TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Di permalukan


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan ke kampusnya, Michel telihat masih kesal dengan keputusan sepihak dari Papi nya, saat ini ia duduk di kursi belakang, dengan melipat kedua tangannya di dada, dan pandangannya lurus ke depan seraya mencibikkan bibirnya, tidak ada percakapan sama sekali antara keduanya, Sesekali Dafa melirik anak majikannya itu dari pantulan kaca spion .


"Sudah sampai Non " ucap Dafa Sesaat setelah mobilnya berhenti di parkiran kampus.


"Gue tau, ini kan kampus gue" Michel segera membuka pintu mobilnya tanpa menunggu sang supir yang membukakannya.


"Mau kemana lo" tanya Michel yang melihat Dafa ikut keluar dari Mobil.


"Aku mau memastikan sampai Non Michel benar-benar masuk ke dalam kelas".


"Apa... Yang bener aja, emangnya gue anak TK apa harus di anter sampai kelas segala" ucap Michel tak terima.


"Tapi ini perintah Non, atau....? Ucap Dafa yang hendak mengeluarkan jurus andalannya untuk membuat Michel patuh.


"Lo mau ngancam gue lagi" sembur Michel.


"Nggak, Saya hanya melakukan apa yang menjadi tugas saya" jawab Dafa lagi.


"Udah lah, Terserah lo aja , cape gue berdebat masa elo" ucap Michel kesal.


Sesaat kemudian terlihat sebuah mobil merah berhenti tepat di sebelah mobil Michel, dan tak lama setelah itu, ketiga wanita pun turun dari mobil tersebut dan langsung menghampiri Michel, mereka tidak lain adalah Jessy, Ayu dan Chika.


"Chel..Tumben lo dateng duluan, biasanya Lo suka datang siang" ucap Jesy yang belum menyadari keberadaan Dafa


"Ah lu mah , gue datang siang protes, sekarang gue datang duluan juga di komen" mau lu itu apa sih.


"Ya... gue cuma aneh aja gitu ko dateng pagi, pantesan aja pagi ini sedikit mendung taunya tuan putri bangun pagi-pagi" Ledek Jesy.


"Sialan Lo... Ampe segitunya sama gue"


" Oia Chel, BTW... ini kan mas ganteng yang di cafe itu," ucap Jessy yang baru menyadari keberadaan Dafa "mas ganteng mau kuliah di sini juga" tanya Jessy manis.


"Nggak mbak, saya supir pribadinya Non Michel"

__ADS_1


"Hah... Seriusan ? demi apa Chel mas ganteng ini jadi supir lo" tanya Jessy tidak percaya


"Ia Chel... gue juga mau dong Chel di supirin sama mas ganteng ini " timpal Chika.


"Gue juga mau kalo supirnya ganteng kaya gini mah" ucap Jessy lagi


"Yaudah, kalian ambil aja" Jawab Michel malas meladeni sahabatnya yang lebay itum


"Ayo Yu kita ke kelas " ajak Michel kepada Ayu seraya menggandeng tangan Ayu.


"Tunggu Chel... Gue belum selesai ngomong" teriak Jessi seraya mengejar Michel dan Ayu, dan di ikuti oleh Chika juga.


Sedangkan Dafa mengikuti mereka dari belakang, ia ingin memastikan sampai Michel benar-benar masuk ke dalam kelasnya, ia tidak ingin jika anak majikannya itu sampai bolos kuliah seperti apa yang di katakan majikannya.


Saat Selly dan Michel tengah berjalan menuju kelas mereka, tiba-tiba langkah mereka di hadang oleh Andrew yang merupakan kekasih Michel, Andrew memang sengaja menunggu Michel sejak tadi, sebab sejak kemarin kekasihnya itu begitu sulit untuk di hubungi.


"Beb... Kamu kemana Saja, kenapa sejak kemarin Handphone kamu gak bisa di hubungin" Ucap Andrew seraya meraih tangan Michel.


"Aduh... kayanya bakalan ada drama rumah tangga lagi ini," sindir Jessy, "kita ke kelas duluan aja yu guys..." ajak Jesy kepada Ayu dan juga Chika.


"Aku lagi males ngomong sama kamu, kamu urusin aja fans-fans kamu itu" jawab Michel seraya melepaskan tangan Andrew.


"Come on Beb... Kamu salah paham, kemarin mereka hanya ngucapin selamat sama aku" jelas Andrew.


"Mana ada ngucapin selamat sambil peluk-peluk segala dan kamu juga kayanya sangat menikmati semua itu"


"Tapi Beb..."


