TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
What ????


__ADS_3

"Tawaran Non Michel memang sangat menarik, tapi Maaf saya tidak bisa menerima tawaran anda, saya tidak tidak tertarik dengan semua itu" tolak Daffa.


"What...??? Lo serius nolak tawaran gue" ucap Michel tidak percaya, begitupun dengan Jessy dan Chika yang benar-benar tidak menyangka.


"Saya serius Non" ucap Daffa mantap "Saat ini Saya memang sangat membutuhkan uang itu, tapi saya tidak mau menerima uang dengan cara seperti itu, karna bagi saya bekerja itu bukan semata-mata hanya untuk uang saja, tapi bekerja itu merupakanan sebuah kepercayaan dan juga tanggung jawab, saya tidak ingin merusak kepercayaan dan amanat yang di berikan Pak Farhan kepada saya, hanya demi uang" jelas Dafa.


"Halahhhh gak usah Naif deh Lu, memangnya apa lagi yang Lo cari selain uang, gue juga tau Lo itu berasal dari keluarga kurang mampu, dan gue yakin Lo bersikap kaya gini buat cari muka aja kan di depan bokap gue, sebenarnya apa sih yang Lo harapkan dari bokap gue, kendaraan, rumah, atau jabatan, gue bisa kasih semua itu sama Lo asal Lo mau kerjasama sama gue "


"Saya memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi saya tidak pernah haus akan uang, kekayaan dan juga jabatan yang seperti Non Michel bilang, terserah Non Michel mau menganggap saya seperti apa, tapi yang pasti saya tidak pernah mengukur segala sesuatu dengan uang, karna bagi saya kebahagiaan itu tidak hanya semata-mata karna uang, kebahagiaan itu berasal dari kita sendiri, hanya kita sendiri yang dapat menciptakan kebahagiaan itu, tergantung bagaimana caranya kita menjalankan dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita, Dan asal Non Michel tau bahwa harta dan kekayaan itu sifat nya sementara, Allah bisa kapan saja mengambil semua itu dari kita" tegas Daffa.


"Wah.... aku salut banget sama kak Dafa, seumur-umur baru kali ini aku ketemu orang yang baik dan jujur kaya kak Daffa, emang gak salah aku jatuh cinta sama kak Dafa, udah ganteng, baik, jujur gak matre lagi" Puji Jessy.


"Sebenarnya lo itu ada di pihak siapa sih Jes, Bukannya bantuin gue malah muji-muji dia, Sekarang bukan waktunya Lo muji-muji dia kaya gitu, bisa besar kepala nanti dia" sembur Michel kesalm


"Tau ni si Jessy, gak setia kawan banget sih" tambah Chika.


"Bukannya gitu Chel... gue cuma gak nyangka aja, di dunia ini masih ada orang yang jujur kaya kak Daffa, dan gak menghalalkan segala cara demi uang, kalian juga tau sendiri kan selam ini kita sering di manfaatin sama Cowok-cowok matre yang hanya memanfaatkan kekayaan kita aja, apalagi lo Chel, Lo orang yang paling sring jadi korban PHP cowok-cowok mata duitan itu" jelas Jessy lagi


"Tapi_" ucap Michel hendak memprotes ucapan Jessy.


"Ayo Non ikut saya pulang" ucap Dafa memotong ucapan Michel, tanpa menghiraukan perdebatan di antara mereka.


"Gue gak mau, gue udah susah payah buat datang kesini, dan gua juga udah terlanjur ada di sini, Lo tunggu dulu aja di mobil sebentar, gue mau nemuin cowok gue doang, gue janjian sama Cowok gue, gue janji gue gak akan lama pliss...." ucap Michel memohon, ia sudah kehilangan cara untuk membujuk supir pribadinya itu.

__ADS_1


"Tidak bisa Non non harus ikut saya pulang sekarang... sekarang Non tinggal pilih, ikut saya pulang atau saya hubungin Pak Farhan sekarang juga" ancam Daffa seraya mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam sakunya.


"Ok ok ok gue pulang" ucap Michel mencegah Daffa untuk tidak menghubungi Papi nya, sebab ia belum siap kehilangan semua pasilitas nya dan tidak akan pernah siap.


