
Pertandingan basket antara kelas Andrew dan kelas Michel sudah di mulai, sorak penonton begitu riuh dan bergemuruh di tempat pertandingan tersebut, semua suporter berteriak dan menjerit memberikan dukungan kepada para pemain, terutama para gadis yang menjerit histeris memanggil nama pemain yang menjadi idola mereka masing-masing, tak sedikit pula yang berteriak memanggil-manggil nama Andrew yang menjadi kapten tim basket.
"Andrew semangat...."
"Ka Andrew we love you"
"Ka Andrew aku padamu.."
"Andrew kamu pasti bisa"
Dan banyak lagi teriakan-teriakan para kaum hawa yang begitu memuja Andrew, dan sementara orang yang bersangkutan terlihat santai menanggapi para fans yang memberi dukungan padanya, sesekali Andrew melemparkan senyum pada mereka sebagai ucapan terima kasih atas dukungan yang di berikan pada nya.
Sebenarnya Michel begitu kesal melihat kekasihnya di idolakan oleh banyak wanita, namun ia sadar inilah resikonya berpacaran dengan sang bintang kampus, ia harus siap melihat sang kekasih di sukai para wanita dan menjadi pusat perhatian mereka bahkan saat kekasihnya di kelilingi oleh wanita-wanita yang berusaha mencari perhatian kekasihnya itu dan yang lebih parahnya Michel juga harus siap menerima saat dirinya di musuhi oleh wanita-wanita itu, karna mereka tidak suka dengan hubungan Michel dan Andrew, mereka menganggap Michel adalah saingannya.
Walaupun Michel bisa mengerti dengan semua itu, namun ada kalanya Michel merasa kesal dengan hal tersebut, ia hanya wanita biasa yang juga mempunyai rasa cemburu saat kekasihnya selalu di kelilingi oleh para wanita-wanita cantik.
"Chel... kenapa muka lo di tekuk mulu dari tadi, udah kaya emak-emak gak di kasih jatah bulanan aja" tanya Jessy yang melihat sahabatnya cemberut.
"Tau lu Chel... bukannya tadi siang lo semangat banget pengen nonton pertandingan cowok lo"
"Kesel gue sama tuh cewe-cewe alay, liat deh mereka pada caper banget sama cowok gue, bikin Mood gue jadi berantakan"ucap Michel kesal.
"Yaelah Chel... Sensi banget sih lo... siapa suruh lo pacaran sama bintang kampus, jadi wajar banyak yang ngebet sama cowok lu"
"Gue juga paham sama masalah itu, tapi lama-lama kesel juga liatnya" Jawab Michel lagi.
"Yaudah Chel, gak usah di pikirin, yang penting ka Andrew gak tergoda sama mereka" ucap Ayu menenangkan
"Bener juga sih"...ucap Michel tampak berpikir
"Tapi emang lo yakin Cowok lu itu setia, gue denger-denger cowok lo itu Playboy nya tingkat Dewa" tanya Jessy lagi
"Enak aja lo bilang cowok gue playboy, selama gue gak ngeliat dengan mata kepala gue sendiri, gue gak akan percaya omongan mereka" ucap Michel yakin
__ADS_1
"Yaudah deh terserah lo aja, yang penting kita udah ngasih tau"Ingat Jessy.
Sebentar lagi pertandingan akan segera berakhir, kedua team saling mengejar dalam menambah Score dan sekarang Team Andrew tengah memimpin pertandingan, Score mereka lebih unggul dari team kelas Michel, bererapa kali Andrew menshoting bola ke dalam ring dengan tepat sasaran, ia terlihat cool saat bermain basket, terutama saat ia mendribble dan menshooting bola, para wanita semakin histeris di buatnya, keringat yang mengucur di tubuhnya membuat ia terlihat semakin tampan.
Sesaat Andrew melihat ke arah Michel yang duduk di barisan penonton yang lain, ia menyadari bahwa Michel terlihat tidak semangat sejak tadi, tidak seperti saat Michel memberinya semangat dengan sebuah kecupan tadi, Andrew yakin bahwa saat ini kekasihnya itu tengah kesal, sesaat tatapan mereka bertemu, Andrew melemparkan senyum manisnya untuk Michel dan mengedipkan sebelah matanya, namun semua itu tak lantas membuat kekesalan Michel mereda, ia justru memalingkan wajahnya ke arah lain, Andrew di buat bingung dengan sikap Michel, namun ia tetap pokus dengan pertandingan nya, agar ia bisa meraih kemenangan.
Dan akhirnya Pertandingan pun selesai dan Team Andrew menjadi juaranya, Team kelas Meisya terpaksa harus menelan kekecewaan atas kegagalan mereka, Michel merasa bingung pada dirinya sendiri, entah dia harus senang atau sedih dengan semua itu, satu sisi dirinya senang Karna kekasihnya menang dan di sisi lain ia juga sedih team kelasnya kalah.
Beberapa orang sudah mulai membubarkan diri dan sebagian nya lagi berkerumun ke tengah lapangan untuk memberikan selamat kepada Team Andrew, kepada Andrew lebih tepatnya.
