
Daffa mengajak Michel berola dengan berlari mengelilingi komplek perumahan Rumah Michel, komplek tersebut sangat luas dan juga sejuk, sangat cocok untuk di jadikan tempat berolah raga, tak hanya Michel dan juga Daffa, hampir sebagian orang memanfaatkan waktu libur mereka untuk berolahraga.
Ini kali pertama Michel berolahraga dengan mengelilingi komplek, biasanya Michel selalu pergi ke tempat gym bersama teman-temannya, namun yang membuat Michel aneh adalah saat melihat orang-orang yang berpapasan dengannya ternyata banyak sekali yang kenal dengan Daffa, Mereka menyapa Dafa dan saling melemparkan senyuman, bahkan tidak sedikit para wanita yang terlihat centil berusaha mencari perhatian Dafa.
"Aduh... ini pengantin baru rajin sekali pagi-pagi gini udah mau olahraga" ucap Pak Bayu saat berpapasan dengan Daffa dan Michel. "Biasanya kalau pengantin baru lebih senang menghabiskan waktu di kamar" Goda pak Bayu yang rumah nya tidak jauh dari rumah Michel, jadi ia tau kalau Michel dan Daffa sudah menikah.
"Pak Bayu bisa saja" jawab Daffa Sopan.
"Oia Bu Rani kemana, biasanya suka olah raga bareng"tanya Daffa uang memang akrab dengan istri Pak Bayu juga.
"Istri saya sedang gak enak badan, jadi saya olahraga sendiri deh" jawab Pak Bayu.
"Pantesan saya jarang melihat Bu Rani, mudah-mudahan Bu Rani cepat sembuh ya" ucap Daffa lagi
"Terimakasih Daff, ya sudah kalau begitu saya duluan ya" Ucap Pak Bayu sebelum melanjutkan kembali lari pagi nya dan kemudian Daffa dan Michel pun kembali melanjutkan olahraga mereka.
"Hai mas Mas Daffa..."
"Pagi Mas ganteng..."
Beberapa wanita yang berpapasan dengan Daffa tampak menyapa Daffa sambil mencari perhatian, Daffa hanya menjawab mereka dengan senyum manis khas miliknya.
"Kok Lo bisa kenal sih sama mereka, ternyata Lo udah terkenal juga ya di sini" tanya Michel yang tengah berlari kecil di sebelah Daffa.
Daffa tersenyum mendengar ucapan Michel "Kami memang sering berolahraga disini itu sebabnya kami jadi saling kenal" jawab Daffa sambil berlari menyeimbangkan kecepatan Michel, karna ia tidak mau jika Michel sampai tertinggal jika ia berlari terlalu cepat.
"Lo pasti suka tebar pesona kan sama cewek-cewek di sini" Michel tampak tidak suka saat melihat perempuan-perempuan itu terlihat akrab dengan mereka.
"Saya tidak pernah tebar pesona dengan mereka, tapi saya hanya bersikap ramah terhadap semua orang" jawab Daffa seraya mengatur nafasnya, saat ini wajahnya sudah mulai di penuhi dengan keringat, begitupun dengan Michel.
"Tapi lo seneng kan di deketin cewek-cewek itu, apalagi Cewek yang cantik dan juga ****" tanya Michel lagi
"Ahahahha" Daffa malah tertawa mendengar ucapan Michel yang sedikit sinis "Kenapa kamu berbicara seperti itu, kamu cemburu sama mereka" Goda Daffa.
"Gue_ gue gak cemburu kok, gue cuman gak suka aja liat Lo so akrab sama cewek-cewek kecentilan itu, ilfeel gue liat nya" Ucap Michel gugup dan berusaha bersikap biasa saja.
"Yakin kamu gak cemburu sama saya" Goda Daffa lagi.
"NGGAK" ucap Michel kesal dengan ucapan Daffa. "udah ah bete gue ngomong sama elo" Michel berlari mendahului Daffa, ia berlari dengan begitu cepat.
__ADS_1
"Chel jangan cepat-cepat larinya, nanti kamu jatuh" teriak Dafa saat melihat Michel berlari sangat cepat.
"Awwwwww" Baru saja Daffa selesai bicara, kaki Michel tersandung dan menyebabkan ia jatuh.
Daffa segera berlari menghampiri Michel "Kamu gak apa-apa kan" tanya Daffa khawatir seraya berjongkok di hadapan Michel yang tengah terduduk di aspal sambil memegangi kaki nya.
"kaki gue sakit banget" jawab Michel seraya meringis kesakitan
"Coba sini aku lihat" ucap Daffa hendak membuka sepatu Michel.
"Pelan-pelan sakit..." ucap Michel lagi.
"Ia... " jawab Dafa yang sudah mulai membuka sepatu Michel dengan perlahan-lahan, dan ternyata Pergelangan kaki Michel tampak merah.
"Sepertinya kaki kamu terkilir" ucap Dafa sambil mengurut kaki putih Michel dengan lembut.
"Aw... sakit" Desis Michel lagi.
"Tahan sebentar ya, kalau gak segera di urut nanti kaki kamu akan tambah bengkak" jawab Daffa tidak tega melihat Michel kesakitan.