"Rese banget sih lo jadi orang, bisanya ngancem-ngancem gue mulu, di kasih tawaran enak malah gak mau" cibir Michel kesal.


"Ini Non... pake jaket saya, udara malam sangat tidak baik buat Non Michel, apalagi Non Michel memakai pakaian seperti ini" Dafa memberikan Jaket yang ia pakai kepada Michel, selain karna udaranya sangat dingin, ia juga merasa tidak nyaman melihat Michel mengenakan pakaian terbuka seperti itu.


"Nggak... gue gak mau pake jaket punya Lo, mending gue masuk angin daripada peke jaket punya Lo" tolak Michel mentah-mentah, namun Dafa tidak peduli, ia tetap menutupi bahu dan lengan Michel dengan jaketnya, ia tidak peduli jika Michel marah padanya.


"Elo..." ucap Michel hendak memprotes.


"Udah pake aja Chel... gue juga mau kalo di pakein jaket sama Kak Dafa" ucap Jessy ngarep.


"Enak aja lo kalo ngmong... amit-amit deh gue pacaran sama cowok rese jaya dia" sembur Michel.


"Ia ni Chik... sembarangan aja kalo ngomong, kak Dafa itu cocok nya sama gue, ia kan kak Dafa" tanya Jessy kepada Daffa, namun tidak mendapatkan tanggapan apa-apa dari Dafa, wajah pria tampan itu masih tetap datar tanpa ekspresi.


"Ayo non, kita pulang sekarang" ajak Dafa lagi, ia mempersilahkan Michel berjalan terlebih dahulu.


"Ia ia bawel.banget sih loh" sembur Michel.


"Guys gue pulang dulu ya..." pamit Michel kepada dua sahabatnya "Sorry ya acara kita jadi gagal"

__ADS_1


"Ga apa-apa Chel, masih ada hari esok"


"Oia tolong sampein permintaan maaf gue ya sama Cowok gue, soalnya acara malam ini terpaksa harus gagal lagi" Michel merasa bersalah kepada Andrew karna untuk ke dua kalinya rencana mereka harus gagal lagi.


Setelah berpamitan kepada dua sahabatnya, Michel berjalan di depan Daffa dengan sebuah jaket yang menggantung di kedua pundak dan lengannya, ia menyilangkan tangannya dan memeluk tubuhnya sendiri sambil mencengkram bagian sisi jaket tersebut agar tidak terlepas dari tubuhnya, dan tidak bisa di pungkiri m bahwa jaket tersebut membuat tubuh Michel terasa hangat dan juga nyaman.


******


Saat ini Dafa dan Michel telah berada di dalam Mobil, entah ada angin apa yang membuat Michel duduk di kursi depan bersebelahan dengan Daffa, Mungkin Karena hatinya sedang kesal membuat ia lupa untuk duduk di belakang.


Sebelum melajukan mobilnya, Dafa melirik ke arah samping untuk memastikan bahwa anak majikannya itu sudah mengenakan sabuk pengaman atau belum.


"Non, pakai dulu Seat belt nya " ucap Dafa saat ia menyadari bahwa Michel belum memakai sabuk pengamannya.


"Gak perlu.... ayo jalan aja" tolak Michel yang masih sangat kesal terhadap Daffa"


"Tapi sabuk itu pengaman sangat penting untuk menjaga keselamatan Non Michel" jelas Daffa


"Lo gak usah ceramahin gue lagi, udah kenyang gue denger ceramah Lo dari tadi, ayo cepetan jalanin mobilnya"


"Saya gak akan jalanin mobilnya sebelum Non Michel pake Seat belt nya dulu"


"Terserah... !! kalo Lo gak mau jalan yaudah, kita diem di sini sampe pagi, paling nanti elo Yang di salahin sama bokap gue gara-gara pulang pagi"

__ADS_1


Daffa menghembuskan nafasnya berat saat mendengar perkataan Michel, ternyata benar yang dikatakan oleh orang tua Michel kalau Michel sangat keras kepala, harus punya kesabaran yang extra untuk mengahadapi Michel.


__ADS_2