TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Ancaman


__ADS_3

POV Daffa.


Malam itu saya dan Non Michel akan pergi ke acara ulang tahun Chika yang merupakan teman baiknya sejak dulu, Chika mengundang saya ke acara tersebut, bahkan Jessy sampai membelikan saya pakaian baru.


Sebenarnya saya kurang suka dengan acara seperti itu namun jika saya tidak datang saya merasa tidak enak kepada Chika, dan soal baju baru itu saya juga sebenarnya enggan memakai baju pemberian Jessy namun saya tidak ingin mengecewakan Jessy, dia sudah repot-repot membelikan pakaian itu untuk saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengenakan pakaian itu ke acara ulangtahun Chika, paling tidak saya menghargai pemberian Jessy.


Saya tengah mengamati penampilan saya di depan cermin, Saya merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri memakai pakaian ini, karna model pakaian ini sangat berbeda jauh dengan pakaian yang biasa saya gunakan, saya lebih suka mengenakan pakaian yang simpel.


Tiba-tiba terdengar suara Non Michel teriak-teriak dan masuk ke kamar saya begitu saja, ternyata dia sudah siap untuk pergi ke pesta sahabatnya, dia terlihat sangat cantik mengenakan Mini dress berwarna hitam, namun bagi saya pakaiannya terlalu terbuka, saya sangat menyayangkan hal itu. sebab secara tidak langsung dia membiarkan tubuhnya di pandang oleh semua orang termasuk kaum pria, dan hal itu bisa saja mengundang seseorang untuk berniat jahat.


Entah kenapa dia tiba-tiba berdiri mematung tanpa berbicara sepatah katapun, padahal tadi dia teriak-teriak memanggil nama saya, apakah ada yang salah dengan penampilan saya, saya semakin tidak percaya diri dengan penampilan saya, namun saat saya berpamitan untuk mengganti pakaian, dia melarang saya, dengan alasan takut terlambat datang ke acara sahabatnya.


Sikapnya terlihat aneh setelah masuk ke kamar saya tadi, dia terlihat lebih banyak diam dan terlihat gugup saat berbicara dengan saya, sepertinya ada yang aneh dengan penampilan saya, mungkin sebenarnya ia ingin menertawakan penampilan saya namun ia berusaha untuk menahannya, biarlah... toh saya kesana bukan untuk bergaya atau memamerkam pakaian saya, saya kesana untuk menghargai undangan Chika.

__ADS_1


Walaupun begitu, Non Michel tetap saja tidak pernah bersikap manis kepada saya, dia selalu marah-marah terhadap saya apalagi jika semua rencananya gagal, seperti malam ini, ia tidak bisa pergi ke pesta tersebut bersama kekasihnya karna larangan dari Papi nya, namun saya sudah terbiasa dengan hal itu, saya tidak pernah merasa sakit hati sedikitpun dengan semua sikapnya itu, justru dia terlihat lucu dan menggemaskan Jika sedang marah-marah seperti itu, karna saya tau sebetulnya dia adalah wanita yang baik, hanya saja ia kurang perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Sesampainya di acara pesta tersebut, saya berjalan beriringan bersama Non Michel, saya kembali mendapatkan tatapan aneh dari tamu-tamu yang lain, mereka menatap saya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, bahkan banyak dari mereka yang berbisik-bisik yang entah sedang membicarakan apa, mungkin mereka sedang membicarakan penampilan saya yang aneh, saya merasa tidak percaya diri dan tidak pantas untuk berjalan beriringan bersama Non Michel yang terlihat anggun dan juga cantik.


Tak lama kemudian Andrew menghampiri kami, ia terlihat sangat tidak suka melihat saya bersama Non Michel, dari awal dia memang sudah tidak suka kepada saya, dia menganggap saya sebagai penghalang antara dirinya dan juga Non Michel, karna semenjak ada saya, kebersamaannya bersama Non Michel semakin terbatas bahkan terbilang sulit, namun saya melakukan semua itu hanya untuk menjalankan tugas dari Pak Farhan, entah kenapa Pak Farhan sangat tidak suka jika putrinya bersama Andrew.


Saat acara berlangsung saya hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama Ayu, ternya dia sama hal nya dengan saya, sama-sama tidak menyukai pesta seperti itu, saking asyik nya mengobrol dengan Ayu, saya hampir tidak sadar kalau malam sudah semakin larut, saya juga sampai tidak sadar bahwa Non Michel dan teman-temannya sedang mabuk-mabukan, begitu juga dengan Andrew, entah berapa botol minuman yang mereka habiskan malam itu.


Saya mengajak Non Michel untuk pulang ke rumah, namun ia menolaknya, ia bersikeras ingin pulang bersama dengan kekasihnya, saya tidak mungkin mengijinkan dia pulang bersama dengan kekasihnya dalam keadaan sama-sama mabuk seperti itu, begitupun dengan Andrew yang bersikeras ingin mengantar Non Michel pulang, ia mencegah saya untuk membawa Non Michel pulang, namun saat dia dalam keadaan mabuk seperti itu tidak terlalu sulit bagi saya untuk melawannya dan membawa Non Michel dari tempat itu.


