
"Hai kak Daffa" sapa Jessy saat melihat Daffa masuk ke dalam kelas Andrew, dan seketika Chika Michel dan juga Andrew menoleh ke arah Daffa.
"Ngapain Lo pake nyusul gue kesini segala, lebih baik lo tunggu di mobil aja" tanya Michel sinis
"Maaf non, saya kesini bukan untuk menyusul non Michel" Jawab Daffa datar.
"Terus Lo ngapain dateng kesini, Jangan bilang Lo mau cari masalah sama cowok gue"
"Heh... Lo mau ngapain Dateng ke kelas gue, Lo mau nangtangin gue" tanya Andrew sinis.
"Maaf saya kesini bukan untuk cari masalah tapi saya kesini untuk belajar" jelas Daffa
"Maksud Loh..." tanya Ander lagi.
"Mulai hari ini saya sudah menjadi mahasiswa di kampus ini, dan kebetulan saya di tempatkan di kelas ini" Jelas Daffa lagi.
"What..." ucap mereka secara bersama-sama.
"Jangan becanda Lo... mana mungkin supir kaya lo bisa kuliah di kampus elit ini" ucap Andrew tak percaya.
"Jangan mimpi deh Lo, pake ngaku-ngaku kuliah di sini segala" cicit Michel.
"Saya serius non, Papih non Michel yang mendaftarkan saya di kampus ini"
"Apa... gak mungkin, Lo pasti becanda kan sama gue"
"Saya gak becanda non, kalau non gak percaya silahkan tanyakan langsung kepada Papi non Michel.
Saat itu juga Michel segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya untuk menghubungi Papinya, untuk menanyakan kebenaran hal tersebut.
"Hallo Pih... apa bener Papi daftarin Daffa di kampus aku" tanya Michel tanpa berbasa-basi saat panggilannya terhubung.
"Ia...memangnya kenapa Chel..." jawab Pak Farhan dari sebrang sana.
"Buat apa Papi daftarin dia kuliah segala, trus kenapa juga harus satu kampus sama aku" protes Michel.
"Papi sengaja daftarin Daffa di kampus kamu, agar Daffa bisa sekalian ngawasin kamu"
"Pokok nya aku gak mau satu kampus sama dia, aku mau Papi pindahin dia ke kampus lain sekarang juga"
"Ini sudah menjadi keputusan Papi, kamu gak bisa seenaknya merubah keputusan Papi"
"Tapi Pih..."
"Papi sedang sibuk, Papi gak ada waktu untuk mendengarkan ocehan kamu, nanti kita bicara lagi di rumah" ucap Pak Farhan sebelum mengakhiri pembicaraannya.
"Halo Pih... pih aku belum selesai bicara " ucap Michel kesal saat sambungan telponnya terputus.
"Heh... sebenernya Lo cekokkin apaan sih ke bokap gue, sampe-sampe bokap gue baik banget sama elo"
"Maksud non Michel apa" tanya Daffa tidak mengerti.
"Gak usah pura-pura gak ngerti deh Lo, lo pasti udah guna-gunain bokap gue biar bisa nurut sama elo" tuduh Michel
"Astaghfirullahalajim... saya gak pernah melakukan hal seperti itu Non, saya juga gak tau kenapa Pak Farhan sangat baik sama saya"
"Gak mungkin... Lo pasti_" ucap Michel hendak mendebat kembali.
"Kalian sedang apa di kelas ini, kembali ke kelas kalian masing" tegur seorang dosen yang baru saja masuk ke dalam kelas tersebut, hingga membuat Michel dan teman-temannya terkejut.
__ADS_1
"Ma-af Bu...kami sedang ada perlu kepada seseorang di kelas ini, kami permisi dulu bu.." ucap Michel dan kemudian segera meninggalkan kelas tersebut bersama kedua temannya.
Setelah kepergian Michel dan kawan-kawannya, Dosen tersebut memperkenalkan Daffa kepada mahasiswa yang lain, ia juga mempersilahkan Daffa untuk memperkenalkan dirinya, Seketika para mahasiswa di kelas tersebut terhipnotis oleh ketampanan Dafa, dan kata-katanya yang lembut dan juga sopan, tak sedikit para Mahasiswa yang berbisik-bisik membicarakan pria tersebut, lain halnya dengan Andrew, kekasih Michel itu menatap Daffa dengan tatapan tidak suka, ia merasa tidak senang harus satu kelas dengan pengawal pribadi kekasihnya itu, apalagi Daffa berhasil mencuri perhatian para Mahasiswa lain, ia tidak ingin popularitasnya di kampus ini tersaingi oleh Daffa.
