
Michel masuk ke dalam kelasnya dengan tergesa-gesa, dan wajah yang terlihat kesal, ia melempar tas nya begitu saja ke atas meja dan duduk dengan asal.
"Kenapa lagi lu Chel... belum kelar masalah rumah tangga Lo sama ka Andrew" tanya Jessy yang melihat sahabatnya marah-marah.
"Gue bukan kesel sama ka Andrew, tapi gue kesel sama si supir nyebelin itu" jelas Michel.
" Emangnya supir lo yang ganteng itu kenapa, orang dia keliatan nya baik gitu kok, kalem lagi orangnya" tanya Jessy lagi
" Udah deh lobgak usah muji-muji dia terus, sebel gue dengernya"
"Ia kan emang kenyataannya kaya gitu, supir lo itu, udah ganteng, baik, kalem, Sholeh lagi keliatannya, dari ngomongnya aja sopan banget, tipe gue banget deh pokonya, dia itu cocoknya jadi imam gue bukannya jadi supir elo chel" ucap Jessy memuji-muji Dafa.
"Kalo buat gue sih masih gantengan kak Fahri dong... pokoknya idola gue mah tetep kak Fahri, gak akan pindah ke lain hati" Timpal Chika yang tidak mau kalah memuji-muji idolanya.
"Apaan sih kalian malah ngeributin cowok-cowok nyebelin itu" ucap Michel malas.
"Eh liat deh guys... ada Vidio yang lagi viral ni di kampus kita" ucap Jessy heboh seraya memperlihatkan Handphone nya kepada 3 sahabatnya, seketika mereka ber empat menatap layar HP tersebut secara bersama-sama, Jessy meletakan HP tersebut di atas meja agar teman-temannya bisa leluasa melihatnya.
"Ini kan Kak Andrew sama Supir Lo Chel" ucap Chika ikut heboh.
"Wah... supir lo ternyata jago bela diri juga Chel, hebat banget bisa ngalahin Kak Andrew, emang gak salah loh milih supir"
"Heh bukan gue yang mau dia jadi supir gue, dia itu pilihan bokap gue, sebenernya gue mah ogah punya supir kaya dia"
"Berarti bokap Lo memang selektif milih orang Chel, buktinya supir lo bisa ngalahin si raja kampus, selama ini kan belom ada yang bisa ngalahin kak Andrew, bokap Lo emang gak salah milih orang" puji Jessy
"Tapi gue gak suka dia ikut campur dengan masalah pribadi gue, apalagi sampe nyakitin cowok gue"
"Tapi menurut gue supir lo itu gak salah-salah banget, dia itu cuma gak mau Lo telat masuk kelas, lagian dia itu cuma ngelindungin dirinya sendiri, di Vidio ini jelas-jelas ka Andrew yang mau nyerang di duluan" bela chika
"Ia Chel... menurut aku dia gak salah, dia cuma ngelakuin tugasnya aja kok, mungkin itu adalah perintah dari Papi kamu agar kamu gak telat masuk kelas lagi, buktinya dia sampai ngikutin kamu sampe ke kelas" Ayu membenarkan ucapan Chika
__ADS_1
"Kok kamu jadi ikutan belain mereka sih Yu..."
"Aku gak belain siapa-siapa Chel... aku cuma ngutarain pendapat aku aja" jawab Ayu
"Kalian gak asik ah" ucap Michel makin kesal
*********
Setelah kelas mereka selesai, Michel bergegas keluar dari kelasnya untuk pergi ke kelas Andrew yang berada di lantai 3, ia sedikit berlari untuk menemui kekasihnya itu dan melihat keadaannya, sebab sejak tadi pagi Michel begitu khawatir terhadap kekasihnya itu.
Saat Ia sampai di depan kelas Andrew, Helena yang merupakan teman sekelas Andrew, menghalangi jalan Michel, berdiri di depan Michel untuk menahannya agar Michel tidak bisa masuk ke dalam kelas.
"Hei... cewek alay ngapain Lo kesini" tanya Helena seraya melipat kedua tangannya di dada.
