
Setelah kejadian waktu itu, Michel mendapatkan hukuman dari sang Ayah, ia tidak mendapatkan uang jajan selama satu minggu, Pak Farhan menyita semua ATM milik Michel, Pak Farhan meminta Pembantu rumah tangganya untuk membuatkan Michel bekal untuk di bawa ke kampus nya, ia juga meminta Daffa untuk mengawasi teman-teman Michel agar tidak memberikan bantuan kepada Michel, ia ingin memberikan pelajaran kepada putri bungsunya itu agar tidak mengulangi kesalahannya lagi, karna apa yang Michel lakukan itu sudah benar-benar keterlaluan, Pak Farhan tau betul apa yang menjadi kelemahan putrinya itu, Michel tidak akan kuat jika ia kehilangan uang dan pasilitas nya.
Pak Farhan juga meminta Michel untuk meminta maaf kepada Daffa , dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, hampir saja semua orang termakan oleh ulah Michel dan percaya bahwa Daffa lah yang telah mengambil barang-barang milik Bu Nana.
Untung saja Daffa berhasil membaca gerak-gerik Michel, dari awal ia sudah curiga bahwa anak majikannya itu tengah merencanakan sesuatu, dan ternyata dugaannya benar, Daffa melihat Michel tengah mengendap-endap masuk ke dalam kamarnya, buru-buru Daffa mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan kejadian tersebut di ponselnya, terutama saat Michel tengah memasukan sesuatu ke dalam tasnya, Daffa sengaja membiarkan Michel melakukan hal tersebut, ia mengikuti semua permainan yang di buat oleh Michel.
Selama satu minggu Michel tidak pernah keluar kelas sama sekali, ia tidak bisa ikut makan siang ke kantin bersama teman-temannya ataupun bersama dengan kekasihnya, selama satu minggu Michel terpaksa menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas dengan memakan bekal yang di sediakan oleh pembantu nya, hanya di temani oleh Daffa yang sengaja meminta di siapkan bekal juga untuk menemani majikannya itu, sebenarnya Daffa merasa kasihan melihat anak majikannya itu tampak tidak bersemangat untuk menghabiskan bekal makan siangnya, walaupun makanan yang di buat oleh pembantunya itu adalah makanan kesukaannya, mungkin Michel tidak berselera makan karna tidak bisa berkumpul bersama teman-temannya di kantin, ia bagaikan anak TK yang di bawakan bekal oleh Ibunya.
Namun Daffa selalu berusaha membujuk Michel agar menghabiskan makanannya itu.
**
Satu minggu telah berlalu, Michel sudah terlepas dari hukuman yang di berikan oleh Papih nya, ia sudah mendapatkan ATM nya kembali dan membeli apapun yang ia mau, tanpa ATM nya itu, Michel bagaikan Cinderella tanpa sepatu kacanya, ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
Dua hari lagi, Chika akan merayakan hari kelahirannya, ia akan mengadakan pesta besar-besaran di rumahnya untuk merayakan hari kelahirannya itu, Chika mengundang semua teman-temannya untuk datang ke acara tersebut.
"Chik... Lo mau hadiah apa dari gue, Lo sebutin aja apa yang lo mau dari gue, gue pasti akan kasih ke lo " tanya Michel saat mereka tengah berada di kantin.
"Serius lo mau kasih apapun yang gue minta"
"Tentu saja, emangnya Lo mau apaan sih, tas, sepatu atau berlian"
"Gue gak butuh yang begituan mah, gue masih mampu buat beli sendiri" jawab Chika.
"Trus Lo mau apa dong" tanya Michel bingung.
"Gue... gue pengen lo ajak Abang Lo ke pesta ulang tahun gue, gue pengen kak Fahri ngedampingin gue saat gue tiup lilin dan potong kue nanti" Ucap Chika dengan senyum yang mengembang.
"Whattt" ucap Michel terkejut mendengar permintaan sahabatnya itu.
"Lo jngan konyol dech Chik... kak Fahri mana mau gue ajak ke pesta ulangtahun lo, Lo tau sendiri kan gue sama dia gak pernah akur"
"Ia nih Lo aneh-aneh aja permintaannya" timpal Jessy
__ADS_1
"Ayolah Chel... katanya Lo mau nurutin semua permintaan gue" ucap Chika memelas.
"Ia Chik... gue emang mau nurutin semua permintaan elo, tapi kalo masalah yang satu ini gue angkat tangan, yang lain deh mintanya, mobil kek, tiket liburan ke luar negri atau apalah gitu , yang penting jangan suruh gue buat ngebujuk kakak gue"
"Gue mohon Chel.. plissss, kali ini.... aja, emangnya Lo gak mau liat sahabat lo ini bahagia, gue pengen di hari spesial gue di temani oleh orang yang spesial" mohon Chika .