Michel terpaksa mengurungkan niatnya untuk turun dan memberikan selamat kepada kekasihnya, saat ia melihat Kekasihnya sedang di gerumuti oleh para wanita yang berusaha mencari perhatiannya, Helena tampak memberikan minum kepada Andrew dan mengelap keringat di dahi sang kapten basket, dan ada pula wanita yang meminta foto bersama sang kapten sambil memeluk tubuh nya dari samping, dan Andrew terlihat tidak keberatan dengan semua itu, mungkin ia sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu kepadanya.
"Chel lo mau kemana? katanya mau nyamperin ka Andrew" tanya Chika yang melihat Michel pergi begitu aja.
"Gak jadi, gue mau ke kantin haus" jawab Michel seraya meninggalkan tiga sahabatnya itu, dan kemudian mereka segera menyusul Michel.
Andrew yang menyadari kekasihnya pergi begitu saja tanpa memberikan ucapan selamat kepadanya terlebih dahulu dibuat bingung dengan sikap kekasihnya itu, sebab... ia tidak merasa berbuat salah sedikitpun kepada Michel, buru-buru Andrew melarikan diri dari kerumunan para wanita itu untuk menemui sang pujaan hati, mereka tampak kecewa melihat Andrew pergi begitu aja.
Di kantin terlihat teman-teman sekelas Michel tengah berkumpul untuk membeli makanan atau minuman, mereka masih tampak kecewa atas kegagalannya.
"Apaan sih lo Tongo, pake acara nyindir gue segala" Ucap Michel tidak terima.
"Abisnya lo itu ngeyel, udah di bilangin jangan dukung cowok lo, tapi masih... aja ngedukung dia, pake acara cium-cium segala lagi"ucap Tono lagi
"Ia Chel...lo udah ngehianatin temen lo sendiri"Timpal Jino.
"Ada apaan sih, kok rame banget" tanya Jessy yang barusaja tiba di kantin bersama Ayu dan Chika.
"Itu temen lo tadi udah ngehianatin kelas kita"Ucap Tono menjelaskan.
"Oh...gue kira ada apaan, yaudah sih kalah mah kalah aja, gak usah di permasalahkan" ucap Chika menengahi.
"Yaudah deh iya gue minta maaf, gue tau tadi gue salah, sebagai permintaan maaf gue, gue bakal traktir kalian semua, kalian boleh pilih apa aja yang kalian mau, gimana mau kan?
__ADS_1
"Gimana ya..." Tonontampak berpikir. "Ya udah deh kalau maksa,tapi lain kali jangan kayak gitu lagi ya" jawab Tono lagi
"Beres..." jawab Michel sambil mengacungkan jempolnya.
"Dasar cowok matre" ucap Jessie kesal.
"Beb.... tadi aku cari-cari kamu ternyata kamu di sini" ucap Andrew saat menemukan kekasihnya.
"Ngapain kamu kesini bukannya kamu tadi lagi sibuk sama fans-fans kamu" Ucap Michel jutek.
"Come on Beb... mereka itu cuma lagi ucapin selamat sama aku, kamu cemburu"
"Apa perlu ngucapin selamat sambil peluk peluk dan pegangan tangan segala, Kamu juga keliatannya Asik-asik aja di peluk- peluk sama mereka"
"Itukan bukan kemauan aku, lagipula aku gak enak ngelarang mereka buat gak deket-deket sama aku"
"Ya setidaknya kamu berusaha menghindar dari mereka, kalo memang kamu gak enak buat ngomong sama mereka"
"Tapi Beb..."
"Udah ah... aku capek berdebat sama kamu, percuma juga berdebat sama kamu karna kamu gak pernah ngerti perasaan aku" Ucap Michel kesal Seraya pergi meninggalkan Andrew.
"Bu ini uang untuk bayar pesenan temen-temen saya, kembaliannya ambil aja" ucap Michel yang memberikan beberapa lembar uang kepada penjaga kantin dan setelah itu pergi dari sana.
"Beb... tunggu" Teriak Andrew sambil mengejar Michel, namun Michel tak menghiraukannya sama sekali, ia terus berjalan menghindari Andrew
Saat Michel telah sampai di parkiran mobil, dan hendak masuk kedalam mobil mewahnya itu, Andrew menarik tangan Michel dan menahannya agar tidak masuk ke dalam mobilnya.
"Listen to me, semua ini tidak seperti yang kamu kira" ucap Andrew lirih
"Lalu seperti apa, aku sudah lelah dengan semua ini, aku tidak mempermasalahkan mereka yang menyukai kamu, karna semua itu hak mereka, tapi yang jadi masalahnya adalah kamu, kamu tidak pernah berusaha menghindar dari mereka, kamu seolah memberi harapan untuk mereka"
"I'm so sorry Honey, aku tidak tau jika selama ini kamu merasa tidak nyaman dengan semua itu, aku_" Ucap Andrew seraya menangkup kedua pipi Michel.
__ADS_1
"Ya...Karna kamu tidak pernah peduli dengan perasaan aku" ucap Michel seraya melepaskan tangan Andrew dari pipinya dan kemudian ia masuk kedalam mobilnya
"Honey... tunggu, dengarkan penjelasan aku dulu" ucap Andrew seraya menggedor-gedor kaca mobil Michel dan kemudian melaju meninggalkan Andrew.