"Minggir Lo, gue mau ketemu cowok gue, gue gak ada urusan sama lo"
" Rese banget sih lo jadi orang, gak ada sopan-sopan nya ngomong sama senior Lo"
"Ngapain gue harus sopan sama nenek sihir kaya lo"
"Helena Stop...." ucap Andrew yang baru saja keluar dari kelasnya "Berani-beraninya Lo mau nyakitin cewek gue.
"Tapi Drew, Cewek lo itu nyari masalah terus sama gue"
"Bukan dia yang suka cari masalah sama lo, tapi lo yang suka cari masalah sama cewek gue"
"Tapi Drew..." ucap Helena yang tak mendapatkan respon dari Andrew
"Honey.. kamu kesini" tanya Andrew senang melihat kedatangan kekasihnya.
"Ia... aku Khawatir sama kamu, aku takut kamu kenapa-napa, apa tangan kamu ada yang sakit" tanya Michel cemas.
__ADS_1
" Nggak sayang... aku gak apa-apa, kamu gak usah khwatir, aku baik-baik aja"
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, aku lega dengernya"
"Aku seneng banget kamu datang kesini, kamu udah peduli lagi sama aku, berarti kamu udah gak marah lagi dong sama aku"
"Ia aku udah maafin kamu"
"Makasih honey... kamu udah mau maafin aku" Ucap Andrew seraya memeluk tubuh Michel, tanpa mempedulikan Helena yang sejak tadi berada di sebelah mereka, Helena yang menyaksikan semua itu semakin geram terhadap Michel, Helena pergi begitu saja dari sana, ia benar-benar tidak suka Michel berada di sana.
"Aku juga minta maaf ya kak, atas perbuatan supir aku" Ucap Michel merasa bersalah.
"Kamu gak perlu minta maaf Honey... kamu gak salah, tapi kenapa kamu memperkerjakan orang seperti itu, kenapa kamu gak pecat aja dia"
"Kalo aja aku bisa ngelakuin hal itu, pasti udah aku pecat supir rese itu, tapi sayangnya aku gak bisa, soalnya dia itu utusan dari Papi aku, dia di tugaskan buat ngawasin aku selama 24 jam"
"What..? selama 24 jam, berarti kita gak bisa bebas dong honey.."
"Kamu tenang aja kak, nanti aku bakalan pikirin gimana caranya untuk bikin supir itu gak betah sama aku, dan ngundurin diri dari kerjaannya saat ini"
"Kamu memang cerdas honey" ucap Andrew seraya mengacak pucuk kepala Michel.
"Kak aku laper, kita makan yuk" ajak Michel.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang kalau kamu lapar, kamu mau makan dimana honey"
"Terserah... asal jangan di kantin aja, soalnya aku bosen"
"Mmmm gimana kalau kita makan di caffe biasa aja, sambil nongkrong di sana" usul Andrew.
"Bole juga" ucap Michel setuju seraya mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian mereka segera pergi dari sana berjalan beriringan seraya bergandengan tangan.
__ADS_1
Kini kedua sejoli itu sudah kembali berbaikan dan kembali terlihat mesra seperti biasanya hingga membuat mahasiswa yang lain iri melihatnya, pasalnya saat kemarin mereka bertengkar, banyak yang merasa senang dan bersorak melihat drama antara Michel dan Andrew dan tidak sedikit pula yang mengharapkan hubungan mereka berakhir, namun kini mereka harus kembali menggigit jari saat sepasang sejoli itu sudah kembali harmonis.
Tidak semua orang mengharapkan Michel dan Andrew putus, ada juga yang sangat mendukung hubungan mereka, dan ikut senang melihat mereka kembali rukun, bagi mereka Michel dan Andrew adalah pasangan yang sangat serasi, selain itu Michel juga orang yang sangat baik, mungkin bagi yang belum mengenal Michel, akan menganggap Michel itu orang uang sombong dan juga urakan namun bagi orang yang sudah mengenal Michel secara dekat, akan tau bahwa pada dasarnya Michel itu adalah orang baik, dan juga suka menolong orang lain, tidak pernah sombong dengan kekayaan yang ia miliki, hanya saja Michel memang suka ceplas-ceplos kalau ngomong, dan juga sedikit keras kepala, begitulah Michel dengan segala kelebihan dan kekurangannya.