"Sudah lah aku bosen denger penjelasan kamu, dari dulu kamu selalu mengatakan hal yang sama, untuk sementara ini jangan temuin aku dulu" ucap Michel sambil pergi meninggalkan Andrew


"Tunggu beb.. kita belum selesai bicara" cegah Andrew serata meraih tangan Michel kembali, ia menahannya agar Michel tidak pergi.


"Lepasin... aku mau ke kelas" ucap Michel berusaha melepaskan genggaman tangan Andrew

__ADS_1


"Nggak, aku gak akan lepasin kamu, sebelum kamu maafin aku"


"Percuma aku maafin kamu kalau nantinya kamu selalu ngulangin hal yang sama, cepet lepasin tangan aku, bentar lagi dosen aku masuk ke kelas"


"Aku gak peduli, kita akan tetap disini sebelum kamu maafin aku"


Michel berusaha melepaskan genggaman tangan Andrew, namun ia kalah kuat dengan Andrew, karna pria itu menggenggam tangan Michel begitu erat.


"Lepasin dia, biarkan di pergi" ucap seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka dari kejauhan


"Heh... Siapa Lo berani ikut campur dengan urusan gue" sembur Andrew.


"Saya supir pribadi Non Michel, saya di tugaskan untuk menjaga non Michel"jelas Dafa


"Kamu hanya supir, jadi kamu tidak berhak mencampuri urusan kami" ucap Andrew kesal.


"Tentu saja saya berhak, jika semua itu mengganggu kenyamanan Non Michel, apalagi anda akan membuat Non Michel terlambat masuk kelas, sebentar lagi kelasnya akan segera di mulai"


"Heh... Selama ini Gue sama cewe gue memang sering bolos kuliah, dan selama ini gak pernah ada masalah, trus kenapa sekarang jadi elu yang repot"


"Terserah anda mau bilang apa yang pasti sekarang Non Michel harus segera masuk ke kelasnya sebelum terlambat"


"Rese banget si lu jadi orang, cuma jadi supir aja belagu", harus di kasih pelajaran ni supir " ucap Andrew yang hendak melayangkan pukulan ke wajah Dafa, namun dengan santai Dafa menghalau nya dan mengunci tangan Andrew ke di belakang tubuhnya hingga kapten basket itu merintih kesakitan.


Stop...stop... Kenapa kalian malah berantem sih, malu di liatin sama orang-orang" teriak Michel yang malu jadi perhatian mahasiswa yang lain "Lepasin cowo gue" perintah Michel terhadap supir sekaligus pengawal pribadinya itu.


"Sebaiknya Non Michel pergi ke kelas sekarang, baru saya akan melepaskan nya"


"Ok.. ok gue ke kelas sekarang tapi setelah itu lepasin ka Andrew" ucap Michel yang merasa kasihan kepada Andrew karna walau bagaimana pun Andrew adalah kekasihnya, setelah itu Michel pun pergi meninggalkan kedua pria itu dengan perasaan kesal terhadap Supir pribadinya itu sebab Dafa sudah berani mencampuri urusannya Samapi sejauh ini.


Setelah Michel pergi ke kelasnya, Dafa segera melepaskan tangan Andrew, Andrew begitu geram terhadap Dafa, baru kali ini ada orang yang berani melawannya di kampus, selama ini Andrew selalu di segani oleh semua orang, ia juga di kenal sebagai orang yang jago dalam bela diri, selama ini tidak pernah ada yang bisa mengalahkannya, bahkan dalam pertandingan bela diri pun, Andrew selalu menjadi pemenangnya. dan saat ini untuk pertama kalinya ia di permalukan di depan umum oleh orang yang baru saja ia kenal, dan orang itu hanya berstatus sebagai supir pribadi dari kekasihnya, ia benar-benar tidak terima dengan semua ini.


"Berani-beraninya lo poermaluin gue seperti ini, Lo liat aja nanti, gue akan bikin perhitungan sama elo" ancam Andrew.

__ADS_1


Seketika pertikaian Andrew dan juga Dafa menjadi pusat perhatian mahasiswa yang lainnya, kejadian tersebut menjadi tontonan yang menarik untuk mereka semua , sebagian orang ada yang merasa penasaran terhadap sosok seorang pria tampan yang bukan sebagai mahasiswa di kampus tersebut, dan ada juga yang mengira jika pria yang tak kalah tampan dari Andrew itu adalah mahasiswa baru di kampus mereka.


__ADS_2