TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Ragu


__ADS_3

Malam ini Daffa berhasil lolos dari godaan sang istri, ia sengaja menghindar dari istrinya itu agar ia tidak melanggar ucapannya sendiri.


Daffa baru kembali ke kamarnya setelah memastikan bahwa Michel benar-benar sudah tertidur, ia masuk ke kamar dengan mengendap-endap dan naik ke tempat tidur secara perlahan-lahan agar tidak membangunkan sang istri yang tengah tertidur pulas, ia tidak mau jika kejadian tadi terulang kembali, saat istrinya berubah menjadi wanita penggoda.


Pagi hari


"Daf... Daffa... teriak Michel dari dalam kamar mandi, ia membuka pintu nya sedikit, dan bersembunyi di balik pintu, hanya terlihat kepalanya saja.


"Ada apa Chel... kamu lupa bawa handuk" tanya Daffa saat menghampiri istrinya.


"Bukan... aku mau minta tolong sama kamu" jawab Michel menggelengkan kepalanya.


"Minta tolong apa"tanya Daffa bingung.


"Aku mau minta tolong sama kamu buat gosokin punggung aku pake sabun, soalnya udah lama banget punggung aku gak di gosok, aku takut banyak daki nya, biasanya aku suka minta bantuan bibi" jelas Michel.


"Memangnya kamu gak bisa sendiri" tanya Dafa lagi


"Ya nggak atuh Daf, susah... tangah aku gak nyampe" jawab Michel.


"Tapi..." Daffa tampak bingung.


"Kamu ini gimana sih Daf, di mintain gitu aja gak mau, padahal kan kita nikah udah lama, aku bukan orang lain lagi" ucap Michel kesal.


"I_ia ia, aku mau" akhirnya Daffa menyerah.


Daffa masuk ke kamar mandi dengan sedikit menunduk, ia belum berani melihat ke arah istrinya, sedangkan Michel sudah terlebih dahulu masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air dan gelembung sabun.


"Ayo sini Daff... kamu duduk di belakang aku" ucap Michel sambil menarik tangan Daffa, perlahan Daffa pun masuk ke dalam bathtub tersebut dan duduk di atasnya menghadap ke punggung Michel yang sudah tidak tertutup dengan sehelai kain pun.

__ADS_1


"Ini Daf sabun nya" Michel memberanikan sebuah sabun


"I_ia..." ucap Daffa gugup, perlahan ia mulai menggosok punggung putih Michel dengan sangat hati-hati, Dada nya seakan mau copot saat menyentuh tubuh istrinya, ia bagaikan tersengat arus listrik, selama ini ia memang sering bersentuhan dengan Michel tapi belum pernah sampai sejauh ini.


"Daf... boleh sambil dipijitin gak, biasanya bibi suka sambil mijit juga, badan aku pegel-pegel banget" ucap Michel merajuk.


"Nanti aja ya chel di kamar dipijitnya, kalo kamu udah pake baju" bujuk Daffa.


"Tapi aku mau nya sekarang Daf..." ucap Michel lagi. Dan akhirnya Daffa menurut lagi.


"ternyata pijitan kamu enak banget Daf, lebih enak kamu dari pada bibi"


"Oia Daf... kamu juga belum mandi kan, mandi bareng aja ya sekalian" Michel tiba-tiba berbalik menghadap ke arah Daffa, dan hal itu membuat Daffa benar-benar terkejut, untuk pertama kalinya ia melihat tubuh sang istri tanpa busana, begitu indah dan sempurna.


Michel membuka kancing piyama Daffa satu persatu, Daffa tidak bisa menolak sedikitpun, ia seolah terhipnotis oleh keindahan tubuh istrinya.


Bukan hanya Daffa yang terkagum-kagum melihat keindahan tubuh Michel, tapi Michel pun merasakan hal yang sama, tubuh Daffa benar-benar berisi, terlihat sangat kokoh, tangan nya mempunyai otot-otot yang begitu indah untuk di pandang, dadanya berbentuk kotak-kotak seperti roti sobek, itu karna Daffa memang rajin berolahraga.


"Aku bantu gosokin badan kamu ya" Michel menggosok tubuh Daffa dengan sabun, di mulai dari tangan dan setelah itu beralih ke dadanya, tubuh Daffa seketika bergelinjar saat tangan Michel terus-menerus bermain di tubuhnya, ia sudah benar-benar tidak tahan lagi.