Tidak hanya sampai di situ saja, saya kembali di kejutkan dengan suara teriakan pak Farhan yang secara tiba-tiba, entah sejak kapan ia dan istrinya berdiri di depan itu, buru-buru saya beranjak dari tempat tidur Non Michel, saya tidak ingin Pak Farhan salah paham terhadap saya, namun sepertinya semua itu sudah terlambat, sepertinya pak Farhan memang sudah salah paham melihat kejadian tadi, saya bisa melihat semua itu dari tatapannya terhadap saya, Pak Farhan menghampiri saya dengan tatapan kemarahan dan kekecewaan, saya tidak pernah melihat hal itu sebelumnya.


Saya berusaha untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi kepada Pak Farhan namun Pah Farhan sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya saya, ia lebih percaya dengan apa yang ia lihat daripada penjelasan yang keluar dari mulut saya.

__ADS_1


Setelah meluapkan kemerahannya terhadap saya, Pak Farhan beralih menghampiri Non Michel, ia mengambil segelas air putih dan menyiramkannya ke muka Non Michel, dia benar-benar marah saat itu, marah antara melihat kesalahpahaman tadi dan melihat putri satu-satunya itu selalu mabuk-mabukkan, semua orang tua pasti akan sangat kecewa jika melihat anaknya seperti itu, semua orang tua pasti menginginkan hal terbaik untuk anak-anaknya.


Bu Nana membantu Non Michel untuk duduk, Bu Nana tampak sedih dan takut jika Suaminya melakukan sesuatu terhadap putrinya, ia tampak ingin melindungi putrinya itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Pak Farhan bertanya kepada Non Michel tentang apa yang ia lihat tadi, saya sengat berharap jika jawaban dari Non Michel dapat meluruskan kesalahpahaman ini namun ternyata tidak sama sekali, jawaban dari Non Michel malah semakin memperkeruh keadaan, bagai mana tidak, Non Michel mengatakan kepada Pak Farhan bahwa ia sudah bersenang-senang bersama saya, hal itu membuat Pak Farhan semakin murka terhadap kami, ia benar-benar kecewa terhadap Kami.


Pak Farhan meminta saya keluar dari kamar Non Michel, ia mengatakan bahwa besok ia akan membuat keputusan untuk saya, apakah masih tetap bekerja di rumah ini atau tidak, saya hanya bisa pasrah dengan keputusan yang akan saya terima nanti, sepertinya harapan saya untuk bekerja di rumah ini sangatlah kecil, pak Farhan pasti tidak akan Sudi memperkerjakan saya lagi di rumahnya, mungkin malam ini adalah hari terakhir saya berada di rumah ini.


Pagi harinya, bibi mengetuk pintu kamar saya dan mengatakan bahwa Pak Farhan menunggu saya di ruangannya, saya bergegas menemui Pak Farhan di ruangannya, raut wajahnya masih sama, ia masih menatap saya dengan tatapan kemarahan dan kekecewaan, saya sudah pasrah dan sudah siap dengan segala keputusan yang diberikan kepada saya.


Saya kira hanya saya saja yang di panggil keruangan itu, namun ternyata Non Michel pun di minta untuk datang, tampaknya Non Michel sudah jauh lebih segar dari semalam, sepertinya ia sudah mendapatkan kesadarannya kembali, semoga kali ini Non Michel bisa menyelesaikan semua kesalahpahaman ini.


Dan Lagi-lagi jawaban Michel Non justru semakin memperkeruh suasana, ia malah menuduh saya berbuat hal yang tidak-tidak terhadapnya, padahal sudah jelas-jelas dia sendiri yang menarik tangan saya hingga terjatuh di atas tubuhnya, perdebatan kami semakin membuat pak Farhan murka, dia membuat keputusan yang benar-benar di luar dugaan saya, beliau mengatakan bahwa Ia akan menikahkan Non Michel dengan saya secepatnya.

__ADS_1


Keputusan yang benar-benar tidak masuk akal, mana mungkin saya menikah dengan anak majikan saya sendiri, orang biasa seperti saya tidak pantas untuk menikahi permaisuri, lagi pula Non Michel sudah punya kekasih, saya tidak ingin menikah karna sebuah kesalahpahaman dan sebuah paksaan, karna bagi saya menikah itu bukanlah untuk main-main, harus di lakukan atas dasar suka sama suka dan saling mengenal kepribadian satu sama lain.


Saya berusaha untuk menjelaskan semuanya dan menolak keputusan Pak Farhan untuk menikahi Jon Michel, namun Pak malah mengancam saya, ia akan melaporkan saya ke polisi jika saya tidak mau menikahi putrinya.


__ADS_2