"Gue pengen pulang" Selain sakit, Michel juga malu menjadi perhatian orang-orang yang lewat.
"awwww sakit " Michel kembali kesakitan saat ia berdiri.
"Apa kamu bisa jalan " tanya Daffa mastikan.
"Bisa... aku masih kuat untuk berjalan" jawab Michel berusaha menahan rasa sakitnya.
"Baiklah ayo kita pulng sekarang" Tanpa di sadari mereka saling merangkul satu sama lain, Michel melingkarkan tangan kanannya di leher Daffa, sedangkan Daffa melingkarkan Tangan kirinya di pinggang Michel untuk memapahnya.
"Aw.... sakit" lagi-lagi Michel mendesis kesakitan saat mencoba untuk berjalan.
"Sepertinya kamu gak kuat untuk jalan" Ucap Daffa lagi "Ayo aku gendong saja"
"Nggak usah, aku masih kuat untuk jalan kok" tolak Michel.
"Sudah... kamu gak usah memaksakan diri, ayo cepat naik ke punggung aku" ucap Dafa seraya membungkukkan tubuhnya di depan Michel, dan akhirnya Michel pun mengalah, dengan sedikit ragu-ragu Michel akhirnya naik ke punggung Daffa, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Daffa sedangkan kedua tangan Daffa menahan kedua kaki Michel.
"Pegangan yang kuat ya" Dafa sudah mulai berjalan sambil Menggendong Michel, awalnya Michel terlihat kaku dan juga canggung di gendong oleh Daffa, sejak tadi Michel terus memperhatikan Wajah Daffa dari arah samping sebab Michel sudah mulai mendekatkan kepalanya di leher Daffa yang tengah pokus melihat ke depan, entah kenapa Michel sangat nyaman berada dalam Gendongan Daffa, hatinya terasa tenang dan juga damai, ia merasa aman di sisi Daffa sebab Daffa selalu bisa melindunginya dalam hal apapun, wangi parfum Daffa begitu menyeruak di Indra penciumannya membuat ia betah berlama-lama di posisi seperti ini.
__ADS_1
"Ternyata kamu berat juga yah" ucap Daffa sambil tersenyum untuk menggoda Michel, ucapan Daffa membuyarkan lamunan Michel.
"Ih... nyebelin banget si loh, ya udah turunin gue aja dech, gue juga gak minta kok di gendong sama elo" ucap Michel kesal.
"Ahahaha aku cuma becanda kok, kamu ini gampang banget marah, nanti cepet keriput loh" ucap Daffa lagi.
"Becanda Lo gak lucu" sembur Michel kesal, karna merasa di Anggap gendut oleh Daffa, padahal selama ini ia selalu menjaga pola makannya agar bentuk tubuhnya tetap ideal.
"Cie... mas Daffa romantis banget sih... bikin kita patah hati aja" ucap Seorang perempuan yang tengah berolahraga bersama teman-temannya, mereka semua berpakaian ****, Daffa hanya tersenyum untuk menjawab candaan mereka.
"Ih... kecentilan banget sih tu cewe" gumam Michel kesal.
*****
"Mau duduk di mana, di sini atau di kamar, atau kamu masih betah di gendong sama aku" lagi-lagi Daffa menggoda Michel.
"Apaan sih... udah turunin gw di sini saja" Jawab Michel kesal, dan kemudian Dafa mendudukkan Michel di sofa ruang tamu.
"Sebentar ya... aku ambilkan minyak urut nya dulu, untuk mengurut kaki kamu.
setelah mendapatkan minyak urut yang ia cari, Daffa kemudian duduk di sebelah Michel, ia mengangkat kaki Michel dengan perlahan-lahan dan meletakan kaki istri nya itu di atas pahanya.
"Tahan sebentar ya... awalnya memang sakit tapi setelah di urut kaki kamu akan segera membaik" ucap Daffa sebelum mengurut kaki Michel.
"Emangnya Lo yakin bisa ngurut" tanya Michel memastikan.
"Entah lah" Seperti biasa, Daffa sangat senang menggoda Michel.
"Udah-udah gak usah, nanti kaki gue tambah parah lagi" ucap Michel takut.
"Kamu tenang aja, insya Allah kaki akan segera membaik setelah di urut, dulu saya di ajarkan oleh almarhum kakek saya" Jawab Daffa yang sudah mulai mengurut kaki Michel.
"Awww sakit" tanpa sengaja Michel memeluk tangan Daffa untuk menahan rasa sakitnya.
"Tahan sebentar ya" ucap Daffa lagi, sambil terus memijat kaki Michel.
"Sakit...." teriak Michel lagi, dan kali ini ia menggigit Lengan Daffa untuk mengurangi rasa sakitnya, bahkan Michel sampai mencengkram lengan Daffa dengan jari-jari nya, hingga kuku panjang Michel menembus Sweter yang di kenakan Daffa.
Daffa tidak protes sama sekali saat Michel melampiaskan rasa sakitnya kepada dirinya, ia berusaha untuk menahannya demi Michel, yang terpenting ia bisa segera mengobati kaki Michel sampai selesai.
__ADS_1