatkan Daffa.


"Bukannya kamu yang cari-cari kesempatan sama saya, kemarin saya sampai tidak bisa bergerak karna kamu memeluk saya erat sekali" Ucap Daffa dengan senyuman Khasnya.


"Gue_ gue semalem kan gak sadar" jawab Michel gugup dan juga malu "udah ah gak usah bahas soal kemarin lagi" Wajah Michel memerah mendengar ucapan Daffa.


Sebelum melaksanakan shalat subuh di mesjid, Daffa membangunkan Michel terlebih dahulu agar Michel melaksanakan shalat subuh juga, ia juga mengingatkan Michel bahwa ia harus membersihkan kamar Fahri, bukan kamar Fahri saja tapi seluruh ruangan pun harus di bersihkan karena belum ada orang yang mengantikan bibi, untung saja hari ini adalah hari libur jadi mereka tidak perlu kerjar-kejaran dengan jam kuliah untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.


Setelah selesai melakukan shalat subuh, Michel memutuskan untuk melanjutkan tidurnya kembali, sedangkan Daffa lebih memilih untuk berolahraga.


Setelah kembali dari Mesjid, Daffa langsung mengganti baju Koko dan juga sarungnya dengan stelan olahraga Berupa Celana training joger dan juga Sweter, tak lupa Daffa juga mengenakan topi berwarna putih


Michel tengah menggulung diri bawah selimut untuk melanjutkan tidurnya kembali, namun entah kenapa kedua matanya terasa sulit untuk di pejamkan, matanya terasa sangat segar setelah ia wudhu tadi, padahal sebelum ia berwudhu, matanya terasa sangat lengket dan juga berat untuk di buka.


Akhirnya Michel memutuskan untuk bangun dan beranjak dari tempat tidur untuk mencari kegiatan lain, namun pada saat Michel bangun dari tempat tidur, saat itu juga Daffa keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian.


"Mau kemana lo pagi-pagi gini" Tanya Michel penasaran saat melihat Daffa yang tampak keren mengenakan pakaian olah raga, dengan wajah yang terlihat segar, entah Kenapa Daffa selalu terlihat tampan mengenakan pakaian apapun.


"Aku mau olah raga keliling komplek, apa kamu mau ikut" jawab Daffa seraya mengambil handuk kecil di dalam lemarinya.


"Ogah... mending gue santai-santai di rumah" jawab Michel tidak tertarik, tapi ia juga bingung mau melakukan apa pagi-pagi seperti ini.


"Memang nya kamu gak takut Diem sendirian di rumah, Di rumah gak ada siapa-siapa loh, tadi kak Fahri udah berangkat bersepeda sama temen-temennya"

__ADS_1


"Ng-nggak... ngapain gue takut" jawab Michel gugup padahal aslinya dia takut l.


" Ya sudah kalau begitu Saya pergi dulu, kamu hati-hati ya di rumah" ucap Daffa menakut-nakuti Michel untuk mancingnya agar mau ikut.


Michel mulai terpengaruh dengan ucapan Daffa, tiba-tiba ia merasa takut jika diam sendiri di rumah sebesar ini, tapi ia juga gengsi jika ikut dengan Daffa.


"Tunggu.. gue mau ikut" teriak Michel saat Daffa sudah berjalan beberapa langkah, Michel lebih memilih mengesampingkan gengsinya daripada harus diam di rumah sendirian.


Lagi-lagi Daffa kembali tersenyum melihat tingkah istrinya itu, ternyata sangat mudah untuk mempengaruhi Michel.


"Tunggu gue ganti baju dulu" teriak Michel lagi.


Michel keluar dari kamarnya mengenakan celana leging selutut berwarna hitam, ia mengenakan tank top yang talinya menyilang di bagian punggung nya, Michel mengenakan sepatu dan juga topi berwana Pink, Michel juga melilitkan sebuah jaket di pinggang nya.


"Ayo gue udah siap" ucap Michel menghampiri Dafa.


Daffa merasa tidak nyaman dengan pakaian yang di kenakan Michel, menurut nya pakaian tersebut terlalu ketat dan juga terbuka apalagi di bagian dada dan juga punggung nya terlihat sangat ****.


"Kamu yakin mau pakai pakaian ini" tanya Daffa memastikan.


"Ia... memangnya kenapa, ada masalah sama pakaian gue"


" Ini Masih sangat pagi, pakaian kamu terlalu terbuka, nanti kamu kedinginan dan masuk angin" jelas Daffa, namun bukan hanya itu saja alasan Dafa, sebenarnya Daffa tidak mau jika Michel memperlihatkan bagian tubuhnya di depan umum.


"Lebay banget si loh, emangnya gue anak kecil apa, ayo kita pergi sekarang" ucap Michel hendak mendahului Daffa


"Tunggu " ucap Daffa menghentikan langkah Michel.


"Ada apa lagi sih" ucap Michel sambil berbalik ke arah Daffa.


"eh Lo mau ngapainapa" tanya Michel saat tangan Daffa menyentuh bagian perutnya.


"Kamu diem aja, saya gak akan ngapa-ngapain kamu" ternyata Daffa membuka ikatan Jaket Michel yang melingkar di pinggang nya, ia membuka jaket tersebut dan memakaikan nya ke tubuh Michel, daffa menarik resleting jaket tersebut sampai ke atas untuk menutupi dada dan punggung Michel.


Entah kenapa Michel tidak melakukan penolakan sedikitpun, justru ia hanya diam terpaku dengan apa yang di lakukan Daffa.


"Ayo kita jalan sekarang" ajak Daffa sekaligus membuyarkan lamunan Michel, Michel masih benar-benar bingung dengan apa yang di lakukan Daffa tadi, ia tidak tau apa maksud Daffa melakukan hal tersebut, Michel tanya bisa menebak-nebak, apa mungkin Daffa melakukan semua itu karna Daffa benar-benar mengkhawatirkan nya.

__ADS_1


__ADS_2