TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
kue coklat rasa cinta


__ADS_3

"Michel kok lama banget ya, belum turun-turun dari tadi" Ayu belum menyentuh makanannya sama sekali , ia sedang menunggu Michel untuk sarapan bersama, ia merasa tidak enak jika makan terlebih dahulu tanpa menunggu Michel, selain itu ayu juga merasa tidak nyaman jika hanya makan berdua dengan Fahri.


"Udah gak usah ditungguin, Mereka suka lupa waktu kalau lagi berduaan" Berbeda dengan Ayu, Fahri malah sudah makan sejak tadi, ia tidak mau menunggu Michel dan Daffa, perutnya sudah sangat keroncongan.


"Bukannya mereka itu masih marahan ya, tapi aku ikut seneng kalo sekarang mereka udah baikan, mudah-mudahan mereka bisa menyelesaikan masalah mereka secepatnya, aku gak tega liat Michel, semalam dia gak bisa tidur karna mikirin Daffa" Ayu benar-benar berharap jikacDaffa dan Michel udah baikan.


"Ya udah sekarang kamu makan, ngapain juga nungguin orang yang lagi pacaran" Bujuk Fahri.


Akhirnya Ayu dan Fahri sarapan bersama dengan tenang, mereka tidak saling bicara, keduanya hanya pokus menghabiskan sarapan mereka.


"Kamu ini gimana sih, makan sampe belepotan kaya gini" Fahri tersenyum melihat ada nasi di sudut bibir Ayu, ia mengambil nasi tersebut dari bibir ayu.


Ayu sangat terkejut saat Fahri menyentuh bibirnya, selain itu ia juga malu, kenapa ia tidak jika sadar ada nasi di bibirnya.


"Makasih kak" Wajah Ayu tampak memerah.


"Sama-sama... lain kali kalo makan pelan-pelan aja gak usah buru-buru" ucap Daffa sambil tersenyum.


"I_ia kak" jawab Ayu sambil menunduk berpura-pura pokus dengan makanan nya.


"Oia Yu, biasanya kalo weekend suka ngapain aja" Fahri mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Mmmm aku biasanya suka bantuin ibu bikin kue, soalnya ibu aku suka terima pesanan kue, dan biasannya kalo weekend kaya gini suka banyak yang pesen" jelas Ayu.


"Memangnya pacar kamu gak pernah ngajak kamu jalan, nonton... atau nongkrong dimana.... gitu" Tanya Fahri penasaran.


"Aku gak punya pacar kak, paling kalau pun jalan cuma sama Michel Chika sama Jessy"jelas Ayu lagi.


"oh... aku pikir kamu udah punya pacar"entah kenapa Fahri merasa senang mendengar jawaban Ayu.


"Nggak kak, aku belum kepikiran untuk punya pacar"


"Ya udah kak, aku ke dapur dulu ya mau cuci piring, kak Angga juga udah selesai kan makannya" ucap Ayu sambil beranjak dari tempat duduk.


"Ia... aku udah selesai, tapi biar saya aja yang nyuci piringnya, masa tamu di suruh kerja terus sih" Fahri pun ikut bangun dan membereskan bekas makan mereka.


"Gak apa-apa kak... aku udah biasa kerja kok" Ayu hendak mengambil piring kotor tersebut, tapi Fahri terlebih dulu mengambilnya.


"Nggak pokoknya kamu diem aja, biar saya yang nyuci piringnya" ucap Fahri lagi.


"Ya sudah kalau gitu aku juga mau pergi ke dapur"

__ADS_1


"Sebelum pulang kerumah, aku mau bikin kue kesukaan Michel dulu" biasanya Ayu selalu membawa kue dari rumahnya Tapi kemarin ia buru-buru Jadi tidak sempat membawa kue kesukaan Michel


"Kalo gitu nanti saya bantuin ya, tapi kamu harus bikinin buat saya juga" ucap Fahri tampak semangat.


"Ia nanti aku juga bikinin buat kak Fahri" Akhirnya Fahri dan Ayu sama-sama pergi ke dapur


Setelah selesai mencuci piring, Fahri langsung membantu Ayu untuk membuat kue.


"Jadi... apa nih yang harus saya kerjain" tanya Fahri sambil mengeringkan tangannya yang basah setelah mencuci piring.


"Mmmm kak Fahri masukin dulu gula sama telor ke dalam wadah, aku mau ngelehin coklatnya dulu" ucap Ayu memberikan sebuah tepung dan wadah ke pada Fahri


"Ok...." ucap Fahri lagi. ia tampak semangat mengerjakan pekerjaannya.


"Udah nih Yu... trus ngapain lagi"


"Sekarang kocok gula dan telornya pake Mixer sampai mengembang" ucap ayu lagi.


