
Assalamualaikum pak... Bu" Salam Dafa kepada kedua calon majikannya itu.
"Waalaikumsalam " ucap mereka secara bersamaan "kamu sudah datang, jam berapa berangkat dari rumah" tanya Pak Farhan
"Tadi saya berangkat subuh pak dari rumah, soalnya takut kena macet kalau berangkat terlalu siang"jelas Dafa.
"Ia kamu memang benar, di Jakarta itu memang rawan macet, Oia Mih... Ini Dafa, yang papih ceritain tempo hari"
"Oh... jadi ini Yang namnya Dafa, ternyata orang nya ganteng juga ya, sopan lagi... bisa-bisa Putri Keita kepincut kalau supirnya ganteng kaya gini" sapa Nana.
"Dulu waktu Papi muda juga gak kalah ganteng kaya Dafa, makanya Mamih ngejar-ngejar Papih" ucap Farhan yang tidak terima istrinya memuji pria lain.
"Enak aja, bukan nya Papi yang ngejar-ngejar Mami, sampe kirim-kirim surat tiap hari sama Mamih" bantah Nana
"Masa sih dulu Papi kaya gitu" goda Farhan yang pura-pura tidak ingat.
" Mmmmm pake pura-pura lupa segala lagi, udah ah malu sama Dafa"
"Oia Daf... makasih ya udah nolongin suami saya, kalau gak ada kamu, pasti tas suami saya udah di bawa lari sama jambret itu" ucap Nana lagi.
"Sama-sama Bu, waktu itu saya hanya kebetulan lewat saja" Ucap Dafa merendahkan diri.
"Semoga kamu betah ya kerja disini, sebelumnya saya mau ngasih tau sama kamu, kamu harus sabar ngadepin anak saya, soalnya dia itu orangnya agak keras kepala dan susah di atur tapi sebetulnya dia anak yang baik kok"jelas Nana
"Ia Bu, insya Allah saya akan bekerja dengan maksimal"
"Ia Daf... Putri saya itu memang keras kepala, dia itu hobinya Foya-foya, dan keluyuran gak jelas, selalu pulang pagi, kadang sampai gak pulang ke rumah, maka dari itu saya memperkerjakan kamu untuk mengawasi dia dan mengikutinya kemana pun dia pergi, kalo bisa kamu paksa dia pulang kerumah, jangan biarkan dia keluyuran gak jelas lagi, dan bergaul dengan orang yang tidak benar, gimana Daf, apa kamu bersedia"
Mendengar ucapan penjelasan Kedua majikannya itu, sebenarnya ia sedikit ragu dengan dirinya sendiri, apakah dia sanggup melakukan semua itu, pasti tidak akan mudah mengatur dan mengubah kebiasaan seseorang, apalagi ini adalah pengalaman pertamanya, namun ia sudah terlanjur datang kesini dan menerima tawarannya Pak Farhan kemarin dan ia juga sangat membutuhkan pekerjaan "Ia pak... Saya bersedia "
"Syukurlah kalau kamu bersedia, saya takut kamu berubah pikiran setelah mendengar kelakuan anak saya, tapi saya yakin, kamu pasti bisa melakukannya" ucap Farhan lagi.
"Insya Allah pak... Saya akan berusaha"
"Saya titip putri saya sama kamu, tolong jaga dia dan awasi dia jangan sampai dia semakin terjerumus ke dalam pergaulan yang salah, kalau kerja kamu bagus, saya akan naikan gaji kamu dua kali lipat dari yang saya janjikan kemarin"
"Terimakasih pak, bagi saya gaji yang bapak tawarkan kemarin sudah lebih dari cukup"
"Baiklah kalau begitu saya mau panggil Michel dulu di kamarnya" Pamit Nana.
"Michel ?? " batin Dafa, mendengar majikannya menyebut nama Michel, Dafa merasa tidak asing lagi mendengar nama tersebut, tapi dimana, ia mencoba mengingat ingat kembali nama tersebut dan kemudian ia ingat mulai mengingat nama tersebut, tapi rasanya tidak mungkin , Nama Michel itu banyak, pasti Michel yang di maksud majikannya itu bukanlah Michel yang pernah ia kenal, lebih tepatnya tidak sengaja kenal.
__ADS_1
"Nah itu dia..." Ucap Nana yang melihat Michel tengah menuruni anak tangga, baru saja ia mau pergi ke kamarnya tapi Michel telah terlebih dahulu keluar dari kamarnya,dan seketika Farhan dan Dafa pun melihat ke arah yang di maksud Nana tadi, begitu terkejutnya Dafa saat melihat wanita tersebut, ternyata Michel yang di maksud adalah Michel yang ia kenal juga.
Michel belum menyadari bahwa dirinya sudah di tunggu oleh tiga orang tersebut, ia masih pokus mengambil sesuatu di dalam tasnya, hingga ia tidak menyadari bahwa semua orang sedang melihat ke arahnya termasuk Dafa.
"Chel baru aja Mami mau ke kamar kamu, Mami mau ngenalin kamu sama seseorang"
"Elo... ?? Ngapain Lo di sini" tanya Michel saat menyadari keberadaan pria tersebut di rumahnya.
