
"Selamat pagi bi" sapa Daffa sat masuk ke dalam dapur.
"Pagi Mas..." Jawab Bibi yang sedang menyiapkan sarapan.
"Ada yang bisa aku bantu bi"
"Tidak usah Mas... Ini pekerjaan perempuan, sebentar lagi juga selesai, Oia Mas tadi Tuan meminta Mas Daffa menemuinya di ruang kerjanya sekarang"
Daffa mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan bibi, ia merasa heran majikannya memanggil dirinya sepagi ini.
"Baiklah bi, aku ke ruangan tuan sekarang" pamit Dafa.
*******
"Masuk" ucap Pak Farhan saat mendengar suara ketuakan pintu dari luar.
Setelah di persilahkan masuk Dafa pun segera melangkahkan kakinya keruangan tersebut, Pak Farhan tampak tengah duduk di kursi kebesarannya menghadap ke belakang.
"Duduk " ucap Pak Farhan mempersilahkan Daffa duduk namun ia masih belum menoleh ke arah Dafa, namun menyadari kehadiran Daffa yang tengah berdiri di depan meja kerjanya.
Sesaat setelah Dafa mendaratkan tubuhnya di kursi yang bersebrangan dengan dirinya, Pak Farhan memutar kursi kebesarannya untuk menghadap ke arah Daffa.
"Dari mana kamu dan Michel semalam Daf, kenapa kamu sampai menggendong Michel ke kamarnya" tanya Pak Farhan tanpa berbasa-basi.
Daffa terkesiap mendengar pertanyaan Pak Farhan, ia tidak menyangka bahwa Pak Farhan melihat kejadian semalam.
"Semalam saya dan Non Michel_"
"Cukup kamu tidak perlu menejelaskan apapun lagi sama saya, sebab saya sudah mengetahui semuanya, saya tau apa ayang kamu lakukan terhadap putri saya semalam, saya benar-benar tidak menyangka jika kamu berani melakukan hal itu" ucap Farhan tanpa mendengarkan penjelasan Daffa terlebih dahulu.
"Tapi pak saya_" ucap Daffa hendak menjelaskan kembali.
"Saya memanggil kamu kesini untuk mengucapkan terimakasih sama kamu karna semalam kamu telah berhasil membawa putri saya dari kelab malam itu, saya sengaja menyuruh anak buah saya untuk mengawasi kamu dan melihat cara kerja kamu, dan saya sangat bangga sama kamu karna semalam kamu sudah menolak penawaran dari putri saya, saya semakin yakin bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menjaga putri saya, kamu sangat jujur dan juga bertanggung jawab, dan sebagai imbalannya saya akan membiayai kuliah kamu, saya sudah mendaftarkan di kampus yang sama dengan Michel, agar kamu bisa lebih mudah mengawasi Michel"
Daffa begitu terkejut mendengar ucapan pak Farhan, ia benar-benar tidak menyangka jika dirinya bisa melanjutkan kuliah lagi, untuk menggapai impiannya sejak dulu.
__ADS_1
"Terimakasih pak... terimakasih banyak, semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak, saya akan berusaha bekerja dengan baik, dan saya akan melakukan apapun yang bapak perintahkan"
"Saya percaya sama kamu Daf... saya yakin kamu bisa bekerja dengan baik"
**********
Michel begitu terkesiap saat menyadari bahwa dirinya sudah berada di atas tempat tidur, padahal seingatnya semalam dirinya tengah berada di da dalam mobil bersama Daffa. "Kenapa gue bisa ada di kamar, siapa yang bawa gue kesini, pasti dia yang bawa gue ke sini, kalo gitu dia gendong gue dong semalam, jangan-jangan dia macem-macem lagi sama gue semalam" ucap Michel panik seraya memeriksa pakaiannya, sebab ia takut Daffa melakukan hal yang tidak-tidak padanya. "Syukurlah... pakaian gue masih lengkap" ucap Michel seraya menghela nafasnya.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus, Michel turun dari kamarnya untuk sarapan, tampak Fahri dan kedua orangtuanya tengah berkumpul di meja makan.