Daffa menarik tengkuk leher Istrinya dan kemudian ********** dengan penuh gairah, tangan Daffa mulai aktip, tidak bisa di kendalikan, meraba seluruh bagian tubuh sang istri, menelusup ke dalam air, tubuh Michel terasa sangat mulus dan juga licin karna air sabun.


Tapi disaat mereka sudah setengah perjalanan, lagi-lagi Daffa berhenti, berusaha menahan dirinya, ia segera bangun dan beranjak pergi dari kamar mandi.


"Maaf kan saya Chel..." hanya itu yang ia katakan sebelum pergi meninggalkan Michel, Michel hanya bisa termenung melihat kepergian Daffa.


beberapa saat kemudian Michel pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono handuk, saat itu Daffa tengah berdiri di depan lemari baju, ia baru saja selesai mengenakan pakaiannya.


"Chel... aku minta maaf, aku_" ucap Daffa merasa bersalah, ia tau Michel pasti sangat kecewa.

__ADS_1


"Cukup Daf... kamu gak perlu ngomong apa-apa lagi, lebih baik sekarang kamu keluar dari kamar ini, karna... aku mau ganti pakaian, kamu gak mau kan liat aku telanjang seperti itu"


"Chel... bukan begitu maksud aku, kita sudah pernah bicarakan ini sebelumnya kan , sebelum kamu dan_"


"Sebelum aku dan Andrew putus, kamu gak akan pernah menyentuh aku, itu kan maksud kamu, aku dah cape dengernya" Michel melanjutkan ucapan Daffa


"Memangnya kenapa kalo aku dan Andrew belum Putus, toh sekarang aku sudah menjadi istri kamu, kamu yang lebih berhak atas diri aku, kamu bebas melakukan apapun sama aku, atau jangan-jangan kamu emang gak mau menyentuh cewek kotor kaya aku, cewek bekas orang lain, kamu takut jika aku belum putus sama Andrew aku bakalan balik lagi sama Andrew kaya dulu"


"Aku pikir kamu bisa menerima aku apa adanya, menerima semua kekurangan aku, tapi ternyata aku salah, dan seharusnya aku sadar dari dulu, bahwa cowok alim kaya kamu gak akan mungkin mau menerima cewek liar kaya aku" ucap Michel penuh dengan emosi.


"Kamu salah Chel, aku gak pernah berpikir seperti itu, aku bener-bener sayang sama kamu, aku menunggu kamu mengakhiri hubungan Andrew agar kamu benar-benar menjadi milik aku seutuhnya" jelas


Daffa.


"Justru karna kamu gak mau menyentuh aku, aku merasa bahwa pernikahan ini belum sempurna, kamu bukan suami aku seutuhnya, aku merasa pernikahan ini hanya untuk main-main saja" Ucap Michel semakin emosi.


"Nggak Chel itu gak bener, pernikahan kita itu


suci, kita menikah secara sah, kita sudah terikat satu sama lain Chel"


" Trus kenapa kamu masih ragu sama aku Daf... "teriak Michel.


"Chel... aku gak ragu sama kamu aku hanya _"


"Aku butuh waktu untuk sendiri Daf, sebaiknya mulai sekarang kita tidur di kamar terpisah lagi seperti dulu, sampai kita berdua benar-benar yakin dengan pernikahan ini" Akhirnya Michel membuat keputusan.


"Tolong jangan bicara seperti itu Chel... kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik, aku gak bermaksud meragukan pernikahan kita, aku hanya_" Daffa benar-benar bingung harus menjelaskan dengan cara apa lagi.


"Cukup Daf aku bilang cukup, untuk saat ini jangan bicara apa-apa dulu sama aku,, karna hati aku masih sangat kecewa, sekarang aku cuman minta sama kamu, tolong berikan aku waktu untuk sendiri, untuk menenangkan hati dan pikiran aku"

__ADS_1


"Baiklah... kalau memang itu yang kamu mau" Akhirnya Daffa mengalah, saat ini Michel masih emosi, jadi percuma berdebat dengan Michel sekarang.


......Hai semuanya... maaf ya kalo akhir-akhir ini Mimin jarang update, soalnya kemarin-kemarin Mimin masih dalam suasana berduka 🥺 mohon doanya ya buat Ibu Mimin...🙏 jangan lupa juga buat dukung terus Mimin, like dan komen nya jangan sampai terlewat, jangan lupa juga banyakin Vote nya biar Mimin tambah semangat nulisnya, karna hanya itu obat yang ampuh buat mimin🥰🥰......


__ADS_2