"Caranya gimana Yu... saya gak ngerti" ucap Fahri tampak bingung sambil memegang Mixer tersebut


"Sini aku ajarin dulu" Ayu menghampiri Fahri, kemudian ia juga memegang Mixer tersebut sehingga tangan mereka saling bersentuhan satu sama lain, kemudian mereka berdua memutar Mixer tersebut untuk mengocok adonan.


"Gimana kak, udah ngerti kan" tanya Ayu, tapi tidak ada jawaban dari Fahri, sehingga Ayu langsung memalingkan wajahnya ke samping untuk melihat wajah Fahri, seketika tatapan mereka saling bertemu, dengan tangan yang saling berpegangan, saling menatap beberapa saat hingga mereka sama-sama tersadar.


"Ma_maaf tadi saya gak pokus" ucap Fahri tampak salah tingkah.


"Gak apa-apa biar aku aja yang ngelanjutin" Ayu pun terlihat gugup.


Fahri dan Ayu berpura-pura mencari kesibukan sendiri-sendiri.


"Maaf kak... bisa tolong ambilin tepungnya gak, sekalian bukain juga" Tampaknya Ayu sudah mulai bersikap normal.


"Ok" Jawab Fahri yang langsung bergegas mengambil tepung tersebut.


"Ini tepung nya Yu" Fahri memberikan tepung tersebut kepada Ayu.


"Bentar deh... itu di muka kamu ada apa" Ucap Fahri seraya menatap wajah Ayu.


"Fahri langsung berpura-pura mengusap wajah ayu, dan ternyata tangan Fahri penuh dengan tepung sehingga wajah Ayu tampak putih oleh tepung.


"Mmmmm kak Fahri...." ucap Ayu sambil memejamkan matanya yang penuh oleh tepung.

__ADS_1


Tapi Ayu tidak tinggal diam begitu saja, ia pun membalas perbuatan Fahri dengan mengoleskan krim di wajah Fahri, hingga akhirnya mereka saling membalas dan saling melempar tepung, dan saling menertawakan satu sama lain karena rambut dan wajah mereka di penuhi oleh tepung.


"Akhirnya selesai juga kuenya" ucap Fahri tampak senang melihat kue coklat kesukaannya.


"Kue nya wangi banget pasti enak"


"Bentar ya aku potong dulu ya kuenya" ucap Ayu seraya mengambil Pisau untuk memotong kue.


Belum juga selesai Ayu memotong kue tersebut tapi Fahri sudah langsung mengambil potongan kue nya.


"Awww panas" ucap Fahri tampak kepanasan.


"Sabar dulu dong kak... kuenya masih panas" Ayu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fahri ya g seperti anak kecil.


"Abisnya saya udah gak sabar pengen nyicipin kue nya" Fahri tampak sudah tidak sabar


"Nanti juga kak Fahri bisa makan kue ini sepuasnya"


"Mending sekarang kita bawa kue ini ke depan, sekalian nunggu kue nya dingin" ajak Ayu.


"Ya sudah kita makan kue nya sambil nonton Tv aja ya" Ayu dan Fahri membawa kue buatan mereka ke ruang tengah.


"Mmmm kuenya bener-bener enak banget... coklatnya bener-bener berasa, manisnya juga pas" ucap Fahri sambil mengunyah kue tersebut.


"Emang paling enak kalo di makan pas masih anget" Ayu tampak senang melihat Fahri sangat menyukai kue buatannya.


"Kalo gitu kamu juga makan dong kuenya, mumpung masih Anget" Fahri mendekatkan piring kue tersebut kepada Ayu


"Kak Fahri aja yang makan, aku sudah sering makan kue di rumah" tolak Ayu.


"Tapi kue ini ada campur tangan aku, jadi rasanya beda, jadi lebih enak"


"cobain deh" Fahri mengambil satu potong kue lagi dan mendekatkan kue tersebut ke mulut Ayu untuk menyuapinya.


"Ayo cobain" ucap Fahri lagi saat ayu tampak ragu-ragu untuk memakan kue dari tangan Fahri. Akhirnya Ayu pun menerima suapan Fahri dan menggigit kue tersebut.


"Gimana rasanya lebih enak kan" tanya Fahri penasaran


"Ia... kuenya enak banget" Ayu mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengunyah kue tersebut.


"Kamu ini kebiasaan banget sih kalau makan suka belepotan" Lagi-lagi Angga mengusap sudut bibir Ayu untuk membersihkan sisa kue yang menempel di bibirnya, spontan Ayu langsung mengangkat tangannya untuk mengusap bibirnya sendiri, tapi ia malah menggenggam tangan Fahri yang berada di pipinya.

__ADS_1


__ADS_2