"Sialan tuh supir ... berani-beraninya dia cari-cari perhatian sama orang-orang, baru hari pertama aja dia kuliah di sini udah berhasil merebut perhatian mereka, gue gak akan biarin Lo ngambil posisi gue, gue akan buat perhitungan sama lo" umpat Andrew dalam hati seraya mengepalkan tangannya.
******
"Kesel banget gue sama bokap gue, ngapain juga coba , pake acara daftarin kuliah cowok nyebelin itu di sini, makin susah aja deh gue buat nyingkirin dia" gerutu Michel kepada teman-temannya.
"Gue mah malah seneng kak Daffa kuliah disini, gue jadi bisa makin Deket sama pujaan hati gue" ucap Jessy sambil senyum-senyum.
"Coba aja kalau ka Fahri juga kuliah di kampus ini, gue pasti bakalan seneng banget"cicit Chika
"Apaan sih kalian ... gue lagi kesel juga, kalian malah senyum-senyum gak jelas kaya gitu, apalagi elo Jes... bukan nya bantuin gue buat mikirin gimana caranya lepas dari pria nyebelin itu, lo malah seneng deket-deket ma dia, kalo dia terus-terusan kerja sama bokap gue, gue bakalan semakin terkekang, gak bebas pergi ke mana-mana, gak bisa keluar malem-malem sama kalian " sembur Michel.
"Lo tenang aja Chel... kalo gue udah jadi cowok kak Dafa, gue bakalan bujuk dia buat berenti jadi pengawal pribadi lo" jawab Jessy lagi.
"Huuuh ngarep lu" ucap Chika dengan sebuah toyoran di kepala Jessy.
"Kalian gak percaya sama gue, kalian liat aja ya nanti, gak lama lagi kak Dafa pasti jatuh hati sama gue" ucap Jessy dengan penuh percaya diri.
"Serah Lo aja dah.... cape ngomong sama Lo, gak ada faedahnya " cicit Michel kesal.
**
"Guys... kalian duluan aja ya ke kantin nya, aku mau Shalat Dhuhur dulu" pamit Ayu kepada teman-temannya saat kelas mereka baru saja selesai.
"Ok... nanti kita pesenin sekalian makanan buat Lo" jawab Chika kepada Ayu yang sikap dan kebiasaannya bertolak belakang dengan mereka bertiga.
Dan kebetulan Andrew bersama Bimo dan juga Tomi baru saja tiba di kantin tersebut, ia melihat kekasihnya tengah duduk bersama kedua sahabatnya, Andrew langsung menghampiri kekasihnya itu dan mengajak kedua temannya bergabung bersama mereka.
"Hai kak..." jawab Michel dengan seutas senyum di bibirnya.
"kamu udah selesai makan" tanya Andrew yang melihat tidak ada makanan di meja tersebut.
"Belum kak, kita baru nyampe, jadi pesenan kita belom dateng" jelas Michel.
"Oh... aku kira kalian sudah sejak tadi datang kesini"
"Ngomong-ngomong Ayu kemana, kok dia gak keliatan" tanya Tomi seraya mengedarkan pandangannya.
"Ayu lagi Shalat Dzuhur dulu di mushola" jelas Chika.
"Calon. istri gue rajin banget sih ... gak salah gue milih dia jadi calon istri gue" ucap Tomi.
"Lo emang gak salah milih Ayu jadi calon istri lo, tapi masalahnya, Ayu gak bakalan mau punya suami kaya elo" ledek Chika.
"Gue yakin ayu itu sebenarnya juga suka sama gue, cuman dia itu orangnya malu-malu jadi dia gak pernah ngeliatin perasaannya" jawab Tomi lagi.
"Gak usah kebanyakan halu deh Tom, nanti ujung-ujungnya Lo bakalan patah hati" ledek Chika.
"Udah-udah... jangan berantem, kalian ini kalo ketemu pasti aja ribut, kaya Tom and Jerry, biasanya kalo kaya gini ujung-ujungnya jodoh tuh hahah " sindir Jessy.
"Ia bener... kalo di liat-liat kalian cocok juga" cicit Michel.