"Michel... Bicara yang sopan" tegur Farhan terhadap Putrinya.
"Ia Pak... Waktu itu kami tidak sengaja bertemu" ucap Dafa
"Dimana... " Tanya Farhan penasaran.
"Di..." Ucap Dafa hendak menjelaskan namun keburu di potong oleh Michel.
"I-itu di kampus, dia temen kampus aku" bohong Michel.
"Jangan bohong Michel, Dafa itu kuliah di Bogor, lagipula sekarang dia sudah cuti kuliah" tegas Farhan.
"Sial... Gue ketauan bohong lagi, jangan sampai tu cowok bilang yang sebenarnya sama bokap gue"batin Michel.
"Di- di jalan om..." ucap Dafa ragu-ragu karena mendapatkan tatapan tajam dari Michel, tapi ia juga tidak mau berbohong pada Pak Farhan "Waktu itu saya gak sengaja bantuin seorang pedagang yang gerobaknya tertabrak oleh motor" jelas Dafa namun ia tidak mau menceritakannya lebih Detail.
"Nyebelin banget sih tuh orang pake acara ngadu segala sama bokap" gumam Michel
"Jangan bilang, kalau kamu yang menabrak gerobak itu Michel" selidik Farhan
"A-aku_" jawab Kecil takut.
"Sudah berapa kali Papi bilang sama kamu, Papi gak suka kalau kamu bawa motor, kamu itu perempuan Michel, gak baik perempuan ugal-ugalan di jalan pake motor"
"Tapi Pih... Banyak kok cewek-cewek yang bawa motor" bela Michel
"Ia Papi juga tau, tapi yang jadi masalahnya, kamu itu bawa motornya selalu kebut-kebutan dan itu sangat membahayakan orang lain dan juga kamu sendiri, makanya Papi gak ngijinin kamu bawa motor.
"Tapi kemarin aku bawa motornya pelan kok pih..." bantah Michel.
"Sudah kamu gak usah membantah lagi, Papi semakin yakin untuk memberikan kamu supir pribadi, mulai sekarang kamu gak boleh bawa mobil sendiri" jelas Farhan.
"Supir?? Maksud Papi..." Ucap Michel bingung.
__ADS_1
"Ia supir, Mulai sekarang Dafa akan menjadi supir Pribadi kamu, dia akan mengantar kamu kemanapun kamu pergi, dan juga akan mengawasi kamu selama 24 jam" jelasnya lagi.
"Apa...Papi becanda kan, aku itu udah gede, gak perlu pake supir-supir segala, aku bukan anak kecil yang harus dia awasi terus menerus" Michel tak terima
"Ia kamu memang udah gede, tapi semakin kesini kelakuan kamu semakin gak bener, keluyuran gak jelas, pulang pagi, dan mabuk-mabukan, Papi udah gak bisa percaya lagi sama kamu"
"Aku gak mau Pih... Pokonya aku gak mau pake supir"
"Papih gak mau menerima penolakan, keputusan Papih sudah bulat, kalau kamu membantah Papi, Papi akan mencabut semua pasilitas kamu" ancam Farhan
"Tapi Pih..."
Michel sayang... Lebih baik kamu ikutin aja keinginan Papi ya nak.. ini semua demi kebaikan kamu juga" ucap Nana menengahi perdebatan mereka.
"Kalian jahat, kalian gak pernah ngertiin apa yang aku mau, aku benci sama kalian" ucap Michel seraya berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
"Michel tunggu sayang.." panggil Nana.
"Sudah Mih... Jangan di kejar, biarkan di pergi" cegah Farhan
"Dafa... Kamu kejar Michel, ini kunci mobilnya" perintah Farhan kepada Dafa.
"Ia pak... Kalau begitu saya permisi dulu" pamit Dafa
"Tunggu Non... Biar saya antar ke kampusnya " Ucap Dafa menghentikan Michel pergi.
Mendengar namanya di panggil, Michel menoleh ke belakang dengan penuh kekesalan. " Gue gak mau pergi sama lo, gue bisa berangkat sendiri"
"Tapi Non... Ini perintah dari Pak Farhan"
"Gue gak peduli" ucap Michel seraya berbalik kembali dan menibgglkan Dafa.
"Yasudah kalau, Non Michel gak mau, saya tinggal bilang aja sama Pak Farhan kalau Non Michel menolak di antar sama saya" Dafa pun ikut berbalik, untuk kembali ke dalam rumah.
Seketika Michel terdiam dan berpikir sejenak "kalau dia lapor sama bokap gue, pasti semua pasilitas gue bakalan di tarik ,termasuk kartu kredit gue, trus nanti gue gak punya apa-apa dong ..." Gumam Michel dalam hati.
"Tunggu !!" Teriak Michel menghentikan Dafa.
Seketika langkah Dafa pun terhenti, seutas senyum tersemat di bibir Dafa, ia sudah bisa menebak kelemahan Michel, ia tau orang seperti Michel tidak akan sanggup kehilangan semua fasilitasnya "Ada apa Non.."
"Ayo anter gue ke kampus" ucap Michel terpaksa.
__ADS_1