"Ini mah namaanya cari kesempatan di dalam kesempitan, mentang-mentang mau ulang taun, permintaannya yang aneh-aneh" ledek Jessy
"Biarin... kapan lagi coba gue bisa minta hal kaya gini sama Michel... Lo mau kan Chel.."
"Mmmmmmm" Michel tampak tengah mempertimbangkan permintaan Chika " Yaudah gue coba ya... tapi gue gak janji kak Fahri mau ikut sama gue"
"Lo serius... maksih ya Chel... Lo emang The best" ucap Chika seraya memeluk tubuh Michel dari samping karena mereka memang duduk sebelahan.
"Kalo bukan karna Lo lagi ulang tahun, ogah banget deh gue nurutin permintaan Lo"
"Guys kita ke Mall yuk cari baju buat pesta nanti, pokoknya gue pengen tampil sempurna di pestanya Chika" usul Jessy.
"Tapi memangnya kamu di bolehin sama papi kamu Chel" tanya Ayu
"Boleh...asal di temenin sama si supir nyebelin itu"
"Ya udah kalo gitu yuk kita kemonnnn" Ucap Chika bersemangat, ia ingin tampil maksimal di pesta ulangtahun nya, terutama di depan Fahri.
****
"Michel dan teman-temannya tengah sibuk mencari pakaian yang cocok untuk mereka kenakan di pesta ulang tahun Chika nanti, kecuali dengan Ayu, ia ikut ke Mall tersebut bermaksud untuk membeli hadiah untuk Chika, ia ingin memberikan kenang-kenangan untuk sahabatnya itu, sebab selama ini Chika selalu baik kepadanya, termasuk Michel dan juga Jessy, itung-itung untuk membalas kebaikan mereka selama ini, walaupun hadiah yang ia berikan tidak akan sebanding dengan apa yang mereka berikan kepadanya, sebab ia tidak punya cukup uang untuk membeli barang-barang yang mahal.
Agar Chika dan temannya yang lain tidak curiga kepadanya, ayu berpura-pura berpamitan untuk pergi ke toilet, ia sengaja memisahkan diri dari ketiga sahabatnya itu untuk mencari hadiah yang pas untuk Chika, dan tentunya sesuai dengan uang yang ia miliki.
"Yu... kok kamu lama banget ke toiletnya?" tanya Chika saat Ayu baru saja kembali menghampiri mereka.
"Ta-tadi di toiletnya penuh"Jawab Ayu gugup, ia sudah menyimpan barang yang ia beli ke dalam tasnya, agar Chika dan yang lain tidak curiga.
__ADS_1
"Mmmm aku kira kamu nyasar, Oia ini kita udah pilihin gaun buat kamu, kayanya cocok untuk kamu, bajunya udah di bayar sama Michel"
"Kenapa kalian beliin aku baju, aku kesini untuk nganter kalian aja"
"Kami sengaja beliin baju buat kamu agar kamu terlihat semakin cantik di pesta nanti"
"Tapi_"
"Udah gak usah tapi-tapian, pokoknya kamu harus pake baju ini di pesta aku nanti"
"Ia Yu... ambil aja, rejeki itu gak boleh di tolak" bujuk Jessy.
"Ngomong-ngomong, lo beli baju Cowok buat Siapa Jes" tanya Michel saat melihat Jessy membawa paper bag yang berisi pakaian laki-laki"
"Oh ini..." ucap Jessy seraya mengangkat barang belanjaannya "gue beliin baju buat kak Daffa , buat ke acara pesta nanti"
"Udah kaya pacarnya aja pake beliin baju segala, emang nya kak Daffa nya mau apa Nerima baju dari loe" Cicit Chika.
"Kan belajar dari sekarang, biar nanti pas pacaran udah terbiasa" jawab Jessy dengan percaya diri.
"Halu aja terus" ledek Chika.
*******
"Kak Daffa... ini aku beliin baju untuk kak Daffa" ucap Jessy saat mereka tiba di parkiran mobil.
"Baju untuk apa ya" jawab Daffa seraya mengerutkan keningnya bingung.
"Saya sengaja beliin ini baju untuk kak Daffa buat Dateng ke acara ulang tahun chika"
"Tapi_" ucap Dafa hendak menolak pemberian Jessy.
"Pokoknya gak ada tapi-tapian, kak Daffa harus terima baju ini, dan kak Daffa harus pakai baju ini ke acara ulangtahun Chika Ok"
__ADS_1