"Amit-amit amit-amit... ogah banget gua sama dia" ucap Chika dan Tomi secara bersamaan seraya mengetok-ngetok kepala nya.
"Tuh kan kompak hahahaha" ucap Jessy lagi.
__ADS_1
*****
Seusai melaksanakan Shalat Dzuhur Ayu dan Daffa berpapasan di luar Mushola, mereka saling bertegur sapa untuk sekedar berbasa-basi, keduanya terlihat begitu canggung sebab Mereka berdua memang sama-sama pendiam dan tidak terlalu banyak bicara, terutama Ayu yang yang selama ini memang sangat pemalu, berbeda halnya dengan sifat kedua temannya terutama Jessy yang tidak pernah segan-segan mengutarakan isi hatinya.
"Kak Dafa aku duluan ya... aku mau ke kantin, temen-temen aku udah nungguin di sana"pamit Ayu
"Kebetulan aku juga mau ke kantin, tapi aku belum tau dimana tempatnya, aku belum hafal dengan kampus ini, apa aku boleh ikut bareng sama kamu"
"Tentu saja, aku kira kak Daffa sudah tau letak kantinnya, kak Daffa harus menyempatkan waktu untuk berkeliling di kampus ini untuk mengetahui semua letak ruangan di kampus ini"
"Ia... nanti aku akan menyempatkan waktu untuk berkeliling di kampus ini, tapi aku harus di temani seseorang untuk menunjukan dan memberitahu setiap ruangan yang ada di sini, tapi aku belum mempunyai teman disini"
"Mmmm kalau begitu nanti aku temani kak Daffa untuk berkeliling di kampus ini"
"Benarkah, apa tidak merepotkan"
"Tidak kak, aku gak merasa di repotkan kok, kak Daffa pasti juga belum tau kan letak perpustakaan di kampus ini"
"Ia... kamu benar, aku ingin pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, karna semua buku ku ada di rumah ku"
tanpa terasa akhirnya mereka telah sampai di sebuah kantin yang mereka tuju, Ayu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan teman-temannya, karena saat itu di kantin tersebut sangat ramai.
"Eh... itu Ayu sama kak Dafa" ucap Chika saat melihat kedatangan temannya, seketika Michel Jessy dan yang lainnya mengalihkan pandangannya ke arah Ayu dan Daffa, dua pasang mata tampak tidak suka melihat kedekatan mereka yaitu Jessy dan Tomi.
"Kok mereka bisa barengan gitu sih" Ucap Jessy kesal.
"Ngapain sih... Ayu pake barengan sama cowok rese itu" timpal Michel.
"Ayu... sini" teriak Chika seraya melambaikan tangannya kepada ayu.
"Eh... itu mereka" ucap Ayu saat melihat Chika melambaikan tangannya "Ayo kita ke sana kak" Ajak Ayu kepada Daffa.
"Tidak usah... aku cari meja lain aja" tolak Daffa yang merasa tidak enak.
"Ayo kak, gak enak kalau makan sendiri, lagi pula ka Daffa kan belum punya teman disini" paksa Ayu.
"Tidak apa-apa, kamu duluan aja" tolak Daffa lagi.
"Baiklah aku duluan ya"
"Yu kok kamu bisa bareng sama kak Daffa sih" tanya Jessy saat ayu mendaratkan tubuhnya di sebelah Jessy.
"Tadi aku kebetulan ketemu kak Daffa di Mushola, dan kebetulan kak Daffa juga memang mau ke kantin, tapi kak Daffa belum tau letak kantin ini" jelas Ayu
"Oh... aku kira kamu abis janjian sama kak Dafa"
"Yaelah Jes... emang lo itu siapanya kak Daffa pake acara cemburu segala sama ka Dafa" sindir Chika
"Sekarang gue emang bukan siapa-siapa nya kak Daffa, tapi bentar lagi kak Daffa itu bakalan jadi calon imam gue"
"Huuh ngarep Lo"
"Biarin..." jawab Jessy santai.
"Oia yu... kok Lo gak ajak kak Daffa makan di sini"
"Tadi udah aku ajak tapi kak Daffa nya gak mau"
"Mungkin dia gak enak kali kalo harus satu meja sama Michel" cicit Chika.
__ADS_1
"Bagus deh kalo dia nyadar diri" ucap Michel malas.