"Selamat pagi sayang... ayo sayang kita sarapan sama-sama" sapa Bu Nana saat melihat putrinya tiba.
"Pagi Mih..." jawab Michel tanpa ekspresi, ia masih sangat kesal terhadap kedua orangtuanya itu.
"Tumben kamu udah bangun, biasanya kamu kesiangan terus" sindir Fahri.
"Apaan si ka protes terus, aku bangun siang salah, aku bangun pagi juga salah, mau Kaka apa sih sebenarnya" jawab Michel kesal.
"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar, kalian ini dari dulu gak pernah akur, selalu aja berantem kalo bertemu" lerai sang ayah
**
"Hey supir nyebelin, semalem elo kan yang bawa gue ke kamar" ucap Michel saat menghampiri Dafa yang tengah menunggunya di garasi rumahnya untuk pergi ke kampus.
"Ia non... saya minta maaf, saya terpaksa melakukan hal itu karna semalam Non Michel gak bangun-bangun" jelas Dafa.
"Alesan aja lo, Lo pasti sengaja kan cari-cari kesempatan buat macem-macem sama gue" sembur Michel kesal, ia membayangkan bahwa selama dirinya di sentuh oleh orang yang ia benci.
"Demi Allah nggak Non, saya hanya mengantarkan Non Michel ke kamar saja tidak lebih"jelas Daffa lagi.
"Awas aja ya lo kalo sampai ketauan macem-macem sama gue, gue laporin Lo ke polisi" ancam Michel dan kemudian berlalu masuk ke dalam mobil.
Seperti biasa di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan apapun di antara keduanya, hanya ada kesunyian di dalam mobil, raut wajah Michel masih tampak kesal terhadap Daffa yang selalu menggagalkan rencananya.
Sesampainya di kampus, Michel keluar dari mobil tersebut terlebih dahulu tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Dafa ataupun menunggu Daffa membukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
Di lorong kampus Michel bertemu dengan ketiga sahabatnya yang juga baru sampai di tempat tersebut "Chel Lo udah dateng, mana kak Daffa biasanya dia nganterin elo sampai ke kelas" tanya Jessy seraya mengedarkan pandangannya ke arah belakang Michel.
"Lo itu bukannya nanyain kabar gue malah nanyain cowok nyebelin itu" sembur Michel.
"Ia Nih si Jessy, nyampe tergila-gila banget sama kak Daffa" timpal Chika.
"Ia kan gue udah liat Lo baik-baik aja Chel, jadi ngapain gue nanyain kabar elo" bela Jessy.
"Bisa aja lo ngelesnya kaya bajai" ucap Michel kesal "BTW kak Andrew semalam gimana, dia di marah gak sama gue gara-gara gue gak jadi nemuin dia"
"Heuhhhh bukan lagi Chel, dia itu ampe maki-maki kak Daffa sama kita, kesel banget dia kayanya, katanya dia mau buat perhitungan sama Kak Daffa" jelas Chika.
"Serius lo... yaudah gue mau ke kelasnya dulu ya mumpung masih ada waktu"
"Nggak nanti aja Chel selesai kelas, lebih baik sekarang kita masuk ke kelas aja dulu" ucap Ayu mengingatkan.
"Gue gak tenang kalo belom ketemu sama kak Andrew yu "
"Ya udah gue ikut ya " cicit Chika.
"Gue juga ikut" tambah Jessy.
"Yaudah ayo nanti keburu telat, Lo ikut gak yu"
"Aku gak ikut ya... aku mau langsung ke kelas aja"tolak Ayu
"Ya udah kita duluan ya "
**
"Sayang.... kamu kesini" tanya Andrew saat melihat kekasihnya menemui dirinya di kelas.
"Ia kak... aku mau minta maaf sama kamu, karna semalam aku gak jadi nemuin kamu"
"Kamu tidak perlu minta maaf Honey, kamu gak salah, ini semua kesalahan di supir sialan itu" ucap Andrew kesal
__ADS_1